
Sementara itu di rumah Diandra, tampak Donny dan Hera membawa pesanan belanjaan bundanya Diandra
"Tante, ini belanjaan pesanan Tante " Kata Hera sambil memberikan barang belanjaan ke bundanya Diandra, saat itu bunda Diandra sedang berada di dapur
"Loh Diandra dan Alfian kemana?" tanya Bunda menatap Hera dengan pandangan bertanya
"Ngg anu Tante, Alfian mengajak Diandra buat ke rumah orang tuanya Alfian, katanya mereka mengundang Diandra untuk makan siang bersama" jawab Hera tidak enak hati
Saat itu Hera merasa telah melakukan salah satu kesalahan terbesar yaitu membohongi bundanya Diandra, tapi mau bagaimana lagi mereka juga tidak ingin orang tuanya Diandra kepikiran tentang kondisi anaknya, apalagi Diandra saat ini masih belum siuman
"Tante, kami permisi dulu, kebetulan Donny juga lagi ada urusan penting" kata Hera pamit kepada bundanya Diandra
"Oh iya tapi apa kalian tidak ingin makan siang dulu disini?" tanya bunda Diandra menatap Hera sekaligus mengajak Hera dan Donny untuk makan siang bersaman dengan mereka
"Lain kali aja Tante, kami masih banyak urusan" kata Hera
Hera melangkahkan kakinya keluar dapur, diikuti oleh bundanya Diandra dari belakang, begitu sampai di teras Hera bertemu dengan ayahnya Diandra yang sedang mengobrol dengan Donny
"Sudah?" tanya Donny sambil menatap Hera, Hera hanya menganggukkan kepalanya
"Om Tante, saya permisi dulu" kata Donny pamit
" Loh sudah mau pulang toh?" tanya ayahnya Diandra menatap Hera dan Donny
"Iya om, kami masih ada urusan" jawab Donny
"Tidak mau makan siang dulu?" tanya ayahnya Donny kepada Donny
Donny langsung menggelengkan kepalanya
"Lain kali saja om, kami masih banyak urusan apalagi Alfian dan Diandra juga sedang ada di rumah keluarganya Alfian" kata Donny sambil melirik ke arah Hera
Hera juga langsung menganggukkan kepalanya memberikan dukungan kepada Donny
"Ya sudah kalau begitu hati hati di jalan " balas ayahnya Diandra
"Iya om, terima kasih" jawab Donny sambil mencium tangan mereka berdua
__ADS_1
"Hati hati nak Donny menyetir mobilnya" nasihat bunda Diandra begitu mereka berduaan sudah masuk ke dalam mobil
"Iya Tante, kami permisi dahulu" jawab Donny
Donny langsung menyalakan mesin mobilnya dan mengendarai mobilnya kali ini mereka berdua menuju ke rumah sakit tempat dimana Diandra masih dirawat
Sementara itu Alfian, masih menunggui Diandra yang masih belum bangun, dia masih menyalahkan dirinya, matanya sudah memerah akibat menangis menyesali perbuatannya kepada Diandra
Penyesalan terbesarnya dia adalah kalau dia tidak tahu jika Diandra mempunyai trauma akan masa lalunya, dan dia sudah membangkitkan rasa trauma tersebut
Dengan perlahan mata Diandra terbuka pelan pelan, dia mengerjakan matanya, dia baru menyadari jika dia ada di rumah sakit ketika kesadarannya sudah penuh
"Sayang kamu sudah bangun?" tanya Alfian dengan lega
Diandra menatap wajah Alfian dengan dingin, dia tidak menjawab apalagi bersuara, matanya menyiratkan kesedihan, dia tidak membenci Alfian dia hanya sedih saja seorang Alfian bisa melakukan itu ke dirinya, padahal kesalahan yang dia lakukan bukanlah kesalahan yang fatal
"Sayang kamu dengar aku ka" tanya Alfian dengan nada khawatir walaupun sedikit lega sambil menggenggam tangan Diandra dengan erat
"Lepaskan aku Alfian " kata Diandra dengan suara dingin
"Tidak Diandra, aku tidak akan melepaskan kamu" ucap Alfian dengan sedih
Diandra diam tidak bersuara, dia menatap lurus dengan pandangan kosong tanpa menoleh sedikit pun kepada Alfian
