
Setelah diizinkan oleh si empunya Amel dan Sandra kemudian langsung masuk ke dalam, Sandra terlihat memasang muka cemas begitu melihat Alfian yang sedang terbaring di tempat tidurnya, dia langsung mendatangi Alfian tanpa menoleh ke kiri dan kanan, tidak menyadari jika mamahnya Alfian tengah berada disana juga sedang menatap Sandra dengan tatapan tidak sukanya
"Alfian, kamu kenapa apa kamu baik baik saja?" tanya Sandra sambil menyentuh kening Alfian dan tangannya Alfian
Alfian yang merasa risih disentuh oleh Sandra langsung berusaha melepaskan diri dari sentuhannya Sandra
"Gw baik baik saja, tapi bisa ga Lo ga sentuh sentuh gw" ucap Alfian dengan nada kesal kepada Sandra
"Sorry" ucap Sandra dengan canggung, yang masih tidak menyadari beberapa pasang mata menatap Sandra dengan tatapan tidak suka namun Sandra tidak memperdulikan hal itu, perhatiannya masih terfokus kepada Alfian
Sementara itu Amel yang mengikuti Sandra dari belakang terlihat tampak tidak enak, akhirnya Amel lah yang kemudian menyapa Nyonya Francie terlebih dahulu begitu juga dengan kedua orangtuanya Diandra
"Om Tante, saya Amel" kata Amel memperkenalkan diri di hadapan kedua orangtuanya Diandra sambil menyalami mereka satu persatu yang disambut hangat oleh kedua orang tuanya Diandra, begitu juga dia menyalami Nyonya Francie
"Kamu anak yang baik dan sopan tidak seperti temanmu itu datang datang bukannya memberikan salam kepada kita malah langsung perhatiannya tertuju ke Alfian" sindir Nyonya Francie sambil melirik ke arah Sandra yang berada di sebelah tempat tidurnya Alfian
Sandra yang menyadari dirinya disindir seperti itu langsung menatap Nyonya Francie mamahnya Alfian lalu dia mendatangi Nyonya Francie dan menyalami Nyonya Francie sambil mencium tangannya
"Tante apa kabar?" tanya Sandra dengan keramahan yang dibuat buat
'Tante baik, setidaknya Tante saat ini masih sehat waalfiat " ucap Nyonya Francie dengan jauh lebih ramah dari Sandra
"Syukurlah kalau begitu Tante, Sandra senang mendengarnya " ucap Sandra sambil menatap wajah Nyonya Francie sambil tersenyum
"Tante juga berharap kamu juga bisa jauh lebih baik " ucap Nyonya Francie sambil membalas senyuman Sandra, sebuah senyuman yang dibuat buat
Sandra kemudian menatap kepada kedua orangtuanya Diandra dengan tatapan tidak suka
"Loh ternyata ada orang tuanya Diandra juga, mana Diandra Tante?" tanya Sandra dengan nada mencibir
Sandra sama sekali menunjukkan rasa tidak hormat kepada kedua orangtuanya Diandra, dimatanya kini terdapat penuh dengan kebencian baik dengan Diandra anaknya dan kini dengan kedua orang tuanya Diandra
Bunda Diandra mencoba menahan diri mendapatkan perlakuan yang tidak menyenangkan dari Sandra
"Tante tidak tahu dimana anak Tante sekarang" ucap bunda Diandra berpura pura menahan kesedihan, padahal dalam hatinya rasanya ingin menampar perempuan yang ada di hadapannya
Sandra mendengar itu tiba tiba tertawa terbahak-bahak, dia tidak menyadari jika banyak yang tidak menyukai dirinya di tempat itu bukannya malah menjaga sikap malah sikap semakin menjadi jadi
__ADS_1
"Calon suami sedang terbaring di rumah sakit, masa dia pergi meninggalkan Alfian seorang diri disini, calon isteri macam apa itu" sindir Sandra kepada kedua orangtuanya Diandra
Bunda menahan kemarahannya mengingat kalau mereka berdua sedang memainkan sandiwara yang sudah mereka susun daritadi, jika tidak rasanya ingin dia pukul gadis yang tidak punya etika ini
Sandra langsung berbalik menghadap Alfian, menatap Alfian dengan tatapan sedihnya sementara di luar sana Diandra sudah mengepalkan kedua tangannya, ingin rasanya dia menyerang Sandra namun dia berusaha untuk menahan diri
"Sayang Alfian, kamu lihat sendiri kan siapa yang lebih perduli aku atau gadis kampung itu, lihat saja saat kamu terbaring disini dia malah menghilang entah kemana jangan jangan dia malah bersenang senang dengan pria lain" kata Sandra sambil memegang tangan Alfian
"Lo tahu darimana kalau dia sedang bersenang senang dengan pria lain, apa kamu ada bukti?" tanya Alfian menatap Sandra berusaha memancing Sandra agar dia mengakui perbuatannya
Sandra yang mendengar pertanyaan itu malah tertawa
"Loh sekarang gini aja deh, coba deh kamu pikirkan jika misalkan dia tidak ada disini kemana dia berada lagian nih ya aku yakin dia tidak mungkin akan datang kemari" ucap Sandra kepada Alfian dengan penuh rasa percaya diri
"Kenapa lo bisa bicara seperti itu, seakan akan Lo tahu dimana Diandra berada" kata Alfian dengan tatapan menyelidiknya
