
Diandra langsung keluar dari dalam mobil Alfian, bergegas menghampiri sahabatnya Hera
"Hera " panggil Diandra pelan sambil menatap Hera dengan penuh tanya
Hera yang merasa dirinya dipanggil langsung menoleh ke arah Diandra, dan tiba tiba dia berlari dan memeluk Diandra, disitulah Hera menangis sekencang kencangnya, Diandra langsung diam terpaku dan kemudian membalas pelukan Hera
Diandra tidak berucap apapun, dia membiarkan Hera menangis di pelukannya hingga Hera merasa lelah sendiri, sementara itu Alfian yang melihat itu langsung terpaku menatap Diandra dan Hera yang sedang berpelukan, niat ingin bertanya dia urungkan apalagi ketika mendengar Hera sedang menangis di pelukan Diandra
Setelah puas menangis, Hera langsung melepaskan pelukannya
"Sorry " kata Hera dengan suara yang parau
"Tidak apa apa Hera, masuk ke dalam yuk " ajak Diandra sambil membimbing Hera untuk masuk ke dalam rumah dan meninggalkan Alfian seorang diri disana
"Yaah ditinggal..untung cinta" gumam Alfian lagi sambil menatap Diandra dan Hera masuk ke dalam rumah, lalu dia pun ikut menyusul mereka berdua ke dalam rumah Diandra
Alfian juga melihat kalau diseberang rumah Diandra memang ada warung kopi dan warung kelontong, dan itu memang masih buka sampai sekarang, belum lagi disebelah rumah Diandra ada tempat pos jaga dan yang menjaga bapak bapak serta beberapa anak muda yang sedang bermain kartu disitu jadi Alfian cukup tenang pergi meninggalkan mobilnya disitu
Alfian mengikuti mereka berdua dari belakang, terdengar olehnya Hera masih sedikit terisak Isak dan Diandra masih diam sambil membimbing Hera untuk masuk ke dalam rumah
Diandra membuka pintu pelan pelan takut menganggu kedua orangtuanya yang mungkin sedang beristirahat
"Kamu duduk dulu ya, aku ambilkan minum" kata Diandra menyuruh Hera untuk duduk, baru saja Diandra berbalik tiba tiba Alfian sudah ada di belakang, dan Diandra pun terkejut
"Kamu.."
"Iya, kamu lupa?" tanya Alfian pura pura cemberut
"Maaf kalau begitu" jawab Diandra nyengir
"Kamu temani Hera ya";pinta Diandra
"Terus kamu ngapain?" tanya Alfian
"Ambil minum, kamu mau ga?" jawab Diandra bertanya balik
"Boleh yang dingin ya" jawab Alfian
"Iya " jawab Diandra
Alfian langsung duduk berhadapan dengan Hera, sementara Diandra meninggalkan mereka berdua untuk pergi ke dapur mengambil air minum
"Elo kenapa?" tanya Alfian ingin tahu
"Kepo " balas Hera
__ADS_1
"Ditanyain malah di kepo kepo in " jawab Alfian kesal
"Nyesel gw nanya sama elo" kata Alfian lagi
Lalu Alfian mengambil handphone di sakunya dan mengirimkan pesan ke Donny
'Cewek elo ngapain sih Dateng Dateng ke rumah calon bini gw, ganggu aja'
Donny yang sudah berada di rumah dan sedang rebahan di tempat tidur , mendengar bunyi pesan langsung dia buka, dia mengernyitkan dahinya begitu si Alfian ada mengirim pesan buatnya, dan dia membuka pesan dari Alfian
"Cewek gw siapa ya" gumam Donny sambil berpikir, lalu dia kembali mengirimkan pesan kepada Alfian sembari bertanya
'Siapa?'
Alfian yang mendapatkan balasan dari Donny langsung membuka, dan dia pun bergumam dengan kesal
"Lupa ingatan dia"
Dan Alfian diam diam mengambil gambarnya Hera dari kamera Poto lalu mengirimkannya ke sahabatnya Donny
Donny yang mendapatkan pesan lagi dari Alfian langsung segera membuka pesan itu, dan dia melihat gambar Hera di layar kaca, tampak wajahnya sembab seperti habis menangis,belum sempat berpikir lebih lanjut tiba tiba dia mendapatkan pesan lagi dari Alfian
'Elo apain itu anak orang, sampai dia nangis? elo hamil in ya, tanggung jawab Sono"
Donny yang langsung kesal mendapatkan pesan absurd dari Alfian langsung membalas pesan lagi dari Alfian
Donny langsung segera bergegas mengganti pakaiannya dan tidak lupa dia membawa baju ganti, biar kalau disuruh menginap sama yang punya rumah dia langsung menginap disana, sekalian menjaga Hera itu alasan dari seorang Donny
Dia langsung menyambar kunci mobil, lalu keluar dari rumah dan menyalakan mobilnya,kemudian Donny langsung melaju ke rumah Diandra, sambil bertanya dalam hati
"Kenapa sama Hera ya?"
