
Amel menunggu di dalam ruangan meeting sambil memainkan handphonenya p, setengah jam kemudian pintu ruangan tersebut dibuka tampak seorang gadis cantik bertubuh mungil dan berambut pendek langsung segera masuk diikuti oleh yang lainnya
Amel menatap mereka satu demi satu, terlihat wajah wajah yang sangat kusut bercampur dengan kecemasan, Amel menatap Hera dengan pandangan bingung bercampur heran karena tidak biasanya mereka memasang tampang seperti ini, termasuk juga Alfian yang terlihat sangat cemas dan khawatir
"Ada apa dengan kalian?" tanya Amel menatap Hera dan yang lainnya satu persatu
"Diandra diculik" jawab Hera cepat sambil setengah menangis
Amel yang mendengar itu langsung terlihat kaget dan hampir tidak percaya, karena setahu dia Diandra orang yang sangat tangguh dan berbeda dengan dulunya
"Apa maksud kalian kalau Diandra diculik?" tanya Amel lagi menatap Hera dengan tatapan terkejutnya, Amel masih benar benar tidak percaya
Hera menjawab dengan gelengan kepala sementara yang lain hanya diam larut dengan pikiran mereka masing-masing, Amel langsung buru buru menutup pintu ruangan tersebut dan menyuruh mereka untuk duduk
" Kalian ingin memesan sesuatu, minum mungkin?" tanya Amel lagi menatap mereka satu per satu, Amel langsung menghela nafas panjangnya karena tidak ada jawaban dari mereka, Amel langsung menekan tombol yang menuju ke arah Restoran, dan tidak lama kemudian pelayan cafe datang, Amel langsung segera memesankan minuman untuk mereka semua
Setelah pelayan cafe itu pergi, Amel langsung duduk
"Ceritakan kronologi nya seperti apa?" tanya Amel menatap Hera dan yang lainnya
"Nanti saja gw ceritain, sekarang gw mau tanya apakah Lo tahu sesuatu?" tanya Hera menatap Amel
" Tahu apa?" tanya Amel kebingungan tidak mengerti
" Begini kita mencurigai Sandra, kita yakin Sandra adalah dalang dari ini semua jadi gw minta ma Lo tolong bantu kita mencari tahu apakah Sandra benar benar seperti apa yang kita curigakan atau bagaimana, Lo mau kan bantuin kita?" tanya Hera menatap Amel penuh harap
Amel langsung terdiam sesaat,dia tampak berpikir sesaat dan pada akhirnya dia menganggukkan kepala tanda dia setuju untuk dimintai tolong oleh Hera
"Jadi apa yang harus gw lakuin?" tanya Amel kepada Hera menatap Hera dengan pandangan bertanya
" Gw cuman minta sama Lo, cari info sebanyak-banyaknya mengenai keterlibatan Sandra dengan kasus penculikan Diandra, tapi gw minta sama Lo jangan sampai dia curiga " ucap Hera dengan tegas
Amel tiba tiba teringat dengan kata kata yang Sandra ucapkan sebelumnya, lalu dia langsung berkata kepada Hera
"Tadi sebelum gw ketemu sama kalian, gw ketemuan sama Sandra disini juga, dan dia bilang sama gw, kalau sebentar lagi Alfian akan menjadi milik gw tapi dia ga mau jelasin apa maksud dari perkataan dia"
Amel langsung memandang Alfian, Alfian yang mendengar ucapan dari Amel langsung terkejut dan dengan sedikit emosi dia mengumam pelan dengan nada yang penuh dengan kemarahan
"Dasar wanita murahan, masih ga ada kapok kapoknya dia"
Donny yang mendengar itu langsung menepuk bahu Alfian berusaha menenangkan sahabatnya itu
Amel menatap Donny dan Alfian secara bergantian, Amel melihat wajah Alfian dan Donny memar memar seperti habis dipukuli
__ADS_1
"Kalian berdua ini kenapa?" tanya Amel penuh dengan rasa ingin tahu
"Jangan bilang kalian ini berkelahi dengan penculiknya?" tanya Amel sambil menebak nebak
Donny dan Alfian langsung menggelengkan kepalanya
"Kami habis berkelahi satu dengan yang lain" jawab Donny dengan nada malas, Amel yang mendengar itu langsung terbelalak kaget, karena Amel tidak menyangka kalau mereka berdua bisa berkelahi
