Dia Musuhku

Dia Musuhku
Bab 198


__ADS_3

"Hallo jeng, jeng apa masih disana?" tanya Nyonya Francie dari arah seberang, karena tidak mendapatkan jawaban apa apa dari calon besannya


"Oh iya Bu, saya masih disini lalu sekarang Diandra ada dimana?" tanya bunda Diandra dari arah seberang


"Diandra ada di rumah sakit sekarang, jeng bisa datang kemari" jawab Nyonya Francie lugas


"Baik saya akan segera kesana bersama dengan ayahnya Diandra" jawab Bunda Diandra cepat


"Saya tunggu ya jeng" ucap Nyonya Francie, lalu dia pun langsung menutup telponnya


"Apa dia sudah diperiksa sama dokter?" tanya Nyonya Francie menatap Donny dan Alfian secara bergantian


"Belum, nanti pas dia bangun aku akan menyuruh dia untuk periksa, kebetulan nanti dokter juga akan kesini" jawab Alfian tegas


Tidak lama setelah Alfian bicara begitu, Diandra langsung terbangun sambil menguap, begitu tahu ada calon mertuanya ada disana, Diandra langsung segera duduk sambil tertunduk malu karena sudah bangun kesiangan


"Maaf Tante saya terlambat bangun" ucap Diandra sambil tertunduk malu di hadapannya Nyonya Francie


Nyonya Francie langsung mendekati Diandra dan membelai rambut panjangnya Diandra


"Tidak apa apa Di, kamu butuh banyak istirahat nanti dokter akan kesini biar dia memeriksa sekalian kondisi kesehatan kamu bagaimana" ucap Nyonya Francie dengan lembut


Diandra yang mendengar dirinya akan diperiksa oleh dokter langsung menatap Nyonya Francie dengan pandangan terkejut


"Tidak usah Tante, saya benar benar tidak apa apa sekarang" ucap Diandra berusaha menolak secara halus


Nyonya Francie langsung tersenyum manis dan menatap Diandra dengan pandangan yang tegas


"Tidak, kamu harus tetap diperiksa, biar kami tahu kamu tidak terluka sedikitpun " jawab Nyonya Francie dengan suara yang tegas kali ini


Diandra terdiam tidak menyahut, baginya percuma membantah apa yang sudah menjadi perintah dari mamanya Alfian, jadi Diandra hanya menuruti apa yang diinginkan oleh Nyonya Francie mamanya Alfian


"Sayang mohon jangan salah sangka dulu, Tante itu khawatir dengan kondisi kamu terutama kondisi psikis kamu dan kondisi kamu saat ini, Tante harap kamu jangan salah sangka terlebih dahulu" kata Nyonya Francie sambil berbisik kepada Diandra, Diandra hanya menganggukkan kepalanya sambil tersenyum


"Tidak Tante, saya yang justeru merasa tidak enak sama Tante, karena telah membuat kalian menjadi susah karena saya" kata Diandra dengan nada sungkan


"Kamu kayak sama siapa saja Di" jawab Nyonya Francie sambil tertawa


Melihat keakraban mamanya dengan calon isterinya, hati Alfian menjadi sangat senang, dia merasa hatinya sangat bahagia dan hidupnya sudah sangat sempurna melihat keintiman mereka berdua


"Apa sudah ada kabar Don?" tanya Alfian kepada Donny yang sedang sibuk memainkan handphonenya


Donny menoleh sekilas ke arah Alfian


"Sudah, dan ini akan menjadi bukti yang memberatkan dan dengar dengar pelakunya kabur begitu saja" ucap Donny kepada Alfian


Alfian mendengar berita dari Donny dengan wajah yang serius


"Dan satu lagi gw dapet kabar dari Amel, kalau Sandra akan kesini" ucap Donny sambil menatap Alfian dengan pandangan antusias

__ADS_1


"Menarik" ucap Alfian


Diandra dan Nyonya Francie yang mendengar itu tampak sangat terkejut, berpikir betapa beraninya Sandra datang menjenguk Alfian padahal sudah dilarang untuk mendekati Alfian, bahkan Nyonya Francie sudah mengancam Sandra dan keluarganya untuk tidak lagi menganggu mereka, namun nyatanya ancamannya tidak digubris sama sekali bahkan Sandra anaknya malah berani melakukan tindakan nekat, hal yang tidak mereka pikirkan sama sekali


"Apa rencana Lo?" tanya Donny menatap Alfian dengan pandangan serius


"Gw akan membuka mulut Sandra agar dia mau mengakui perbuatannya kalau dia adalah dalang dari penculikan Diandra, dan gw ingin mendengar pengakuan langsung dari mulutnya" ucap Alfian dengan antusias


