Dia Musuhku

Dia Musuhku
Bab 95


__ADS_3

"Terus ada yang mau kamu ambil?" tanya Diandra menatap Hera


"Ada sih, tapi.." Hera berpikir ragu


"Kenapa, kalau kamu suka ambil aja tapi bayar sendiri heheheeheh" kata Diandra sambil tertawa


"Ya iyalah mau dibayarin siapa Alfian?" tanya Hera sambil menggoda Diandra


"Ga apa apa dia kaya ini" jawab Diandra santai


"Eh calon bini laknat, enak banget manfaatin laki kaya " cibir Hera


"Biarin dia yang mau dimanfaatin, buktinya gw ga mau beli dia malah beliin padahal gw ngomong aja ga" kata Diandra cuek


Sebenarnya Diandra ga senang dibelikan barang barang mewah dengan harga selangit baginya lebih baik dibelikan sesuatu yang berharga daripada membeli barang barang seperti itu, yang hanya beberapa kali kemudian terbuang percuma


Hera menaruh bajunya kembali ke gantungan semula dan memutuskan untuk tidak jadi membelinya


"Kenapa?" tanya Diandra heran


"Ga minat" jawab Hera pendek sambil nyengir


Lalu dia langsung menggandeng tangan Diandra menuju ke tempat lain, Donny yang ada disitu langsung mengambil pakaian yang baru digantung sama Hera di tempat yang semula, kemudian dia tiba tiba mengambilnya dan langsung menuju ke kasir untuk membayarnya


Hera dan Diandra yang sedang melihat lihat produk lain tiba tiba didatangi oleh salah satu karyawan toko, dia memberikan sebuah plasti yang berisikan barang ke Hera


"Apa ini?" tanya Hera heran


"Ini kebetulan hari ini adalah hari ulang tahun toko kami, dan kebetulan juga ada adalah customer yang ke seratus kami, jadi ini ada bingkisan hadiah untuk mbak silahkan di ambil " kata karyawan toko tersebut sambil memberikan tas coklat kepada Hera, Hera dan Diandra menatap kebingungan mereka saling berpandangan satu dengan yang lain l, akhirnya Hera memutuskan untuk mengambil tas berwarna coklat itu dari tangan si karyawan toko


"Terima kasih banyak ya mbak" kata Hera sambil mengambil tas coklat itu


"Iya sama sama saya permisi dulu " kata karyawan tersebut sambil pamit dan meninggalkan Diandra dan Hera yang sedang kebingungan


"Hera coba liat itu isinya apa?" tanya Diandra penasaran


Hera langsung menganggukkan kepala dan buru buru melihat apa yang ada di dalam tasnya itu, dia mengambil barang dan langsung mengeluarkannya dari tas coklat


"Ini kan..." kata Hera tidak meneruskan percakapannya sambil memandang Diandra dengan tatapan bingung


"Gaun yang tadi elo mau beli tapi ga jadi beli kan?" tanya Diandra menatap Hera, dan Hera kembali lagi menganggukkan kepalanya


"Tapi ini sangat mahal, dan gw aja mikir mikir mau beli masa sih toko nya mau kasih ini sebagai hadiah?" tanya Hera ragu, Hera menatap karyawan toko yang barusan memberikan kado kepadanya lalu kembali lagi menatap gaun tersebut


"Ya sudah anggap aja ini rezeki elo, gitu kan simpel" jawab Diandra santai


"Tapi kok aneh aja " gumam Hera sambil setengah melamun


"Ya sudah ayo kita temuin mereka, kayaknya Andrew dan Tonny sudah sampai tuh" ajak Diandra kepada Hera


Hera langsung mengangguk mengiyakan Diandra dan kemudian mengikuti Diandra dari belakang sambil membawa tentengan kado


"Sudah selesai?" tanya Alfian sambil menatap Diandra


"Sudah, oh iya Alfian tau ga tadi Hera dapat hadiah berupa gaun yang cukup mahal loh" cerita Diandra dengan antusias


"Oh iya benarkah kok bisa?" tanya Alfian melirik Donny, yang dilirik pura pura tidak mendengar


"Katanya sih hari ulang tahun toko itu terus Hera adalah orang yang ke seratus yang berhak mendapatkan hadiah gaun itu dan gaun itu sangat mahal sekali" cerita Diandra