Donny berpikir perasaannya tadi pulang setelah makan bersama dengan dia, Hera baik baik saja malah tidak terjadi apa apa sama Hera, tapi Donny bukan tipe orang yang mengira ngira, dia akan memastikan terlebih dahulu, jadi disinilah dia berada pergi ke rumah Diandra untuk menemui Hera disana
Sementara itu di rumah Diandra, tampak Diandra sedang menyiapkan minuman dingin untuk mereka berdua, lalu dia pun menaruhnya diatas baki dan membawanya ke ruang tamu, setelah Diandra sampai di ruang tamu terlihat olehnya Alfian sedang sibuk bermain gadgetnya dan Hera tampak sedang melamun
"Diminum dulu Hera,ayo " kata Diandra sambil memberikan minuman dingin itu kepada Hera dan Hera mengambilnya lalu meminumnya hingga tandas
"Aku kok ga ditawarin" ujar Alfian dengan nada merajuk
Diandra langsung menghela nafas kesal
"Kalau kamu mau minum itu ambil sendiri di atas meja" jawab Diandra kesal kepada Alfian, karena Alfian tidak melihat situasi
"Ambilkan kalau begitu" jawab Alfian keras kepala
__ADS_1
Diandra langsung menghampiri Alfian dan memberikannya kepada Alfian minuman dingin itu
"Terima kasih sayang, jangan cemberut begitu dong, nanti cantiknya berkurang sedikit loh" kata Alfian sambil tersenyum manis kepada Diandra
"Kembali kasih " jawab Diandra sambil mengangkat kedua bibirnya
Sebenarnya Alfian merasa cemburu kepada Hera, karena Diandra lebih memperhatikan Hera ketimbang dirinya saat ini, dan perhatian Diandra tidak fokus lagi kepada dirinya, padahal dia berharap jika dia menginap nanti tidak ada gangguan apapun ,dan Diandra bisa fokus memperhatikan dirinya, hanya siap saja tiba tiba Hera datang, dan dia belum tahu kalau Donny juga akan datang dan mungkin akan menginap disana
"Sebenarnya ada apa denganmu?" tanya Diandra duduk di sebelah Hera
Hera terdiam sejenak, dia memandang kosong
"Kita ke dalam aja bagaimana?" tanya Diandra menatap Hera dengan pandangan prihatin
Belum sempat Hera mengiyakan tiba tiba Donny muncul didepan pintu rumah Diandra, mereka yang ada di ruang tamu langsung menoleh dan terkejut begitu melihat Donny datang
"Elo bukannya kasih salam dulu kek, nyapa dulu kek malah tiba tiba nongol gitu aja ga jelas" gerutu Alfian dengan sewot karena dia yang paling duluan kaget
Sementara Hera langsung menatap Alfian dengan tatapan tajam, Alfian yang menyadari jika Hera sedang menatap dirinya dengan tatapan tajamnya langsung nyengir tanpa rasa bersalah
Donny sendiri tidak menggubris perkataan dari Alfian, matanya fokus menatap Hera namun Diandra memberikan isyarat agar Donny jangan mendekati Hera dulu
"Kalian kalau mau masuk ke kamar tamu tau kan tempatnya, kita mau mau masuk ke dalam dulu" kata Diandra sambil berdiri
"Oh iya tolong jangan lupa mengunci pintu gerbang sama pintu rumah" perintah Hera kepada Alfian dan Donny, setelah Diandra mengajak Hera untuk berdiri masuk ke dalam kamar Diandra
Sepeninggal kedua gadis itu tinggal Donny dan Alfian yang sedang bermain tatap tatapan
"Kenapa elo kesini?" tanya Alfian menatap Donny kesal, karena dia merasa tambah satu lagi peganggunya
"Nah elo ngapain kesini?" tanya Donny balik
"Lah gw kesini antar calon bini gw lah sekalian nginep" kata Alfian cuek
"Gw kesini besok mau diajak sama ayah nya Diandra buat mancing" jawab Donny sekenanya
"Yakin elo?" tanya Alfian setengah tidak percaya kalau ayahnya Diandra tidak ada berkata apa apa dengan mereka masalah mancing
Karena tadi siang, ketika disuruh menyewa alat pancing sama ayahnya Diandra mereka bilang kalau mereka ingin belajar dulu dengan ayahnya Diandra, namun bukannya belajar malah mereka berdua bikin ribut disana, mereka berdua mengerubungi ayah Diandra ketika ada kail yang sedikit bergerak , mereka langsung heboh sendiri akhirnya ikannya mungkin langsung lari mendengar mereka heboh
Dan sebenarnya ikan yang dibawa tadi siang itu juga bukan hasil dari tangkapan ayah Diandra, itu hasil beli di kios yang jualan ikan , mereka bertiga juga tidak mendapatkan apa apa, karena selain kehebohan mereka berdua hingga akhirnya mereka terkena teguran dan tatapan tajam dari para pengunjung disana, jadi dengan berat hati ayah Diandra memutuskan untuk mengakhiri memancing ikan
Bagaimana mereka berdua tidak heboh setiap ada ikan yang mendekat atau setiap kailnya bergerak mereka berdua langsung teriak teriak kegirangan atau langsung menggoyang goyangkan kailnya secara tidak sabar, padahal ayah Diandra sudah memperingatkan untuk diam dan duduk santai saja namun rupanya dua cacing kremi ini tidak mau menuruti nasihat ayahnya Diandra dan jadilah mereka yang selalu mendapatkan tatapan tajam dari para pengunjung dan berakhir berupa teguran
Selama menuju perjalanan pulang, mereka berdua berkali kali meminta maaf sama ayah Diandra, ayah Diandra juga rupanya tidak enak hati akhirnya mau tidak mau menerima permintaan maaf dari mereka dan sebagai gantinya ketika perjalanan menuju ke rumah Diandra mereka berdua langsung membeli lima ekor ikan sedang untuk dibawa pulang ke rumah
__ADS_1
Ayah Diandra juga sudah melarang mereka untuk membeli ikan tersebut, karena itu membohongi diri mereka sendiri dan orang lain tapi karena Alfian dan Donny sudah bersikukuh untuk membeli akhirnya ayah Diandra menerima pembelian ikan mereka dan terpaksa melakukan kongkalikong sama kedua anak muda ini untuk mengatakan kalau ikan ikan tersebut adalah hasil dari pancingan mereka berdua