
Berbeda dengan Donny, Alfian memasang tampang cemberut sambil berjalan menuju ke kantin, wajahnya dibuat manyun, Diandra yang melihat itu langsung bertanya kepada Alfian
"Kamu kenapa lagi?"
"Tidak apa apa" jawab Alfian pendek, masih dengan wajah yang cemberut
"Kamu cemburu?" tanya Diandea heran
"Siapa yang cemburu" jawab Alfian masih dengan suara ketusnya
Diandra langsung menggandeng tangan Alfian, lalu dia berusaha membujuk Alfian agar Alfian tidak marah padanya
"Kamu tahu ga, aku itu sedih melihat kamu seperti ini" kata Diandra dengan wajah sedihnya, sambil menggandeng Alfian
Alfian langsung menoleh menatap Diandra, sementara Diandra memasang tampang sedih agar hati Alfian bisa luluh karenanya
"Loh kamu sedih kenapa?" tanya Alfian menatap wajah Diandra lekat lekat
"Iya aku sedih, kamu cemburu terus sama aku, padahal aku kan tidak pernah berbuat macam macam sama kamu tapi kamu masih tidak percaya sama aku" ucap Diandra dengan suara lirih, masih memasang wajah sedih
Alfian langsung luluh hatinya dan dia merasa bersalah, sambil menghela nafas panjang, dia langsung memeluk blDiandra dihadapannya Hera dan Donny, sehingga mereka berdua menjadi risih dibuatnya
"Maafin aku ya" kata Alfian dengan suara lembutnya
"Tapi kamu janji jangan seperti itu lagi" ucap Diandra dibalik pelukannya Alfian
"Iya aku janji, kamu tau ga aku itu suka cemburu kalau kamu suka akrab sama pria lain, aku ga suka" kata Alfian terus terang, lalu melepaskan pelukannya
"Tapi aku ingin membantu Hera supaya dia bisa move on dari Donny" kata Diandra sambil melirik ke arah Hera dan Donny
"Lah kenapa jadi gw sih Di?" tanya Donny protes
"Karena Hera harus segera move on dari elo, kasihan dia kalau ga move on" jawab Diandra enteng
"Kalian berdua itu apa gag malu ya pelukan berdua di keramaian, emang yah kalo udah bucin dunia serasa milik berdua yang lain sewa" sindir Donny, mengalihkan pembicaraan Diandra
"Kenapa Lo sirik aja, elo bisa kok kalau mau tuh sebelah elo tinggal peluk aja" jawab Alfian santai
"Eh itu mulut dijaga ya, siapa juga yang mau dipeluk lagian gw bukan bantal yaaa" protes Hera kesal kepada Alfian
"Sudah ah aku laper, kapan makannya kalau disini terus" timpal Diandra, sambil berjalan masuk menuju ke kantin
__ADS_1
"Sayang tunggu aku !" seru Alfian yang langsung bergegas menghampiri Diandra dan langsung menggandeng tangannya
"Dasar bucin " ledek Donny dari belakang, yang langsung dilirik sama Hera dengan tatapan yang sulit diartikan
Mereka di kantin langsung memilih dan memesan makanan dan mencari tempat duduk di tempat yang membuat mereka nyaman untuk bisa mengobrol
"Jadi selanjutnya gimana?" tanya Donny dengan serius kepada Alfian
"Yah gw otomatis akan menjemput Sandra baru menuju ke restoran untuk bertemu dengan kedua orang tuanya, elo udah beli alat penyadapnya?" tanya Alfian dengan wajah serius
"Gw udah siapin dua buah alat penyadapnya, sebisa mungkin elo masukin di dalam tasnya Sandra dan di mobilnya Sandra, tapi jangan sampai dia tahu" kata Donny sambil memberikan dua alat penyadap untuk langsung ditaruh di tempat miliknya Sandra
"Dan elo gimana Hera, kapan rencana elo mau menghubungi Amel?" tanya Hera menatapnya dengan pandangan serius, Hera langsung menatap balik ke arah Donny hingga tiba tiba hari Donny langsung berdebar
"Kemungkinan besok, karena malam ini gw bertemu sama temen gw yang dari Jerman"jawab Hera dengan tegas
"Maksud elo si Alex itu?" tanya Donny sambil memicingkan matanya
"Iya benar" jawab Hera santai
Tiba tiba hati Donny langsung terbakar cemburu
