Dia Musuhku

Dia Musuhku
Bab 183


__ADS_3

Diandra mengendap endap ke luar, dia tidak ingin teman temannya tahu kalau dia lah yang akan menantang bahaya kali ini, dia tidak perlu mengajak teman temannya termasuk Alfian, biar kali ini dia yang akan menyelesaikannya dengan Sandra, mereka tidak perlu terlibat karena urusan Sandra adalah urusannya, semuanya harus diselesaikan dengan segera tidak boleh berlarut larut begitu pikirnya


Diandra langsung memencet tombol lift dan kemudian setelah pintu lift terbuka dia langsung masuk ke dalam, tujuannya dia kali ini adalah menemui orang suruhannya Sandra


Sesampainya Diandra di lobi hotel, dia sengaja membuka topinya dan melepaskan ikatan rambutnya, rambut panjang hitamnya langsung tergerai begitu saja, kemudian dia dengan sangat santai berjalan perlahan menuju pintu keluar lobi, kali ini Diandra benar benar sangat nekat sekali, dia tidak gentar sedikitpun untuk melawan siapa saja yang berani menganggu ya


Seorang pria bertubuh tinggi besar sedang menatap Diandra dalam dalam, timbul hasrat ingin memilikinya, laki laki itu berpikir daripada dia menyingkirkan gadis itu lebih baik dia dimilik olehnya toh bukankah sama saja, setelah mendapatkan uang yang lumayan banyak dari dia bisa pergi bebas bersama dengan gadis yang sedang dia pantau itu, tiba tiba pria itu tersenyum puas dengan jalan pikiran dia sendiri, padahal dia tidak tahu gadis yang terlihat lemah bisa berubah menjadi seorang serigala jika dia sedang marah


Diandra melenggang keluar, dia tahu dirinya sedang diikuti namun dia tetap santai, Diandra memang sengaja menarik perhatian orang suruhannya Sandra untuk mendekati dirinya, sikap waspada Diandra juga lumayan tinggi, tidak percuma dia belajar ilmu bela diri di Jepang, dia mempelajari seni bela diri karate dan karena kecerdasan Diandra, Diandra berhasil menguasai teknik ilmu bela diri tersebut, dan kini sekarang dia sedang berdiri di depan pintu lobby hotel, dia sedang berpura pura menunggu mobil jemputan yang akan menjemput dirinya


Seorang pria yang sedari tadi mengamati Diandra langsung buru buru menaruh koran yang dia pegang untuk menutupi keberadaan dirinya, dia mengeluarkan sebuah sapu tangan yang sudah dia basahi dengan obat bius, berjalan perlahan namun ekor matanya tetap mengawasi Diandra yang saat itu juga sedang mengawasi orang yang lalu lalang masuk keluar hotel


Pria itu tersu berjalan perlahan demi perlahan, seperti seorang pemangsa yang akan menyekap lawannya, namun sayangnya Diandra saat itu kurang awas hingga, dari belakang pria itu langsung membekap mulut Diandra dengan sapu tangan yang sudah diisi dengan obat bius, Diandra dalam keadaan beberapa detik sempat berontak namun akhirnya dia langsung pingsan akibat obat bius yang dia hirup di sapu tangan pria itu, dan dengan segera pria itu langsung menggendong Diandra menuju ke parkiran mobil yang kemudian Diandra langsung dimasukkan ke dalam kursi belakang mobil, tangannya diikat dan mulutnya disumpal hingga Diandra tidak bisa berteriak apalagi melawan di kala Diandra sudah sadar


Sambil tersenyum puas karena sudah berhasil mendapatkan apa yang diperintahkan, dia langsung menelpon Sandra tidak lupa dia memfoto Diandra yang dalam kondisi pingsan, untuk meminta sejumlah uang sisa pekerjaannya yang sudah dia lakukan


Dari balik kemudi mobilnya pria itu langsung menelpon Sandra, belum ada jawaban dari suara seberang, pria itu masih menunggu disambungkan dengan seberang, hingga akhirnya Sandra menjawab panggilan tersebut


"Boss, mangsa sudah saya tangkap, nanti saya akan kirimkan potonya ke boss" kata pria tersebut begitu telpon diangkat oleh Sandra


"Bagus kalau begitu, saya akan transfer uangnya ke kamu " jawab Sandra dengan nada puas


