
"Apa kamu sedang mengusir aku Alfian?" tanya Sandra kepada Alfian
"Menurut kamu bagaimana?" tanya Alfian balik
"Kamu jahat Al" ucap Sandra sedih
"Siapa yang jahat aku atau kamu?" tanya Alfian balik dengan nada datar menatap Sandra menuntut jawaban dari Sandra
Sandra diam sejenak, dia tidak habis pikir bagaimana mungkin seorang Alfian tidak mau mencoba membuka hati untuknya, entah kepada siapa Alfian akan membuka hatinya dia sendiri tidak tahu, dia hanya berharap jika suatu hari nanti Alfian bisa membuka hatinya untuk dirinya
"Sandra gw cuman pengen bilang sama elo carilah sesuatu yang bisa membuat elo bahagia, jangan berharap pada cinta yang tidak pernah ada" ucap Alfian dengan nada bijak kali ini
"Satu lagi jangan menggunakan cara cara kotor untuk bisa membuat orang jatuh didalam pelukmu, mungkin kamu bisa mendapatkan tubuhnya tapi tidak dengan hatinya, hak kamu untuk mencintai siapapun dia namun dia tidak berkewajiban membalas cinta kamu karena hak nya dia pula bebas mencintai siapa yang dia mau" ujar Alfian lagi, kali ini dia berkata dengan nada tulus namun tegas
"Alfian kamu tahu, dari dulu semenjak gw ketemu sama elo pertama kali gw udah jatuh cinta sama elo dan gw berharap suatu hari nanti gw yang akan bisa mendampingi elo bukan orang lain dan berharap suatu hari nanti elo juga akan mau membukakan hati elo buat gw " ucap Sandra dengan suara lirih, seperti menahan rasa sedih didalam hati
"Sandra gw sangat berterima kasih sekali sama elo, karena elo bersedia mau mencintai gw dengan tulus bahkan sampai sebegitunya, tapi gw juga pengen liat elo bahagia, dan sayangnya bahagia itu bukan sama gw Sandra" ucap Alfian dengan nada penyesalan
"Tapi kenapa elo ga bisa kasih gw kesempatan buat gw untuk buka hati elo, kenapa elo malah seperti memberi jarak sama gw padahal elo bisa kalau elo mau" protes Sandra meminta penjelasan seolah olah dia tidak puas dengan penjelasan dari Alfian
"Sorry Sandra, gw ga bisa buka hati lagi, hati gw cuman buat satu orang, satu orang yang benar benar gw cintai bahkan gw rela mati buat dia" ucap Alfian dengan jujur
"Jangan bilang sama gw kalo itu adalah Diandra" ucap Sandra, dia tiba tiba merasa sakit hati, entah kenapa hari ini dia merasa sangat benci karen Diandra dan berpikir akan memberi perhitungan dengan Diandra
Sandra ingat dulu sekali dia sempat mencuri dengar Alfian tengah membicarakan Diandra dengan salah satu temannya, Alfian dulu diam diam suka sekali menanyakan keberadaan Diandra bahkan dia sempat meihat Alfian memberikan uang kepada salah satu teman di kelasnya hanya untuk bisa mendapatkan informasi tentang Diandra, itulah kenapa dirinya membenci Diandra ditambah yang dia tahu Diandra adalah seorang gadis yang bukan berasal dari keluarga yang terpandang seperti dirinya dan Alfian hingga timbulah rasa iri, dengki, cemburu, dan Sandra akhirnya membully Diandra dan saat itu mereka masih sama sama sekolah di SMA yang sama
Dan sekarang Sandra berpikir jika dia membuat perhitungan dengan Diandra apakah Alfian akan membencinya atau justru membuka hati untuknya
"Sebaiknya kamu jangan coba coba menyentuh Diandra atau kamu akan menyesal" ucap Alfian dengan nada mengancam
Sandra yang mendengar Alfian berkata seperti itu langung terkejut kaget, dia merasa seperti Alfian bisa membaca pikirannya sendiri
"Kamu akan menyesal Alfian" desis Sandra lalu dia langsung menyambar tasnya dan kemudian dia berlalu pergi tanpa mengucapkan kata permisi
Alfian menatap kepergian Sandra dengan pandangan datar, sementara itu di halaman belakang tampak Nyonya Francie dan Diandra sedang asyik berbincang bincang
"Jadi kamu pernah pindah ke Jepang saat itu?" tanya Nyonya Francie, dia tertarik dengan kisah Diandra, Nyonya Francie meminta kepada Diandra untuk menceritakan tentang dirinya, Diandra pun menceritakan kisahnya bagaimana dia dibully oleh Sandra hingga dia mengalami rasa trauma, dan bagaimana dia menjalani rasa takut dan kekhawatiran tentang esok hari, atau setidaknya bisa menghindari