"Jangan terkejut begitu, kamu sudah biasa seperti ini, lagian ini bukan kali pertamanya kita seperti ini" ucap Alfian acuh tidak acuh
"Sudah kita kembali ke permasalahan semula, jadi Lo sendiri ga tahunapa maksud Sandra bicara seperti itu?" tanya Hera yang menengahi pembicaraan sebelum meluas kemana mana
Amel langsung menganggukan kepalanya
"Dia cuman bilang kalau Alfian akan menjadi miliknya cepat atau lambat, dan Alfian mau tidak mau akan menerima dia dan membuka hatinya buat dia" jawab Amel lagi
Hera langsung terdiam mendengar ucapan Amel
"Kalau memang benar Sandra yang menjadi dalang penculikan itu, berarti gadis itu memang benar benar menyeramkan" ujar Andrew yang dari tadi hanya diam mendengarkan pembicaraan mereka
"Sandra harus benar benar diberi pelajaran " geram Afiian dengan nada yang penuh dengan emosi
"Sabar bro, semuanya tidak bisa diselesaikan dengan emosi harus dengan kepala dingin" ucap Tonny kepada Alfian yang sudah mulai naik emosinya
"Sekarang gw bingung apa yang harus gw katakan kepada orang tuanya Diandra, gw ga mau orang tuanya Diandra menjadi cemas dan khawatir karen masalah ini" ucap Alfian dengan nada bingungnya
"Kita akan pikirkan bersama" ucap Hera dengan suara tegas
"Lalu langkah kita selanjutnya bagaimana?" tanya Tonny lagi sambil menatap Hera dan yang lainnya satu per satu
Alfian lalumenoleh kepada Donny
"Suruh teman loe itu siapa namanya untuk meretas CCTV jalanan yang dilewati oleh penculik itu" perintah Alfian kepada Donny
"Kita pengen tahu rute rute mana saja yang dia lewati biar kita bisa lacak dan juga retas juga handphonenya Sandra, satu Minggu terakhir biar kita tahu dia berhubungan dengan siapa saja, dan kalau bisa retas semua nomor nomor yang disimpan oleh Sandra, siapa tau aja nomor penculiknya disimpan di handphonenya " perintah Alfian lagi
Tanpa membuang waktu lama, Donny langsung menelpon temannya Erwin, tidak lama kemudian Erwin langsung mengangkat telpon dari Donny
"Ada apa Don?" tanya Erwin kepada Donny di seberang sana
"Gw mau minta tolong sama Lo, sekarang juga urgent" jawab Donny
"Apa yang bisa gw tolong?" tanya Erwin dari arah seberang sana
__ADS_1
"Calon isteri temen gw diculik tadi siang, gw minta tolon, Lo retas semua cctv jalanan, kita pengen lihat rute rute mana saja yang dia lewati, biar kita mudah melacaknya" kata Donny lagi
"Lebih gampang lagi kalau ada nomor polisinya biar sekalian gw lacak juga" ujar Erwin temannya Donny
"Ada, dan satu lagi tolong retas handphone salah satu orang yang kita curigai sebagai dalang dari penculikan ini, retas semua pembicaraan orang ini selama satu bulan terakhir beserta nomor telpon yang dia simpan, siapa tahu saja orang ini menyimpan nomor telpon si penculik tersebut " perintah Donny lagi
"Oke Lo kirimkan saja data datanya, nanti biar gw kerjakan secepatnya " ujar Erwin dengan suara serius
"Iya setelah ini, masalah bayaran gw kirimkan dulu pembayaran yang muka buat pekerjaan Lo, setelah selesai baru kita lunasi " ujar Donny di telpon
"Masalah itu mudah, sekarang cepat Lo kirimkan data data itu lewat pesan, biar gw cepat melacaknya " kata Erwin lagi
Donny langsung menutup telponnya dan kemudian dengan cepat dia langsung mengirimkan pesan kepada Erwin, nomor handphone Sandra dan nomor polisi mobil si penculiknya, setelah mengirim pesan kepada Erwin, Donny langsung mentransfer sejumlah uang yang tidak sedikit kepada Erwin sejumlah dua puluh juta ke rekening Erwin
