Dia Musuhku

Dia Musuhku
Bab 11


__ADS_3

"Alfian.."Panggil Diandra takut takut, Alfian langsung menoleh menatap ke arah Diandra, wajahnya terkejut melihat Diandra, dia tidak percaya jika gadis itu datang menghampiri dirinya,namun dia menutupi keterkejutannya, tiga sahabat Alfian juga ikutan menoleh tampak mereka berbisik bisik mencari tahu apa gerangan Diandra tiba tiba datang mencari Alfian "Gw disuruh menyerahkan ini ke elo "kata Diandra memberikan sebuah amplop ke arah Alfian "Disuruh siapa?" tanya Alfian mengernyitkan keningnya "Sandra" jawab Diandra jujur, setelah menyerahkan surat itu dia langsung pergi meninggalkan Alfian


Alfian membaca surat itu lalu dia tersenyum smirk "Sudah berani dia berbohong" kata Alfian pelan,lalu melipat surat itu "Dia ada menulis apa?" tanya Andrew ingin tahu "Bukan apa apa" jawab sekenanya sambil melipat kertas itu dan menaruh di dalam kantong celana


Sementara itu di bangku taman tampak Sandra sedang merencanakan sesuatu "Gila loe yakin pengen berbuat itu kepada Diandra?" tanya Amel menatap tidak percaya,Sandra mengangguk sambil tersenyum jahat "Tapi loe yakin,loe tau kan Hera gimana?" tanya Amel khawatir "Sudah loe tenang aja" ujar Sandra sambil berdiri


begitu melihat Diandra lewat ,Sandra langsung tersenyum jahat "Sekarang gw pengen lihat,loe bisa apa tanpa pahlawan kesiangan itu" gumam Sandra sinis


Sandra mendekati Diandra "Gimana Diandra udah loe kasih suratnya?" tanya Sandra ingin tahu "Sudah" cicit Diandra "Oke thanks ya" kata Sandra menepuk bahu Diandra berlalu pergi meninggalkan Diandra yang termangu bingung menatap Sandra, karena tidak biasanya Sandra bersikap baik kepadanya, perasaannya tidak tenang saat ini, namun buru buru dia menggelengkan kepalanya mengusir perasaan buruk itu


"Sayang..." panggil Sandra manja duduk di sebelah Alfian dan dengan ketiga temannya "Mana teman setia loe?" tanya Andrew sinis "Amel..dia sedang ke kantin bentaran" kata Sandra acuh tak acuh, kembali Sandra menatap wajah Alfian "Sayang, aku dengar Diandra tadi kemari, ngapain dia?" tanya Sandra pura pura tidak tahu "Katanya ngasih surat dari kamu " jawab Alfian tidak perduli, Sandra mengernyitkan dahinya "Aku loh ga pernah nyuruh nyuruh Diandra buat kasih ke kamu" ujar Sandra, Alfian mengangkat bahunya "Boleh aku lihat surat apa?" tanya Sandra meminta surat itu,Alfian merogoh kantong celananya dan memberikan surat itu kepada Sandra


Sandra membuka lipatan surat itu dan langsung membacanya,dia pura pura terkejut dengan isinya


"Dear *Alfian,kamu tahu tidak kalau aku merindukanmu,siang malam aku selalu memikirkan kamu, kadang rasa rindu ini membuncah tapi aku bisa tahu,aku hanya bisa menatapmu dari jauh,namun aku tidak berani mendekatimu,aku bisa apa , sekarang aku memberanikan diri untuk mengutarakan perasaan aku kepadamu,tolong terimalah perasaan aku ini


TTD


Diandra* "


Sandra yang membaca surat itu menggeram marah "Enak aja dia mengaku kalau itu gw yang suruh" ujar Sandra pura pura marah di hadapan Alfian "Ga bisa dibiarkan nih anak,mentang mentang udah ada yang membelanya sudah berani macam macam dia" geram Sandra "Sudah biar gw yang urus,loe diam aja" jawab Alfian tenang, Sandra langsung kaget mendengar ucapan tidak terduga dari Sandra "Loe mau kasih dia pelajaran?" tanya Sandra masih terkejut ,Alfian tidak menjawab pertanyaan Sandra, dia menatap lurus ke depan


Sandra langsung mengepalkan tangannya,dibawah meja

__ADS_1


"Sebelum elo kasih pelajaran,gw duluan yang bakalan kasih dia pelajaran duluan" ujar Sandra


"Sayang aku ke kelas dulu ya,ntr ketemu di tempat biasanya" kata Sandra dengan suara manja,Alfian hanya menganggukkan kepalanya acuh tak acuh,tak lupa dia mengambil surat itu diam diam tanpa sepengetahuan Alfian,