Sandra itu saja dia sudah merasa harinya sudah sangat beruntung sekali
Nyonya Francie yang mendengar cerita tentang Diandra dan bagaimana Sandra membully Diandra sudah membuat dirinya sangat kesal sekali, hingga dia menjadi sangat geram dibuatnya
Nyonya francie sangat tidak suka dengan orang orang yang bersikap arogan apalagi terhadap kaum yang lemah dan tidak berdaya, karena di negaranya sendiri dia termasuk berasal dari keluarga yang sederhana, ibunya adalah seorang penjahit yang menghidupi seorang Francie kecil, sementara papahnya sudah meninggalkan mereka berdua untuk selamanya
Francie sendiri dulunya seorang gadis pemberani dan sangat ceria, semua orang mengenal Francie dengan sebutan gadis riang dan semua yang mengenal dirinya sangat menyayanginya bahkan ada yang sudah menganggapnya sebagai anak sendiri
Hingga dia bertemu dengan tuan Wijaya yang sudah menjadi suaminya sekarang ini, pertemuan yang tidak disengaja itu awalnya ketika ada sebuah mobil mewah menyerempet dirinya dengan tidak sengaja, Tuan Wijaya muda yang mengemudikan mobilnya langsung keluar dan meminta maaf kepada Francie dan pada saat itulah Tuan Wijaya muda langsung jatuh cinta kepada Francie tidak hanya kecantikan wajahnya namun juga hatinya, dan tidak dalam waktu lama dia meminta Francie untuk menjadi isterinya serta mengajak Francie untuk tinggal di Indonesia
Awalnya Francie ragu meninggalkan negara kelahirannya namun Tuan Wijaya muda tidak hanya memboyong Francie namun juga ibunya untuk sama sama tinggal dan hidup di Indonesia, dan jadilah Francie tidak ragu lagi meninggalkan negara kelahirannya yang akhirnya dia menikah dengan Tuan Wijaya lalu lahirlah seorang Alfian kecil yang sekarang menjadi pemuda yang tampan, cerdas kaya dan digandrungi oleh para wanita wanita muda, cantik dan kaya tidak terkecuali Sandra yang begitu tergila gila dengan Alfian namun sayangnya Alfian hanya mencintai seorang wanita yang sederhana seperti ibunya yaitu Diandra
Nyonya Francie sendiri menemukan kesamaan dirinya dengan Diandra yaitu sama sama pemberani dan juga periang, maka dari itu Nyonya Francie menganggap Diandra adalah sebagai seorang anak sendiri
"Tapi setidaknya kamu hebat, karena kamu mau berjuang menghapus rasa takut kamu dengan bully bully itu* puji Nyonya Francie dengan tulus kepada Diandra
"Tante sangat salut sama kamu, minimal kamu bisa mengubah rasa takut kamu menjadi pemberani itu baru bagus" ucap Nyonya Francie dengan senang
"Tapi Tante, ada sebahagian yang belum bisa aku hilangkan , aku sudah berusaha tapi setiap kali datang aku tidak bisa mengendalikan diri sendiri" ucap Diandra dengan sedih
"Tenang aja tidak perlu takut, semuanya butuh proses dan tinggal bagaimana kamunya saja mau atau tidak" hibur nyonya Francie sambil menepuk bahu Diandra
"Tante maaf apa aku boleh tanya sama Tante?" tanya Diandra sedikit ragu
__ADS_1
"Tanyakan saja apa yang ingin kamu tanyakan, sama Tante bebas kok" ucap Nyonya Francie dengan penuh rasa sayang
"Tante mengapa Tante tidak menyukai Sandra, padahal kalau dipikir-pikir Sandra itulah yang cocok bersanding dengan Alfian?" tanya Diandra pelan
Nyonya Francie yang mendengarnya langsung tersenyum
"Kamu tahu tidak, kalau sebenarnya Tante sendiri tidak suka dengan Sandra karena menurut Tante Sandra itu anak yang arogan, kasar dan sangat egois, Tante tidak mau anak Tante mempunyai isteri seperti itu dan Tante juga tidak mau punya menantu seperti itu bisa bisa kalau dia tidak suka dengan Tante, Tante yang bakalan kena amukan dia" ungkap Nyonya Francie sambil tersenyum
"Tante ini bisa saja, lagian ga mungkin juga Sandra bisa bersikap seperti itu sama Tante" kata Diandra sambil tertawa
