Dia Musuhku

Dia Musuhku
Bab 119


__ADS_3

Pak Rosidin kembali melanjutkan ceritanya lagi


"Saya pun kemudian mencarikan rumah buat pasangan suami isteri tersebut, dan untungnya ada sebuah rumah yang hendak mau dijual karena si pemilik rumah hendak pulang kampung dan tidak ingin kembali datang, saya pun langsung mempertemukan mereka dengan pemiliknya yang hendak menjual rumahnya itu, yang akhirnya mereka setuju untuk membeli rumah tersebut dan mereka menetap disitu"


"Lalu bagaimana kelanjutan ceritanya?" tanya dokter Anita lagi dengan penuh rasa ingin tahu


"Saya pernah bertanya kepada mereka mengenai keluarga terdekat mereka, namun sepertinya mereka menyembunyikan keluarga terdekat mereka, mereka tidak pernah membahas mengenai keluarga terdekat apalagi kerabatnya, mereka jika ditanya mengenai urusan pribadi, mereka langsung menutup mulut mereka rapat rapat, jadi kami sendiri tidak pernah menanyakannya lagi" kata pak Rosidin mengakhiri ceritanya mengenai keluarga pak Agus dan isterinya itu


Dokter Anita menghela nafas panjang, dia menatap Alex sedang tidur dengan tenang sementara Nyonya Laksmi sedang merenung yang ditemani oleh para tetangganya itu, Nyonya Laksmi selalu menanggapi dengan senyuman ketika para tetangga itu bercerita tentang banyak hal


"Apakah bapak pernah melihat ada seseorang yang suka mendatangi keluarganya mereka, misalkan menanyakan keberadaannya atau apapun itu?" tanya dokter Anita lagi kepada pak Rosidin


Pak Rosidin mengingat kembali mengenai kejadian yang sudah lampau


"Dulu pernah ada seseorang mencari keberadaan nyonya Laksmi, hanya saja nyonya Laksmi seperti menutup pintu untuk orang tersebut, dan itu pun hanya sekali saja dia datang ke tempat Nyonya Laksmi, pernah saya tanyakan ke orang itu mengenai siapa dia, dia hanya menjawab hanya kerabat jauhnya" jawab Pak Rosidin sambil menerawang jauh


"Hanya saja yang saya yakinkan Nyonya Laksmi bukanlah golongan orang orang seperti kaya kami kami ini" ucap Pak Rosidin lagi sambil memandang ke arah Nyonya Laksmi ibunya Alex


"Maksud bapak Rosidin apa ya?" tanya Dokter Anita kaget bercampur penasaran


"Dokter, pembawaan nyonya Laksmi itu tenang dan terpelajar, bahkan pernah beberapa kali dia suka memberikan kursus baik kursus bahasa Inggris,Mandarin sampai kursus merangkai bunga untuk ibu ibu di kampung kami dan satu lagi cara bicara Nyonya Laksmi sangat benar benar tertata bahkan belum lagi sikapnya yang seperti gaya seorang bangsawan tinggi" kata Pak Rosidin menilai perilaku Nyonya Laksmi di tempat dimana dia tinggal


Dokter Anita juga ikut menatap Nyonya Laksmi yang sedang duduk bersama dengan para tetangganya namun dari cara duduknya dan cara bicaranya pun juga terlihat berbeda dari para tetangga yang ada di samping sampingnya


"Dokter Anita coba dokter Anita perhatikan, mata dari nyonya Laksmi adalah mata berwarna biru terang, dia seperti peranakan orang luar, bahkan dia seperti keturunan dari orang Eropa sana" kata Pak Rosidin mengira ngira


"Pak Rosidin ini bisa saja menilai Nyonya Laksmi seperti itu" kata Dokter Anita sambil tertawa


"Saya serius bu Dokter, coba Bu Dokter perhatikan lagi wajahnya, dan matanya serta karakter dari Nyonya Laksmi sendiri, saya berpikir Nyonya Laksmi ini bukanlah dari golongan orang sembarangan" ucap Pak Rosidin dengan nada suara serius


"Bahkan kalau saja Bu Dokter tahu, orang yang pernah datang mencari Nyonya Laksmi itu keturunan dari orang asing gitu Bu" kata Pak Rosidin lagi dengan suara serius


