Dia Musuhku

Dia Musuhku
Bab 16


__ADS_3

Hari sudah menjelang sore, Diandra masih belum menyelesaikan pekerjaannya..dia melihat jam dinding di ruangan itu yang sudah menunjukkan pukul empat sore, jam kantor di perusahaan tersebut dari jam delapan pagi hingga jam lima sore


"Tenyata pekerjaan yang ditinggalkan lumayan banyak" keluh Diandra, namun tidak menyurutkan gadis itu untuk menghentikan pekerjaannya


Selagi Diandra sedang sibuk mengerjakan pekerjaan kantornya, pintu depan diketuk dari luar


"Masuk" kata Diandra masih mempelajari pekerjaan kantornya


"Lembur?" tanya Dian berjalan masuk sambil membawa map berupa laporan


Diandra menengadah sebentar, tersenyum dan kemudian kembali fokus ke komputer yang berisi angka angka berupa laporan keuangan yang harus diselesaikan


"Liat dulu gimana pekerjaannya, semoga tidak ada yang urgent " jawab Diandra, Dian duduk menghadap Diandra "Apa ada yang belum dimengerti?" tanya Dian ingin tahu "Sampai saat ini, masih bisa diselesaikan sendiri" jawab Diandra, menatap fokus ke komputer " Aku akui ibu mudah belajar dan beradaptasi, itu membuat saya senang " kata Dian jujur "Terima kasih Dian, dan kamu partner yang menyenangkan " jawab Diandra jujur


"Apa ada pekerjaan yang benar benar urgent untuk diserahkan ke manajer keuangan esok hari?" tanya Dian penasaran, Diandra tampak berpikir "Sepertinya tidak " jawab Diandra


"Apa sudah bertemu dengan manajer keuangan?" tanya Dian lagi, Diandra menggelengkan kepalanya "Hari ini aku belum bertemu,mungkin dia lagi banyak pekerjaan di luar " kata Diandra menatap lembaran keuangan


Tiba tiba Diandra menatap Dian dengan pandangan serius "Bisa kau ceritakan mengenai manajer keuangan itu?" tanya Diandra ingin tahu, Dian tersenyum "Kamu ingin mendengarnya?" tanya Dian menatap Diandra sambil tersenyum, Diandra mengangguk penasaran"Nanti aja, pulang akan aku ceritakan tentang dia, aku mau menyerahkan berkas berkas ini untuk kau periksa" kata Dian sambil menyerahkan map yang berisi berkas berkas laporan keuangan


"Kapan ini harus diserahkan?" tanya Diandra serius " Tidak terlalu urgent..." jawab Dian


"Aku keluar dulu, nanti apa mau pulang bareng?" tanya Dian, yang dijawab dengan anggukan oleh Diandra, setelah puas mendapatkan jawaban dari Diandra, Dian kembali ke meja kerjanya dan tidak lupa menutup pintu ruangan Diandra


Jam sudah menunjukkan pukul lima sore,Diandra menyimpan berkas berkas laporan keuangan, menyimpan file di dalam komputer dan membereskan semua pekerjaannya sebelum dia pulang, setelah dirasanya sudah beres dan bersih, mematikan lampu ruangan kerjanya, Diandra menuju ke luar ruangan, ke tempat bawahannya yang sudah menunggu dari tadi "Sorry gw terlambat " kata Diandra sbil tersenyum " Ga masalah mbak " jawab Wulan "Kita makan dulu yuks" ajak Winda yang langsung disambut setuju oleh teman temannya


Pintu lift sudah terbuka, mereka berlima akhirnya masuk ke dalam lift, namun sebelum pintu lift tertutup, tiba tiba mata cantiknya Diandra terperanjat seperti seakan melihat sesosok yang dia mungkin mengenalnya ,Diandra langsung menggeleng "Tidak mungkin, mungkin salah lihat " gumam Diandra pelan, teman temannya menatap Diandra heran


