
Yang pertama kali menyadarinya adalah Alfian, begitu dia melihat kaca spion dalam ada sebuah mobil sedan berwarna hitam tengah mengikuti mereka, dia langsung menelpon Donny untuk mengalihkan perhatian dari mobil itu
"Don loe lihat di spion ada yang ikutin kita dari kantor sampe sekarang, gw alihkan dulu perhatiannya dia, kita ketemu di club' aja " kata Alfian dengan wajah serius
"Oke, sampai ketemu di club' " kata Donny, dia langsung melihat ke kaca spion dan memang benar apa yang dikatakan oleh Alfian, Donny langsung mempercepat laju mesin kendaraannya sementara Alfian langsung berbelok secara tiba tiba dan mempercepat laju kendaraannya juga
"Apakah sabuk pengaman kamu sudah kamu kencangkan?" tanya Alfian, Diandra langsung mengangguk "Kita akan bermain main dulu sebentar " ujar Alfian dengan seringainya
Diandra ingin menengok ke belakang,Alfian langsung menghentikannya "Jangan menengok ke belakang, kamu lihat saja dari kaca spion " kata Alfian dengan wajah serius
"Kamu sudah siap ?" tanya Alfian sambil tersenyum menoleh ke arah Diandra
"Aku sudah siap " jawab Diandra tidak kalah seriusnya
"Okey ini saatnya " kata Alfian yang langsung lebih mempercepat laju kendaraannya, mobil yang membuntuti dia pun ikut mempercepat laju kendaraannya, mengikuti mobil Alfian, aksi kejar mengejar terjadi hingga Alfian berbelok tajam ke sebuah jalan sedikit sempit lalu keluar dari arah yang berlawanan kali ini kebalik justru mobil Alfian yang kembali mengejar mobil sedan hitam itu
Diandra menatap tajam mobil sedan itu dan kemudian dia mengambil handphone dari dalam tasnya, lalu dengan cekatan dia memotret no polisi berikut kendaraannya
yang gunanya untuk menyelidiki lebih lanjut siapa pemilik dari mobil tersebut
Diandra kembali menyimpan handphonenya ke dalam tasnya lalu berpegangan kuat kuat pada pegangan disamping kepalanya dia, mobil Alfian terus mengejar mobil sedan hitam itu namun sayangnya Alfian kali ini gagal menangkap buruannya, karena disebabkan adanya lampu merah, Alfian tidak berani menerobos lampu merah
"SIAL !!" teriak Alfian kesal sambil memukul setir mobilnya
"Sudah jangan kesal begitu, setidaknya kita sudah punya gambarnya, dan semoga saja ini membantu" kata Diandra dengan tenang
Alfian menoleh ke arah Diandra lalu tldia tersenyum sambil berkata
"Kamu ternyata pintar juga ya" Alfian mengacak acak rambut Diandra
"Sekarang kita mau kemana?" tanya Diandra ingin tahu
"Ke club' disana sudah ada Donny dan Hera, mungkin ada Tonny dan juga Andrew " jawab Alfian sambil menjalankan mobilnya kali ini kecepatan yang dia gunakan adalah kecepatan sedang
Sesampainya mereka berdua di club', tampak formasi sudah sangat lengkap disana ada Tonny, Andrew, Hera, dan Donny Alfian dan Diandra langsung bergabung dengan mereka
"Bagaimana?" tanya Donny penasaran begitu melihat Diandra dan Alfian sampai
"Gagal kali ini " jawab Alfian dengan nada sedikit kecewa, dia langsung menghempaskan tubuhnya ke sofa yang kosong
"Loe ga apa apa kan Di?" tanya Hera dengan nada khawatir
"Gw ga apa apa " jawab Diandra sambil tersenyum
__ADS_1
"Loe tau ga gw takut elo kenapa kenapa" kata Hera dengan nada khawatir
Hera sangat begitu perhatian dengan sahabatnya ini, karena bagi Hera Diandra sudah dianggap sebagai saudaranya sendiri
"Gw ga apa apa Hera, santai aja toh ada Alfian disebelah gw " kata Diandra berusaha menenangkan sahabatnya ini
"Syukurlah kalau elo ga apa apa " kata Hera lega
"Gimana ceritanya sampai kalian diikuti?" tanya Tonny dengan penuh rasa ingin tahu
"Entahlah gw sendiri ga tahu" jawab Alfian bingung
"Siapa yang mereka incar?" tanya Andrew penasaran kepada Alfian
"Gw yang mereka incar " jawab Diandra dengan suara tegas
"Loe tau darimana klo elo yang diincar?" tanya Andrew lagi kali ini menatap Diandra
"Mungkin ada yang kecewa kalau miliknya diambil " jawab Diandra menerka
Satu ruangan langsung terdiam dengan pikiran mereka masing masing, tiba tiba perut Diandra berbunyi
"Kamu lapar?" tanya Alfian menatap lembut ke arah Diandra, Diandra langsung tersenyum malu malu sambil mengangguk
"Ton, pesankan makanan yang enak kali ini gw yang traktir kalian pada " kata Alfian sambil memerintahkan Tonny memesankan makan malam untuk mereka berenam
"Diandra coba dari dulu elo Dateng tiap hari Alfian bakalan traktir kita terus" kata Tonny bercanda untuk memecahkan suasana tegang
"Kayaknya kita perlu ke tempatnya Irwan malam ini juga " kata Alfian dengan suara serius menatap Donny