"Sayang, kamu tau tidak Tante itu dulunya sama seperti kamu" ujar Nyonya Francie
"Maksud Tante?" tanya Diandra heran
Akhirnya Nyonya Francie menceritakan tentang dirinya, dan bagaimana dia bisa bertemu dengan papanya Alfian, selama mendengar cerita dari mamahnya Alfian Diandra tidak henti hentinya kagum bercampur takjub mengenai perjuangan Nyonya Francie dari semasa gadis, sampai dengan saat dia menikah dengan Tuan Wijaya
Bahkan diceritakannya lagi bagaimana dulu dia pada awalnya diperlakukan tidak baik oleh mertua nya sendiri, bahkan mertuanya kalau tidak ada suaminya selalu memperlakukan Nyonya Francie dengan buruk bahkan pernah dihadapan dirinya Tuan Wijaya yaitu papahnya Alfian mertuanya memberikan seorang gadis untuk dijodohkan, gadis yang setara dengan keluarga tuan Wijaya
Reaksi dari Tuan Wijaya adalah marah besar, sering dia menangis mengadu ke mamahnya hanya mamahnya yang bisa menghibur dirinya saat itu dan yang bisa menguatkan hatinya, dan setelah itu dia berjanji tidak akan memperlakukan hal yang sama kepada menantunya hanya karena status sosialnya, dia sudah tahu rasanya menderita hanya karena dia tidak punya status sosial
Diandra yang mendengar kisahnya Nyonya Francie langsung berasa simpatik
"Tante hebat, bisa melalui itu semua" ucap Diandra dengan nada kagum
"Percayalah hujan itu tidak akan selalu hujan, hujan juga bisa berhenti bahkan setelah hujan pasti akan timbul pelangi, dan semuanya akan baik baik saja hanya kita saja yang harus bersabar dalam segala hal" ucap Nyonya Francie dengan bijak
"Kamu juga sama, harus sabar, dan kuat ingat sesuatu yang baik pasti akan selalu diiringi dengan sesuatu yang buruk, bahkan sesuatu yang buruk pun bisa berubah menjadi hal yang baik kok" ucap Nyonya Francie dengan bijak
Sementara itu Sandra setelah keluar dari kediamannya Alfian langsung merasa kesal, marah bercampur geram, dirinya seakan akan seperti tidak punya harga diri di hadapannya Alfian, dia yang berharap mendapatkan perlakuan baik dari Alfian malah justru mendapatkan kebalikannya
"Dasar brengsek!" teriak Sandra sambil mengemudi mobil, dia mengemudikan mobil dengan kecepatan penuh hingga ada sebuah mobil didepan berhenti mendadak dengan terpaksa Sandra langsung mengerem mendadak hingga mobil mobil dibelakang langsung segera menyembunyikan klakson mereka
Sandra langsung menepikan mobilnya terlebih dahulu, menenangkan pikirannya lalu dia langsung menelpon sahabatnya Amel
"Halo Amel elo lagi dimana?" tanya Sandra
"Lagi di rumah, memangnya kenapa?" tanya Amel balik
"Gw minta elo temuin gw di cafe tempat biasa kita nongkrong dulu sekarang" jawab Sandra menyuruh Amel untuk datang bertemu di cafe tempat dimana mereka biasa bertemu
"Ya sudah kalau begitu gw kesana" ucap Amel
Sandra langsung mematikan handphonenya dan pergi meluncur ke cafe tempat biasa mereka berdua bertemu
"Siapa Mel?" tanya Hera, saat itu Hera sudah melancarkan aksinya untuk bertemu dengan Amel, sesuai janjinya dia akan berusaha mendekati Amel secara perlahan-lahan, dan kini dia sudah berada di rumah Amel
"Sandra, dia minta ketemuan" jawab Amel agak sedikit malas
"Terus elo sendiri gimana?" tanya Hera menyelidik
"Elo tau kan Sandra itu bagaimana orangnya" jawab Amel
Hera terdiam sesaat, Hera juga sangat tahu betul siapa Sandra
"Gw mau siap siap, elo mau ikut?" tanya Amel kepada Hera
"Gag ah, elo kan tau sendiri gimana sikap Sandra sama gw apalagi gw temen akrabnya Diandra pastilah dia bakalan kesal" jawab Hera cepat mencoba menolak ajakan Amel
"Elo bener sih, ya sudah gw siap siap dulu kalau begitu" kata Amel pergi meninggalkan Hera di ruang tamu
