
Diandra langsung segera menelpon bundanya untuk memastikan kalau mereka baik baik saja, nada sambung berbunyi dan tidak lama bunda mengangkat handphone dari Diandra
"Anakku sayang ada apa?" tanya bunda dengan suara ceria
"Bunda tidak apa apa, Diandra hanya ingin menelepon bunda saja, Diandra kangen bunda" jawab Diandra kepada Bunda
"Baru sehari nak, lagian juga sebentar lagi kamu akan menikah dan kamu tidak akan tinggal sama kamu lagi" ucap bunda sambil tertawa, walaupun begitu hati bunda merasa sangat sedih sekali mengingat sebentar lagi anaknya tidak akan tinggal dengan mereka
"Tapi kan Diandra masih boleh menginap di rumah bunda" ucap Diandra manja
"Kamu ini sudah punya calon masih saja manja" ledek bunda untuk menghibur hatinya yang tiba tiba berasa sedih
"Bunda apa ayah sudah pulang?" tanya Diandra kepada bunda
"Sudah barusan dari tadi Di" jawab Bunda
"Dimana ayah Bund?" tanya Diandra lagi
"lagi mandi, cuman tadi ayah menceritakan ada seorang pria aneh yang mencegatnya keluar dari mobil dan menanyakan dirimu, kamu kenal nak orang itu?" tanya bunda kepada Diandra
Diandra dan Alfian yang mendengar itu langsung berubah menjadi tegang seketika, mereka saling berpandangan satu dengan yang lainnya
"Maaf bunda apakah orang itu seorang pria dengan tubuh tinggi kekar?" tanya Diandra lagi
"Itu yang bunda belum tahu, nanti bunda menanyakannya kepada ayahmu" jawab bunda
"Baik bunda tolong tanyakan ya bund" ucap Diandra setengah memohon
"Diandra sebenarnya ada apa ini?" tanya bunda kepada Diandra
Diandra terdiam tidak menjawab pertanyaan bunda, hingga suasana menjadi hening seketika
"Di, apa kamu masih disana?" tanya Bunda tiba tiba mendengar tidak ada sahutan dari anaknya
"Oh eh iya Bunda, Diandra masih ada disini, tadi apa pertanyaan bunda?" tanya Diandra mengulur waktu sambil meminta saran kepada Alfian lewat tatapan matanya Diandra yang dibalas anggukan kepala oleh Alfian
Bunda langsung kembali mengajukan pertanyaan yang sama dan langsung dijawab oleh Diandra, namun Diandra buru buru menenangkan Bunda yang sudah mulai merasa cemas dan khawatir
"Bunda tenang saja yah, ada Novia disana yang memang bertugas untuk menjaga ayah dan bunda" kata Diandra berusaha menenangkan Bunda
"Iya bunda tidak apa apa kok nak" jawab bunda yang sedang menutupi kecemasan hatinya
"Jangan bersikap mencurigakan ya bunda, pokok ya Diandra minta bunda dan ayah pura pura tidak tahu saja seperti biasanya, agar orangnya tidak curiga" kata Diandra memberikan nasihat sekaligus saran kepada bunda
"Kamu juga tenang saja disana, dan ingat jaga kesehatan kamu" ucap bunda kepada Diandra anak semata wayangnya
"Iya bunda, titip salam buat ayah nanti kalau ada waktu Diandra akan ke rumah bunda, Diandra matikan dulu telponnya ya bunda" kata Diandra
"Iya nak, titip salam buat Alfian dan keluarganya" ucap bunda kepada Diandra
Setelah mengucapkan kata perpisahan, Diandra langsung menutup handphonenya dan menaruhnya di atas meja
Tidak lama kemudian Nyonya Francie keluar dari kamarnya, melihat anaknya sudah pulang Nyonya Francie langsung segera menghampiri Alfian dan Diandra
"Sudah pulang?" tanya Nyonya Francie kepada Alfian sambil duduk di kursi ruang tamu, berhadapan dengan Diandra dan Alfian
__ADS_1
"Sudah mah, sudah dari tadi malah" jawab Alfian kepada Nyonya Francie
"Ada kabar apa hari ini?" tanya Nyonya Francie kepada Alfian
"Tadi Sandra datang ke kantor mah" kata Alfian cepat
