
Diandra yang mendengar itu langsung merasa hatinya menjadi tenang, dia yang dulunya merasa tidak ada yang mau menyukainya karena dia yang mudah berubah, hanya karena dia ingin bisa membela dirinya dari Bullyan orang orang yang tidak suka dengannya atau dia ingin membela orang orang yang dia sayangi
"Aku takut dirimu membenci aku dan kamu melihat aku yang selalu berubah seperti ketika dalam kondisi seperti itu , kamu akan menjauh dari aku" kata Diandra lirih dengan suara yang berbisik
"Aku sudah bilang padamu, kalau aku memilih kamu itu artinya aku sudah siap dengan segala kekurangan dan kelebihan kamu, dan aku mencintai kamu karena semua kekurangan kekurangan kamu bukan kelebihan kamu" ucap Alfian
Diandra terdiam mencoba mencerna semua kata dan ucapan dari Alfian
"Kita masuk ke dalam yuk" ajak Alfian yang disambut anggukan oleh Diandra
Alfian langsung menggandeng tangan Diandra menuju pintu rumah Diandra, sesampainya di depan pintu rumah Diandra, Alfian langsung mengetuk pintu dan yang keluar adalah sanga ayah dari Diandra
"Malam ayah " kata Alfian mengucapkan salam kepada ayah Diandra sembari mengulurkan tangan menyalami ayahnya Duandra
"Malam" balas ayah Diandra sambil menerima uluran tangan Alfian
"Tumben malam baru pulang?" tanya Ayah Diandra kepada Alfian
"Iya tadi ada urusan " jawab Alfian
"Kalian sudah makan?" tanya ayah Diandra menatap Diandra dan Alfian secara bergantian
"Belum " jawab Alfian singkat
"Masuklah dulu kalian, kebetulan bunda sedang memasak makan malam" ajak ayah Diandra menyuruh Diandra dan Alfian masuk ke dalam
"Mohon maaf malam ini ga bisa dulu, karena saya lagi ada urusan" ucap Alfian
Ayah Diandra menatap Alfian lalu Diandra langsung menimpali kata kata dari Alfian
"Iya ayah, Alfian sedang ada urusan, jadi malam ini dia belum bisa makan bersama dengan kita"
"Maafkan saya om, mungkin lain kali saya janji akan makan malam dengan kalian" ucap Alfian dengan penuh penyesalan
Ayah Diandra tampak berpikir sebentar, lalu akhirnya mengangguk sambil tersenyum
"Ya sudah kalau begitu, ayah akan masuk ke dalam" kata ayahnya Diandra meninggalkan mereka berdua
"Aku pulang dulu ya " pamit Alfian kepada Diandra, Diandra menganggukan kepalanya
"Kamu hati hati ya" ucap Diandra pelan
"Tenang saja, mereka belum tahu siapa Alfian" seringai Alfian
"Ya sudah sana pergi" ucap Diandra
__ADS_1
"Kamu ngusir aku?" tanya Alfian dengan nada sedih
"Issh siapa yang mengusir kamu juga" jawab Diandra tersenyum
"Aku akan langsung bertemu dengan mereka" ucap Alfian
"Loh ga ganti baju dulu?"
"Buat apa, kayak mau ketemuan sama siapa saja"
"Calon mertua palsu" ledek Diandra
Alfian langsung menatap Diandra dengan tidak suka
"Aku ga suka kamu bicara seperti itu Di" kata Alfian dengan nada serius
"Sorry" jawab Diandra penuh dengan rasa penyesalan
"Lain kali aku ga mau kamu berkata seperti itu lagi" ucap Alfian kali ini dengan muram
"Iya aku minta maaf Alfian, ayok dong kamu jangan marah kayak gitu, nanti aku sedih lagi loh" kata Diandra berpura pura sedih
Alfian langsung membelai rambut Diandra dan mencium kening Diandra dengan ciuman yang cukup lama
"Issh kamu sudah kaya apaan sih" ujar Diandra
"Kamu janji ya setelah semuanya selesai kita menikah " kata Alfian sambil meminta Diandra untuk berjanji
"Iya aku janji, setelah masalah ini selesai kita akan menikah" jawab Diandra dengan penuh keyakinan
Tiba tiba telpon dari Alfian berdering didalam kantong celananya, Alfian langsung mengambil handphonenya dan melihat siapa yang menelepon dirinya, tertera nama Sandra yang sedang menelpon dirinya, sambil berdecak kesal Alfian mengangkat telponnya
"Ada apa Sandra?" tanya Alfian dengan suara datar
"Kamu dimana?. Aku sudah menunggu kamu ini di rumah" kata Sandra bertanya dengan suara yang tidak sabar
"Masih di jalan, kamu sabar tunggu disitu aku janji akan menjemput kamu di rumah" jawab Alfian masih dengan suara datarnya
