
Bapak Suherman selaku kepala kepolisian tersebut segera melaporkan ke markas polisi yang lain yang dimana markas polisi tempat dimana Alfian dan Donny melaporkan mengenai kejadian penculikan Diandra, setelah mendapatkan laporan dari markas kepolisian tempat dimana Diandra berada, segera pimpinan yang bernama bapak Suhendra langsung segera menghubungi Donny untuk melaporkan Diandra telah ditemukan
Sementara itu Donny yang sedang bertugas jaga di kamar Alfian mendapatkan sambungan telpon dari kepolisian tempat dimana mereka mengadukan penculikan, Donny langsung mengangkat telponnya
"Hallo selamat malam pak, apa sudah ada perkembangan?" tanya Donny lewat sambungan telpon
"Selamat malam, dapat kabar gembira jika Nona Diandra sudah ditemukan dan dia sudah aman di markas kepolisian, nanti saya akan kirimkan alamatnya" jawab kepala polisi yang bernama Suhendar dengan nada dan suara yang tegas
"Baik pak, terima kasih atas infonya, mohon kirimkan alamatnya biar kami yang akan menjemputnya" jawab Donny lagi
"Baik , ditunggu" ucap Pak Suhendra
Setelah memutuskan sambungan pak Suhendra langsung mengirimkan alamat markas kepolisian yang berada di wilayah lain, yang kebetulan kepala polisinya merupakan teman sekaligus sahabatnya sendiri
Donny yang mendapatkan pesan alamat tempat dimana Diandra berada langsung segera bergegas membangunkan Alfian, Alfian yang saat itu sedang tertidur langsung terbangun begitu dibangunkan oleh Donny
"Ada apa?" tanya Alfian kepada Donny, wajah Alfian yang terlihat kuyu dan sedikit pucat langsung terbangun begitu tubuhnya diguncang guncangkan oleh Donny
"Diandra sudah diketemukan, gw mau kesana, Lo ga apa apa sendirian disini?" tanya Donny menatap serius kepada Alfian, Alfian yang mendengar Diandra sudah diketemukan, langsung serta merta terbangun dari tempat tidurnya, dia langsung duduk dan dia langsung duduk di tempat tidur
"Gw ikut" kata Alfian
"Jangan gila Lo, biar gw aja yang jemput, Lo tetep tunggu disini " tolak Donny dengan suara yang tegas
"Gag gw harus tetap ikut, Lo kan tahu gw kayak gini karena apa" ucap Alfian bersikeras memaksa untuk tetap ikut
"Terus gimana caranya, Lo kan tahu penjagaan disini ketat dan Lo ga lihat tuh infus masih ditusuk di tangan Lo itu" kata Donny sedikit kesal dengan keras kepalanya Alfian
"Itu gampang, Lo hanya bantu gw buat melindungi gw itu sudah cukup, paham Lo?" ucap Alfian sambil menarik selang infusnya, keluarlah tetesan darah dari tangannya dan membuat Donny sedikit bergidik melihatnya
"Bantu gw turun" perintah Alfian kepada Donny, Donny pun langsung membantu Alfian untuk turun dari bangsal tempat tidur, Alfian langsung segera berganti pakaian
"Don Lo ada sesuatu gag buat menyamarkan penampilan gw?" tanya Alfian kepada Donny, Alfian sudah berganti dengan kaos dan celana, rambutnya dia sisir ke belakang, sehingga Alfian menjadi tampak sedikit culun
__ADS_1
Donny yang melihat tingkah laku Alfian hanya bisa menganggukkan kepalanya dan tersenyum geli
"Gw ada kaca mata" jawab Donny kepada Alfian
"Ya sudah mana?" tanya Alfian menatap Donny dengan tidak sabaran
Donny langsung mencari kaca mata hitam di dalam tas kerjanya dia, lalu dia memberikannya kepada Alfian dan Alfian langsung menggunakan kaca mata milik Alfian tanpa banyak cakap, mereka harus segera bertemu dengan Diandra malam ini juga
" Gw udah siap" ucap Alfian dengan penampilan barunya, rambutnya disisir ke belakang dan kemudian dia menggunakan kaca mata hitam milik Donny
"Lo akan menuntun gw, karena gw akan berpura pura seperti orang buta" kata Alfian, Donny hanya mengiyakan saja
