
Alfian yang saat itu sedang menunggu dengan bosan, begitu melihat Diandra yang sedang digandeng lengannya oleh madam Zee, langsung menatap Diandra tanpa berkata apa apa, dia kembali terkesima dengan Diandra, dia seperti putri cahaya dengan perhiasan yang menempel di tubuh Diandra
Dalam hatinya dia berterima kasih kepada mamanya karena menjadikan seorang Diandra seperti seorang putri yang keluar dari cerita dongeng, apalagi mamanya ingin agar Diandra terlihat cantik paripurna yang tidak ada satupun yang bisa menandinginya apalagi Diandra sendiri juga wanita yang mempunyai otak yang cerdas, dan itu menjadi nilai tambah untuk Diandra
Alfian langsung berdiri menghampiri Diandra dengan mata tanpa berkedip
"Bagaimana hasil riasan Eike, sempurna kan?" tanya Madam Zee meminta pendapat kepada Alfian sambil mengedipkan matanya ke arah Alfian, lagi lagi Alfian langsung bergidik ngeri dan melihat reaksi Alfian Diandra langsung tersenyum geli
"Ya sudah ayok kita ke acara hotel, mamah sudah menanyakan kamu dari tadi" kata Alfian sambil menggandeng tangan Diandra dan membawa Diandra menuju ke mobil Alfia yang sudah terparkir di depan salon milik madam Zee, namun sebelumnya mereka mengucapkan terima kasih terlebih dahulu kepada madam Zee, namun sebelum Diandra pergi, madam Zee sempat berkata kepada Diandra sembari memegang bahu Diandra dengan lembut
"Kamu cantik, dan jangan sia siakan anugrah yang sudah Tuhan berikan sama kamu"
Diandra menganggukan kepalanya sambil tersenyum manis
"Terima kasih madam atas nasihat madam kepada saya, dan saya akan coba ingat ingat nasihat madam" ucap Diandra lalu Diandra dan Alfian segera berlalu dari salon madam Zee
"Beruntung anak itu, semoga keberuntungan selalu mengikuti anak itu" gumam madam Zee seorang diri, setelah mobil Alfian berlalu dari tempatnya, madam Zee menyuruh untuk beres beres salonnya karena mereka akan segera tutup
Selama dalam perjalanan, mereka berdua terdiam satu dengan yang lainnya, Diandra melirik ke arah Alfian yang tampak sibuk fokus menyetir mobil
"Kamu ga apa apakan?" tanya Diandra hati hati membuka percakapan
Alfian terdiam tidak menjawab
"Ya sudah kalau kamu marah aku ga mau ke tempat mamah kamu, biarin aja mamah kamu menunggu di sana" kata Diandra cemberut karena Alfian tidak menjawab dirinya, dan karena Alfian tiba tiba diam seribu bahasa
"Bukan begitu Diandra cantik, aku itu sedang cemburu" jawab Alfian masih fokus menyetir mobil
Diandra langsung menoleh ke arah Alfian dengan tatapan herannya
"Cemburu kenapa, aku tidak dekat dengan laki laki lain Alfian" ucap Diandra heran kepada Alfian
__ADS_1
"Aku cemburu karena kamu pasti akan menarik perhatian lainnya termasuk laki laki lain pasti akan tergila gila sama kamu dan akan merebut kamu dari aku" ucap Alfian mengemukakan kekhawatirannya
"Kamu itu halunya tinggi sekali dan terlalu berlebihan, mana ada yang seperti itu, lagian nih ya mana berani mereka sama Nyonya Francie, mereka lebih baik menghindar daripada mencari masalah dengan mamah kamu" ungkap Diandra kesal kepada Alfian karena cemburunya berlebihan kepada dirinya
"Belum lagi kamunya, hadapan singa kayak kamu mending mereka lari duluan" kata Diandra lagi
Alfian langsung terdiam mendengar ucapan dari Diandra, kata kata Diandra memang benar adanya dia akui, siapa yang tidak kenal dengan Nyonya Francie istri dari Tuan Wijaya, dia tidak pernah menganggu siapapun apalagi dia tidak suka mencampuri urusan orang namun jika ada yang berusaha mencampuri urusan dia atau keluarganya apalagi menganggu keluarganya, Nyonya Francie tidak segan segan akan menghancurkan ekonomi ataupun keluarga yang mencoba mencari masalah dengannya, tanpa banyak cakap atau ba bi bu lagi nyonya Francie akan bergerak tanpa suara tiba tiba keluarga tersebut sudah miskin atau bercerai satu dengan yang lainnya
"Sekarang kamu sudah tenang kan?" tanya Diandra kepada Alfian, Alfian hanya nyengir memamerkan sederetan giginya
"Lagian kita ini sudah mau menikah, masih saja cemburumu ga ada habis habisnya" gerutu Diandra
"Jangan salah justru semakin dekat ke pernikahan, cobaannya justru semakin berat" Protes Alfian tidak mau kalah
"Iya tapi kan itu kembali lagi tergantung gimananya kita, bisa ga melewati cobaan itu" jawab Diandra tegas