"Mbak seperti melihat hantu?" tanya Winda menatapnya dengan tanya


"Eh itu ga pa pa kok" kata Diandra mencoba menyembunyikan keterkejutannya "Beneran mbak?" tanya Winda lagi, Diandra mengangguk sambil tersenyum berusaha meyakinkan Winda


"Jadi mau kemana kita ini?" tanya Gunawan setelah keluar dari lift "Pulang" jawab teman temannya serempak "Lah katanya mau makan dulu" kata Gunawan


"Maksud kita nunggu elo pulang baru kita makan" kata Wulan sambil tertawa


"Eh pada sopan kalian yaks...." kata Gunawan sewot


"Sudah sudah kita mau kemana sekarang?" tanya Diandra menengahi mereka berdua

__ADS_1


"Tempat biasanya aja, disitu murah juga enak" jawab Dian, yang mengangguk setuju


"Naik mobilnya siapa,kebetulan gw bawa mobil " kata Diandra sambil menatap ke empat temannya


"Gw juga, loe ikut gw Gun " ajak Arif


"Kalau gitu gw,Wulan dan Winda ikut mobilnya mbak Diandra" kata Dian yang disambut setuju oleh mereka bertiga


Mereka menuju ke arah parkiran, ke mobilnya masing masing, Diandra menuju mobil sedan yang berwarna biru, setelah membuka kunci mobilnya, dia mempersilakan teman temannya masuk, Dian duduk di depan sementara yang lainnya duduk di belakang


"Sorry ya berantakan, belum sempat dirapihin" kata Diandra sambil menyalakan mesin mobilnya


"Lah kayak gini berantakan, gimana rapihnya" celetuk Winda


"Kalian sudah siap semua?" tanya Diandra


"Sudah " jawab mereka berempat


Dan mobil pun meninggalkan gedung perkantoran, yang sudah mulai sepi ditinggalkan oleh para karyawan, namun beberapa lampu di atas gedung itu masih nyala menandakan ada yang lembur di sore ini


Setiba mereka ke tempat yang dituju, mereka menuju ke bangku yang sudah menjadi favorit mereka yaitu di pojokan belakang, dimana tidak terlalu bising oleh ramainya pengunjung yang ada disana, bagi mereka pojokan itu merupakan tempat ternyaman, mereka bisa ngobrol secara leluasa tanpa diganggu oleh lalu-lalang orang yang datang dan pergi


Setelah pelayan itu pergi, Diandra langsung memulai percakapan


"Sudah lama kalian makan disini?" tanya Diandra ingin tahu


"Sudah mbak, dibilang kami ini langganan utama disini " jawab Wulan


"Dan lagi mbak, selain pelayanannya ramah, makanannya sangat enak harga kaki lima mbak " kata Wulan lagi


"Loe udah kayak karyawan marketing restorant ini saja" cibir Gunawan ke Wulan


"Lah biarin...lagian emang bener kan kita makan disini karena enak sama murah" ujar Wulan sewot


"Sudah sudah kalian ini...ntr bucin loh " ledek Arif


"Idih amit amit dah " jawab Wulan sambil mengetuk tiga jari tangannya ke atas meja


yang disambut tawa oleh teman temannya

__ADS_1


"Mbak Diandra, gimana kantor dan pekerjaannya?" tanya Arif menatap ke arah Diandra " Selama ini, baik baik saja " jawab Diandra jujur " Jangan salah mbak Diandra ini pintar loh,dia cepat banget menerima delegasi tugas yang gw berikan " puji Dian jujur "Loe ini..itu karena sebelumnya gw udah pernah punya pengalaman itu " jawab Diandra merendah


"Mbak Diandra ini terlalu merendah " kata Gunawan sambil tersenyum, menatap wajah Diandra yang membalas senyuman Gunawan, membuat Gunawan langsung salah tingkah ketika dibalas senyuman oleh wajah cantik dari arah seberang


"Ngomong ngomong kalian sudah berapa lama bekerja di perusahaan ini ?" tanya Diandra ingin tahu