Sandra kemudian tertawa terbahak bahak mendengar kata kata seperti itu namun dia tidak menjawabnya sama sekali
"Alfian kami pergi dulu, kami masih banyak pekerjaan " ucap ayah Diandra memohon pamit kepada Alfian dan Nyonya Francie
"Loh kok buru buru sih" ucap Nyonya Francie kaget
"Oh iya ada yang ingin saya sampaikan sebelum Tante dan om pergi dari ruangan ini" kata Alfian dengan nada suara tegas
Mereka berdua menatap Alfian dengan tatapan bertanya
"Maaf jika ini menyinggung om dan Tante, tapi mungkin benar apa yang dikatakan oleh Sandra, saya selama berada di rumah sakit berpikir jika saya dan Diandra benar benar tidak cocok baik dalam hubungan maupun status, maka dalam hal ini saya ingin memutuskan hubungan dengan Diandra dan saya akan berpikir ulang mengenai pertunangan ini" ucap Alfian dengan nada tegas
Seisi ruangan yang mendengar itu langsung merasa terkejut dan kaget karena tidak ada Alfian berkata seperti itu waktu pembicaraan sebelumnya, Diandra yang mendengar itu dari balik balkon juga merasa sangat kaget sekali, namun dia berusaha untuk mengerti
Ayahnya Diandra menghampiri Alfian dengan tatapan amarahnya
"Coba jelaskan apa maksud kamu ?" tanya Ayah Diandra tidak terima mendengar pernyataan dari Alfian
"Maafkan saya om, saya terpaksa melakukan ini karena saya baru menyadari memang benar kata Sandra kalau Diandra tidak perduli kepada saya, kemana dia waktu saya terbaring disini, kemana dia waktu saya lemah dan rapuh, dia sangat suka menghilang disaat saya membutuhkan dia sementara Sandra dia selalu ada disini disaat dimana saya membutuhkan support" ucap Alfian dengan nada sedih, padahal didalam hatinya kini dia nanti harus benar benar meminta maaf kepada orangtuanya Diandra agar mereka mau mengerti jika ini adalah bagian dari sandiwaranya saja
"Alfian, loe tuh bener bener keterlaluan ya..ga punya hati sama otak Lo;" teriak Hera tiba tiba penuh dengan emosi, Hera ingin mendekati tempat tidurnya Alfian namun buru buru dicegah oleh Donny
__ADS_1
"Apa Lo! Lo sama aja kaya sahabat Lo itu ga punya otak, cocok Lo berdua" kata Hera dengan tatapan marahnya yang kini dia lampiaskan kepada Donny
Donny hanya bisa menghela nafas panjang, karena kini dirinya yang kena semprot oleh Hera
"Mah tolong bawa pergi mereka mereka ini, aku sama Sandra ingin berbicara berdua mungkin ini mengenai hubungan kami berdua karena sepertinya aku yakin Sandra memang jauh lebih pantas buat aku mah" ucap Alfian dengan nada tegas
"Kamu Alfian, benar benar tidak menyangka kamu bisa seperti ini, terpengaruh sama gadis ular ini" geram Nyonya Francie kepada anaknya kini
"Mah please" ucap Alfian menatap mamahnya yang kali ini sangat berbeda, akhirnya Nyonya Francie terdiam seketika
Tiba tiba Sandra tertawa terbahak bahak
"Sekarang lihat siapa yang dipilih oleh Alfian, tetap saja pada akhirnya aku dan aku yang akan mendampingi dia untuk menjadi nyonya di keluarganya" ucap Sandra dengan tatapan sombong
"Jangan mimpi kamu, selama masih ada saya dan suami saya jangan berharap kamu bisa menginjakkan kaki di rumah saya ingat itu" kata Nyonya Francie dengan tatapan amarahnya
Sandra langsung mendekati Nyonya Francie sambil tersenyum mencibir
"Tenang saja itu juga tidak akan lama lagi kok anda dan suami anda ada di rumah utama kalian" kata Sandra sambil tersenyum sinis, sambil berjalan mendekati Nyonya Francie
"Apa maksud kamu?" tanya Nyonya Francie dengan nada geram
Namun kali ini Sandra tidak menjawab apa apa, malah mengusap pakaian Nyonya Francie yang tidak kotor
"Nanti juga anda akan tahu sendiri" ucap Sandra sambil berbisik pelan
"Dasar gadis kurang ajar kamu !" bentak Nyonya Francie yang sudah merasa geram dan marah diperlakukan seperti itu oleh Sandra
"Sandra, sipanlah sedikit dia itu adalah mamaku" kata Alfian menahan rasa marah dan geram, ingin rasanya dia memakai gadis yang ada di hadapannya itu
"Apa kamu tahu dimana Diandra sekarang berada?" tanya Alfian tiba tiba sambil menatap tajam ke arah Sandra
"Apa kamu masih memperdulikan dia sayang?" tanya Sandra menatap tajam ke arah Alfian
"Tidak bukan begitu, gw hanya ingin mastikan saja kalau dia nantinya tidak akan menganggu pesta kita berdua, kamu kan tidak mau melihat dia datang dan merusak acara kita kan sayang" ucap Alfian menatap Sandra
Sandra terdiam lalu tersenyum manis ke arah Alfian
__ADS_1
"Kamu ga usah khawatir,dia sudah diamankan" ucap Sandra kepada Alfian, tanpa menyadari jika kedua orangtuanya Diandra masih ada disana