"Saya tidak pernah mengada ada Bu Dokter, coba perhatikan semuanya pasti bu dokter menyetujui kata kata saya" ujar Pak Rosidin


Dokter Anita langsung memperhatikan Nyonya Laksmi, dan dia mengakui kebenaran yang dibicarakan oleh pak Rosidin tahu


"Tapi terlepas dia bukan dari keluarganya atau kerabatnya, mereka harusnya tahu dan sadar kalau disini ada seorang kerabat yang terkena musibah, minimal absen atau datang mengucapakan bela sungkawa" kata dokter Anita tidak terima

__ADS_1


"Bu dokter ini, kita tidak tahu masalah apa yang terjadi dengan mereka dan keluarganya mereka, mungkin ada pertengkaran hebat atau perselisihan yang mengharuskan mereka harus pergi dari rumah tempat dimana mereka berlindung " jawab pak Rosidin dengan bijak


Setelah cukup lama mengobrol para tetangga pamit pulang ke dokter Anita, begitu juga dengan pak RT namun sebelum pulang pak RT menitipkan pesan kepada dokter Anita jika sewaktu waktu butuh bantuan, dia siap membantu dan menolongnya dan dokter Anita mengiyakan ucapan dari pak Rosidin


Sore datang menjelang, harusnya saat ini Nyonya Laksmi dan anaknya Alex sudah bisa pulang namun masalahnya adalah Alex masih saja tertidur lelap


Dokter Anita yang selalu dokter jaga di IGD melihat Nyonya Laksmi sedang duduk sendirian menghampirinya, karena dia sangat ingin sekali berbincang bincang dengan Nyonya Laksmi


"Sore Bu, apa boleh saya duduk di sini?" tanya dokter Anita sambil tersenyum ramah kepada Nyonya Laksmi


Nyonya Laksmi menoleh ke arah dokter Anita


"Silahkan dok" ucap Nyonya Laksmi dengan kode matanya mempersilahkan dokter Anita untuk duduk


"Saya ingin mengobrol banyak apa boleh?" tanya dokter Anita begitu dia duduk tepat disebelahnya Nyonya Laksmi


"Silahkan dok, saya senang jika ada yang menemani saya untuk mengobrol, anda tau kan saya sendiri merasa bingung saat ini" ucap Nyonya Laksmi sambil sedikit termenung


"Kalau boleh tahu bingung kenapa?" tanya dokter Anita menatap Nyonya Laksmi yang matanya seakan menerawang jauh


"Dokter sendiri tau suami saya meninggal karena bunuh diri, saya bingung bagaimana kamu berdua menghadapi hari hari selanjutnya, saya bingung" ucap Nyonya Laksmi dengan menatap kosong ke sekeliling ruangan


"Saya ini dari dulu tidak pernah lepas dari ayahnya Alex, dimana ada ayahnya Alex sudah pasti disitu ada saya begitu juga sebaliknya, dan sekarang saya harus benar benar sendiri bersama dengan Alex, saya harus bagaimana saya harus apa" ucap Nyonya Laksmi dengan suara lirihnya, tanpa sadar dirinya sudah meneteskan air mata, air mata yang ditumpahkan adalah air mata untuk suaminya, dirinya dan anaknya


Dokter Anita masih diam, dia masih mendengarkan apa yang Nyonya Laksmi ingin ceritakan pada dirinya, bahkan dokter Anita menggenggam tangan Nyonya Laksmi hanya agar bisa memberikan kekuatan


"Dulu dia berjanji tidak akan meninggalkan saya, dulu dia berjanji akan membuat saya tersenyum dan dia berjanji jika dia tidak akan membuat saya terluka tapi nyatanya kenapa janjinya saat ini adalah penuh dengan kepalsuan" ucap Nyonya Laksmi sambil menyelam air mata yang turun deras di pipinya


"Dia pernah berkata kepada saya, bahwa setiap ada masalah, setiap ada badai yang datang atau setiap ada ujian dan cobaan, kita akan bisa melewatinya bersama sama bahkan kita sendiri pernah mengalami hal yang lebih berat lagi tapi mengapa sekarang harus menyerah seperti ini" ujar Nyonya Laksmi dengan suara lirihnya


Dokter Anita masih mendengarkan penuh dengan seksama, genggaman tangannya masih erat hanya untuk bisa saling berbagi kekuatan