"Tadinya sih aku mau minta kamu yang suruh belikan buat Hera" kata Diandra lagi


"Loh kok minta aku sih, kenapa?" tanya Alfian heran menatap Diandra tidak mengerti


"Kan kamu kata terus kamu punya banyak uang buktinya aku ga minta dibelikan kamu malah belikan gaun itu, lagian kapan lagi bisa manfaatin kamu" jawab Diandra enteng sambil menyindir Alfian


Alfian yang mendengar itu langsung mengusap dadanya


"Begini sayangku, itu aku belikan karena kamu calon isteri aku dan cuman buat kamu aja, aku mau dan rela membelikan barang barang yang kamu mau paham " kata Alfian menjelaskannya kepada Diandra


"Tapi kan aku ga bilang kalau aku mau kamu belikan, lagian sayang aja beli baju dengan harga jutaan mending sudah beli yang lain" jawab Diandra kesal


"Aku hanya ingin melihat kamu bahagia" ujar Alfian singkat

__ADS_1


"Aku bahagia dan aku sudah bahagia,aku ga mau meminta lebih lagi karena aku tidak mau tamak dan serakah, aku bersyukur dengan apa yang sudah Tuhan berikan buat aku" jawab Diandra lembut dan bijak


"Aku suka dengan yang namanya kesederhanaan maka biarkan aku dengan kesederhanaan aku" kata Diandra lagi sambil tersenyum lembut menatap Alfian yang termangu dengan kata kata Diandra


"Kamu tahu dari sekian banyak perempuan yang aku kenal rata rata mereka sangat senang jika mereka dibelikan barang barang mewah dan branded, dan mereka akan terus menempel seperti perangko dan ga mau lepas" cerita Alfian sambil menatap Diandra penuh dengan rasa kagum


"Itu kan mereka bukan aku,lagian kalau aku haru semuanya dibelikan biar semuanya turut senang dan bahagia, kamu juga dapat pahala" jawab Diandra dengan entengnya


"Apapun itu asal yang bisa membuat kamu bahagia lagian kan calon suamimu ini kata loh" kata Alfian sambil tertawa yang langsung mendapatkan cibiran dari Diandra


"Itu mereka sudah datang" kata Alfian yang langsung melambaikan tangan ke arah Andrew dan Tonny


"Elo berdua aja udah kaya pasangan sejati" celetuk Donny begitu melihat Andrew dan Tonny sesudah berdiri bersama mereka


"Amit amit jabang bayi, jauh jauh deh" kata Andrew sambil bergidik


"Makanya cari pasangan dong biar ga dibilang penyuka sesama jenis" kata Alfian dengan enteng


"Ampun ya itu mulut tolong di filter, iya tahu mentang mentang udah ada calon bini coba dulu tiap hari kalau ga ada kerjaan kalau ga ke gw ke Andrew atau ke Donny" cibir Tonny ke arah Alfian


"Iya malah gw pikir dulu dia pacaran sama Donny loh, karena dimana ada Donny pasti ada dia" timpal Andrew ga mau kalah


"Masak sih?" tanya Diandra pura pura serius


"Ga percaya tuh tanya aja sama saksinya, sampai sampai si Donny aja jengkel sendiri " jawab Tonny santai


Alfian langsung menatap horror kepada mereka berdua


"Jangan bikin gosip yang aneh aneh kalian berdua" protes Alfian dengan wajah cemberut


"Lah emang benar, tuh tanyain aja sama si Donny bener ga Don..jawab Don jangan diem aja" kata Andrew dengan suara mendesak


"Sudah sudah kalian ini gosip apa sih itu hoax tahu" sahut Alfian mencoba menutup mulut kedua sahabatnya itu


Sementara Donny sudah sedikit menjauh dari ketiga sahabatnya itu karena dia ga mau ikut dilibatkan khawatir gajinya bakalan dipotong sama Alfian,makanya dia lebih baik tidak mau ikut campur mending dia tidak ikut campur


"Jalan aja yuk, daripada berdiri disini" ajak Hera buka suara akhirnya


"Boleh mau kemana kita?" tanya Alfian menatap ketiga sahabatnya


"Sama gw ikut" jawab Tonny


dan yang lain juga ikut sependapat, dengan Tonny dan Andrew


Akhirnya mereka memutuskan berjalan tanpa arah di dalam mall, sementara Diandra digandeng oleh Alfian seakan akan Diandra tidak boleh lepas sedikitpun dengan Alfian