"Kamu boleh saja membenci aku atau terluka karena aku,tidak apa apa tapi biarlah aku yang menghapus luka kamu, biar aku yang menghapus seluruh rasa benci kamu tapi jangan kamu meninggalkan aku, aku tidak sanggup Diandra" kata Alfian dengan suara lirih
Diandra masih terdiam dan tidak bergeming, tiba tiba mata cantiknya mengeluarkan bulir bulir air mata
"Sayang sudah jangan menangis lagi, aku ada disini tolong jangan menangis,jika kamu seperti ini itu hanya akan membuat aku semakin terluka" kata Alfian dengan sedih
Alfian menghapus air mata yang keluar dari mata cantiknya Diandra, kemudian dia kembali memeluk erat Diandra
"Aku janji kepadamu aku tidak akan membuat kamu terluka karena kecemburuan aku yang tidak berdasar" kata Alfian masih membujuk Diandra agar Diandra mau memaafkan dirinya
Dia berharap Diandra mau berbicara lagi seperti sedia kala, dia berharap Diandra bisa bersikap seperti sediakala, andai saja waktu bisa diputar kembali tapi sayangnya waktu tidak bisa diputar kembali
Diandra bangun dari tempat tidurnya
__ADS_1
"Aku mau pulang" kata Diandra masih dengan suara dingin, Diandra tidak mau menatap wajah Alfian
Dari arah luar Hera dan Donny datang, melihat Diandra sudah tersadar, Hera langsung buru buru menghampiri Diandra
"Elo mau kemana?" tanya Hera menatap Hera dengan cemas
"Gw mau pulang " jawab Diandra acuh
"Tapi Di, kalau boleh kasih saran sebaiknya elo jangan pulang dulu deh" kata Hera menatap wajah Diandra yang masih pucat
Diandra langsung menoleh ke arah Hera, menatap dengan pandangan bertanya
"Begini Di, wajah elo masih pucat dan gw udah bilang elo sama Alfian lagi makan siang bersama dengan orang tua elo, itu karena kita ga mau orang tua elo khawatir sama elo" jawab Hera sambil meringis
Diandra diam sebentar, memikirkan kata kata Hera barusan, bear apa kata Hera dia tidak mungkin pulang dalam keadaan seperti ini
"Ya sudah kita akan kemana?" tanya Diandra dengan nada datar
"Sebentar, saya akan tanya ke dokter jaga dulu apa kamu sudah diperbolehkan keluar atau tidak" kata Alfian, lalu dia pergi meninggalkan Diandra dengan Hera dan Donny untuk pergi menemui dokter jaga
Dokter jaga langsung menghampiri Diandra dan memeriksa Diandra setelah itu Diandra baru diijinkan pulang, setelah membayar administrasi, mereka langsung pulang, pergi meninggalkan rumah sakit, yang dimana Alfian masih memeluk Diandra di dalam mobilnya Donny, sementara Hera duduk di sebelah Donny yang sedang menyetir mobil
"Kamu mau makan apa Di?" tanya Alfian dengan suara lembut
" Terserah" jawab Diandra masih dengan suara dingin
"Don, elo cari tempat makan yang menurut elo enak dan nyaman" perintah Alfian kepada Donny yang sedang menyetir
"Siap" jawab Donny singkat
Donny langsung meluncurkan mobilnya menuju ke tempat makan yang Alfian mau dan inginkan, tempat makan itu adalah tempat dimana dia dan Hera pertama kali makan malam disana
Donny melajukan kendaraannya, menuju ke restoran tersebut
Sesampainya mereka di restoran tersebut, mereka disambut oleh pelayan dan diantarkan masuk ke dalam, mereka memilih saung yang terdapat di tengah danau buatan, dengan menaiki perahu sebagai penghubungnya, mereka langsung masuk ke dalam saung tersebut
"Kamu pernah kesini Don?" tanya Alfian ingin tahu
__ADS_1
"Pernah lah, ini kan rekomendasi dari seseorang " jawab Donny sambil melirik ke arah Hera, sementara Hera pura pura tidak mendengar kata kata Donny yang barusan tadi