"Mohon maaf bu, mungkin ini sedikit menyinggung perasaan ibu, tapi kalau boleh tahu dimana sanak kerabat ibu, dari kemarin saya tidak melihatnya?" tanya dokter Anita dengan hati hati, khawatir menyinggung Nyonya Laksmi


Nyonya Laksmi terdiam sesaat, dia sedang menimbang nimbang apakah perlu dia menceritakannya kepada orang yang masih baru dia kenal atau bagaimana, sementara dokter Anita sedang menunggu cerita dari Nyonya laksmi ini dengan wajah yang penasaran


Nyonya laksmi menatap wajah dokter Anita yang cantik, lalu kemudian tersenyum manis ke arah dokter Anita dan sambil menghela nafas panjang, dia memutuskan untuk bercerita mengenai keadaan dirinya, dan dokter Anita sudah siap untuk mendengarkan cerita dari Nyonya laksmi

__ADS_1


Dulunya Nyonya laksmi ini berasal dari seorang keturunan yang cukup terpandang di kotanya saat itu, ayahnya adalah salah satu pengusaha garment yang cukup ternama dan semuanya termasuk karyawan karyawannya merasa sangat segan dengan dirinya dan keluarganya saat itu, apalagi saat itu ibunya sendiri adalah seorang berkebangsaan asing, maka tidak heran nyonya laksmi memiliki wajah keturunan yang sangat cantik sekali, begitu juga dengan anak laki lakinya yang mempunyai paras yang sangat tampan mengikuti keturunan dari ibunya


Sewaktu Nyonya Laksmi kuliah, bertemulah dia dengan seorang pemuda yang sederhana tapi sangat idealis, mereka singkat kata jatuh cinta dan mulai berpacaran seperti kebanyakan anak anak muda lainnya, namun hal itu ditentang oleh keluarganya karena pria itu tidak sesuai dengan kriteria calon suami dari Nyonya Laksmi yang akhirnya papa nya Nyonya laksmi memutuskan untuk menjodohkan Nyonya Laksmi dengan pilihan papanya yang langung ditolak mentah mentah oleh Nyonya laksmi sendiri


Nyonya Laksmi saat itu sangat marah sekali, dia benar benar berubah menjadi seorang gadis pemberontak, hingga akhirnya dia memilih kabur bersama dengan pria itu yang bernama Agus dengan membawa uang dari hasil selama ini dia menabung dan semua perhiasan dia jual semuanya, yang hasil dari semuanya itu mereka belikan rumah yang cukup sederhana, yang bisa menampung dua tiga orang


Nyonya Laksmi dan pak Agus langsung menikah yang diwakili oleh wali hakim untuk Nyonya Laksmi sendiri, dan mereka berdua menempati rumah itu bersama hingga lahirlah Alex putra semata wayang mereka, buah dari cinta kasih mereka berdua


Meski hidup mereka sangat sederhana, namun Nyonya laksmi sangat bahagia, dia tidak pernah yang namanya mengeluh sedikitpun meski hidupnya saat itu dalam keadaan kurang, bahkan Nyonya Laksmi sendiri ikut membantu mencari penghasilan bagi keluarga kecil mereka, Nyonya Laksmi yang pintar dalam berbagai hal karena didalam keluarga Nyonya laksmi semua anggota keluarga harus bisa memiliki beberapa keterampilan selain ilmu pengetahuan yang ada di bangku sekolah


tentunya


Sementara suami dari Nyonya Laksmi yaitu pak Agus sendiri juga ikut membantu Nyonya Laksmi bekerja seperti mengantarkan pakaian hasil dari jahitan isterinya atau menjadi antar jemput untuk anak sekolahan, apapun dikerjakan oleh mereka berdua yang penting itu adalah halal buat mereka


Hingga Pak Agus ditawarkan menjadi seorang guru sekolah, di sekolah yang cukup bergengsi dan terkenal di kota tersebut, mengingat pak Agus saat itu pernah kuliah dan sekaligus mengajar, jadi Pak Agus bisa diterima dengan mudah di sekolah tersebut


Cukup lama juga, pak Agus menjadi guru sekolah tersebut, dia menjadi guru yang dihormati sekaligus menjadi guru yang paling disegani oleh anak didiknya, bahkan ada banyak yang menyayangi dirinya, hingga pada suatu hari cobaan itu datang menemui pak Agus, pak Agus dinyatakan dipecat dengan alasan yang tidak masuk di akal, bahkan alasan pemecatannya hanya karena ada persaingan yang entah itu benar atau tidak