Hera pagi itu berhubungan dengan Diandra hanya untuk menanyakan nomor handphonenya Amel, karena Hera tidak menyimpan nomor handphonenya Amel, Diandra sendiri sempat menyimpan nomor Amel waktu dalam perjalanan pulang bersama Donny dan Alfian, itupun Amel sendiri yang meminta terlebih dahulu dan kemudian mereka bertukar nomor handphone
__ADS_1
Hera langsung menghubungi Amel, dan waktu itu Amel yang meminta Hera untuk bertemu dengannya di rumah Amel, bagai pucuk dicinta Hera pun mengiyakan ajakan Amel untuk datang ke rumahnya Amel
Ketika Hera datang Amel sedang duduk di teras rumah sambil membaca majalah, dan Hera langsung dipersilahkan masuk oleh si empunya rumah
Hera menanyakan kabar Amel dan Amel langsung menceritakan dirinya yang seperti apa, dan Hera juga berusaha mengorek ngorek informasi tentang Sandra sambil diajak mengobrol santai, tanpa Amel sadari
Lalu Amel pun menceritakan tentang bagaimana dulunya mereka bisa berteman baik dengan Sandra dan mengapa Sandra membenci Diandra hingga diapun ikut ikutan membenci Diandra
Hera yang mendengar itu langsung terkejut ternyata alasan Sandra membenci Diandra bukan masalah apa apa tetapi masalah percintaan, Hera menghela nafas panjang tidak habis berpikir jika Sandra bisa seperti itu kalau sudah mencintai orang
"Elo ga benci gw kan Mel waktu itu?" tanya Hera ingin tahu
"Gag sebenarnya gw ga benci elo, gw hanya ikut ikutan Sandra membenci elo karena elo sendiri bersahabat sama Diandra" jawab Amel jujur
"Makanya sekarang gw mau minta maaf sama elo Hera, dan gw berharap elo mau maafin gw atas apa yang gw lakuin dulu sama elo juga" kata Amel lagi sambil menatap Hera
Hera tersenyum lalu dia berkata kepada Amel
"Itu masalah dulu Mel, dan semuanya sudah berlalu anggap saja itu sebagai kenakalan masa remaja kita"
Amel yang mendengar jawaban Hera yang bijak itu langsung tersenyum
"Terima kasih, elo udah maafin gw" jawab Amel
"Gw cuman pengen kalian ga membenci Diandra, Diandra itu gadis yang baik dan elo tahu akibat ulah Sandra Diandra punya traumatis sendiri" kata Hera dengan serius
Amel yang mendengar itu langsung terkejut, dia langsung menatap serius ke arah Hera
"Apa itu benar?" tanya Amel memandang Hera dengan rasa terkejut
Hera menganggukkan kepalanya dengan wajah yang serius
Amel langsung merasa sangat bersalah mendengar Hera menceritakan tentang keadaan Diandra yang saat itu trauma , namun dia hanya menceritakan secara garis besarnya saja
"Gw jadi merasa bersalah dengan Diandra" ucap Amel dengan nada menyesal
"Sudahlah semuanya sudah berlalu dan tidak ada yang perlu disesali, hanya caranya bagaimana kita bisa menghapus kesalahan kita itu saja sih" jawab Hera dengan bijak
"Diandra juga sekarang sudah baik baik saja, tidak ada kekurangan apapun" kata Hera lagi mencoba membesarkan hati Amel
Amel hanya menganggukkan kepalanya, menyetujui apa yang dikatakan oleh Hera sahabatnya Diandra
"Gw berharap ke depannya bisa lebih baik lagi, begitu juga dengan Sandra supaya dia juga bisa move on dari Alfian" harap Amel
"Ya semoga saja bisa begitu" ujar Hera dengan nada yang penuh dengan keraguan
Sedang asyik berbincang bincang tiba tiba Amel mendapatkan telpon masuk dari Sandra yang memintanya untuk bertemu di cafe tempat mereka biasa bertemu, dan Amel hanya mengiyakan permintaan Sandra
"Gw udah siap" kata Amel memecahkan lamunan Hera
"Elo mau gw anterin ?" tanya Hera menatap Amel
"Gw pake mobil sendiri, takut kalau dia marah marah sama gw, gw ditinggalkan lagi di sana" jawab Amel sambil tersenyum kecut
"Kok bisa?" tanya Hera heran, karena tidak biasanya Sandra meninggalkan Amel seorang diri
"Elo tau kan Sandra orangnya seperti apa kalau dia marah" kata Amel sambil tertawa
Hera langsung mengangguk karena dia juga mengerti tabiat dan kelakuan Sandra yang kadang suka bikin orang merasa jengkel dengan sikapnya
"Ya sudah ayok kita jalan" ajak Amel mengajak Hera untuk pergi, dan Hera mengikuti Amel dari belakang menuju ke mobil dimana tempat dia parkir
__ADS_1