Dia Musuhku

Dia Musuhku
Bab 85


__ADS_3

"Apa?" tanya Hera dengan wajah kebingungan masih menatap Donny dengan pandangan bertanya


"Tidak apa apa, ayok kita berangkat" jawab Donny sambil menggandeng tangan Hera dengan erat


Sementara Hera melihat Donny dengan pandangan heran, ingin bertanya tapi dia diam saja, dia tidak ingin merusak momen seperti ini, kalaupun nanti memang tidak ada harapan untuknya biarlah ini menjadi kenangan indah buat dirinya, begitu pikir Hera


Hera masih digandeng erat oleh Donny hingga sampai ke pintu mobil, Donny membukakan pintu mobil untuk Hera, dan Hera langsung naik tanpa berkata apapun karena pikirannya sedang berkelana jauh, begitu juga dengan Donny dia juga tidak banyak bicara sama sekali


"Kita mau kemana ini?" tanya Hera yang akhirnya memecah kesunyian didalam mobil


"Makan " jawab Donny pelan masih fokus menyetir mobil


"Elo yang traktir ya" kata Hera lagi


"Iya tenang aja, mau makan dimana?" tanya Donny


Tiba tiba Hera sangat ingin sekali makan di tempat yang dulu dia sama kedua orangtuanya makan


"Ada tempat yang ingin gw kunjungi, disana tempat makannya sangat enak dan suasananya juga nyaman" kata Hera


"Elo bisa tunjukkin jalannya?" tanya Donny


"Bisa, dan semoga gw masih ingat " jawab Hera


Hera langsung membuka aplikasi maps, dan kemudian menunjukkan jalan tempat dimana dirinya dan keluarganya makan malam kepada Donny


"Apa masih jauh?" tanya Donny masih fokus dengan kendaraannya


"Sebentar lagi sudah sampai " jawab Hera menatap layar handphonenya


"Didepan belok kana, kemudian lurus dan berhenti di sebelah kiri" kata Hera memberikan arahan kepada Donny


Donny langsung segera tancap gas, dan sesuai arahan dari Hera mereka pun sudah sampai, tempat itu berupa restorant yang tengah tengah nya terdapat danau yang lumayan besar, sementara ditengah tengah danau terdapat beberapa saung saung yang akan diantar oleh perahu ke saung saung tersebut, sambil menikmati pemandangan danau di malam hari


Sementara restorannya sendiri terdiri dari dua tempat yaitu indoor dan outdoor, dan banyak lampion lampion serta lampu lampu yang menerangi jalan masuk ke arah restorant, masuk ke dalam mereka sudah di sambut dengan beberapa orang pelayan, mereka berdua segera diarahkan ke meja makan, Hera dan Donny memilih tempat yang dekat dengan saung di sebelah danau


Donny menatap ke sekeliling tempat, pelayan memberikan buku menu untuk mereka pesan, mereka pun langsung memesan makanan dan minuman mereka, saat itu tidak terlalu banyak pengunjung yang datang


"Elo suka datang kemari?" tanya Donny menatap Hera lalu dia memandang ke sekelilingnya lagi "Ga terlalu sering sih, cuman disini makanannya enak enak" jawab Hera


Tidak lama kemudian makanan pun datang dan mereka menyantap makanan dalam diam, mereka menikmati makanan dengan suasana di malam hari


"Elo sudah pengen pulang?" tanya Donny


"Terserah elo kan supirnya, secara gw ikut elo" jawab Hera sedikit mengejek


"Jangan coba coba denganku Hera" kata Donny dengan suara dingin


"Sorry" kata Hera pelan


"Boleh gw nanya elo?" tanya Hera menatap Donny


"Nanya apa?" tanya Donny menatap Hera lekat


"Ada apa elo hari ini?" tanya Hera ingin tahu


"Maksud elo?" tanya Donny balik balas memandang Hera


"Elo tiba tiba ngajakin gw makan, elo tiba tiba pengen datang ke rumah gw dan elo tiba tiba perhatian sama gw, jujur deh ada apa sama elo?" tanya Hera serius memandang Donny


Donny terdiam sejenak, memandang Hera sejenak dia masih menimbang apakah ingin menceritakan atau tidak kepada Hera