"Oh kalau Arif sudah tiga tahun, Gunawan empat tahun, Winda dan Wulan baru dua tahun sementara gw sendiri sama kaya Gunawan " jawab Dian


"Mengenai manajer keuangan sendiri bagaimana orangnya menurut kalian?" tanya Diandra masih ingin tahu menatap Dian yang sudah lama senior diatas teman temannya


"Dia orangnya lumayan baik, dan humble umurnya sudah berkepala empat, cukup kooporative juga orangnya, yang jelas seh dia paling ga suka kalau ada pekerjaan yang menumpuk, pekerjaan hari itu harus diselesaikan hari itu, karena dia paling ga suka lembur " jawab Dian


Diandra mendengar dengan seksama,karena baginya dia harus tahu bagaimana dengan orang yang akan bekerja sama dengannya, biar dia bisa mengimbangi cara kerja orang tersebut, begitu juga dia harus tahu dan mengenali bawahannya biar dia juga bisa menilai kinerja mereka seperti apa


Selagi mereka sedang asyik berbincang, pelayan datang membawa pesanan mereka, lalu mereka makan tanpa ada yang berbicara, mereka menikmati makanan yang sudah dihidangkan dihadapan mereka


Setelah selesai makan, mereka belum mau beranjak dari tempat duduknya, masih ingin berbincang lama, hingga jam sudah menunjukkan pukul delapan malam


"Kalian tidak ingin pulang?" tanya Diandra menatap mereka satu per satu " Sebentar lagi mbak..kalau mbak mau pulang silahkan" kata Gunawan menatap Diandra


"Iya, gw pulang dulu, udah malam besok ditunggu sama pekerjaan juga..."


"Ya udah mbak, biar kita naik mobilnya Arif aja, seperti biasa" jawab Winda melirik ke arah Arif "Sudah biasa mbak mereka seperti ini, selalu gelendot sama saya " kata Arif pura pura mengeluh yang langsung dilempar tissue oleh Winda, Diandra langsung tertawa mendengar Arif yang pura pura mengeluh "jangan dengarkan dia mbak, dia nya aja yang pengen antar kita pulang " kata Winda tidak mau kalah


"Sudah sudah...ya udah aku balik pulang dulu ya..terima kasih sudah mengajak saya untuk makan malam" kata Diandra pamit pulang


"Jangan bosan bosan yak, kalau kita ajak" ujar Wulan, yang dijawab dengan anggukan kepala Diandra


Setelah permisi, dan pamit Diandra menuju kasir membayar semua tagihan makanannya termasuk tagihan makanan teman temannya, tanpa sepengetahuan mereka tentunya, setelah itu Diandra langsung menuju ke luar restorant dan ke tempat parkir dimana mobil Diandra itu berada


Diandra masuk ke dalam mobil, dan segera menyalakan mesin mobilnya, mobil tersebut akhirnya keluar dari parkiran dan kemudian bergabung dengan macetnya jalan ibukota, setelah menempuh waktu satu jam dari perjalanan, tibalah Diandra ke rumah,dia mengetuk pintu beberapa kali, yang akhirnya pintunya dibuka oleh ayahnya


"Larut sekali nak pulang " kata ayahnya menatap Diandra "Iya yah, tadi Diandra diajak makan sama teman teman kantor Diandra " jawab Diandra


"Ibu mana yah ?" tanya Diandra menatap ke sekeliling ruangan sambil membuka sepatu kerja "Di kamar lagi istirahat " jawab ayahnya menatap putri kesayangannya


"Ya sudah ayah, Diandra masuk kamar dulu, mau mandi juga" kata Diandra, setelah mendapatkan persetujuan ayahnya, Diandra langsung menuju ke kamar kesayangannya,


sebelum membersihkan dirinya, Diandra langsung menghempaskan tubuhnya ke tempat tidurnya,rasanya malam ini dia malas sekali mandi,namun buru buru dia tepis niat itu, dia langsung buru buru ambil handuk dan pergi menuju ke kamar mandi untuk membilas dirinya

__ADS_1


__ADS_2