Nyonya Francie langsung tertarik mendengar jawaban dari Alfian dan kemudian Alfian langsung menceritakan semuanya, dan apa yang dialami oleh Sandra di wedding organizer itu, Nyonya Francie yang mendengar itu langsung tertawa terbahak bahak, dia merasa sangat senang kali ini
"Mamah kok senang sih diatas penderitaan orang lain" kata Alfian pura pura tidak suka dengan sikap mamahnya yang malah senang mendengar Sandra marah marah karena merasa disepelekan
"Ga tau ya Al, mamah itu merasa senang melihat anak seperti dia disepelekan bahkan tidak dianggap, sombongnya dan sikap arogannya itu membuat mamah menjadi muak, ga tau deh kalau dia benar benar jadi menantu mamah, bisa bisa mamah dilempar ke jalan" kata Nyonya Francie sambil bergidik ngeri
"Gag mungkin lah dia berani melakukan itu, apalagi masih tinggal di rumah ini, lagian nih ya mah dari dulu Alfian tidak suka dengan sikap dan kelakuannya dia yang selalu memaksakan apa yang sudah menjadi keinginannya itu" kata Alfian dengan nada tidak suka
"Eh kita kok jadi gosip gini, ga enak sama Diandra" ujar Nyonya Francie sambil tertawa
Mendengar namanya disebut Diandra hanya tersenyum saja
"Ga apa apa kali mah, Diandra juga suka menggosip kok" ujar Diandra yang ikut tertawa
"Tapi katanya yang mamah dengar Sandra itu pernah mengeluarkan seorang guru ya?" tanya Nyonya Francie dengan penuh rasa ingin tahu
"Iya benar, kok mamah bisa tahu?" tanya Alfian balik
"Tahulah kan informan mama banyak, jadi mama bisa tahu semuanya" jawab Nyonya Francie sambil menyombongkan diri, membuat Alfia semakin keki mendengarnya
"Mamah ini bisa aja" jawab Diandra sambil tertawa
"Iya tapi kok bisa?" tanya Nyonya Francie kembali ke mode awal seperti emak emak komplek yang lagi gosip dengan tetangganya
Akhirnya Alfian menceritakan semuanya yang dia tahu, hingga menceritakan tentang Alex yang ternyata anak dari guru yang dikeluarkan tersebut, sehingga ayahnya harus mati bunuh diri dan ibunya tidak lama kemudian meninggal dunia karena tidak bisa menerima kenyataan jika suaminya meninggal dunia, sakit yang sudah lama dia derita akhirnya menggerogoti kesehatannya hingga kesehatannya semakin hari semakin menurun, hingga Alex menjadi anak yatim piatu
"Ya ampun kasihan sekali anak itu, sekarang dia ada dimana?" tanya Nyonya Francie kepada Alfian
"Ada di kota ini dan sedang merencanakan balas dendam atas kematian ayahnya, itu yang aku tahu mah" jawab Alfian
"Duh pasti anak itu punya luka yang dalam sekali, mamah paham benar ada rasa sakit yang harus dia balas, tapi sayangnya balas dendam bukanlah hal yang baik" ucap Nyonya Francie dengan suara pelan
"Sudah menjelang malam, kalian akan makan di rumah atau di luar?" tanya Nyonya Francie kepada Alfian dan Diandra
"Di luar saja mah, lagian aku juga ada rencana mau ketemuan sama Andrew dan yang lainnya di pub" kata Alfian kepada Nyonya Francie mamahnya
"Apa kamu akan ikut Di?" tanya Alfian kepada Diandra menoleh ke arah Diandra yang dari tadi diam saja mendengar pembicaraan antara ibu dan anaknya
"Iya aku mau ikut, tadi Hera ada kirim pesan buat aku katanya dia akan pergi ke pub" jawab Diandra menatap Alfian
"Ya sudah kalau begitu mamah tidak akan menyuruh pelayan menyiapkan makan malam untuk kali yah" kata Nyonya Francie
"Loh papah memangnya belum pulang mah?" tanya Alfian menatap Nyonya Francie
