Dia Musuhku

Dia Musuhku
Bab 19


__ADS_3

"Sorry " kata Diandra sambil tersenyum ,lalu duduk berhadapan dengan mereka "Pada makan apa nih?" tanya Diandra menatap ketiga temannya "Soto sama mie ayam" jawab Dian "Ya udah aku pesan makanan dulu" kata Diandra berdiri dan menuju ke stand makanan, tak lama kemudian dia kembali sambil menenteng botol minum air mineral "Pesan apa mbak?" tanya Winda ingin tahu "Oh iya gw pesan nasi campur, maklum laper" kata Diandra sambil nyengir memamerkan gigi putihnya, memperlihatkan dua lesung pipinya


Mereka sedang asyik berbincang bincang, tiba tiba kepala HRD datang menghampiri mereka "Boleh duduk disini?" tanya pak Irwan sambil tersenyum menatap Diandra,Dian dan dua orang lainnya


"Silahkan bergabung pak" kata Winda sambil tersenyum, Ridwan langsung duduk berhadapan dengan mereka


"Bagaimana kantornya?" tanya pak Ridwan menatap Diandra ingin tahu "Sejauh ini aman aman saja pak, gag ada kendala" jawab Diandra "Baguslah kalau begitu, saya berharap anda bisa betah bekerja disini" kata pak Ridwan menatap Diandra dengan serius "Saya berharap juga begitu" jawab Diandra


Tak lama pelayan datang membawa pesanan mereka, mereka makan dengan nikmat, tidak ada pembicaraan apa apa


"Loh kemana Arif dan Gunawan?" tanya pak Ridwan penasaran


"Mereka sedang ditugaskan ke luar kota pak, buat melakukan pemeriksaan di kantor cabang" jawab Diandra,setelah itu pak Ridwan permisi sebentar untuk merokok di samping taman


Setelah selesai beristirahat mereka kembali ke ruang kerjanya masing masing, Diandra yang sedang sibuk mengerjakan laporan keuangan, tiba tiba terdengar bunyi dering telpon


"Hallo, dengan Diandra di sini" jawab Diandra mengangkat panggilan telponnya sambil matanya menatap fokus ke layar komputer


"Bisa keruangan saya sebentar?" tanya suara dari arah seberang, Diandra mengernyit bingung "Maaf ke ruangan siapa ya?" tanya Diandra bingung tapi matanya masih fokus di layar komputer


"Ke ruangan Manajer keuangan"


"Oh iya baik pak, saya segera kesana" jawab Diandra, lalu dia langsung berdiri menuju ke ruangan Manajer yang notabene atasannya dia, ruangan manajernya sendiri terletak di sebelah ruangannya Diandra, jadi Diandra hanya perlu melangkahkan kakinya ke sebelah ruangannya, dia pun langsung mengetuk pintu tersebut, begitu mendengar kata masuk, Diandra langsung membuka pintu


Seorang pria setengah baya sedang duduk dibelakang meja kerjanya, pria itu masih gagah pada usianya yang sudah setengah baya "Silahkan duduk " kata pria itu menyuruhnya duduk sambil memperhatikan Diandra "Kamu Diandra?" tanya pria tersebut sambil menatap ke arah Diandra "Iya pak, saya Diandra" jawab Diandra sambil mengangguk "Saya Artha" jawab pria yang bernama Artha tersebut, wajah pria itu sangat tegas namun terlihat bersahabat "Maaf saya baru menemui anda, saya berharap kita bisa bekerja sama dengan saudari Diandra" katanya sambil tersenyum "Iya pak saya berharap sama seperti itu" balas Diandra


Manajer yang bernama pak Artha itu mengangguk puas


"Jika ada yang kurang tahu atau kurang paham,jangan segan segan bertanya ,dan saya tidak suka orang yang menunda bunda pekerjaan, sebaiknya selesaikan di kantor jangan di rumah " kata pak Artha


"Siap pak" jawab Diandra sopan


"Apa ada pertanyaan,jika tidak ada saudari Diandra bisa kembali ke ruangan?" tanya Pak Artha


"Untuk saat ini belum pak ...tapi saya janji saya tidak akan menyia-nyiakan kesempatan yang bapak berikan kepada saya, apalagi mengecewakan bapak" kata Diandra dengan nada bersungguh-sungguh