Akhirnya mereka memutuskan untuk masuk ke dalam sebuah cafe didalam mall tersebut dengan memesan kopi dan cemilan cemilan lainnya


"Lalu bagaimana dengan aksi kita, elo gimana Alfian katanya elo hari ini mau bertemu dengan orang tuanya Sandra?" tanya Tonny dengan penuh rasa ingin tahu


"Oh iya besok, gw udah janjian sama Sandra kalau gw bakalan ketemu orang tuanya dia besok" jawab Alfian serius


"Dan gw yakin besok Sandra pasti bakalan Dateng entah untuk apa" kata Alfian lagi


"Gadis itu ga pernah berubah padahal Amel sendiri sahabatnya sudah berubah" kata Tonny menerawang jauh


"Belum tentu, kata siapa dia sudah berubah kita ga tahu sebelum melihatnya sendiri kenyataan yang sebenarnya " jawab Donny bijak


"Gw ga tau cuman gw pikir mereka berdua pernah terpisah agak lama, entah mereka salah satunya sudah berubah atau tidak, kita belum bisa memastikannya hanya saja gw berharap Amel bisa berubah melihat dia sudah benar benar dewasa dalam bersikap " ujar Diandra bijak


mereka berlima langsung terdiam mendengar kata kata Diandra, karena ucapan Diandra ada benarnya juga, lebih baik tidak berpikir negatif terlebih dahulu hanya saja mereka harus berhati hati bisa saja itu hanya sebuah jebakan


Saat itu pelayan cafe datang membawa pesanan buat mereka setelah mengucapkan kata terima kasih, pelayan itu langsung pergi dan mereka berenam langsung mencicipi pesanan yang sudah tersedia


"Gw ga sabar menunggu aksi kita ini" kata Tonny dengan antusias


"Iya cuman gw nya yang ogah ogahan Haris dekatin Sandra" kata Alfian dengan malas


"Sabar dulu lah, makin cepat kan makin baik" jawab Donny


"Dan semoga saja cepat,karena gw paling malas liat cewek yang sok manja manja kayak cewek lemes ga dikasih makan" ujar Alfian kali ini dengan kesal


"Lah dulu elo bukannya suka Gonta ganti cewek yaks? sampe sampe kita kasih peringatan buat elo untuk tidak melakukan one night stand" kata Tonny mengingatkan Alfian dengan kelakuan Alfian jaman dulu

__ADS_1


"Gag pernah ya..gonta ganti cewek emang sering tapi melakukan one night stand itu ga pernah meski cewek itu sendiri yang minta" protes Alfian menatap Tonny dengan tajam, karena ada Diandra disitu


Diandra yang mendengar itu langsung tampak tertarik


"Benarkah itu?" tanya Diandra menatap Alfian


"Sayang, itu tidak benar lagian ga mungkin aku melakukan itu, biar begini aku itu takut dosa sayang" kata Alfian dengan suara serius


"Aku percaya sama kamu " kata Diandra akhirnya dengan sungguh-sungguh


"Benar itu?" tanya Alfian senang


Diandra menganggukkan kepalanya, itu dikarenakan Diandra tahu benar siapa Alfian meski belum kenal lama Diandra sudah tahu Alfian itu seperti apa, yang membuat Diandra bisa dan mau membuka hatinya adalah kesungguhan Alfian dalam mendapatkan dirinya dan keluarganya Alfian yang mau menerima Diandra dengan tangan terbuka itu sudah lebih dari cukup untuk Diandra sendiri


Hari sudah menjelang malam, saatnya mereka pulang untuk mempersiapkan hari esok, setelah membayar tagihan pesanan mereka, Alfian langsung mengajak mereka untuk pulang, mengingat mereka harus kembali bekerja


Seperti biasanya Diandra dan Alfian menumpang ikut mobilnya Donny begitu juga dengan Hera sementara Tonny ikut mobilnya Andrew, mereka berpisah di jalan


Donny mengantarkan Diandra ke rumahnya terlebih dahulu


"Gw ga ikut turun ya" kata Donny


"Iya gw juga salam aja buat om dan Tante " kata Hera juga


"Ya sudah tidak apa apa, gw turun dulu terima kasih sama tumpangannya " sahut Diandra sambil turun lalu melambaikan tangan ke arah mereka berdua yang dibalas oleh Hera dan Donny


