Dia Musuhku

Dia Musuhku
Bab 213


__ADS_3

"Sial, siapa pria tadi yang menemui gadis itu ternyata berani sekali dia bermain di belakang calon tunangannya sendiri, dasar wanita" gumam pria itu sambil tertawa sinis, dia masih saja memandang nanar rumah yang bercat putih itu


"Kali ini harus berhasil, biar boss ngasih uang lebih sama gw" gumamnya lagi, dia kembali duduk di dalam mobil dengan tenang sambil memandangi rumah itu


Sementara itu Novia makan dalam diam namun hatinya kini merasa tidak tenang, dia harus tahu siapa pria itu, pria yang mengatakan kalau dia adalah agen 1077, dan dia katanya pernah ditugaskan untuk menjaga seseorang yang sangat penting namun dia sendiri tidak tahu dan tidak mengerti apa yang dikatakan oleh laki laki itu


Bunda melihat Novia seperti sedang memikirkan sesuatu, dia ingin sekali bertanya ada apa namun dia urungkan terlebih dahulu mungkin nanti kalau Novia sudah tenang begitu pikir bunda


"Makannya nambah nak" kata bunda kepada Novia


Novia sama sekali tidak mendengar perkataan bunda, dia masih sibuk dengan pikirannya sendiri


"Novia" panggil bunda


Namun Novia sama sekali tidak menyahutnya, dia masih mengaduk aduk makanannya, hingga bunda menyentuh tangan Novia membuat Novia langsung menoleh ke arah bunda dengan tatapan bertanya


"Apa masakan bunda tidak enak nak, sampai kamu seperti tidak berselera makan?" tanya bunda pelan menatap Novia dengan pandangan ingin tahu


"Ah tidak bunda, masakan bunda enak hanya saja Novia lagi ada sesuatu yang Novia pikirkan" kata Novia kepada bunda


"Mau cerita kepada bunda?" tanya bunda kepada Novia


Novia diam saja, tidak menyahut perkataan bunda


"Baik kalau Novia belum mau cerita tidak apa apa, nanti kalau Novia ingin cerita bunda siap mendengarkannya" ujar bunda sambil tersenyum


"Terima kasih bunda, bunda maaf ya" kata Novia merasa sungkan


"Hush apa yang harus dimaafkan, ya sudah habiskan saja makanannya dulu nanti habis itu istirahat " ucap Bunda menyuruh Novia untuk menyelesaikan makanannya


"Iya bunda" jawab Novia singkat


Novia langsung menyelesaikan makanannya dan setelah itu dia langsung membantu bunda untuk membereskan piring piring kotor sehabis mereka makan dan setelah itu Novia langsung kembali keluar, untuk duduk di teras memeriksa situasi dan kondisi di rumah itu


"Mobil itu masih ada disana" gumam Novia pelan, matanya yang awas dan jeli itu masih memperhatikan suasana di luar rumah Diandra, Novia langsung menghubungi Alfian yang sedang berada di kantor saat ini


"Ya ada apa Novia?" tanya Alfian begitu dia menerima telpon dari Novia


"Ternyata benar firasat dari Diandra, memang ada sebuah mobil yang sedang mengintai rumah ini" kata Novia memberitahu kepada Alfian lewat telpon dengan suara pelan takut terdengar oleh yang lain


"Maksud kamu apa?" tanya Alfian kali ini dengan suara serius


"Sebuah mobil terparkir di seberang rumah ini semenjak pagi, dimana saya datang mobil itu sudah ada dan tidak bergerak sama sekali" jawab Novia cepat


"Apa itu bukan orang yang sengaja parkir disana?" tanya Alfian lagi


"Saya rasa bukan, kalau sengaja parkir disana pasti sudah dari tadi mobil itu bergerak pergi hanya saja mobil ini sama sekali tidak pergi bahkan saya melihat ada bayangan orang di dalam mobil tersebut " ujar Novia dengan nada suara serius


Alfian terdiam tampak dia berpikir sebentar lalu kemudian dia memberikan perintah dengan nada suara yang tegas


"Tetap awasi mobil itu, jika ada sesuatu yang mencurigakan hubungi pihak kepolisian, ingat jangan gegabah"


"Baik, saya akan tetap terus mengawasi mobil itu, namun saya akan segera bertindak jika orang itu sudah mulai menyerang terlebih dahulu"