__ADS_1


Pak Artha mengangguk puas mendengar ucapan karyawatinya itu, di hati pak Artha sendiri dia bisa menilai kalau Diandra adalah karyawan yang mumpuni dan kompoten di bidangnya, apalagi dia sendiri sudah membaca resume CV dari Diandra


"Pak..saya permisi dulu,mau lanjut kerja " kata Diandra mengucapkan kata permisi sebelum dia kembali ke ruangannya, yang dijawab oleh anggukan kepala oleh pak Artha, sebelum Diandra membuka pintu ruangan pak Artha tiba tiba pak Artha berkata kepada Diandra " Nanti sore jangan lupa laporan keuangan kemarin dibawa ke ruangan saya" yang dibalas anggukan kepala oleh Diandra


Sore pun tiba waktu sudah menunjukkan hampir pukul lima sore, dan para karyawan kantor sudah siap siap untuk pulang ke rumah, mereka ingin segera bertemu dengan keluarga mereka masing masing atau hanya sekedar melepas lelah di tempat lain, begitu juga dengan Diandra dia sudah mulai bersiap pulang, namun tak lupa permintaan dari pak Artha yang tadi siang sudah dia siapkan untuk dia taruh di ruangan pak Artha, Diandra mematikan komputernya tak lupa dia menyimpan file file pekerjaannya terlebih dahulu


Setelah itu dia kembali ke ruangan sebelah untuk menemui pak Artha, memberikan laporan yang pak Artha minta kepadanya, sebelumnya dia mengetuk pintu ruangannya pak Artha menunggu untuk diperintahkan masuk, tidak sampai satu menit pak Artha menyuruhnya untuk masuk ke dalam ruangan beliau


"Sore pak, saya mau menyerahkan laporan keuangan yang bapak minta tadi siang,bisa bapak cek ulang lagi" kata Diandra memberikan berkas laporan keuangan itu ke meja pak Artha


"Oh iya silahkan taruh di meja setelah itu silahkan kamu boleh pulang " kata pak Artha


"Baik pak terima kasih banyak,saya permisi dulu" jawab Diandra sopan


Setelah mengucapkan permisi, Diandra meninggalkan ruangan pak Artha sambil bernafas lega


"Mbak udah mau pulang?" tanya Winda ketika lewat di depan Diandra


"Iya, udah mau pulang, lagian udah ada janji juga" kata Diandra tersenyum


"Oke Wind..selamat sore" jawab Diandra


berlalu dari hadapan Diandra


Diandra langsung segera mengabsen kepulangan dirinya, lalu keluar dari ruangan itu dengan segera, menuju lift dia langsung segera menekan tombol arah panah ke bawah, tidak begitu lama dia menunggu pintu lift itu terbuka, Diandra langsung segera masuk ke dalam lift, untungnya lift itu tidak terlalu padat dan juga tidak terlalu sepi sama karyawan,jadi Diandra tidak perlu berebutan masuk dengan karyawan yang lainnya, di lantai tiga lift itu berhenti, pak Ridwan langsung masuk ke dalam lift, dia melihat Diandra lalu tersenyum "Mau pulang ?" tanya pak Ridwan sambil tersenyum "Iya pak " jawab Diandra membalas senyuman pak Ridwan


Mereka diam sejenak tidak ada yang berkata kata di dalam lift,ketika pintu lift terbuka, pak Ridwan langsung memecahkan kebisuan mereka "Pulang naik apa, mau aku antar?" tanya pak Ridwan menawarkan tumpangannya ke Diandra, Diandra langsung menggeleng "Maaf pak, hari ini saya ada janji sama sahabat lama saya " jawab Diandra sopan


mendengar penolakan dari Diandra, pak Ridwan ada segudang kecewa di wajahnya namun buru buru dia hapus kekecewaannya itu "Ya sudah Next time aja gimana?" tanya pak Ridwan menatap wajah gadis cantik itu "Baik pak, next time" Jawa Diandra tersenyum "Saya permisi dulu pak" kata Diandra lagi dengan nada sopan, pak Ridwan menganggukkan kepalanya lalu menatap gadis cantik itu berlalu hilang dari penglihatannya, dia kemudian mendesah kasar "Semoga loe jodoh gue" gumam pak Ridwan, lalu dia pun pergi dari tempat itu menuju parkiran mobil