"Jangan suka bermain api Hera" kata Donny dengan misterius
"Siapa yang bermain api dan lagian gw ga pernah bermain api sama siapapun juga" jawab Hera kesal karena dia dituduh bermain api
"Dimana elo akan bertemu dengannya?" tanya Alfian penuh rasa ingin tahu
"Bukan urusan elo paham" jawab Hera cepat
"Makanya Don, anak orang jangan di PHP in terus,nanti kalau udah pergi baru deh kelabakan" sindir Alfian
Donny tidak menjawab apapun, dia hanya diam sambil memandang ke tempat lain
Tidak berapa lama kemudian, pelayan datang membawa makanan untuk mereka
"Elo tau ga Her, makanan disini enak enak loh ga kalah sama masakan restoran" kata Diaandra sambil membuka sendok dan garpu nya ya g dibungkus dengan kertas tissue meja
Hera dan Diandra memesan menu soto Betawi, sedangkan Donny dan Alfian memesan nasi campur
"Oh ya gw jadi ga sabar mencicipinya" ucap Hera sambil menyendokkan kuah soto yang sudah dicampur jeruk limau ke dalam sendok dan kemudian menyuapkan ke dalam mulutnya, dia merasakan sensasi kuah soto di dalam mulutnya
__ADS_1
" Elo bener Di, ini enak banget" ujar Hera dengan puas
" Udah itu bumbunya juga berasa banget pas dimulut" kata Hera lagi masih menyuapkan kuah soto ke dalam mulutnya
"Udah gw bilang, gw recommended dah " kata Diandra sembari menuangkan kuah sotonya ke atas nasi
"Makan itu diam ga ngobrol" celetuk Donny kepada Hera
"Biarin suka suka gw" balas Hera keras kepala
"Anak ini dibilangin malah ngebantah" kata Donny kesal sambil menjewer telinganya Hera dengan gemas
"Aduh sakit tau" kata Hera memandang Donny dengan kesal
" Itulah akibatnya kalau melawan" jawab Donny santai
Hera langsung mengerucutkan bibirnya, tanda dia sangat kesal dengan Donny, namun Donny menatap dirinya dengan senyum, tiba tiba Donny merasa sangat gemas sekali dengan wajah lucunya Hera
"Udah tembak aja tembak" celetuk Alfian tiba tiba karena sedari tadi dia selalu memperhatikan gerak tingkah laku Donny yang suka berbuat iseng dengan Hera
"Nyambung muluk Lo udah kaya petir" kata Donny sewot kepada sahabatnya yang suka menganggu atau meledek dirinya
"Hera, sepertinya kalau gw pikir pikir elo mending cari cowok lain dah, kelamaan nungguin Donny, keburu rambut beruban" nyinyir Alfian kepada Alfian sambil menyindir Donny yang masih manyun
Hera tampak tersipu malu begitu mendengar Alfian berkata seperti itu, karena memang benar adanya daripada berharap dan mengemis cintanya sama Donny lebih baik dia mencari yang lain yang benar benar mencintai dan menyayangi dirinya dengan setulus hati, bukankah hidup itu lebih enak jika dicintai dan disayangi begitu pikir Hera
""Elo benar Al, mending gw cari cowok lain aja " kata Hera dengan nada setuju, tiba tiba Donny langsung berseru dengan emosi
"Tidak boleh !"
Semuanya langsung memandang ke arah Donny termasuk yang ada di kantin sana, mereka semua menatap Donny dengan heran
"Ya ampun Donny, elo kenapa?" tanya Alfian kaget
'Gw..gw ga apa apa kok" jawab Donny merasa malu sendiri karena sikap spontannya dia
"Loe bikin malu tau ga" desis Alfian sambil menatap Donny dengan kesal
"Hehehehe, ya maaf" jawab Donny nyengir
"Sudah makan sana, berantem muluk udh kaya tom and jerry" kata Diandra menyuruh kedua pria itu makan siang, sebelum pada akhirnya mereka berdebat untuk hal hal yang tidak penting
__ADS_1
Sementara Hera makan dalam diam, tidak berbicara sama sekali, dia dan Diandra benar benar menikmati makanan yang ada di hadapannya berbeda dengan kedua pria yang ada di samping mereka yang berdebat terus entah soal apa mereka sendiri tidak perduli