
Alfian keluar dari kamar pribadinya, dia membawa sebuah kemeja bersih dan memberikannya kepada Diandra
"Bersihkan tubuhmu dan gantilah pakaianmu" kata Alfian sambil memberikan sebuah kemeja kepada Diandra, Diandra yang melihat kemeja itu menatap Alfian dengan pandangan bingung "Maksud elo, gw elo suruh nginap disini?" tanya Diandra "Iya kenapa?" tanya Alfian bertanya balik, kali ini dia yakin akan kembali harus berdebat dengan Diandra
"Gw ga mau!" teriak Diandra
"Loe harus mau " kata Alfian dengan suara dingin "Loe lihat pakaian elo udah kaya apaan, kalo elo pulang dalam keadaan kaya gitu mau elo bikin orang tua elo khawatir" kata Alfian mencoba meyakinkan Diandra
Diandra langsung terdiam, dan melihat penampilan dirinya yang cukup berantakan "Tapi gw ga mau tidur bareng elo" kata Diandra sengit, Alfian langsung tersenyum dan berjalan mendekati Diandra yang masih duduk di sofa, Diandra langsung merasa tidak nyaman ketika Alfian berjalan mendekati dirinya
Semakin Diandra mundur, Alfian malah justru mendekati dirinya
"Ka..ka..elo mau apa?" tanya Diandra sedikit takut, ketika Alfian sudah terlalu dekat dengannya "Menurut elo?" tanya Alfian sambil berbisik seperti ingin memangsa Diandra "Elo jangan macem-macem" kata Diandra "Mau mandi atau gw mandiin elo, tapi gw malah sangat senang hati sih mandiin elo" kata Alfian sambil tersenyum "Dasar gila" bentak Diandra
Diandra langsung merampas kemeja di tangannya Alfian dan berdiri menjauhi Alfian "Kamar mandi luar ada di sebelah kanan, elo bisa pake itu, atau elo bisa pake kamar mandi gw di dalam" kata Alfian sambil duduk santai di sofa, Diandra yang mendengar itu langsung melotot tajam ke arah Alfian, Diandra langsung melangkahkan kakinya menuju kamar mandi yang sudah ditunjuk oleh Alfian
Diandra menyalakan shower, melepaskan pakaiannya dan kemudian dia langsung membasuh tubuhnya, saat ini dia sangat ingin sekali tidur dan beristirahat tapi bagaimana bisa karena saat ini dia bukan berada di rumahnya sendiri
Setelah mandi, Diandra menggunakan kemeja yang sudah diberikan oleh Alfian kepadanya, kemejanya cukup panjang hingga lutut dan lumayan besar bagi Diandra, dia seperti tenggelam menggunakan kemeja itu, celananya untung saja Diandra menggunakan celana pendek di dalam gaunnya jadi dia bisa menggunakan itu
Diandra keluar dari kamar mandi, menuju ke ruang tamu tempat dia duduk tadi, begitu dia ingin tidur di sofa, tiba tiba Alfian keluar dari kamarnya "Jangan tidur disitu" kata Alfian, Diandra menatap Alfian dengan pandangan bertanya, Alfian membuka kamar di sebelahnya "Tidurlah disini, gw udah bersihin, loe bisa pake kamar ini" kata Alfian menyuruh Diandra untuk masuk di kamar sebelahnya, Diandra hanya diam dan menurut saja, karena dia sudah benar benar capek dan butuh istirahat
Begitu Diandra melewati Alfian, Alfian langsung memegang bahu Diandra dengan lembut lalu berbisik di telinga Diandra, yang membuat Diandra mukanya langsung memerah mendengar nya "Kamu cantik pakai kemeja gw, tapi sayang belum bisa gw sentuh tapi tunggu nanti" bisik nya dengan suara lembut "Tidurlah, good night honey" bisik Alfian lagi
__ADS_1
Diandra tidak menjawab apa apa, dia berusaha mengacuhkan ucapan dari Alfian, malam ini dia hanya butuh tidur dan istirahat biar besok pagi saja semuanya dipikirkan
Sementara jauh disana, di rumah Hera, Hera terlihat mondar mandir di kamarnya, setelah memberitahukan kepada kedua orang tuanya Diandra kalau Diandra tidak pulang malam ini lewat handphonenya, pikirannya tidak tenang "Aduh tuh anak...kira kira aman ga ya dia sama Alfian"?" tanya Hera sambil bergumam sendirian "Lagian ngapain juga sih pake acara kabur gitu, mana dia ga bawa tasnya lagi, besok gw ke rumah tuh anak ajalah" putusnya sambil melihat tas Diandra yang dia bawa pulang
Teringat dalam ingatannya kejadian acara di pesta, sewaktu Diandra lari setelah turun dari panggung, ketika Hera mau berdiri untuk berusaha mengejar Diandra tiba tiba Donny memegang tangannya sambil menggelengkan kepalanya, dia sempat marah kepada Donny
"Apaan apaan sih loe Don?!"