"Loe serius?" tanya Donny sambil bergidik ngeri apalagi mengingat tadi siang Irwan sempat menakuti dirinya
"Gw serius, gw butuh keterangan yang lengkap tentang ini semua" kata Alfian dengan wajah serius
"Siapa Irwan?" tanya Diandra menatap Alfian dengan wajah serius
Alfian langsung menyadari kalau disana ada Diandra dan Hera yang sedang menatap menyelidiki Donny dan Alfian
"Siapa Irwan?" tanya Diandra lagi kali ini wajahnya benar benar serius, Alfian agak sedikit takut melihat wajah Diandra yang sudah berubah menjadi begitu dingin
"Sayang tenang dulu, dia itu seorang hacker handal, dan kita ini berteman, kami sedang mengumpulkan data data siapa yang meneror kita hingga detik ini " kata Alfian memberikan penjelasan kepada Diandra
"Kalian mau kesana malam ini?" tanya Diandra lagi menatap Alfian, menuntut jawaban yang jujur
__ADS_1
Alfian menatap Donny untuk meminta bantuannya, namun Donny malah justru pura pura tidak melihatnya akhirnya Alfian hanya berdecak kesal
"Iya rencananya kami akan kesana malam ini" jawab Alfian tegas sambil memicingkan matanya ke arah Donny
"Dasar atasan gila " gumam Donny pelan takut didengar oleh Alfian, namun Hera yang dekat dengan Donny langsung mendelik tajam sehingga membuat Donny langsung tersenyum merasa bersalah
"Aku ikut " kata Diandra tiba tiba
"Sayang " kata Alfian dengan memelas
"Aku ikut " kata Diandra dengan suara tegas dan tidak bisa dibantah
"Kalau Diandra ikut, aku juga ikut " kali ini Hera ikut berbicara
"Kenapa elo mau ikut ikutan sih ?" kata Alfian dengan suara kesal
"Karena Diandra sahabat gw dan dimana ada gw disitu ada Diandra begitu juga sebaliknya " kata Hera
"Don gimana ini?" tanya Alfian meminta bantuan dari Donny
"Terserah elo lah" jawab Donny sedikit kesal karena Alfian telah membocorkan temannya yang satu itu meski tanpa sengaja
"Ya sudah kalau kamu ikut, tapi tempatnya seram loh" kata Alfian berusaha menakut nakutin Diandra, namun justru tanggapan Diandra malah sebaliknya
"Aku lebih takut manusia jahat yang dirasuki iblis daripada iblis beneran" kata Diandra dengan suara dingin
Alfian menatap Diandra sangat terkejut, saat ini Diandra benar-benar sangat berbeda tidak seperti biasanya, Hera yang mengerti kondisi sahabatnya itu langsung segera menghampirinya dan memegang tangannya
"Di..Its okey" bisik Hera dengan lembut, dan perlahan-lahan sinar mata Diandra kembali berubah, Diandra langsung menatap Hera dengan pandangan sedikit kosong, Hera langsung menganggukkan kepalanya sambil tersenyum menatap mata Diandra dan meyakinkan Diandra kalau dirinya baik baik saja
mereka berempat melihat interaksi antara Hera dan Diandra merasa bingung dan bertanya-tanya terutama si Alfian, hanya Donny yang sudah mengerti karena diceritakan oleh Hera tadi sore diruang kerjanya, kalau Diandra sudah berubah hanya saja mereka tidak tahu apa
"Kalau begitu kita juga akan ikut" kata Andrew dan Tonny secara serempak
Alfian dan Donny tampak keberatan jika mereka ikut tapi mengingat Andrew dan Tonny akan memaksa dan berakhir debat akhirnya Alfian dan Donny terpaksa mengiyakan saja, masalah Irwan akan marah marah pada nantinya, itu akan dipikirkan nanti oleh mereka berdua
Tak lama kemudian para pelayan membawa makan malam untuk mereka berenam, Tonny memesankan menu makanan yang terbaik di club' itu yang sering dipesan oleh banyak orang, mereka makan dalam diam, dan memikirkan rencana nantinya untuk menangkap si peneror itu, ruangan menjadi hening seketika
Setelah selesai makan malam, Diandra menelpon sebentar memberikan pesan kepada orang tuanya kalau dirinya jangan ditunggu karena kemungkinan dia akan menginap di rumah Hera dan akan berangkat ke kantor dari rumah Hera, setelah izin disetujui Diandra langsung menutup telponnya
"Kenapa kamu tidak menginap di apartemen aku atau di rumah mama?" tanya Alfian agak sedikit keberatan
"Masalah itu kita bicarakan nanti saja, yang jelas aku penasaran siapa yang berani berbuat seperti itu" kata Diandra bertanya tanya
__ADS_1
"Kamu kalau tahu pasti akan terkejut" kata Donny menatap Diandra, Diandra langsung tersenyum "Aku tidak akan terkejut karena aku pernah diperlakukan seperti itu dulu" balas Diandra dengan suara dinginnya yang membuat semua orang merasa takut mendengar nada bicara dari seorang Diandra
"Sayang..sudah ya marahnya " bujuk Alfian dengan lembut, Diandra langsung menoleh ke arah Alfian kemudian dia langsung tersenyum kepada Alfian namun senyum itu adalah senyuman dingin dan sedikit mengerikan