"Iya iya kamu memang pintar Diandra sayang" jawab Alfian akhirnya mengalah kepada calon istrinya itu
Melihat Diandra yang digandeng oleh Alfian, Nyonya Francie tampak tersenyum ke arah mereka berdua, menatap Diandra mata Nyonya Francie seperti tersihir, Diandra seperti seorang putri yang keluar dari buku dongeng
"Cantik" gimana Nyonya Francie memandang Diandra tanpa berkedip
"Bagaimana mah?" tanya Alfian dengan bangga
"Hebat kamu bisa merubah Diandra menjadi secantik ini" puji Nyonya Diandra kepada anaknya Alfian
"Siapa dulu dong, Alfian" ucap Alfian dengan nada bangga dan sombong didepan mamahnya
"Ya sudah sana ganti pakaian, semuanya sudah disiapkan" ucap Nyonya Francie kepada Alfian
"Memangnya kamu mau kemana?" tanya Diandra yang membuka suara ketika tahu Alfian tidak menemani dirinya
__ADS_1
"Nanti kamu juga akan tahu" ucap Alfian sambil berbisik ke arah Diandra secara misterius
Diandra yang mendengar itu langsung terdiam sesaat, dia merasa ada sesuatu yang akan terjadi disana tapi dia tidak tau apa itu
Begitu Alfian berlalu dari hadapan Nyonya Francie dan Diandra, Nyonya Francie langsung mengajak Diandra untuk masuk ke dalam aula hotel
"Ayo sayang kita masuk ke dalam, para tamu sudah menunggu kita di dalam" ucap Nyonya Francie sambil menggandeng calon menantunya Diandra
Nyonya Francie sendiri menggunakan gaun rancangan dari Nyonya Aryani juga, terbalut cantik di tubuhnya yang masih langsing ditambah dengan tinggi yang sempurna bak model internasional, berdandan dengan elegan mewah dan sederhana, membuat wanita yang sudah setengah baya itu terlihat sangat cantik sekali bahkan banyak yang mengira umur nyonya Francie masih berumur tiga puluh tahunan
Diandra dan Nyonya Francie langsung menuju ke aula hotel, tampak para tamu undangan sedang menunggu Nyonya Francie sang tuan rumah, semua mata tertuju kepada Diandra, Diandra langsung terlihat grogi namun Nyonya Francie tetap membimbing Diandra dengan menggandeng tangan Diandra
"Jangan takut ada Tante disini" bisik Nyonya Francie di telinga Diandra, dan itu membuat Diandra tenang dan tidak takut lagi
Aula itu dideokrasi dengan kursi dan meja meja bulat yang dimana para tamu undangan duduk rapuh disana terdapat jalan ditengah tengah yang beralasan karpet, Nyonya Francie dan Diandra kini sedang berjalan ditengah tengah karpet merah itu ditatap dengan banyak para tamu undangan, termasuk keluarga Hartawan yang ada disana
Tampak keluarga Hartawan terkejut kaget begitu Nyonya Francie menggandeng seorang wanita cantik dengan sangat erat, bahkan mereka sendiri tidak tahu siapa wanita yang tengah Nyonya Francie gandeng itu, Sandra yang tampak emosi namun harus ditahan mengingat disini banyak tamu undangan jadi dia harus menjaga sikapnya
"Siapa dia?" tanya Tuan Hartawan sambil berbisik kepada Sandra
Namun Sandra tidak menjawab karena dia sedang sibuk menahan emosinya dengan mengepalkan kedua tangannya dibawah meja
Sementara itu Diandra sendiri sudah duduk di tempat yang sudah disediakan, dan betapa terkejutnya Diandra disana sudah ada kedua orangtuanya Diandra, Hera, Donny bahkan ada Tuan Wijaya sendiri, mereka semuanya tersenyum ke arah Diandra
"Duduklah Diandra, nanti kamu juga tahu acara apa ini" ucap Nyonya Francie menyuruh Diandra duduk, Diandra pun duduk diapit dengan Nyonya Francie dan bunda, Diandra masih terdiam, dia masih mencerna apa yang akan terjadi nantinya karena dia tau pasti ada kejutan di acara ini dan Diandra harus siap dengan jantungnya yang sudah berdegup kencang
Tiba tiba lampu aula dimatikan dan suara MC terdengar membuka acara di dalam aula itu, dengan suara menggelegar MC itu menyuruh seseorang untuk masuk ke dalam, dan tampak lampu sorot dinyalakan dan seorang pria tampan dengan menggunakan setelan kemeja dilengkapi dengan jas hitam dan tuxedo, rambut yang hitam disisir dengan rapih datang berjalan dengan tenang di tengah tengah tamu undangan lainnya
Lampu sorot itu terus menyoroti pria muda itu sambil berjalan pria itu menuju ke depan, dengan wajah angkuh dan tanpa senyum, ekor mata Diandra ikut terbelalak melihat siapa pria berjas hitam tampan itu
"Alfian" gumam Diandra sambil setengah berbisik menatap ke arah Alfian tanpa berkedip sama sekali
__ADS_1