"Boss, perempuan ini buat saya tidak apa apa kan?" tanya pria itu kepada Sandra

__ADS_1


"Terserah kamu apakan, pokoknya saya ga mau dia muncul di hadapan Alfian" jawab Sandra dengan suara dinginnya


"Siap boss, saya tunggu transferan uangnya" jawab pria tersebut sambil tersenyum puas, dan kemudian dia menutup handphonenya dan tidak lupa dia memfoto Diandra yang masih belum siuman dan dikirimkan gambarnya Diandra yang sedang terikat tangan dan kakinya ke nomor Sandra


Sandra yang sedang duduk di cafe bersama Amel, langsung tersenyum puas begitu melihat kiriman gambar Diandra yang masih tertidur karena obat bius, dan sekarang sedang tergeletak tidak berdaya sama sekali


"Mau melawan gw Diandra jangan coba coba, Lo harusnya tahu kalau Lo berhadapan dengan siapa" ucap Sandra sambil tersenyum sinis melihat gambar yang ada di dalam handphone nya itu


"Lo lagi senyum senyum sama siapa?" tanya Amel curiga, dia memperhatikan Sandra yang sedari tadi sedang senyum senyum sendiri, dari semenjak dia masuk hingga duduk berhadapan dengannya, Sandra tidak lepas dari senyum


Amel menatap Sandra dengan penuh rasa curiga


"Kenapa Lo menatap gw seperti itu?" tanya Sandra acuh tidak acuh


Dia khawatir Sandra karena tidak menerima perjodohan antara Alfian dan Diandra, tiba tiba dia berubah menjadi tidak waras


"Kepo" balas Sandra tidak perduli, dia langsung melihat lihat menu makanan yang diberikan oleh pelayan, Sandra baru saja datang ke cafe itu setelah Amel


"Iyalah gw kepo, secara aneh aja tiba tiba Lo senyum senyum ga jelas gitu" balas Amel sambil menyeruput es kopi yang dia pesan dari beberapa menit yang lalu


Setelah memesan makanan, Sandra langsung mengembalikan buku menu kepada pelayannya untuk dibawa


"Ada apa Lo manggil gw tiba tiba?" tanya Amel ingin tahu

__ADS_1


Sandra langsung menghela nafas panjangnya


"Gw dijodohin sama bokap gw" ucap Sandra dengan mata yang menerawang jauh


Amel yang mendengar itu langsung terkejut, dan menatap Sandra dengan tidak percaya


"Dan Lo mau?" tanya Amel lagi dengan nada penasaran


"Gag tahu gw, Lo tau kan gw cinta banget sama Alfian dan gw ga bisa beralih ke lain hati" ucap Sandra sambil menatap lukisan di dinding yang ada di belakang Amel


"Kenapa ga Lo coba aja dulu, siapa tahu itu yang terbaik buat Lo" kata Amel memberikan nasihat kepada Sandra, dan Sandra langsung menggelengkan kepalanya tidak menyetujui apa yang dikatakan oleh Amel


"Yang cocok buat gw itu ya Alfian, ga ada yang lain apalagi ini perjodohannya menggunakan ancaman" jawab Sandra dengan nada kesalnya


"Ancaman bagaimana maksudnya?" tanya Amel tidak mengerti menatap Sandra dengan penuh tanya, Amel tidak mengerti sama sekali kenapa harus sampai diancam ancam segala dan bukannya Sandra orang yang paling menentang keras jika itu tidak sesuai dengan keinginan hatinya, begitu pikirnya


"Iya kalau gw menolak perjodohan itu, perusahaan bokap gw bakalan bangkrut, semua dana yang diberikan kepada bokap gw akan ditarik seketika dan perusahaan bokap gw akan hancur, belum lagi masalah dengan perusahaan keluargabya Alfian, tuan Wijaya" cerita Sandra sambil menarik nafas


"Ini semua gara gara cewek sialan itu, kalau saja dia tidak menganggu hubungan gw sama Alfian ini tidak akan terjadi" ujarnya dengan nada yang penuh emosi


"Gw akan hidup bahagia dengan Alfian dan perusahaan bokap gw akan baik baik saja selama disokong penuh oleh Tuan Wijaya" ucap Sandra dengan gemas


Amel yang mendengar itu hanya diam saja sambil menggelengkan kepalanya tidak mengerti akan pikiran Sandra sahabatnya sendiri

__ADS_1


__ADS_2