Dia Musuhku

Dia Musuhku
Bab 83


__ADS_3

Setelah mereka selesai makan, mereka juga dengan sigap saling bantu membantu hingga bersih dan semuanya selesai


"Kalian hari ini pulang? " tanya ayah Diandra yang tiba tiba ikut nimbrung bersama dengan Diandra, Hera, Alfian dan Donny


"Iya rencananya sih begitu, memangnya ada apa om? " tanya Alfian menatap ayah Diandra ingin tahu


"Oh tidak apa apa, kirain mau nginep" jawab ayah Diandra sembari nyengir


"Ya saya sih ga masalah om " balas Alfian balas nyengir


"Itu mah maunya elo " timpal Donny


"Biarin.. " jawab Alfian santai


"Oh iya om, aku mau bawa Diandra dulu buat ketemu sama mama dan papa" kata Alfian sembari meminta ijin ayahnya Diandra untuk dibawa pergi


"Oh ya sudah kalau begitu, tidak apa apa apa" jawab ayahnya Diandra sembari memberi ijin


"Terima kasih om " jawab Alfian


"Terus elo bagaimana? " tanya Alfian kepada Hera


"Gw, kenapa? " tanya Hera bingung


"Iya elo mau nginep disini atau mau ikut Donny pulang? " tanya Alfian menatap Hera


Belum sempat Hera menjawab tiba tiba Donny langsung celetuk


"Hera ikut gw pulang "


Hera langsung menoleh menatap Donny dengan pandangan kesalnya


"Hei, terserah gw dong mau nginap apa mau pulang, kenapa elo yang jadi atur atur gw sih" protes Hera kesal kepada Donny


"Elo tetep pulang bareng sama gw, suka atau tidak suka elo harus ikut gw " timpal Donny tidak mau kalah


Hera langsung menghentakkan kakinya dan berlalu pergi dengan wajah cemberut


"Donny Donny, elo maunya apa sih? " tanya Alfian menggelengkan kepalanya sembari menepuk baju Donny


Diandra langsung mendekati Donny, dia berkata dengan nada serius sambil menatap Donny


"Don, gw cuman minta satu sama elo, jangan elo kasih harapan jika hati elo masih belum yakin" kata Diandra dengan nada serius


"Jangan pernah membuat dia terluka" kata Diandra lagi, lalu dia pun berlalu pergi menyusul Hera ke kamar


Sementara Donny termangu sendiri, menatap hampa karena dia sendiri juga bingung dengan perasaan hatinya sendiri, dia menghembuskan nafas kuat kuat dan akhirnya dia pergi meninggalkan halaman belakang rumah


Sore harinya, mereka sudah bersiap siap hendak berangkat


"Ayah bunda, Diandra pergi dulu" pamit Diandra kepada kedua orang tuanya


"Iya hati hati di jalan, kalau kamu mau menginap kabarin kami " kata ayah Diandra


kepada anaknya


"Iya ayah" jawab Diandra dengan patuh, lalu dia mencium tangan kedua orang tuanya


begitu juga dengan yang lain, setelah itu mereka langsung berpamitan satu per satu


"Hati hati di jalan" kata Bunda Diandra kepada Diandra beserta dengan yang lainnya, yang diiyakan secara bersamaan


Ketika Hera ingin menaiki mobil Alfian tiba-tiba Donny langsung menarik tangan Hera untuk masuk ke dalam mobilnya, Hera menatap Donny dengan rasa tidak suka


"Apa apaan sih elo" kata Hera dengan rasa tidak suka

__ADS_1


"Naik di mobil gw Hera, ga ada penolakan" kata Donny dengan suara tegas, Hera menatap Diandra meminta pendapat darinya yang langsung mendapatkan anggukan dari Diandra, akhirnya dengan sangat terpaksa dia menaiki mobil Donny, ketika Hera membuka pintu mobil belakang Donny langsung protes ke Hera dengan tatapan tajam


"Gw bukan sopir elo Hera"