Tidak berapa lama kemudian, mereka berdua langsung keluar dari kamar perawatan, tampak lorong rumah sakit sangat sepi, ada beberapa suster yang lalu lalang menyapa mereka, tidak ada yang curiga disangkanya mereka adalah tamu untuk membesuk pasien yang ada dimana
Sesampainya mereka di parkiran rumah sakit, Alfian langsung bernafas lega ,dia membuka kaca mata hitamnya dan memberikannya kepada Donny lalu dengan segera dia masuk ke dalam mobilnya Donny dan duduk di sebelah Donny
Donny langsung mengendarai kendaraannya dengan kecepatan tinggi, untung saja jalanan di malam hari terasa lenggang, sesampainya mereka di markas kepolisian tempat dimana Diandra berada, Alfian langsung keluar dari mobil menuju ke kantor polisi, sementara Donny mencari parkiran di sekitar itu
"Selamat malam, ada yang bisa saya bantu?" tanya petugas polisi ramah namun terdengar tegas
"Saya ingin bertemu dengan kepala pimpinan disini, namanya bapak Suherman apa dia ada?" tanya Alfian dengan nada tegas
"Maf dengan siapa?" tanya Petugas polisi itu dengan nada serius
"Saya Alfian, ingin menjemput calon isteri saya namanya Diandra" jawab Alfian dengan nada suara serius
Mendengar itu petugas polisi itu terkejut, dia langsung mengantar Alfian masuk ke dalam
"Tolong tunggu sebentar, saya akan masuk ke dalam ruangan pimpinan terlebih dahulu" ucap petugas polisi itu yang dijawab dengan anggukan kepala Alfian, petugas itu langsung masuk ke dalam untuk melaporkan jika ada yang ingin bertemu dengan pimpinan tersebut
Tidak menunggu lama, akhirnya petugas kepolisian itu menyuruh Alfian untuk masuk ke dalam menemui kepala pimpinan kepolisian tersebut, setelah mengucapkan terima kasih kepada petugas tersebut, Alfian langsung masuk ke dalam menemui pimpinan
"Selamat malam pak" sapa Alfian kepada kepala pimpinan yang bernama Suherman tersebut, Pak Suherman langsung berdiri menyambut Alfian dan beliau langsung mengulurkan tangannya ke arah Alfian
__ADS_1
"Silahkan duduk " kata bapak Suherman sambil menyuruh Alfian untuk duduk, Alfian langsung duduk dan kemudian Alfian membuka suara
"Apa benar Diandra calon isteri saya ada disini?" tanya Alfian kepada pimpinan tersebut
Pak Suherman menatap Alfian dengan pandangan menyelidik
"Memang benar, nona Diandra aman bersama kami" jawab pak Suherman dengan suara tegasnya
Alfian yang mendengar itu langsung bernafas lega
"Terima kasih pak, saya lega mendengarnya" ucap Alfian dengan perasaan yang penuh dengan haru dan kelegaan yang luar biasa
"Sekarang dia berada dimana pak?" tanya Alfian bertanya dengan nada tidak sabar
"Ada di ruangan istirahat dan dijaga dengan salah satu petugas saya disana" jawab kepala pimpinan tersebut
"Bisa saya melihatnya?" tanya Alfian lagi dengan nada memohon
"Tentu saja, mari ikut saya" jawab kepala pimpinan tersebut, sambil berdiri dan berjalan ke luar pintu ruangan disusul dibelakangnya Alfian yang mengikutinya
Mereka berdua berjalan menuju ke tempat ruangan istirahat dimana Diandra sedang beristirahat disana, tampak disana petugas Ayu sedang duduk memainkan handphonenya, begitu ada pimpinannya datang bersama dengan seorang pria tinggi dan tampan
"Selamat malam petugas Ayu" sapa pimpinan dengan tegas
"Selamat malam pak" jawab petugas Ayu sambil berdiri Menjawab kepala pimpinannya dengan nada tegas juga
"Nona Diandra apa suda beristirahat?" tanya Pimpinan tersebut kepada petugas Ayu
"Baru saja dia beristirahat" jawab petugas Ayu dengan sikap tegas dan siaga
Kepala pimpinan itu langsung menganggukkan kepalanya
"Anda ingin melihat Nona Diandra?" tanya kepala petugas itu kepada Alfian, Alfian langsung menganggukkan kepalanya, Alfian sangat sudah tidak sabar lagi melihat Diandra, perasaannya kini bercampur aduk tidak menentu, rasanya ingin sekali dia memeluk erat gadis yang sangat dia cintai itu
__ADS_1