Novia langsung mematikan handphonenya, kali ini sikapnya jauh lebih awas dari yang tadi, dia pura pura memainkan handphonenya agar tidak menaruh kecurigaan kalau orang itu sedang diawasi


Sementara itu Alex sedang menerima kabar bahwa Sandra sudah berada di tempat wedding organizer, Alex langsung tersenyum miring begitu mengetahui keberadaan Sandra


"Dia pikir akan semudah itu bisa melepaskan diri" gumam Alex sinis


Dia lalu memanggil Bryan dan menyuruh salah satu anak buah untuk tetap mengikuti kemana Sandra pergi


dan Alex pun memutuskan untuk menemui Sandra di tempat wedding organizer


Sandra masih sibuk di tempat wedding organizer, para assisten Nyonya Tanaka sibuk melayani Sandra dengan segala kemauan bahkan keinginannya


"Apa saya tidak bisa bertemu dengan pemilik dari wedding organizer sendiri?" tanya Sandra dengan nada tidak puas, karena hanya dilayani oleh bawahannya Nyonya Tanaka saja


"Mohon maaf Nona Sandra, Atasan kamu hari ini sedang tidak bisa diganggu, beliau sedang sibuk" jawab asisten dari Nyonya Tanaka dengan nada sopan


"Sesibuk apa sih dia, memangnya dia tidak tahu kalau saya ini siapa?" tanya Sandra dengan nada kesal, dia merasa sangat kesal karena sepertinya dirinya tidak dihargai


Kedua asisten tersebut hanya saling berpandangan dan kemudian mengangkat bahunya masing masing


"Kalau kamu mau tahu saya ini adalah calon isterinya Alfian Wijaya anak dari keluarga Wijaya" kata Sandra dengan nada sombong


Tampak kedua assisten tersebut sedikit terkejut namun seperti diajarkan oleh atasan mereka, kalau mereka harus tetap bersikap tenang dan tidak boleh menampakkan rasa terkejut, kagum atau apapun itu, semuanya harus disikapi biasa saja

__ADS_1


"Awas aja dia, nanti saya akan adukan tentang pelayanan disini yang kurang profesional" ucap Sandra dengan nada kesalnya


"Mohon maaf Nona atasan kamu kebetulan ada keperluan yang mendesak jadi tidak bisa menemui nona untuk saat ini, mohon untuk dimaklumi " kata salah satu asistennya


"Loh memangnya dia tidak tahu kalau saya mau kemari?" tanya Sandra dengan suara tidak terima


"Sekali lagi mohon maaf apa nona sudah membuat janji dengan atasan saya sebelumnya?" tanya Asisten tersebut masih dengan nada sopan


Sandra langsung terdiam begitu mendapatkan pertanyaan dari assisten Nyonya Tanaka, namun dia masih saja belum bisa terima meskipun penjelasan dari asistennya tersebut masuk di akal


"Pokoknya saya ga mau tahu, saya merasa disini saya tidak dihargai padahal kalian tahu siapa saya sebenarnya" ucap Sandra kepada para asistennya itu


"Memangnya kamu siapa?" tanya Alex dari belakang dia mendengar apa yang Sandra katakan barusan tadi


Alex mendekati Sandra dengan tatapan tajamnya


"Memangnya kamu siapa?" tanya Alex lagi dengan suara dingin menatap tajam Sandra


"Kamu mau apa kamu kemari?" tanya Sandra tidak suka dengan kehadiran Alex


"Tentu saja ingin melihat apa yang dilakukan oleh calon isteri ku" ucap Alex enteng


Alex langsung duduk di sofa yang sudah disediakan, dia duduk di sebelahnya Sandra


"Mimpi" jawab Sandra dengan suara kasar


"Mimpi atau tidak mimpi kamu adalah calon isteri aku" ucap Alex tidak perduli dengan tatapan tidak sukanya Sandra


"Dengar ya Alex, aku akan menikah dengan Alfian jadi mencobalah menjauh dari aku lagian juga kamu ini siapa mau menikahi aku, kekayaan kamu itu tidak seberapa dengan kekayaan Alfian, paham kamu" ucap Sandra menyindir sekaligus menghina Alex


Alex yang mendengar itu menatap tajam ke arah Sandra, dia menatap Sandra dengan pandangan ingin membunuh dan itu membuat Sandra gentar lalu tiba tiba Alex mendekati Sandra