"Kalau elo ga mau cerita gw ga akan maksa tapi gw minta sama elo please menjauh dari gw, jangan kasih gw harapan lebih kalau elo ga bisa buka hati buat gw itu saja" kata Hera dengan nada tegas


Donny tidak membalas dan tidak ada reaksi atas kata kata Hera


"Gw ga bisa janji" akhirnya Donny berkata seperti itu kepada Hera


Hera yang mendengar itu langsung merasa kesal sendiri


"Elo jahat" kata Hera dengan suara agak sedih


"Sorry gw ga bisa janji Hera, nanti gw akan cerita tentang semuanya, tapi nanti ya tunggu gw siap dulu" kata Donny sembari menatap ke Hera memohon pengertiannya


"Oke tapi kalau begitu biar gw yang menjaga jarak dari elo, elo ga mau itu hak gw dan hak gw juga untuk menjaga jarak dari elo" ujar Hera bersikeras


Donny diam tidak berkata apa apa, dia hanya merasa kali ini dia sangat bingung dengan perasaannya kali ini

__ADS_1


"Don gw mau pulang" kata Hera dengan nada datar, dia langsung berdiri dari meja makan meninggalkan Donny yang masih duduk lalu dia langsung membayar tagihan makanan dan kemudian menyusul Hera keluar


Hera sudah merasa benar benar kecewa dengan Donny, baginya sudah tidak ada harapan lagi untuk bersama dengan Donny, mungkin dia yang harus pergi dari hidupnya


Hera mencoba untuk menahan tangis, tapi entah kenapa air mata tidak dapat terbendung lagi, rasanya sangat begitu sakit tapi dia bisa apa, begitu melihat Donny menghampirinya buru buru dia usap air matanya, dia mencoba bersikap biasa saja seolah olah tidak terjadi apa apa, dia tidak ingin Donny curiga kepadanya


"Ayo naik mobil" kata Donny, begitu Donny sampai di hadapan Hera, Hera hanya mengangguk diam, di dalam mobil Hera hanya diam dan pura pura untuk tidur, dia merasa hari itu sudah sangat berasa lelah hati dan perasaannya


Sesampainya di rumah Hera, Donny menghentikan mobilnya, Donny yang melihat Hera tertidur, dia langsung inisiatif membuka sabuk pengamannya, namun begitu Donny mau membuka sabuk pengamannya, tiba tiba Hera terbangun dan mata mereka saling bertatapan satu dengan yang lain, tubuh mereka saling berdekatan, mereka berdua saling mematung, Hera yang akhirnya memecahkan kecanggungan antara mereka berdua


"Sudah sampai?" tanya Hera dengan suara sedikit serak


"Iya sudah sampai " jawab Donny


Donny langsung memundurkan tubuhnya, sementara Hera terlihat salah tingkah


"Aku turun dulu " kata Hera, Donny hanya menganggukkan kepala sembari menggaruk tengkuknya yang tidak gatal


"Hera " panggil Donny seketika, sebelum Hera turun dari mobil


Hera langsung menoleh seketika menatap Donny, menunggu kalimat Donny selanjutnya, hening sejenak hingga akhirnya Donny berkata


"Selamat malam "


"Oh iya selamat malam, hati hati di jalan, terima kasih untuk hari ini" jawab Hera mencoba untuk tersenyum


"Iya terima kasih juga elo udah mau temenin gw makan malam" balas Donny tersenyum


"Gw masuk dulu" kata Hera


Donny hanya menganggukkan kepalanya pelan, sepeninggal Hera, Donny masih menatap punggung Hera hingga hilang dari pagar rumah Hera


Menghela nafas panjang Donny menyalakan mesin mobil lalu menjalankan mobilnya dengan kecepatan sedang, menembus ke kegelapan malam


Sementara itu di rumahnya Alfian, tampak Diandra, Lagian dan beserta kedua orangtuanya Alfian tampak tengah berbincang bincang


"Jadi kapan rencana kalian mulai dijalankan?" tanya Tuan Wijaya kepada Alfian anaknya


"Besok saya ada rencana mau bertemu dengan kedua orangtuanya Sandra" jawab Alfian dengan suara serius


"Dan mungkin dengan cara ini, mereka bisa percaya kepada saya pa, secara saya tahu pasti bahwa kedua orangtuanya Sandra sangat ingin saya datang " kata Alfian lagi


