
"Alfian, kamu itu mama telpon telponin gag diangkat angkat juga gimana sih!" teriak Nyonya Francie dari arah pintu sambil menatap anaknya dengan sangat kesal
Nyonya Francie tidak menyadari ada Diandra disana, Diandra sendiri yang langsung buru buru berdiri dari pangkuan Alfian dengan wajah memerah menahan malu, dan dia berharap Nyonya Francie mamanya Alfian tidak melihat adegan pangku pangkuan tadi, rasanya saat itu Diandra sangat ingin sekali menghilang dari hadapan mereka
Diandra langsung mundur beberapa langkah, sementara Nyonya Francie masih memandang fokus ke arah Alfian dengan tatapan kesal dia langsung menghampiri Alfian
"Kamu ngapain saja sih ga dengar telpon mama?" tanya Nyonya Francie dengan nada kesal kepada anaknya dan sekarang dia berhadapan dengan anaknya namun masih terhalang meja kerjanya Alfian
"Mama telpon aku?" tanya Alfian kepada Nyonya Francie
"Masih nanya lagi kamu, coba kamu lihat handphone kamu sudah berapa banyak panggilan yang masuk" kata Nyonya Francie memerintahkan anaknya Alfian untuk melihat handphonenya
Alfian langsung mengambil handphone dari sakunya, dan begitu dilihat memang benar ternyata ada panggilan tidak terjawab dari mamanya
"Maaf aku sibuk, ada apa mama kemari?" tanya Alfian menatap mamanya penuh tanya
"Besok malam mama ada acara arisan sama teman temannya mama, mama mau ajak Diandra untuk ikut sama mama, kira kira dia mau tidak?" tanya Nyonya Francie kepada Alfian
"Tanyakan saja sama orangnya langsung kenapa harus tanya sama saya" jawab Alfian
"Loh memang anaknya ada disini?" tanya Nyonya Francie menatap Alfian dengan pandangan bingung
"Ma anaknya ada disini di belakangnya aku persis " kata Alfian sabar
Nyonya Francie langsung melihat ke belakang kursinya Alfian, disana dia melihat Diandra lagi berdiri dan sedang salah tingkah sendiri
"Loh ternyata kamu memang benar ada disini" kata Nyonya Francie
Diandra yang seperti seorang anak yang sedang ketahuan ambil permen langsung tersenyum kikuk
"Tante " sapa Diandra
"Ya sudah mumpung anaknya ada disini, langsung Tante tanyakan saja ke dia" kata Nyonya Francie lebih bermonolog pada dirinya sendiri
"Jadi bagaimana Diandra apa kamu mau ikut sama Tante?" tanya Nyonya Francie kepada Diandra
"Kemana Tante?" tanya Diandra menatap Nyonya Francie ingin tahu
"Besok malam jam tujuh ada acara pertemuan sekaligus acara arisan di hotel, Tante ingin kamu ikut, Tante ingin memperkenalkan kamu dengan teman teman Tante yang lain, kamu mau kan ikut nak?" tanya Nyonya Francie kepada Diandra
Diandra yang mendengar ajakan Nyonya Francie mamanya Alfian langsung terdiam sesaat
"Tapi Tante, apa tidak memalukan kalau aku ikut?" tanya Diandra dengan ragu
__ADS_1
"Aduh kamu tuh ya, jangan berpikiran seperti itu ingat apa kata Tante jangan pernah merasa diri itu rendah, kamu harus percaya diri dan anggap saja kamu sedang belajar untuk bersosialisasi dan bergaul dengan orang-orang yang ada di atasnya kamu biar kamu tahu dan belajar berhubungan baik dengan mereka, apalagi sebentar lagi kamu akan menjadi isterinya Alfian" kata Nyonya Francie sambil memberikan nasihat
Diandra menatap Alfian untuk memberikan pendapatnya
"Apa yang dikatakan mama itu memang benar Di, ikutlah" ucap Alfian memberikan pendapatnya
"Ya sudah baik Tante aku mau ikut Tante" jawab Diandra pada akhirnya
"Bagus kalau begitu, nanti Alfian yang akan menjemput kamu jam tujuh malam besok" ucap Nyonya Francie tersenyum puas menatap ke arah Diandra
"Alfian mama minta sama kamu tolong ubah calon menantu mama menjadi seorang gadis yang sangat cantik sampai semua orang terpana memandang dirinya" perintah Nyonya Alfian kepada anaknya Alfian
"Lah kalau dia jadi cantik terus banyak yang ingin menjadi menantu teman temannya mama bagaimana?" tanya Alfian kepada Nyonya Francie