Diandra saat ini sedang mengendarai mobilnya, menuju ke tempat dimana dia dan Hera janjian, beruntung buat Diandra sore menjelang malam itu lalu lintas tidak terlalu padat seperti biasanya, kemungkinan dia tidak akan terlambat dari waktu yang dijanjikan, mobil Diandra langsung berhenti begitu lampu menyala tetiba handphone Diandra menyala, dia langsung melihat panggilan di layar telpon, lalu dia mengangkat lewat layar bluetooth yang ada di dalam mobilnya sambil menggunakan loud speaker


"Kenapa Hera?"


" Loe dimana?"

__ADS_1


"Masih di jalan,kenapa mangnya?"


"Gw udah sampe, di tempat biasa aja yaks"


"Okey"


Diandra langsung menutup telponnya, dan dia langsung mengemudikan mobilnya begitu lampu hijau menyala


Sesampainya dia di mall tempat Diandra dan Hera janjian, Diandra langsung menuju ke basement parkiran tempat mobil diparkir, parkiran saat itu tidak terlalu penuh dikarenakan bukan hari libur, setelah dia memarkirkan mobilnya dan tak lupa memastikan kendaraannya aman ,dia menunju ke lobby mall lewat lift


Mall itu lumayan besar dan cukup terkenal, namun Diandra tidak kesusahan mencari tempat dimana mereka janjian, karena Diandra sudah sangat hapal dengan letak serta posisi mall tersebut, mereka berdua janjian di restoran Jepang, dimana mereka akan makan sushi,makanan kesukaan mereka terutama makanan favoritnya Diandra


Restorant Jepang itu terletak di lantai 3 di sayap kanan, begitu sampai netranya langsung mengedarkan pandangannya l, dan dia melihat sahabatnya melambai lambaikan tangannya ke arah Diandra, sambil tersenyum Diandra langsung masuk dan menuju ke tempat dimana Hera duduk


"Sorry lama,sudah pesan?" tanya Diandra sambil mendudukkan bokongnya ke sofa yang empuk berwarna merah


"Its okey, belom gw belom pesan " jawab Hera sambil tersenyum,dia langsung melambaikan tangannya meminta waiters datang ke arah mereka


Begitu Waiters datang, Hera dan Diandra langsung memesan makanannya, mereka sudah hapal dengan menu makanan yang ada di restoran itu,maklum dulu waktu kuliah mereka suka ke restoran tersenyum sebelum Hera memutuskan untuk melanjutkan kuliah S2 nya di luar negeri, jadi mereka berdua adalah pelanggan tetap disana,bahkan Diandra masih suka makan di restoran tersebut,kalau dia datang ke mall tersebut


Setelah memesan makanan berikut minumannya dan waitress berlalu dari hadapan mereka, Hera memulai obrolannya


"Gimana kantor sama kerjaan elo?" tanya Hera ingin tahu


"Oh itu menyenangkan, gw punya teman teman yang menyenangkan,atasan yang baik" jawab Diandra sambil tersenyum


"Baguslah,gw turut senang mendengarnya" jawab Diandra


"Kapan loe mau balik ke Jerman lagi?" tanya Diandra, Hera langsung mendesah pelan " Itu...mungkin bulan depan, bisa lebih cepat atau lebih lama" jawab Hera "Loh kenapa?" tanya Diandra ingin tahu "Loe tau ga pas gw pulang ke Jerman kadang gw merindukan Indonesia, rindu sama makanannya terutama,disana loe tau sendiri makanan Indonesia lumayan mahal" jawab Hera agak mengeluh


"Namanya juga loe kuliah disini, lagian juga loe yang milih buat study disana kan?" kata Diandra menatap Hera, Hera menghela nafas panjang


"Habis mau gimana lagi...tapi gw kan lagi thesis, doain aja tahun depan gw udh lulus" kata Hera semangat, yang langsung diaminkan oleh Diandra


Tak lama kemudian Waitres datang ke meja mereka dengan membawa makanan serta pesanan mereka, Diandra dan Hera langsung mengambil sumpi yang ditempatkan di tempat sumpit itu berada, dan mereka langsung makan dalam diam, tanpa ada obrolan maupun perbincangan

__ADS_1


__ADS_2