"Belum, katanya sebentar lagi" jawab Nyonya Francie sambil memandang ke arah luar berharap suaminya pulang
"Ya sudah kalau begitu kami akan siapa siap bund" ucap Alfian sambil berdiri
"Ayok Di, kamu juga siap siap" kata Alfian mengajak Diandra untuk bersiap siap juga, dan dijawab dengan anggukan kepala Diandra
__ADS_1
Mereka berdua naik ke atas meninggalkan Nyonya Francie sendirian yang masih menunggu suaminya pulang ke rumah, namun tidak berapa lama kemudian sebuah mobil mewah bercat hitam muncul dari pintu gerbang, membuat Nyonya Francie langsung tersenyum sumringah, dia sangat senang begitu melihat suaminya sudah datang
Nyonya Francie langsung berdiri menyambut kedatangan suaminya didepan pintu depan, begitu suaminya datang Nyonya Francie langsung memeluk suaminya dan mencium kedua pipi suaminya seakan akan tidak bertemu berabad lamanya
"Kamu itu kenapa?" tanya Tuan Wijaya menatap heran kepada isterinya
"Ga apa apa, kangen aja" jawab Nyonya Francie sambil tersenyum lalu menggandeng tangan suaminya menuju ke dalam kamar
"Oh iya pah, Diandra akan menginap disini untuk sementara waktu" kata Nyonya Francie sambil berjalan bergandengan menuju ke kamar
Tuan Wijaya langsung menoleh heran kepada isterinya meminta penjelasan
dan isterinya langsung menceritakan semuanya kepada suaminya kejadian tadi pagi dan reaksi dari Tuan Wijaya hanya menganggukkan kepalanya tanpa banyak bicara mereka berjalan masuk ke dalam kamar mereka
Sementara itu Alfian dan Diandra sudah bersiap siap untuk pergi ke luar
"Kita pamitan sama mamah dulu yuk" ajak Alfian kepada Diandra yang dibalas dengan anggukan kepala Diandra, Alfian langsung pergi ke kamar orang tuanya dan mengetuk pintu dari luar
Pintu kamar terbuka dan muncullah Tuan Wijaya yang keluar dari kamar
dengan menggunakan kaos kasual dan celana
"Ada apa Alfian?" tanya Tuan Wijaya kepada Alfian anaknya
"Loh papah sudah pulang?" tanya Alfian sedikit kaget begitu tahu papahnya sudah pulang, tanpa menjawab pertanyaan dari papahnya
"Yang kamu lihat siapa?" gerutu Tuan Wijaya kepada anaknya yang dijawab cengiran oleh Alfian
"Jadi ada apa kamu mengetuk pintu kamar kami?" tanya Tuan Wijaya kepada anaknya sekali lagi
"Mau pamit pergi ke luar pah" ucap Alfian kepada Tuan Wijaya
"Sendiri?" tanya Tuan Wijaya lagi
"Sama Diandra pah" jawab Alfian
Tuan Wijaya menganggukkan kepalanya dan kemudian mempersilahkan mereka untuk pergi
Alfian kembali menemui Diandra sambil tersenyum
"Sudah ?" tanya Diandra begitu melihat Alfian datang
Alfia. langsung menganggukkan kepalanya dan kemudian mereka berdua pergi keluar menaiki mobil Alfian, mereka langsung menuju ke pub Andrew
Selama dalam perjalanan Diandra memandangi lalu lintas kota yang lumayan ramai sekali saat itu, jalanan saat itu ramai lancar dan Alfian mengemudikan kendaraan dengan kecepatan sedang
"Di, bagaimana dengan pernikahan kita apa kamu sudah menentukan undangannya?" tanya Alfian sambil menyetir mobil
"Belinya, mungkin besok baru aku akan menentukannya, lagian portofoli juga belum dikirim kepada kita" jawab Diandra
"Kalau begitu bagaimana kalau besok kita mencari cincin nikah kita?" tanya Alfian kepada Diandra
Diandra langsung menoleh ke arah Alfian sambil tersenyum
"Memangnya kamu sudah tidak sabar yah?" ledek Diandra
__ADS_1
"Sangat tidak sabar" jawab Alfian dengan nada serius
"Aku tidak sabar menjadikan kamu sebagai istri aku" ucap Alfian dengan jujur membuat Diandra tersipu sipu malu