Hera langsung menatap tajam ke arah Donny "Elo yang maksa gw buat naik mobil elo kan, sekarang terserah gw dong mau duduk dimana" balas Hera tidak mau kalah


"Duduk di depan Hera, atau kita tidak akan kemana mana" perintah Donny dengan tegas


Hera ingin sekali membantah Donny, tapi dia merasa hanya buang energi dan waktu untuk berdebat dengan Donny, akhirnya dengan wajah cemberut Hera akhirnya menurut perintah Donny


Hera sengaja menutup pintu dengan keras, tapi Donny hanya diam saja tidak bicara apapun, Donny hanya menyalakan mesin mobil dan kemudian menjalankan mobilnya dengan kecepatan sedang, mereka sama sama tutup mulut dan tidak ada yang mau berbicara satu kata pun, mereka sibuk dengan pikiran dan perasaannya masing masing


Sementara itu di mobilnya Alfian tampak Alfian sedang menyetir mobil dan Diandra sedang bermain gadget nya


"Sebenarnya perasaan sahabat kamu itu gimana sih, kadang berubah menjadi a terus tiba tiba berubah langsung menjadi z, kasihan tau anak orang" kata Diandra membuka pembicaraan


"Kamu sendiri aja tidak tahun apalagi aku Diandra, aku sendiri saja masih bingung sama sikap kamu yang sebentar sebentar berubah" kata Alfian sembari mengeluh


"Kok malah tidak nyambung sih" kata Diandra dengan suara ketus


"Sayang kita pikirkan hubungan kita saja ya, jangan orang lain " bujuk Alfian


"Terserah kamu sajalah" jawab Diandra dengan suara kesal


"Oh iya kamu mau aku suruh ketemu sama mama dan papamu untuk apa?" tanya Diandra lagi sembari menoleh ke arah Alfian


"Papa mama kangen sama kamu" jawab Alfian sekenanya


"Bohong ya" kata Diandra setengah tidak percaya


"Siapa yang bohong, kalau aku bohong hidungku kaya pinokio loh " elak Alfian sambil memegang hidung nya yang mancung


"Ini anak ditanyain apa jawabannya malah apa" kata Diandra sambil mencubit lengan atas secara gemas


Diandra tidak menggubris protes dari Alfian malah dia menatap ke luar jendela, hingga mobil itu tiba sampai di tujuan yaitu rumah Alfian


Mereka berdua turun dari mobil menuju ke rumah mewah itu tempat dimana orang tuanya Alfian tinggal, mengetuk pintu yang membuka salah satu pelayan yang bekerja di sana, Alfian dan Diandra langsung masuk ke dalam


"Papa dan mama ada dimana? " tanya Alfian kepada pelayan rumah yang barusan membukakan pintu


"Tuan dan nyonya sedang ada di dalam kamar " jawab pelayan rumah tersebut dengan sopan


" Tolong panggilkan " balas Alfian sembari memerintah


"Baik saya panggilkan dulu " jawab pelayan itu dengan patuh, lalu dia pergi dari ruangan itu


"Kamu kenapa tidak panggil sendiri sih? " tanya Diandra tidak setuju


"Lagi males " jawab Alfian pendek


"Kamu mau minum apa? " tanya Alfian balik


"Terserah saja " jawab Diandra


"Ga ada tuh yang namanya terserah, kebiasaan cewek kalo ditanya terserah pas dikasih malah ngomel ga jelas" protes Alfian


"Dih, malah protes ya sudah tidak usah" balas Diandra dengan suara ketus


"Habis kamu nya begitu ditanya jawabannya terserah " kata Alfian lagi


"Iya emang terserah, terus kamu maunya apa? " tanya Diandra bingung


Tiba-tiba keluar dari arah dalam mama dan papa Alfian


"Ada apa ini ribut ribut? " tanya nyonya Francie kepada mereka berdua

__ADS_1


"Itu ma, calon menantu mama ditanya mau minum apa jawabannya terserah " Jawab Alfian mengadu kepada sang mama