"Biar Alfian yang mengejarnya"
"Tapi..."
Begitu Alfian turun panggung dia langsung menghampiri Hera dan berkata dengan suara dingin
Setelah berkata seperti itu Alfian langsung berlari mengejar Diandra, sementara Hera terpaksa duduk kembali
"Apa Alfian suka sama Diandra?" tanya Hera ingin tahu menuntut penjelasan dari Donny
"Sepertinya begitu" jawab Donny tidak yakin, dia sendiri saja tidak tahu apakah Alfian sebenarnya menyukai Diandra, Alfian jarang membicarakan masalah pribadinya sama dirinya dan Donny tidak pernah menanyakan itu
"Dengar Don..bilang sama temen elo jangan coba coba nyakitin hatinya, kalau gag gw yang akan maju hadapin dia" ancam Hera dengan suara dingin dan sedikit marah, dia hanya tidak ingin Diandra dipermainkan oleh Alfian apalagi tersakiti
"Bagaimana dengan elo?" tanya Donny tiba tiba tiba menatap Hera, Hera menatap Donny dengan pandangan bingung "Maksud elo?" tanya Hera bingung, Donny tiba tiba tersenyum "Loe suka sama gw kan dari dulu?" tanya Donny menatap Hera dengan pandangan intensnya
__ADS_1
"Deg.." Hera langsung saja kaget, begitu mendengar pertanyaan dari Donny, wajahnya langsung memerah "Elo..kata siapa?" tanya Hera pelan, Donny langsung tertawa pelan "Dari sikap elo udah kelihatan" kata Donny menatap Hera "Gw..." Hera menunduk tidak berani menatap Donny
Donny menatap Hera dengan pandangan meminta jawaban, namun Hera masih terdiam "Don..kayaknya gw kudu pulang deh" jawab Hera berusaha kabur "Mau kabur kayak temen elo?" tanya Donny pelan, Hera terdiam, sambil menarik nafas panjang Hera memberanikan diri menatap mata Donny lali berkata dengan tegas
"Kalau iya kenapa? lagian kita ga bisa memaksa perasaan untuk suka atau tidak kan, yang kita bisa paksa diri kita untuk tetap berada di tempat atau tetap maju memperjuangkan perasaan itu"
Donny langsung mendekati Hera dan bertanya di telinga Hera sambil berbisik
"Lalu elo memilih yang mana maju atau berada di tempat?"
"Gw mau pulang" kata Hera dengan suara dingin, dia langsung mengambil tas tangannya dan tak lupa dia juga membawa tas tangannya Diandra
"Hera dengar, saat ini elo bisa lari dari pertanyaan gw, tapi nanti gw akan tagih pertanyaan itu ke elo" kata Donny sambil memegang lengan Hera dan menatap Hera dengan pandangan tajam, Hera menatap Donny lalu dia menjawab dengan suara tegas
"Itu tergantung apakah pria itu mau membuka hatinya atau tidak, kalau tidak untuk apa diperjuangkan hanya buang buang waktu, dan sekarang lepas gw mau pulang"
Donny melepaskan tangan Hera dan membiarkan Hera meninggalkan dirinya seorang diri, termangu karena ucapan dari Hera lalu sambil menghela nafas panjang dengan kasar, dia kembali duduk hingga acara itu selesai
Hera yang sudah ada di tempat tidur, mendesah kasar "Kenapa sih malam ini, mungkin benar kata Diandra harusnya ga usaha datang aja ke acara itu, melelahkan" gumam Hera, tiba tiba terlintas bayangan Donny di acara tadi dan semburat merah kembali muncul di permukaan wajah cantiknya
"Darimana dia tahu kalau gw suka sama dia, apa gw terlalu kentara menyukai dia dulu?" tanyanya lagi memandang langit langit kamar "Ga tau lah pusing" jawabnya sambil bolak balik di tempat tidur
Pusing sendiri memikirkan apa yang terjadi malam ini, mata Hera terasa berat dan dia langsung jatuh tertidur karena dia sebenarnya juga sudah sangat mengantuk
__ADS_1