Alfian tampak berpikir sebentar lalu berkata dengan suara yakin


"Mungkin saya akan terus mengelak sampai saya mendapatkan tujuan itu, tapi kalaupun memang tidak bisa dihindarkan lagi aku sudah ada rencana akan mengadakan lamaran palsu"


Diandra langsung menatap Alfian, dan Alfian membalas tatapan matanya Diandra


"Kamu ga masalah kan sayang?" tanya Alfian meminta persetujuan dari Diandra


"Aku tidak masalah yang penting semuanya cepat selesai " jawab Diandra dengan suara tegas


"Mama tahu perasaan hati seorang wanita, tapi mama berharap kalian harus bisa saling percaya satu dengan yang lainnya, mama juga meminta kepada Alfian bersikaplah sewajarnya jika di depan Diandra jangan terlalu berlebihan" nasihat Nyonya Wijaya kepada Alfian


"Iya ma, Alfian juga akan berusaha menjaga hati Diandra" ucap Alfian sembari menatap Diandra


"Dan untuk kamu Diandra, mungkin nanti akan ada kecemburuan disana, atau ketidakyakinan kamu terhadap Alfian pesan mama cuman satu, jangan pernah memutuskan sesuatu dengan hati yang emosi atau dengan kemarahan karena akibatnya pasti akan fatal, tetap terus berpikir jernih dan jika kalian sudah sepakat memutuskan ini berdua harusnya di hati kalian buang semua keraguan" nasihat Nyonya Wijaya juga terhadap Diandra


"Iya Tante, Diandra janji akan selalu ingat nasihat yang Tante berikan kepada Diandra" kata Diandra dengan suara pelan


"Om cuman minta jangan sampai kalian kebablasan, ingat hati hati dengan yang namanya api, karena itu bisa terbakar tanpa kalian sadari" timpal Tuan Wijaya kepada mereka berdua


"Pa, ma kami hanya meminta doa restu dari kalian, semoga semuanya akan baik baik saja dan tidak ada kendala apapun" ucap Alfian dengan takzim


"Kami akan selalu mendoakan kalian, dan kami meminta berhentilah jika memang sudah harus berhenti " jawab Tuan Wijaya dengan nada tulus


"Terima kasih Om Tante, terima kasih banyak" jawab Diandra dengan terharu


Setelah cukup lama mereka mengobrol, akhirnya Diandra dan Alfian memutuskan untuk pulang


"Hari ini kamu pulang ke apartemen atau rumah?" tanya Nyonya Wijaya kepada anaknya


"Rencananya pulang ke apartemen sih ma, tapi ga tau deh nanti" jawab Alfian sembari menatap Diandra penuh arti namun yang ditatap malah berpura pura tidak mendengarnya


"Memangnya kamu ada rencana pulang kemana lagi?" tanya Nyonya Wijaya dengan pandangan menyelidik kepada Alfian


Alfian hanya tersenyum nyengir, sambil menjawab tanpa rasa berdosa

__ADS_1


"Itu rahasia ma"


"Dia itu kebiasaan menginap di rumah saya Tante" jawab Diandra polos


"Di..kamu kok malah buka buka rahasia sih" protes Alfian kepada Diandra


"Rahasia apaan, itu mah bukan rahasia lagi tapi kebiasaan" ketus Diandra kepada Alfian


Sementara kedua orangtuanya Alfian malah justru mentertawakan anaknya


"Begituan Alfian kalau sudah jadi budak cinta, harap maklum ya nak, anak Tante emang seperti itu sama seperti papanya dulu" kata Nyonya Wijaya di sela sela tawanya


"Kok kaya aku sih ma, tapi ga apa apa yang penting papa tetap cinta sama mama" balas Tuan Wijaya sambil menggoda isterinya, yang membuat isteri tercintanya tersenyum malu


"Kalian ini apa gag malu, kita ini dianggap nyamuk apa ya" sungut Alfian kesal menatap kedua orang tuanya yang seperti remaja baru mengenal cinta


"Makanya buruan nikah, biar bisa kayak kami berdua" ledek Tuan Wijaya kepada mereka berdua, yang langsung membuat mereka berdua menjadi salah tingkah dalam sekejap


"Sudahlah kamu pulang dulu, biar papa sama Mama bisa puas maen gombal gombalan" kata Alfian sambil berdiri