Pak Agus mencoba mencari tahu namun sayangnya dia tidak berhasil mencari tahu kebenaran yang sebenarnya, selama beberapa bulan dia harus membohongi Isterinya itu, dia tidak ingin membuat isterinya sedih dan kecewa jika mengetahui kalau dirinya udah dipecat secara tidak hormat oleh pihak sekolah


Beberapa kali dia melamar kerja namun sayangnya tidak membuahkan hasil disebabkan karena surat rekomendasi yang buruk, sehingga banyak pihak sekolah tidak menerima lamaran kerja pak Agus


Awalnya Nyonya Laksmi tidak tahu mengenai kejadian ini, hingga ketika dia sedang ingin mencuci pakaian milik suaminya pak Agus, tiba tiba isterinya Nyonya Laksmi menemukan secarik surat yang sudah tidak berbentuk lagi


Nyonya Laksmi langsung membuka dan membacanya, betapa terkejutnya Nyonya Laksmi begitu dia membaca surat yang berisi pemecatan suaminya secara tidak hormat


Awalnya dia merasa marah dengan pak Agus suaminya bukan karena dia dipecat secara tidak hormat, tapi melainkan suaminya telah membohongi dirinya, padahal dia sangat menjunjung tinggi kejujuran


Dan saat itu ketika Alex anaknya yang saat itu sedang tertidur pulas,Nyonya laksmi langsung menuntut penjelasan dari suaminya tentang mengapa suaminya saat itu dipecat, dan dengan sangat hati hati sekali pak Agus pun langsung menceritakan semuanya sambil memohon mohon maaf kepada isterinya yang sudah dia bohongi


Hari berganti hari, hingga pak Agus sekali lagi mendapatkan kepercayaan untuk mengajar di sekolah kembali, karena saat itu guru sekolah itu membutuhkan guru sekolah Bimbingan Konseling dan Pak Agus pernah menjabat sebagai guru pengajar sekaligus menjadi guru Bimbingan Konseling, hingga dia bertemu dengan beberapa anak yang butuh perhatian khusus darinya hingga salah satu dari anak itu tidak menyukainya dan orang tuanya adalah sebagai donatur tempat dia bekerja


Lagi lagi pak Agus mendapatkan surat pemecatan malah ini dari pihak sekolah maupun pihak yayasan, karena alasan ketidak sukaan seorang anak didik yang sudah dia tegur dan anak tersebut malah sangat marah begitu dia kena tegur, dan surat pemecatan kepada Pak Agus pun tidak dapat dihindari, hingga saat dimana pak Agus mati bunuh diri mungkin dia merasa putus asa dan malu kepada isterinya yang masih belum bisa memberikan kebahagiaan, meski begitu Nyonya Laksmi sendiri sama sekali tidak pernah mempermasalahkan hal itu baginya itu adalah cobaan dan ujian buat mereka, Nyonya Laksmi tidak pernah mengeluh tentang apapun bahkan dia selalu terlihat ceria jika berada di hadapan suami dan anaknya


Nyonya Laksmi mengakhiri ceritanya sambil menghapus air matanya di wajahnya yang masih terlihat cantik itu, dia sendiri mengakui pernah ada kerabat dekatnya datang namun sayangnya kerabatnya itu menyuruh dia untuk meninggalkan pak Agus dan anaknya yang saat itu masih kecil, akhirnya dia yang mengusir kerabatnya itu untuk tidak lagi datang ke rumahnya apalagi menginjak rumahnya itu


Dokter Anita yang mendengar cerita Nyonya Laksmi langsung terharu dan rasa simpatik dari Dokter Anita semakin tambah besar, apalagi mengingat sekarang dia adalah ibu tunggal sekaligus ayah yang harus menjaga Alex

__ADS_1


Alex dengan mata yang masih terpejam, mendengar cerita dari ibunya langsung tiba tiba mengeluarkan air mata, dia merasa sangat sedih sekali dan bertekad akan membalas dendam yang sudah membuat ayahnya meninggal dalam keadaan mengenaskan dan mengganti tangisan ibunya menjadi sebuah tawa, tanpa sadar Alex saat itu sedang menggenggam tangannya sendiri, dia memutuskan untuk menjadi kuat terlebih dahulu


__ADS_2