"Percayalah Alfian akan membuang kamu begitu tahu siapa sebenarnya kamu" ucap Alex dengan nada pelan, berbisik di telinga Sandra, membuat Sandra semakin naik emosinya


"Jangan macam macam kamu Alex, dengar Alex aku tidak akan menikah dengan kamu paham itu" ucap Sandra dengan nada penuh dengan kebencian


"Benarkah kita lihat saja nanti" ucap Alex sambil tersenyum miring ke arah Sandra


Alex menatap kedua asisten pribadinya lalu dia pun berkata


"Sebaiknya layani dia, tapi tanya dulu siapa yang akan membiayainya khawatir dia tidak akan sanggup membayar jasa yang dia gunakan" ucap Alex kepada kedua asisten tersebut, lalu dia pun pergi meninggal Sandra


"Sialan kamu Alex, kamu pikir kamu siapa berani meremehkan seorang Sandra" kata Sandra dengan penuh kemarahan


"Dengar jangan pedulikan dia, dia adalah orang gila" ujar Sandra kepada kedua asisten tersebut


"Maafkan kami, tugas kamu hanya melayani customer" ucap salah satu asisten tersebut


Sandra langsung terdiam mendengar ucapan asisten tersebut


"Aku pergi dulu, aku jadi tidak mood ga tau gara gara kedatangan dia" ucap Sandra dengan nada kesalnya


"Lalu bagaimana dengan permintaan anda tadi?" tanya Asisten tersebut


"Kirimkan saja portofolionya kepada saya nanti biar saya pilih mana yang bagus, lagian saya hanya mau dilayani oleh pemilik dari wedding organizer ini bukan dilayani oleh kalian " ucap Sandra dengan nada yang menyebalkan, lalu dia pun berdiri dari sofa dan langsung pergi begitu saja tanpa berkata apa apa


"Akhirnya pergi juga dia" ucap salah satu asisten tersebut


"Huss jangan begitu, nanti dia mendengarnya" jawab temannya


"Wanita yang menyebalkan dan sangat sombong" kata assiten yang barusan


"Sudahlah tugas kita hanya melayani dia dan habis itu melaporkan kepada Nyonya Tanaka, lebih baik kita ke atas menemui nyonya Tanaka, dia menunggu laporan kita" ucap temannya sambil mengajak untuk menemui Nyonya Tanaka


Sementara itu di mobil Sandra memaki maki Alex, dia memukul setirnya sambil mengumpat


Setelah puas diabteringat kalau dia harus bertemu dengan seseorang, kemudian Sandra langsung melajukan mobilnya menuju ke salah satu pub tempat dia dan penculiknya bertemu


Sesampainya dia di pub, dia mencoba menelpon penculik itu namun nomornya benar benar tidak aktif


"Sialan, kemana orang ini kok tidak ada kabar dari kapan tahu" ujar Sandra dengan nada kesal


Matanya mencari kesana kemari tapi dia tidak menemukan sosok yang dia cari, dia kemudian menuju ke tempat meja bartender


"Cari siapa?" tanya bartender itu kepada Sandra


Bartender itu tahu kalau Sandra sering kemari

__ADS_1


"Kemana si John, dia tidak bisa aku hubungi?" tanya Sandra kepada bartender yang sedang sibuk meracik minuman untuk seorang tamu


"Dia sudah lama tidak kemari" jawab bartender itu acuh tidak acuh


Sandra mengeluarkan sejumlah uang dan menyodorkannya kepada bartender tersebut, bartender tersebut menatap Sandra dan uang yang dia sodorkan


"Dengar nona, kalau saya bilang tidak tahu ya tidak tahu" jawab bartender itu menatap Sandra dengan tatapan tajam


"Apa masih kurang?" tanya Sandra sambil mengambil sejumlah uang lagi didalam tasnya


Bartender itu langsung tersenyum sinis menatap Sandra


"Nanti kalau ada informasi mengenai John aku akan memberitahukan kepada anda nona" jawab bartender tersebut sambil mengambil uang tersebut