"Ya sudah aku tunggu kamu loh, karena papa dan mama sudah dari tadi menelpon aku" ucap Sandra dengan manja
Tanpa banyak cakap lagi Alfian langsung menutup handphonenya dan memasukkannya ke dalam kantong celananya
"Siapa?" tanya Diandra sambil menatap Dian dengan penuh rasa ingin tahu
"Biasa siapa lagi kalau bukan Sandra, dia menanyakan keberadaan aku" jawab Alfian kesal
__ADS_1
"Ya sudah kamu kesana gih, nanti dia malah tambah makin uting uringan lagi" ujar Diandra menyuruh Alfian untuk pergi
"Aku jalan dulu ya" pamit Alfian
"Iya hati hati" jawab Diandra
Alfian langsung pergi ke luar dari rumah Diandra meninggalkan Diandra di depan pintu, setelah Alfian sudah menghilang dari depan matanya sambil menghela nafas panjang Diandra langsung masuk ke dalam rumah tidak lupa dia menutup pintu rumahnya
Sementara itu di mobil, Alfian langsung menyalakan mesin mobilnya dan kemudian dia melajukan kendaraannya menuju ke apartemen Sandra untuk menjemput Sandra
Sesampainya Alfian di apartemenya Sandra, Alfian langsung turun dari dalam mobil dan kemudian pergi ke dalam gedung apartemen dan kemudian memencet tombol lift untuk menuju ke tempat dimana Sandra berada, ketika pintu lift terbuka, Alfian langsung naik ke atas dan kemudian dia keluar menuju ke tempat Sandra berada, sesampainya disana Alfian menekan bel pintu lalu muncullah seorang gadis cantik berambut panjang dengan gaun warna hitam bertali spagetti yang membukakan pintu sambil tersenyum manis ke arah Alfian
"Sayang kamu kok lama sekali?" tanya Sandra dengan manja, berusaha untuk mencium Alfian namun Alfian buru buru melengos
Sandra menatap Alfian dengan pandangan kesal
"Sorry, aku takut kamu mencium bau asem dari tubuhku karena aku belum bertukar pakaian, aku langsung menuju kemari untuk jemput kamu" ucap Alfian berusaha memberikan pengertian kepada Sandra
"Loh kenapa kamu tidak sempat berganti pakaian?' tanya Diandra heran
"Aku banyak pekerjaan, hari ini aku harus menemui banyak client" jawab Alfian berbohong
"Oh begitu ya sudah ga apa apa, ayok kita jalan papa sama Mama sudah nunggu kita" ajak Sandra sambil menggandeng lengan Alfian, mereka seperti pasangan yang terlihat sedang kasmaran, dimana sang perempuan sangat begitu dekat dan intim berjalan bersisian dengan sang pria
"Kamu ga keberatan kan jalan sama aku dengan kondisi Seperti ini?" tanya Alfian begitu mereka masuk ke dalam mobil
"Loh kenapa, aku ga apa apa kok, kamu datang saja aku senang banget" jawab Sandra sambil memasang sabuk pengaman
"Kamu sudah siap?" tanya Alfian kepada Sandra
"Sudah, ayok kita jalan" kata Sandra kepada Alfian sambil tersenyum
Alfian tidak menanggapi senyuman dari Sandra, dia langsung menyalakan mesin mobilnya dan kemudian mengendarainya dengan kecepatan sedang
Mereka berdua terdiam,tidak ada yang memulai percakapan sama sekali hingga Sandra merasa sangat bosan dengan keheningan didalam mobil itu, akhirnya dia sendiri yang memutuskan untuk memulai pembicaraan
"Kamu lagi capek ya?" tanya Sandra
" Enggak, kenapa memangnya?" tanya Alfian heran
"Aku pikir kamu lagi lelah, sampai kamu mendiamkan aku seperti ini" ujar Sandra dengan nada kecewa
"Aku lagi fokus nyetir mobil Sandra, kamu tau kan kalo fokus setir mobil aku paling malas buat bicara" jawab Alfian mencoba memberikan alasan agar Sandra tidak marah dengannya, karena Alfian tidak ingin membuat mereka curiga, meski sejujurnya Alfian merasa sangat tidak menyukai sandiwara seperti ini
Sandra langsung kembali terdiam begitu mendengar alasan dari Alfian, hingga akhirnya dia memilih untuk mendengarkan radio yang dia nyalakan sendiri di mobilnya Alfian, Alfian sendiri membiarkan Sandra untuk menyalakan radio di mobilnya dan membiarkan Sandra mencaylagu lagi yang ingin dia kenal, karena Alfian tidak i gin diganggu, dia sedang berusaha berpikir bagaimana caranya membuat Sandra dan keluarganya mengakui perbuatan mereka
__ADS_1