
Alex menelpon Alfian di dalam mobil begitu dia keluar dari pub
"Ya hallo, ada apa Lex?" tanya Alfian begitu mengangkat telponnya
"Apakah nama penculik calon isteri kamu adalah John?" tanya Alex langsung tanpa basa basi
Alfian terdiam sesaat, seperti hendak berpikir
"Aku tidak menanyakan namanya siapa tapi mungkin Diandra tahu, nanti aku coba tanya ke Diandra nanti aku kabarin" jawab Alfian kepada Alex
"Memangnya kenapa?" tanya Alfian kepada Alex
"Aku mengikuti Sandra dari tempat dia di wedding organizer menuju ke pub ini, dia pergi ke pub ini tapi tak lama kemudian dia pergi dan aku masuk ke sana mencari informasi, dan aku mendapatkan informasi kalau Sandra sedang mencari seorang pria yang bernama John dan dia adalah belas residivis dan penjahat yang paling berbahaya" kata Alex dengan nada serius
Alfian yang mendapatkan informasi tersebut langsung berubah menjadi tambah serius lagi
"Kamu dapat info darimana?" tanya Alfian kepada Alex
"Seorang bartender yang memberikan info kepada saya" jawab Alex cepat
"Kita harus lebih berhati hati dengan Sandra, tidak disangka dia adalah gadis jahat yang pernah aku kenal" ucap Alfian dengan nada sedikit emosi
"Kamu yakin dia tidak kita tangkap saja dan membawanya ke polisi untuk dia bisa mendapatkan hukuman yang setimpal dari perbuatannya?" tanya Alfian dari arah seberang kepada Alex
"Tidak, itu biar menjadi urusan saya, dan saya akan memberikan jaminan kalau dia tidak akan bisa berbuat lebih jauh lagi" ucap Alex dengan suara tegasnya
"Oke aku pegang janji kamu" ucap Alfian kepada Alex
"Ya sudah kabari saja kalau ada info lebih lanjut lagi karena aku khawatir saat ini pria ini sedang mengintai rumah Diandra" kata Alfian dengan nada serius
Alex yang mendengar itu langsung kaget
"Benarkah, lalu bagaimana dengan tunangan kamu?" tanya Alex dengan nada khawatir
"Dia sudah ada di tempat yang aman, dan orang tuanya juga sudah dijaga dengan aman" jawab Alfian kepada Alex
"Syukurlah kalau begitu, saya tutup telponnya lain waktu jika ada perkembangan saling berkabar saja" ujar Alex kepada Alfian
"Oke" jawab Alfian singkat
Alex langsung menutup telponnya, dan kemudian dia menyalakan mobilnya lalu melakukan kendaraannya dengan kecepatan sedang
Sementara itu Alfian sedang berpikir keras dan memanggil Donny dari ruang sebelah
"Ada apa loe panggil gue?" tanya Donny kepada Alfian begitu dia masuk
Alfian lalu menceritakan semuanya perkembangan yang terjadi di hari ini, tampak ada rasa terkejut di wajah Donny
"Lalu rencana loe apa?" tanya Donny sambil menatap Alfian dengan rasa ingin tahu
"Gw tadi sudah menyuruh Novia agen gw yang disana untuk tetap terus waspada jika ada pergerakan yang mencurigakan segera telpon ke polisi" jawab Alfian
"Kenapa ga langsung diringkus saja?" tanya Donny kepada Alfian
__ADS_1
"Belum ada bukti yang kuat kalau dia akan melakukan aksinya meskipun yang kemaren sudah menjadi bukti yang kuat tapi orang ini sangat licin sekali" kata Alfian sambil menghela nafas panjang
Donny terdiam memandangi wajah sahabatnya yang penuh dengan kekhawatiran
"Lo ga usah khawatir, gw yakin penculiknya bisa langsung tertangkap" kata Donny berusaha menenangkan sahabatnya
"Tadi si Alex mengikuti Sandra dari belakang dan Lo tau siapa dalangnya?" tanya Alfian kepada Donny
Donny menatap Alfian dengan pandangan bertanya sambil mengangkat bahu