Diandra yang mendengar itu langsung tersenyum dan kemudian dia berkata kepada Alfian dengan nada serius


"Aku setuju, aku akan bersembunyi di balik tirai atau di kamar gorden, karena aku ingin tahu apa motif dia untuk menculik aku, sebuah tindakan yang tidak dapat ditolerir"


"Di maaf jika nantinya aku garus bersandiwara di hadapan kalian, tapi percayalah ini yang terbaik jika kita ingin mengusut tuntas kasus ini" kata Alfian dengan suara serius


" Kamu tenang saja, aku akan mendukung setiap rencana kamu walau apapun yang terjadi" ucap Diandra


"Mamah akan menyuruh dia bodyguard mamah untuk berjaga jaga jika Sandra datang, dan mamah akan menyuruh mereka bersiaga jika Sandra berusaha kabur setelah kita mendapatkan pengakuan darinya " kata Nyonya Francie yang langsung bangun dari kursi


"Tidak usah Tante, biar saya saja yang menyuruh mereka berdua untuk bersiap jika Sandra sudah datang" kata Donny yang langsung bangkit dari kursi menuju ke luar pintu ruangan kamar rumah sakit


"Terima kasih Donny, kamu memang selalu dapat diandalkan, harusnya Alfian menaikkan gajimu" ucap Nyonya Francie sambil setengah bercanda


"Dan itulah yang sedang saya lakukan Tante" jawab Donny dengan nada sopannya sambil melirik Alfian yang pura pura tidak mendengarnya


Setelah Donny keluar, Nyonya Francie langsung mendekati Alfian


"Saat ini belum ada ide, cuman nanti aku berharap kalian bisa bermain sandiwara di hadapannya Sandra agar dia tidak curiga sama sekali" ucap Alfian dengan suara serius


Nyonya Francie dan Diandra langsung menganggukkan kepalanya menyetujui apa yang sudah menjadi ide dari Alfian anaknya


Tidak berapa lama kemudian pintu kamar rumah sakit terbuka, tampak kedua orangtuanya Diandra bersama dengan Hera masuk begitu Nyonya Francie membukakan pintu kamar rumah sakit, bunda tampak memeluk Nyonya Francie dan ayah Diandra menyalami Nyonya Francie, mereka bertiga masuk ke dalam disusul oleh Donny


Bunda yang melihat Diandra langsung memeluk Diandra anaknya dengan erat, sambil menangis kencang tidak memperdulikan orang orang disekitarnya tampak suaminya mengusap punggung isterinya menenangkan isterinya yang menangis di pelukan Diandra


"Maafkan aku bunda, maafkan aku" kata Diandra dengan nada menyesal karena telah membuat kedua orangtuanya khawatir dan cemas di dalam pelukan bundanya


"Tidak apa apa nak, yang penting kamu sehat dan tidak kekurangan apapun bunda sudah senang" jawab bunda yang masih menangis'sesenggukan, Diandra terdiam mendengar jawaban bundanya, dia benar benar sangat menyesal karena telah mengambil keputusan yang cukup gegabah saat itu, tidak memikirkan perasaan kedua orangtuanya yang begitu cemas dan khawatir tapi semuanya sudah terjadi mau dikatakan apa lagi


"Apa kamu tidak apa apa nak, apa kamu tidak terluka nak?" tanya bunda melepaskan pelukannya sambil menatap Diandra dari atas kepala hingga bawah kaki, lalu memeriksa kondisi anaknya


Diandra menggelengkan kepalanya sambil tersenyum kepada Bundanya


"Aku baik baik saja bunda, aku tidak kekurangan apapun juga, aku selamat" jawab Diandra berusaha meyakinkan sang bunda


"Syukurlah kalau begitu, bunda lega mendengarnya" jawab bunda sambil menarik nafas lega


"Sekarang gantian ayah, ayah ingin memeluk putri ayah yang pemberani ini" ucap ayah kepada bunda, lalu bunda bergeser ke arah samping, memberikan kesempatan untuk suaminya memeluk anaknya Diandra


"Ayah, maafkan Diandra" ucap Diandra dengan nada menyesal

__ADS_1


"Tidak apa apa nak, semuanya sudah terjadi lain kali jika ingin berbuat sesuatu tolong dipikirkan matang matang, jangan membuat orang lain cemas dan khawatir " ucap ayahnya memberikan nasihat kepada Diandra


