Dia Musuhku

Dia Musuhku
Bab 44


__ADS_3

Setelah Irma pergi dari ruangan Alfian, muncul lagi Donny sahabat pribadi sekaligus asisten pribadinya Alfian


"Sorry ganggu, gw mau taruh berkas ini ke meja elo, silahkan elo lihat sendiri" kata Donny sambil menunjukkan berkas yang ditutup amplop berwarna coklat "Taruh saja di meja" kata Alfian, Donny langsung menaruhnya diatas meja kerjanya Alfian, sebelum Donny keluar, Alfian memanggilnya kembali dan membuat Donny menghentikan langkahnya "Ada apa?" tanya Donny ingin tahu


"Gw pengen meja Diandra ditaruh di ruangan gw, jadi nanti dia akan bekerja di ruangan gw" kata Alfian menatap Diandra, Yang ditatap hanya menggelengkan kepalanya tanpa mengerti jalan pikirannya


Donny yang mendengar itu langsung melongo, dia berpikir sahabatnya sudah gila mana mungkin seorang karyawan biasa bisa masuk ke dalam ruangan seorang CEO


"Bagaimana?" tanya Alfian menatap Donny, Donny menatap Diandra "Boleh aku bicara dengan Donny sebentar saja?" tanya Diandra meminta ijin kepada Alfian dengan suara hati hati "Mau membicarakan apa, kenapa tidak disini saja?" tanya Alfian menatap Diandra, Diandra menggigit bibirnya "Tidak jadi kalau begitu" jawab Diandra dengan cemberut, Alfian langsung tertawa melihat wajah cemberutnya Diandra


Donny yang melihat sahabatnya yang lagi absurd itu langsung menggelengkan kepalanya, lalu dia berjalan menuju sofa dan duduk disitu


"Mohon maaf Alfian, masalah itu gw ga bisa" kata Donny buka suara


Alfian langsung menatap Donny dengan wajah jengkel


"Kenapa ga bisa?" tanya Alfian tidak terima


Donny langsung menghela nafas panjang


lalu dia berkata sambil menerangkan dengan hati hati biar sahabatnya itu mampu mencerna dan mengerti


"Begini ya Alfian, Diandra itu hanya seorang kepala finance yang otomatis dia masih dibawah manajer keuangan, dan kalau misalkan ada yang memberikan berkas atau yang membutuhkan dia salah satu staffnya tidak mungkin dia ke ruangan CEO "


Hening didalam ruangan itu, Alfian tampak berpikir, apa yang diucapkan oleh Donny itu adalah benar adanya, tapi meski begitu dia tetap keras pada pendiriannya "Loe atur itu semuanya kalau perlu rekrut karyawan baru untuk melayani pekerjaan calon isteri gw" kata Alfian tegas, dia tidak perduli ,dia hanya ingin Diandra harus dekat dengan dia


"Alfian kamu jangan egois seperti itu kenapa sih" protes Diandra kali ini dia sungguh merasa kesal dengan Alfian yang benar benar keras kepala


"Biarkan aku bekerja, jangan kamu bawa bawa urusan pribadi dengan urusan kantor" kata Diandra lagi sambil menatap Alfian dengan tatapan tajam


Alfian menatap Diandra, lalu tiba tiba dia langsung tersenyum misterius lalu berkata "Baiklah kalau begitu, aku ijinkan kamu mulai besok untuk bekerja di ruangan kamu sendiri"


Donny yang mendengar itu akhirnya menghela nafas lega, menatap Diandra dengan penuh rasa terima kasih


"Kenapa harus besok, kenapa tidak sekarang?" tanya Diandra heran

__ADS_1


"Karena hari ini aku ingin kamu ada disini" jawab Alfian santai


Donny yang mendengar itu langsung menepuk jidatnya sementara reaksi Diandra menggelengkan kepalanya, namun setidaknya dia besok bisa bekerja normal kembali


"Apa sudah selesai?" tanya Donny menatap Alfian


"Sudah selesai, bentar lagi makan siang elo ga ikut makan siang juga?" tanya Alfian menatap Donny


"Tidak terma kasih, gw sudah ada janji makan siang" jawab Donny


"Makan siang dengan siapa?" tanya Alfian dengan penuh rasa ingin tahu


"Yang jelas sih ga sama kalian" jawab Donny sekenanya


"Sudah ya gw mau cabut dulu" kata Donny lagi, lalu dia pun langsung berjalan keluar pintu


Alfian kembali menatap Diandra lalu dia mengajak Diandra makan siang


"Makan siang yuk" kata Alfian sambil berdiri


"Kita makan siang di luar saja" jawab Alfian sambil mengulurkan tangannya membantu Diandra berdiri dari duduknya