"Kamu ini, gag mungkin lah kan ada mama yang jaga Diandra, sudah kamu tenang saja mama ingin Diandra besok malam harus membuat yang lain terpana buat melihatnya, paham kamu kan tugasmu apa" kata Nyonya Francie memberikan perintahnya lagi kepada Alfian
"Iya ma " jawab Alfian dengan malas
"Alfian" ucap Nyonya Francie dengan nada penuh penekanan, begitu mendengar anaknya menjawab malas malasan
"Iya ma, Alfian akan merubah Diandra menjadi sangat sangat cantik besok, sampai sampai mama sendiri tidak mengenali Diandra lagi " janji Alfian kepada Nyonya Francie
Nyonya Francie langsung tersenyum puas mendengar anaknya Alfian berkata dengan sungguh sungguh
"Gitu dong, itu baru namanya anaknya mama" ucap Nyonya Francie senang
"Lagi semedi dia ma" jawab Alfian asal
"Semedi gimana maksudnya kamu?" tanya Nyonya Francie menatap Alfian dengan rasa ingin tahu
"Semedi mencari petunjuk bagaimana caranya mengejar seorang wanita yang pernah mencintainya dulu" jawab Alfian lagi
"Alfian mama serius" ujar Nyonya Francie kesal kepada anaknya, karena selalu menjawab pertanyaan dirinya sambil bercanda
"Alfian juga serius mah" kata Alfian kesal karena disangka bercanda
"Memangnya dia suka sama siapa?" tanya Nyonya Francie ingin tahu
"Mamah kepo" jawab Alfian asal
"Alfian, mama tanya sama kamu dia memangnya suka sama siapa?" desak Nyonya Francie
"Sama Hera ma" jawab Alfian pada akhirnya
__ADS_1
"Hera" gumam nyonya Francie , dia seperti berpikir dan mengingat ingat sesuatu
"Oh temen kalian ya" kata Nyonya Francie pada akhirnya
"Sahabatnya Diandra mah" jawab Alfian pendek
Nyonya Francie mengangguk anggukan kepalanya
"Harusnya dia belajar sama mama bagaimana cara mendapatkan pasangan hidup" ucap Nyonya Francie dengan bangga
"Please mah, Alfian sudah denger cerita itu dan Alfian bosan berkali kali mamah menceritakan itu sama Alfian" kata Alfian menatap tajam ke arah Nyonya Francie agar tidak lagi menceritakan hal yang sama
"Mungkin nanti Diandra ingin mendengarkannya" kata Nyonya Francie menatap Diandra sambil tersenyum
"Boleh Tante kalo ada waktu" ucap Diandra membalas senyuman Nyonya Francie
"Jangan ajari Diandra hal yang aneh aneh mah, lagian Diandra sudah punya Alfian ga boleh ada yang merebut Alfian dari Diandra" ucap Alfian dengan nada tegas
"Iya iya Diandra hanya milik Alfian seorang" ledek Nyonya Francie
Nyonya Francie menatap jam di tangannya, tidak terasa jam di tangannya sudah menunjukkan pukul dua belas siang
"Mau makan siang dimana?" tanya Nyonya Francie tiba tiba sambil menatap Diandra dan Alfian bergantian
"Memangnya mama mau traktir?" tanya Alfian kepada Nyonya Francie
"Kamu memangnya jadi CEO sekaligus pemilik perusahaan tidak punya uang?" sindir Nyonya Francie sambil bertanya
"Siapa tau saja mama mau traktir kita berdua" jawab Alfian pendek
"Ayok makan, ada rumah makan enak disekitar sini dan suka ramai kalau jam makan siang" kata Nyonya Francie sambil mengajak Alfian dan Diandra untuk makan siang
"Ayo tunggu apa lagi" kata Nyonya Francie dengan nada tidak sabar, sementara dia sendiri sudah berdiri dari tempat duduknya dan menatap ke arah Alfian dan Diandra
"Ayok Diandra" kata Alfian akhirnya berdiri sambil menarik tangan Diandra di depan Nyonya Francie
"Cie cie yang saling pegangan tangan sudah kayak mau nyebrang" ledek Nyonya Francie kepada Alfian
"Mama berisik deh" balas Alfian kesal, karena diledek sama mamanya sendiri
Mereka bertiga langsung menuju bassement lewat lift
"Tadi mama naik apa?" tanya Alfian kepada Nyonya Francie mamanya
__ADS_1
"Naik mobil, tadi diantar sama pak Sukri, cuman mama suruh tunggu diluar, nanti mama suruh ikutin kita aja" jawab Nyonya Francie
Tidak lama kemudian pintu lift terbuka dan mereka bertiga masuk ke dalam lift menuju ke lantai bassement