"Gw turun dulu, tungguin gw " kata Alfian berkata kepada Donny sambil turun dari mobilnya Donny


"Iye buruan sana masuk" jawab Donny


Alfian langsung menyusul Diandra yang sudah berjalan duluan lalu tangannya langsung menggandeng tangannya Diandra begitu Alfian sudah dekat dengan Diandra


"Tau ga kita ini udah kaya mau nyebrang jalan" kata Diandra sambil terkikik geli


Alfian hanya menanggapi dengan senyuman, setelah mereka sampai didepan pintu rumah Diandra, Diandra langsung mengetuk pintu memanggil kedua orangtuanya, tampak bundanya membuka pintu depa rumahnya


"Malam bunda" kata Diandra sambil mencium tangan bundanya, yang disusul oleh Alfian


"Malam, kalian sudah makan malam?" tanya bundanya Diandra menatap mereka berdua secara bergantian, karena tadi habis minum kopi dan beberapa cemilan tentu saja mereka sudah merasakan sangat kenyang


"Sudah Tante, kami sudah makan " jawab Alfian


"Iya bunda kamu sudah makan dan perut masih kenyang" kata Diandra lagi


"Ya sudah kalau begitu masuklah" kata bunda Diandra sambil mempersilahkan Alfian dan Diandra masuk


"Tante maaf saya lain waktu saja karena saya sudah ditunggu kedua teman saya di luar" jawab Alfian dengan sopan


"Oh begitu, ya sudah hati hati di jalan" ujar bunda Diandra


"Iya Tante terima kasih, saya pamit terlebih dahulu " pamit Alfian dengan sopan sambil mencium tangan bunda Diandra


"Diandra..aku pamit dulu ya besok aku jemput pagi pagi" kata Alfian sambil menatap Diandra lembut


"Iya kamu hati hati di jalan" jawab Diandra


Tiba tiba Alfian langsung mengecup keningnya Diandra dan untungnya bunda Diandra sudah masuk ke dalam diam diam membiarkan mereka berdua sendirian


"Kamu tahu ga hari ini aku merasa sangat bersalah sama kamu, dan malam ini aku juga berat untuk pulang ke rumah" kata Alfian dengan jujur sambil menatap Diandra


"Sudah lupakan..tuh itu sudah berlalu, ANSI juga sudah jadi bubur, kamu juga sabar ya kan kalau masalah sudah selesai aku janji akan secepatnya menikah dengan kamu" hibur Diandra


"Janji ya aku pegang kata kata kamu loh Di" kata Alfian dengan sumringah, dia langsung bersemangat begitu mendengar janji Diandra, Diandra hanya menganggukkan kepalanya sambil tersenyum


"Ya sudah sana, kasihan Hera sama Donny sudah nunggu kamu lama di dalam mobil" kata Diandra menyuruh Alfian untuk segera pulang


"Kok kamu ngusir sih" protes Alfian dengan cemberut


"Gag ngusir tapi apa kamu ga kasihan sama Donny yang sudah nunggu lama lagian dia kan butuh istirahat juga " kata Diandra memberikan pengertian kepada Alfian


"Ya sudah kalau begitu aku pergi dulu, kamu tutup pintunya yah, baru aku mau pergi " kata Alfian


Diandra menganggukkan kepalanya, lalu dia langsung menutup pintunya meninggalkan Alfian seorang diri diluar sana yang pada akhirnya Alfian pun berlalu dari situ menuju ke mobilnya Donny

__ADS_1


"Lama bener sih elonya " gerutu Donny begitu melihat Alfian naik ke mobil ya Donny dan duduk di belakang seorang diri


"Berisik, ayok jalan" kata Alfian sambil memerintahkan Donny untuk menjalankan mobilnya, sambil mengomel pelan akhirnya Donnya menyalakan mesinnya lalu menjalankan mobilnya meninggalkan rumah Diandra untuk mengantarkan Alfian pulang ke apartemennya baru ke rumahnya Hera dan setelah itu dia langsung pulang untuk beristirahat, sambil mempersiapkan rencana mereka untuk menjebak Sandra dan sahabatnya Amel


__ADS_2