"Kirain ada apa, ya sudah sana suruh pelayan siapin minuman" kata mama Alfian kepada Alfian


"Sore tante, sore om " sapa Diandra kepada kedua orang tuanya Alfian sambil mencium tangan mereka


"Sore Diandra " jawab mereka berdua


"Ayo duduk " kata papa Alfian sambil mempersilahkan Diandra duduk, sementara itu Alfian sudah ke dalam memerintahkan pelayan untuk menyiapkan cemilan dan minuman untuk Diandra


Dan tak lama kemudian Alfian kembali lagi ke ruang tamu


"Tumben kamu ajak Diandra kesini sore sore begini" kata papa Alfian melihat Alfian


"Biar kangen mama sama papa terobati sama Diandra " jawab Alfian menjawab sekenanya sambil duduk di sebelah Diandra


"Mereka berdua langsung tertawa


" Bagaimana kabar kamu dan kabar orang tua kamu? " tanya papa Alfian sambil menatap Diandra


"Saya baik, ayah sama bunda mereka juga baik om " jawab Diandra sopan


"Bagaiman kabar om dan tante juga? " tanya Diandra balik


"Kami semua baik dan sehat" jawab Mama Alfian


Setelah berasa basi sejenak, tiba tiba papa Alfian yaitu Tuan Wijaya bertanya kepada Alfian


"Tumben tidak biasanya kamu datang kemari sore sore begini, ada apa? " tanya Tuan Wijaya kepada anaknya


"Pa, aku pinjam satu bodyguard yang bisa dipercaya untuk Diandra" jawab Alfian kali ini dengan serius


Diandra yang mendengar Alfian berkata seperti itu langsung kaget namun dia tidak berkata atau bertanya apa apa, begitu juga dengan Tuan dan Nyonya Wijaya


"Untuk apa Alfian? " tanya Tuan Wijaya menatap heran kepada Alfian anaknya


Akhirnya Alfian menceritakan kejadian yang dialami oleh mereka berdua lebih tepatnya Diandra, jika Diandra mendapatkan ancaman-ancaman selama seharian bahkan waktu pulang pun mereka dibuntuti oleh mobil yang tidak mereka kenal, dan mereka masih melacak no polisi mobil itu karena disinyalir orang itu menggunakan mobil sewaan dengan nomor polisi palsu


Ayah Alfian yaitu Tuan Wijaya tampak serius mendengarkan cerita anaknya begitu juga dengan mama Alfian Nyonya Francie, dia malah merasa kalau anaknya dan calon menantu nya tidak aman


"Apa itu ulah Sandra? " tanya mama Alfian kepada Alfian dengan wajah serius


"Sedang diselidiki mah" jawab Alfian dengan serius


"Kamu sendiri bagaimana? " tanya mama Alfian tiba tiba langsung kepada Diandra


"Bagaimana apanya tante? " tanya Diandra bingung


"Iya apa kamu tidak apa apa? " tanya mama Alfian lagi menatap khawatir kwpada calon menantu nya itu


"Tidak apa apa tante, saat ini kondisi masih aman" jawab Diandra sopan


"Syukurlah kalau begitu " jawab mama Alfian dengan lega


"Lalu tindakan kalian apa nantinya? " tanya papa Alfian kepada mereka berdua secara silih berganti


"Saya akan mencoba memasuki kehidupannya Sandra lagi pah mah" jawab Alfian kali ini dia menjawab dengan ragu ragu


Tuan dan Nyonya Wijaya langsung menatap Alfian tidak mengerti


"Bisa kamu jelaskan nak? " tanya Tuan Wijaya meminta penjelasan kepada Alfian


"Kali ini saya akan mencoba menjalin hubungan lagi dengan Sandra" jawab Alfian dengan suara lelah dan sembari menunduk


sementara kedua orang tua Alfian langsung benar benar terkejut mendengar itu dari mulut anaknya

__ADS_1


__ADS_2