"Berikan saja nomor handphone yang bisa aku hubungi" ucap bartender tersebut


Sandra langsung menuliskan di secarik kertas nomor yang bisa dihubungi


"Kabari aku secepatnya jika ada info" ucap Sandra dengan nada tegas


"Pastinya tapi yang jelas dia sudah lama tidak kemari" ucap bartender tersebut sambil meracik minuman dan diberikan kepada Sandra


"Kamu tidak memberikan minuman racun kepada ku kan?" tanya Sandra menatap curiga kepada bartender tersebut


Bartender tersebut langsung tersenyum


"Kalau anda tidak mau tidak apa apa, bisa anda buang" ucap bartender tersebut kemudian dia pergi meninggalkan Sandra, Sandra menatap gelas yang berisi cairan bening itu lalu dia meminumnya hingga tandas dan berlalu dari situ


Sementara itu Alex sedang menatap sedan hitam yang masuk ke dalam pub dan melihat Sandra sedang keluar dari pub tersebut


"Untuk apa dia kesana?" tanya Alex dalam hati, sebenarnya Alex tidak benar benar pulang dia hanya ingin mengikuti kemana Sandra itu pergi, dia hanya ingin tahu sepak terjangnya Sandra selama ini


Setelah Sandra pergi, Alex langsung masuk ke dalam pub tersebut, pun tersebut pencahayaannya temaram, banyak wanita wanita berpakaian seksi dan pria pria hidung belang mencari mangsanya


Alex mendekati meja bar dan duduk disana, dia memesan minuman soda kepada bartender tersebut


"Sepertinya anda orang baru?" tanya bartender tersebut kepada Alex sambil memberikan minuman yang dipesan oleh Alex


"Memang benar, saya baru pertama kali kemari" jawab Alex sambil menyesap minumannya dan menatap cairan bening di dalam gelas itu


"Anda menginginkan informasi apa?" tanya bartender itu langsung tanpa basa basi, bartender itu sangat paham jika ada orang baru yang datang ke pub tersebut pasti sedang mencari informasi informasi


Alex menatap bartender itu dengan tatapan tajamnya


"Apa maksud anda?" tanya Alex tajam dengan wajah yang datar


Bartender itu langsung tertawa


"Oh ayolah orang seperti anda tidak akan mungkin datang ke pub kecil seperti ini kecuali kalau sedang membutuhkan informasi" ucap bartender tersebut


Alex memandang ke sekelilingnya, pub itu benar benar kecil namun banyak pengunjung yang datang, sebahagian datang hanya untuk minum minum, sebahagian datang untuk mencari kesenangan kesenangan liarnya


Alex lalu mengeluarkan sebuah Poto dari dalam dompetnya dan memberikannya kepada bartender tersebut


Bartender tersebut menatap Poto tersebut dan kemudian menatap Alex kembali, dia mengernyitkan keningnya, wanita yang tadi barusan datang kemari untuk menanyakan keberadaan mengenai seorang pria


"Apa anda kenal?" tanya Alex kepada bartender tersebut


bartender tersebut langsung tersenyum menatap Alex


"Anda tahu kan informasi itu sangat berharga sekali" ucap bartender tersebut sambil tersenyum arah Alex


Alex langsung mengeluarkan sejumlah uang dari dalam dompetnya dan menaruhnya di atas meja


"Jadi informasi apa yang bisa aku dapat?" tanya Alex kepada bartender tersebut dengan nada datar


"Dia sedang mencari seorang pria bernama John" jawab bartender tersebut sambil menatap Alex dengan tatapan tajamnya


Alex langsung mengernyitkan dahinya menatap bartender itu dengan pandangan bertanya


"Siapa John dan apa hubungan dia dengan John?" tanya Alex yang semakin penasaran dengan informasi yang dia dapatkan


"John seorang bekas residivis dan dia adalah salag satu penculik sekaligus pembunuh terbaik, banyak yang mencarinya untuk menghukumnya tapi sayangnya dia terllatlucin dan hubungan apa dengan wanita yang ada di foto itu jujur saya tidak tahu tuan" ucap bartender itu dengan nada suara serius


Alex menatap bartender tersebut mencari kebohongan disana namun bartender itu memang mengatakannya dengan jujur


"Baiklah terima kasih atas infonya" ucap Alex, dia langsung berdiri dari duduknya meninggalkan pub tersebut

__ADS_1


bartender tersebut menatap kepergian Alex


"Menarik sangat menarik" gumam bartender tersebut


__ADS_2