"Ternyata dia, Sandra" jawab Alfian dengan suara geramnya
"Lah memang dia, yang kemarin itu kan memang dia dalangnya dan sudah ga heran lagi" kata Donny kepada Alfian
"Iya gw tahu itu, tapi kenapa dia kembali lagi kesana bahkan mencari si residivis yang bernama John, dia ingin melakukan aksi apa lagi?" tanya Alfian lebih ke dirinya sendiri
"Jangan sampai dia ingin mencelakai orang orang yang berusaha menghalangi jalannya" ucap Alfian dengan nada khawatir
Belum sempat Donny menjawab tiba tiba pintu terbuka, tampak orang yang sedang dibicarakan berada di depan pintu, lalu Irma sang sekretaris datang menghampiri Sandra
"Nona maaf, sebaiknya nona tunggu di luar" ujar Irma kepada Sandra dan hal itu diperhatikan oleh Alfian berserta dengan Donny
"Diam kamu, ingat ya sebentar lagi saya akan menjadi nyonya disini hati hati kamu !" kata Sandra dengan nada membentak
"Irma pergilah, tidak apa apa" ujar Alfian dengan nada tegas menyuruh Irma untuk pergi dari situ dan kembali ke meja kerjanya
"Baik pak " jawab Irma dengan sopan kepada Alfian lalu dia kembali menatap Sandra dengan tatapan kesalnya dan kemudian dia berlalu dari situ
"Sayang" kata Sandra dengan suara manja sambil dia masuk ke dalam ruangan kantor Alfian dan mendekati Alfian tanpa menghiraukan ada Donny disitu dan kemudian dia langsung mencium pipi kiri dan kanan Alfian lalu duduk di sofa bersampingan dengan Alfian
"Ada apa kemari?" tanya Alfian dengan nada datar
"Sayang aku tadi habis dari wedding organizer" jawab Sandra sambil menyentuh lengan Alfian
"Lalu bagaimana?" tanya Alfian pura pura tertarik mendengar cerita Sandra
"Aku tidak mau menggunakan jasa wedding organizer itu lagi" kata Sandra dengan nada suara pura pura sedih sambil menatap Alfian dengan tatapan sedih sekaligus kesal
"Wedding organizer yang mana?" tanya Alfian pura pura tidak tahu
"Itu loh sayang wedding organizer yang pemilik orang keturunan Jepang Tanaka wedding" jawab Sandra
Alfian langsung menghela nafas lega, akhirnya Sandra tidak mau menggunakan jasa wedding organizer yang dipakai sama dengan pilihan mamanya Nyonya Francie, lalu dia memandang Sandra sambil bertanya pura pura tidak paham
"Loh kenapa? bukankah jasa wedding Tanaka itu bagus yah bahkan banyak yang menggunakan jasa mereka, mereka setahu saya itu bekerja secara profesional juga?"
"Bekerja secara profesional bagaimana, aku aja hanya dilayani dengan pembantu pembantunya saja bulan dengan pemiliknya dengan alasan pemiliknya sedan sibuk tidak dapat ditemui, apalagi aku belum ada bikin janji"
Alfian langsung diam mendengar jawaban Sandra yang arogan, ingin rasanya dia mengusir Sandra saat itu juga, rasanya dia sudah muak dengan sandiwara yang dia ciptakan sendiri, lalu dia langsung menghela nafas panjang
"Sayang kok diem sih?" tanya Sandra Sabil merajuk
"Maaf aku lagi banyak pikiran hari ini, pokoknya lakukan apa yang kamu mau, kamu ingin mengganti jasa wedding organizer juga ga apa apa, lagian juga kamu ingin yang terbaik kan?" kata Alfian sambil bertanya balik
__ADS_1
"Iya sih sayang, cuman wedding itu yang terbaik tapi aku tidak menyukainya" ucap Sandra sambil merenung
"Oh iya apa kamu ga mau ikutan mencari jasa wedding organizer bersama aku juga, lagian kan waktu kita mepet belum kita mencari undangan dan cincin nikah?" tanya Sandra kepada Alfian sambil menatap Alfian dengan penuh antusias