Diandra menganggukan kepalanya


"Iya ayah" ucap Diandra dengan nada patuh


Hera yang menatap Diandra, menahan kedua air matanya agar dia berusaha tidak menangis di hadapan orang banyak, namun apa daya ketika sudah mendekati Diandra tiba tiba dia langsung menghambur ke pelukan Diandra dan disana dia menangis sekencang-kencangnya


"Lo jahat, bener bener jahat kenapa sih Lo bikin orang khawatir saja" ucap Hera dengan nada kesal sambil menangis sesenggukan


"Sorry Hera, sorry " jawab Diandra dengan suara menyesal


"Gw janji ga akan mengulanginya lagi" kata Diandra berusaha menenangkan Hera yang masih menangis


"Loe tau gw takut kenapa kenapa sama Lo, gw takut Lo ga akan kembali dalam keadaan selamat, gw takut Lo bener bener hilang gw takut Di" ucap Hera melampiaskan semua perasaannya yang dari kemarin dia tahan


"Dan ketakutan elo sekarang sudah terhapuskan kan, gw disini dalam keadaan sehat waalfiat" ucap Diandra sambil menepuk punggung Hera


Hera melepaskan pelukannya begitu mendengar Lagian terbatuk batuk


"Sudah dulu ya tangisannya dan acara temu kangennya, kita hari ini mau menjebak Sandra agar dia mau mengakui perbuatannya" ucap Alfian lugas


"Apa, masih berani dia datang kemari?" tanya Hera dengan tidak percaya dan muka yang geram, dia merasa sangat marah begitu mendengar nama Sandra disebut


" Tenanglah dulu Hera, biarkan Alfian yang bicara" kata Diandra mengingatkan sahabatnya sambil menatap Hera


"Oke gw akan dengerin" jawab Hera dengan nada suara terpaksa


Alfian pun mulai menceritakan rencananya untuk menjebak Sandra, dan di lama rencana tersebut Diandra harus disembunyikan terlebih dahulu agar Sandra tidak tahu kalau Diandra sudah lolos dari penculikan tersebut, seluruh yang hadir mendengar dengan penuh perhatian


"Jadi bersikaplah seperti biasa, seolah olah tidak terjadi apa apa" kata Alfian mengakhiri pembicaraan


Donny tiba tiba mendapatkan pesan dari Amel jika mereka sudah sampai di rumah sakit dan saat ini sedang berada di parkiran


"Amel dan Sandra sudah datang mereka berdua masih di parkiran, kalian bersiaplah" kata Donny kepada yang lainnya, Alfian langsung menganggukkan kepalanya


"Semoga anak itu kena batunya" ucap Hera dengan nada geram, dia merasa sangat ingin menjambak rambutnya Sandra namun dia harus menahan diri


"Mereka sudah naik ke lift menuju ke mari, bersiaplah " ucap Donny kembali memperingatkan yang lainnya, Diandra ditempatkan di tempat yang aman yang dimana tidak ada yang curiga kalau Diandra ada disana yaitu di balkon


"Apa kamu tidak apa apa disana?" tanya Alfian khawatir kepada Diandra


"Kamu tenang saja, aku pernah menghadapi yang lebih dari ini, sudahlah Alfian jangan membuang waktu dengan kekhawatiran mu itu" kata Diandra dengan suara lembut namun tegas, Diandra langsung segera menuju balkon dan bunda langsung menutupi sedikit dengan tirai agar Diandra tidak kelihatan dari dalam, jendela balkon juga sengaja dibuka sedikit agar Diandra bisa mendengar pembicaraan antara Sandra dengan Alfian


Hera sudah menyiapkan rekaman, bunda dan ayah sendiri sudah berada di posisinya yaitu berdiri disebelah tempat tidurnya Alfian bersama dengan Nyonya Francie


Sementara Donny dan Hera tampak asyik mengobrol di sofa seolah olah hanya mereka berdua yang berada di ruangan itu, Donny merasa sangat senang bisa kembali berdekatan dengan Hera, tidak mau melepaskan kesempatan emas itu Donny langsung merangkul Hera dan membuat Hera langsung mendelik ke arah Donny, dia merasa sangat risih sekali diperlakukan oleh Donny seperti itu namun Donny sepertinya tidak perduli


Hingga pintu kamar diketuk dari luar, Donny langsung melepaskan rangkulannya dengan terpaksa, Hera dibuat lega karena Donny melepaskan rangkulannya, tampak body guard membisiki sesuatu dan Donny langsung menyuruh bodyguard itu untuk menyuruh Amel dan Sandra masuk ke dalam ke dalam kamar rumah sakit

__ADS_1


__ADS_2