Kini mereka sudah berada di lift yang menuju ke bassement bawah tempat dimana mobil Alfian terparkir, Alfian membuka pintu mobil untuk Diandra dan menyuruhnya untuk masuk ke dalam mobil, Alfian langsung mengitari mobilnya dan langsung membuka pintu mobil di sebelahnya dan kemudian menyalakan mesin mobilnya, begitu melihat Diandra selesai memasang sabuk pengamannya, mobil pun langsung melaju ke luar parkiran bassement menuju ke jalan raya di siang hari yang panas


Begitu sampai di restoran tempat dimana Alfian biasa makan siang disana, Alfian langsung mencari parkiran mobil dan kemudian memarkirkan mobilnya disana, Diandra langsung membuka pintu mobilnya sendiri tanpa menunggu Alfian yang membukakan pintunya


"Harusnya biar aku yang membukakan pintu buat kamu" protes Alfian begitu dia ingin membukakan pintu untuk Diandra


"Maaf aku tidak terbiasa dilayani" jawab Diandra dengan wajah datar


Alfian menghela nafas panjang, lali tanpa berkata apa apa lagi Alfian menggandeng tangan Diandra dengan sangat erat, namun Diandra diam saja tidak berusaha melawan apalagi memberontak karena dia tidak ingin menghabiskan tenaganya untuk hal yang tidak perlu menurut dia


Alfian membukakan pintu restoran dan membiarkan Diandra masuk terlebih dahulu, kemudian mereka mencari tempat duduk yang tidak penuh dengan banyak pengunjung, mencari tempat duduk di ruangan VIP tempat Dimana Alfian biasa duduk di ruang VIP biar tidak ada gangguan disana, restoran itu cukup mewah, yang menyediakan makanan western dan Asia dan dibuat nyaman untuk para pengunjungnya


Ruangan VIP nya sendiri adalah ruangan kedap suara yang mempunyai pendingin udara, jadi tamu yang masuk ke dalam VIP itu jika ingin mengobrol bisa secara leluasa, para pelayan mengarahkan Alfian dan Diandra untuk duduk di kursi meja yang sudah disediakan, para pelayan melayani mereka hingga mereka duduk lalu memberikan buku menu makanan kemudian menunggu Alfian dan Diandra memesan makanan, mereka sendiri sudah menyiapkan buku catatan

__ADS_1


Diandra yang melihat harga yang ada di buku menu makanan langsung terbelalak kaget melihat harganya yang lumayan fantastis


"Kamu mau pesan apa?" tanya Alfian sambil membuka buka buku menu makanan


Diandra langsung terdiam, tidak menjawab pertanyaan Alfian, dia masih melihat lihat buku menu itu sambil berpikir gaji sebulan akan habis jika makan di tempat ini


"Diandra, kamu mau makan apa?" tanya Alfian sekali lagi, kali ini dia menatap Diandra


"Oh iya aku ikut kamu aja deh semuanya" kata Diandra dengan nada canggung


Akhirnya Alfian memesan menu untuk mereka berdua kepada pelayannya, salah satu pelayan pergi, pelayan yang lainnya sibuk menyiapkan peralatan makanan dan menyiapkan serbet makan untuk digunakan


setelah selesai mereka langsung keluar tanpa bersuara, suasana kembali hening


Diandra memandang kesekelilingnya, dengan dinding berwarna putih, tidak ada dekorasi hanya gambar yang ada di dalam ruangan tempat mereka berdua makan


"Kamu sering kesini?" tanya Diandra akhirnya membuka pembicaraan


"Iya, aku sering kesini kalau bertemu dengan klienku, disini makanannya enak dan berkualitas" jawab Alfian


Mereka berdua duduk saling berhadapan, sehingga Alfian bisa melihat Diandra dengan jelas


"Diandra..apa yang kamu lakukan selama ini?" tanya Alfian serius menatap Diandra


Diandra langsung mengernyitkan dahinya tidak memahami pertanyaannya Alfian


"Maksudnya kamu ?" tanya Diandra heran tidak menjawab pertanyaan dari Alfian


"Kemana kamu menghilan" tanya Alfian lagi


Diandra yang mendengar pertanyaan itu langsung menghela nafas panjang


"Kenapa kamu harus tahu?" tanya Diandra balik


"Karena aku mencari kamu kemana mana" jawab Alfian jujur

__ADS_1


Diandra sedikit terkejut begitu mendengar jawaban dari Alfian, dia mencari kejujuran disana, dan entah kenapa dia menemukan kejujuran disana bahkan ada sedikit kesedihan di matanya


__ADS_2