"Iri tanda tak mampu Alfian " ledek Tuan Wijaya lagi, begitu melihat anaknya agak sedikit sewot


"Gag, siapa bilang kita itu, kita ini cuman disuruh bersabar saja bener ga Di?" tanya Alfian meminta pembelaan kepada Diandra, Diandra hanya diam tertunduk malu sambil tersipu


"Ya sudah sana pulang, katanya mau pulang" kata Tuan Wijaya mengusir anaknya


"Buset anak sendiri diusir dasar orang tua ga ada akhlak" gumam Alfian pelan, Diandra yang mendengar itu langsung melotot kepada Alfian


"Sorry" kata Alfian pelan


"Om Tante, Diandra pulang dulu ya" kata Diandra sopan


"Oh iya hati hati di jalan nak, salam buat orang di rumah " ucap Nyonya Wijaya sambil tersenyum kepada Diandra


"Iya hati hati di jalan, ingat kalau Alfian ingin menginap lagi suruh tidur di teras aja " kata Tuan Wijaya enteng


"Apaan sih pa ga lucu tau " jawab Alfian tidak suka


"Lah kamu sudah ada rumah, sudah ada apartemen masa masih tidur di rumah orang, nanti kalau sudah sah boleh" jawab Tuan Wijaya tidak mau kalah sama anaknya


"Sudah sudah kalian ini berantem terus seperti tom and jerry, nanti kalau ga ketemu main cari carian" kata Nyonya Wijaya melerai anak dan ayah itu


Setelah mereka berdua berpamitan, Alfian langsung menyalakan mesin mobilnya dan meluncur dan bergabung dengan jalanan ibukota yang saat itu tidak terlalu padat


"Aku ke apartemen aku dulu ya" kata Alfian sambil menyetir mobil


"Kenapa ga langsung ke rumah aku dulu?" tanya Diandra heran


"Aku mau nginap di rumah kamu" jawab Alfian enteng


"Suka suka kamulah " jawab Diandra sambil menatap ke arah jendela


"Kamu kalau cemberut makin tambah cantik deh " gombal Alfian


"Iya iya, ya udah tapi ambil bajunya jangan lama lama ya, aku ngantuk" kata Diandra


"Beneran nih dibolehin nginep?" tanya Alfian dengan nada senang


"Nanya lagi aku ga ijinin loh " jawab Diandra dengan nada mengancam


Sesampainya Alfian ke apartemen, Alfian bersama dengan Diandra langsung masuk ke dalam apartemen, mereka sambil menunggu lift untuk membawa mereka ke tempat Alfian, begitu lift apartemen Alfian terbuka, mereka berdua langsung masuk ke dalam, dan Alfian langsung memencet tombol lift menuju ke lantai Diaman Alfian tinggal


Sesampainya mereka di tempat Alfian,Alfian langsung membuka pintu apartemen dengan kunci password lalu mereka berdua masuk ke dalam


"Kamu tunggu dulu sebentar disini, kalau mau minum ada di dapur, aku tidak akan lama" kata Alfian sambil menyuruh Diandra untuk duduk di sofa, Diandra dengan patuh langsung duduk di sofa dan menunggu Alfian mengambil baju ganti sambil memainkan gadgetnya


Setelah itu mereka kembali ke dalam mobil, dan pergi menuju ke rumah Diandra, hingga mobil berhenti tepat di depan rumah Diandra


Diandra tiba tiba kaget begitu melihat Hera keluar dari mobilnya, lalu memanggil Alfian dengan menepuk bahu Alfian yang saat itu sibuk mengambil kunci mobil dari kontaknya


"Itu bukannya Hera ya?" tanya Diandra kepada Alfian, yang sontak membuat Alfian melihat ke depan mengikuti pandangan dari Diandra


"Iya itu benar, tumben dia kembali lagi ada apa ya?" tanya Alfian penasaran


"Biasanya kalau begini dia itu sedang galau" jawab Diandra masih fokus dengan Hera yang sedang sibuk memeriksa mobilnya


"Aku keluar dulu ya Al " kata Diandra yang langsung buru buru keluar dan membiarkan Alfian seorang diri di mobil

__ADS_1


"Anak itu belum sempet aku iyakan udah main kabur duluan " gerutu Alfian sambil menggelengkan kepalanya, lalu dia tersenyum sambil berkata dengan suara pelan


"Untung calon bini"


__ADS_2