Erwin yang menerima pesan dari Donny langsung segera membuka pesan dari Donny dan berapa terkejutnya dia begitu mendapapesan selanjutnya kalau dia sudah ditransfer sebesar dua puluh juta dari rekening Alfian yang dia tahu adalah boss nya Donny
"Ga sia sia gw punya klien orang kaya" ucap Erwin sambil tertawa, lalu dia pun memulai pekerjaannya dengan serius
Hera menatap jam di dinding, hari sudah malam sekarang, harusnya mereka sudah bisa beristirahat di hotel kini mereka harus disini untuk berpikir bagaimana cara agar bisa menemukan Diandra secepatnya, apalagi serah terima jabatan diadakan besok lusa, belum lagi mereka harus memikirkan bagaimana caranya mengatakan kepada orang tuanya Diandra dan membuat mereka tidak cemas dan khawatir
"Sekarang mending kalian pulang dan beristirahat, gw akan berusaha sebisa mungkin mencari tahu lewat mulutnya Sandra jika ada informasi lengkap gw akan segera memberitahu kalian" ucap Amel menyuruh mereka untuk pulang dan beristirahat
"Gw takut Diandra kenapa kenapa" kata Hera pelan, meskipun dia berusaha menahan tangis namun tangisnya tidak bisa dibendung lagi, akhirnya luruh juga pertahanan Hera, Hera sejak dari tadi berusaha menahan tangis dan berusaha untuk tegar kini tidak bisa, air matanya kini tidak dapat dibendung olehnya
Amel langsung memeluk Hera yang sedang menangis sesenggukan, sejujurnya Heea merasa sangat takut sekali, takut jika terjadi apa apa dengan Diandra
"Gw takut, gw benar benar takut, gw takut terjadi apa apa dengan Diandra, gw takut dia disakiti oleh penculiknya, gw takut dia akan dilukai, gw takut" kata Hera sambil menangis sesenggukan di pelukan Amel
"Jangan bicara seperti itu, gw yakin Diandra akan baik baik saja, tidak akan terjadi apa apa dengan dirinya" ucap Amel sambil berusaha menghibur Hera yang masih menangis sesenggukan di pelukan Amel
" Kalau memang Sandra adalah dalang utama dari penculikan ini, lihat saja apa yang akan terjadi dengan dia dan keluarganya tidak akan ada ampun lagi buat mereka semua" ujar Alfian yang sudah tidak lagi bisa menahan emosinya
Alfian saat itu benar benar sangat marah, dia juga tidak bisa bahkan tidak mau membayangkan apa yang terjadi dengan Diandra selanjutnya, dia saat ini benar benar sangat marah bahkan dia sudah memukul tembok untuk melepaskan semua amarah yang membuncah di dadanya
Andrew dan Tonny langsung berusaha menghentikan perbuatan Alfian yang memukul mukul tembok dengan tangannya
"Alfian sabar, emosi tidak bisa menyelesaikan masalahnya, Lo harus berpikir dengan pikiran dingin jangan seperti ini !" teriak Tonny sambil menahan tubuh Alfian agar tidak lagi menyakiti dirinya
"Lepasin gw, gw akan bunuh wanita ular itu gw akan bunuh dia !" teriak Alfian ke seluruh ruangan, dan entah kenapa Alfian langsung menangis mengeluarkan air matanya, tidak pernah ketiga sahabatnya melihat Alfian menangis seperti ini
Donny langsung memeluk tubuh Alfian begitu juga dengan Tonny dan Andrew
"Ini salah gw, ini salah gw" kata Alfian lagi dengan nada merintih penuh dengan kesedihan
__ADS_1
"Tidak ada yang salah, jangan menyalahkan diri Lo sendiri" ujar Andrew yang juga memeluk Alfian, tampak Alfian di mata sahabatnya benar benar sangat rapuh sekali
"Kita harus tenang, Diandra wanita yang kuat, gw yakin dia akan bebas dan selamat sabar ya" ucap Tonny berusaha membesarkan hati Alfian yang sedang menangis meraung Raung seperti anak kecil, tidak perduli lagi dengan sikap dinginnya dia, dengan sikap tegasnya dia tidak perduli lagi dia dengan apa yang melekat di dirinya, kini dia seperti seorang anak kecil yang kehilangan ibunya, dia terus menangis dan menangis hingga dia sendiri pingsan membuat yang lainnya langsung terkejut melihat Alfian pingsan