Sandra langsung menuju ke ruang kelas,dia mendekati meja Diandra mendapati Diandra sedang membaca buku,dia langsung menggebrak meja Diandra,membuat Diandra terlonjak kaget "Sandra kamu kenapa"? cicit Diandra takut


"Ternyata loe ****** juga ya..sudah bosen hidup loe?" tanya Sandra dengan marah, anak anak di kelas langsung pada melihat mereka berdua, Amel yang baru datang langsung menghampiri mereka berdua


"Ada apa ini?" tanya Amel pura pura tidak tahu


Sandra langsung berkata lantang "Lihat si itik buruk rupa ini, berusaha mengambil hati pangeran,berharap mendapatkan cinta dari pangeran" kata Sandra dengan suara keras


"Maksudmu apa Sandra?" tanya Diandra takut


"Kamu tahu ini?" tanya Sandra tersenyum jahat


"I-itu..."


"Surat yang kamu berikan ke Alfian kan?" ujar Sandra,lalu dia menatap ke sekeliling kelas lalu berkata dengan keras, membuat seisi kelas menoleh


"Dengar seorang itik buruk rupa menulis surat kepada Alfian, mengatakan kalau dia mencintainya, menurut kalian pantas ga seperti itu?" tanya Sandra melihat ke teman- temannya yang disambut ejekan oleh teman temannya


Diandra menundukkan kepalanya "Loe tahu harusnya elo ngaca loe itu siapa..jangan bermimpi kegedean" kata Sandra sengit

__ADS_1


"Ta-tapi kan elo yang nyuruh gw buat ngasih surat itu ke Alfian" kata Diandra berusaha membela diri "Ada saksi?" tanya Sandra mengejek Diandra, Diandra terdiam, memang tidak ada saksi waktu ketika Sandra menyuruhnya memberikan surat itu kepada Alfian, dan kini dia merasa terpojok


Tiba tiba tangan Diandra ditarik paksa,dibawa ke tengah lapangan kosong yang saat itu matahari sedang panas panasnya padahal waktu menunjukkan pukul 10 "Loe tahu kenapa elo dibawa kesini?" tanya Sandra sambil berkacak pinggang, Diandra menggeleng lemah "Loe akan tahu nantinya" ejek Sandra, tiba tiba dari arah kiri dan kanan ada yang melempar telur busuk ke arah Diandra,makanan sisa bahkan sampai air comberan


Diandra tidak kuat lagi,dia menangis memohon agar Sandra menghentikan mereka "Gw baru mau menghentikan elo asal ada saksi yang mengatakan kalau bukan elo yang menulis dan mengirim surat ini" kata Sandra dengan tatapan mengejek


Alfian dan teman temannya lewat dan melihat apa yang terjadi di tengah lapangan,saat itu Diandra berlari menghampiri Alfian


"Tolong gw, gw ga bohong itu bukan dari gw" kata Diandra memohon pertolongan dari Alfian


"Maksud elo? kalau bukan elo siapa?" tanya Alfian menatap tajam, Diandra menghela nafas, dia tahu itu semua tidak akan membantu,karena dia tahu itu memang tulisan tangan dia tapi siapa yang memalsukan,dia sendiri tidak tahu


Sandra menyeret tangan Diandra dengan kasar lalu mendorong Diandra hingga Diandra terjatuh, guru guru di sekolah tidak ada yang berani dengan Sandra karena jika ada yang ikut campur tangan berarti siap siap dipecat


"Sandra,kenapa elo jahat sama gw?" tanya Diandra sambil terisak-isak


"Karena gw eneg lihat elo ada di sekolah ini, cewek miskin kayak elo itu ga pantes sekolah disini" kata Sandra dengan nada menghina


"Dan sekarang elo mau berusaha merebut Alfian dari gw,dengar Alfian aja jijik sama elo,jadi jangan sok kegatelan paham loe" kata Sandra sambil menjambak rambut Diandra hingga kepalanya mendongak ke atas


Mata Diandra memohon pertolongan kepada Alfian untuk menghentikan Sandra karena hanya dia yang bisa menghentikan kejahatan Sandra, namun Alfian hanya pergi berlalu begitu saja,seolah olah tidak perduli dengan apa yang terjadi


sementara Sandra dan Amel bersama dengan teman teman sekolahnya terus membully dia hingga Diandra tidak sadarkan diri, setelah itu Diandra dibiarkan begitu saja, hingga ada seseorang yang mengangkat dia ke UKS begitu semuanya sudah sepi

__ADS_1


Dan semenjak kejadian itu Diandra memutuskan untuk pindah sekolah,ditambah dengan kondisi psikis dan mentalnya saat itu, Hera temannya ketika tahu itu sangatlah sedih, itu artinya dia kehilangan sahabat di sekolahnya


__ADS_2