"Kamu kan tahu aku lagi banyak pekerjaan disini, banyak yang harus aku selesaikan karena aku kemarin kemarin tidak masuk kantor karena berada di rumah sakit" jawab Alfian dengan nada enggan
"Tapi sayang, rasanya aneh banget kalau kamu tidak ikut, kan lagian setiap orang yang mau menikah akan membawa pasangannya untuk melihat lihat dan memutuskan bersama" ucap Sandra menatap Alfian dengan penuh harap agar Alfian mau merubah pikiran
"Nanti saja aku akan beritahu kalau aku mau ikut, kamu sekarang yang mencari terlebih dahulu" jawab Alfian cepat
"Oh iya Don, kita jam berapa meeting nya?" tanya Alfian tiba tiba kepada Donny, dan memandang Donny sambil berharap dia mengerti akan maksud pertanyaannya kali ini
Donny yang mendapatkan pertanyaan tiba tiba dari Alfian dan kembali memandangi Alfia. yang sedang menatapnya dengan tatapan tajam langsung memahami maksud dan tujuannya Alfian bertanya seperti itu
"Sebentar lagi sih kita akan meeting di luar" jawab Donny dengan nada tegas
"Apa klien sudah datang?" tanya Alfian kepada Donny lagi
"Tadi aku dapat kabar kalau dia mau akan segera sampai, mungkin sekarang dia akan sampai" jawab Donny kepada Alfian
Alfian langsung menganggukkankan kepalanya dan kemudian menatap Sandra dengan tatapan meminta maaf
"Sandra aku harus segera mulai meeting hari ini, kamu mau bagaimana?" tanya Alfian kepada Sandra, berharap dia mau pergi dari kantornya
"Apa aku boleh menunggu disini?" tanya Sandra kepada Alfian
"Itu terserah kamu, tapi yang jelas setelah meeting dengan klien aku sama klien mau keluar mungkin sampai malam untuk survei lokasi, kamu mau menunggu sampai malam silahkan" jawab Alfian dengan suara datar
Sandra terdiam sebentar, dia kembali berpikir lalu kemudian dia berdiri dari tempat duduknya
"Aku pulang aja deh sayang, lagian aku juga sibuk harus mencari wedding organizer lagi" ucap Sandra
sambil tersenyum ke arah Alfian
"Ya sudah hati hati di jalan, kabarin kalau sudah sampai rumah maaf belum bisa temani kamu hari ini" ucap Alfian dengan nada pura pura penuh dengan penyesalan
"Oh iya tidak apa apa kok sayang, aku tahu kamu lagi sibuk lagian juga aku yang salah harusnya aku tidak menganggu kamu" ucap Sandra sambil menghampiri Alfian dan mencium pipi Alfian
"Kamu hati hati di jalan ya" kata Alfian
"Iya nanti aku kabarin lagi" jawab Sandra
Sandra lalu melangkah pergi meninggalkan ruangan kantor Alfian tanpa menghiraukan ada Donny disana, tidak lupa dia menutup pintu ruangan kantor Alfian Donny hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat kelakuan Sandra yang sangat menyebalkan
"Kok bisa ya ada cewek kayak gitu" kata Donny tidak habis pikir
"Bisalah itu orangnya" jawab Alfian sambil menghela nafas panjang dan menghembuskan lewat mulutnya
"Akhirnya dia pergi juga" gumam Alfian yang didengar oleh Donny, membuat Donny tertawa sendiri
"Makanya jangan kebanyakan sandiwara, lihat tuh akhirnya seperti apa harusnya dari kemarin Lo udah tangkap tuh cewek Amazon" ujar Donny kepada Alfian setengah meledek Alfian
"Diem Lo" ujar Alfian kesal karena diledek oleh Donny
__ADS_1
"Lah lagian loe mah aneh aneh aja harusnya sudah ketangkap dari kapan tuh cewek Amazon tapi loe malah pake acara ulur waktu" balas Donny ga mau kalah
Alfian terdiam membenarkan apa yang dikatakan oleh Donny, namun nasi sudah menjadi bubur tinggal dimakan sekalian