
Alfian memandang Sandra dengan pandangan tertarik dengan pernyataan tersebut
"Maksudnya apa ya?" tanya Alfian menatap Sandra berpura-pura acuh tak acuh agar Sandra tidak curiga
"Kamu tenang aja sayang, dia tidak bisa menganggu hubungan kita lagi, intinya dia sudah benar benar aman bahkan benar benar sangat aman" ucap Sandra duduk di sebelah tempat tidurnya Alfian sambil mengusap rambutnya Alfian
"Maaf Sandra aku masih kurang yakin" ucap Alfian kepada Sandra dengan wajah ragu
"Maksud kamu?" tanya Sandra menyelidik
"Iya dari mana kamu bisa sangat yakin seperti itu, kamu kan tahu Diandra gadis yang tangguh" ucap Alfian berkata seolah olah tidak yakin dengan ucapan dari Sandra
"Aku yang menyuruh orang untuk menculik Diandra, dan kebetulan juga penculiknya menyukai Diandra, ya sudah aku suruh saja untuk menikahinya secara paksa, kalau perlu dia suruh bawa jauh jauh agar tidak ada lagi yang menganggu kita" jawab Sandra yang masih tidak sadar apa yang dia katakan barusan, banyak saksi yang mendengar bahkan Hera diam diam merekam percakapan mereka berdua
Alfian dan yang lainnya mendengar kecuali kedua orangtuanya Diandra yang sudah pergi dari tadi tidak mendengar apa pernyataan dari Sandra, mereka yang berada di ruangan itu langsung merasa sangat geram namun mereka tahan, tiba tiba muncul ide di kepalanya yang kali ini Alfian ingin mempermalukan Sandra di depan umum bahkan sekaligus ingin menangkap Sandra untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya
"Kamu ingin kita menikah?" tanya Alfian tiba tiba berkata lembut kepada Sandra
Sandra dengan wajah sumringahnya langsung menganggukkan kepalanya
"Tentu saja sayang, kamu kan tahu itu yang sudah lama aku nanti nantikan dari mulut kamu sendiri, aku akan memberikan kabar gembira ini kepada kedua orang tua aku" kata Sandra dengan senang dan penuh semangat
"Tapi pernikahan kita ini sesuai dengan apa yang aku mau bagaimana?" tanya Alfian
"Maksud kamu bagaimana?" tanya Sandra tidak mengerti
"Ya sesuai dengan apa yang aku mau, aku ingin mengundang wartawan yang banyak dan dari semua media baik online maupun offline, dan akan disiarkan di seluruh saluran televisi dan papan papan reklame yang ada di jalan jalan protokol utama" kata Alfian menatap Sandra dengan tatapan serius
"Waduh kamu tahu aja apa yang aku mau Alfian, baik tentu saja aku sangat setuju" ucap Sandra kepada Alfian, dan dia tiba tiba langsung memeluk Alfian dengan sangat erat sekali, tidak memperdulikan keadaan di sekitarnya
"Pelan pelan dong Sandra" protes Alfian ketika Sandra memeluk Alfian dengan sangat eratnya
"Maaf..maafkan aku apa kamu tidak apa apa?" tanya Sandra khawatir sambil menatap Alfian dengan tatapan cemas
Alfian menatap Sandra dengan tatapan datarnya
"Aku ga apa apa Sand" jawab Alfian dengan suara datarnya
"Syukurlah kalau begitu" ucap Sandra dengan nada lega
" Alfian, mamah tidak setuju kalau kamu menikah dengan gadis yang tidak punya etika ini" ucap Nyonya Francie dengan wajah marahnya
__ADS_1
'Mah tenang saja, lagian juga aku sudah berpikir kalau Sandra yang tepat mendampingi aku selama hidup aku" kata Alfian dengan wajah tanpa ekspresi
Sandra yang merasa diatas angin langsung tersenyum puas begitu mendapatkan pembelaan dari Alfian
namun dia berusaha menahannya agar Alfian tidak curiga dengan sikapnya itu
"Tante saya sangat sedih kalau Tante tidak mau menerima saya sebagai menantu Tante, padahal saya selalu bersikap baik sama Tante, apa salah saya Tante?" tanya Sandra dengan suara yang sedih dan mimik yang sedikit kecewa
"Kamu pikirkan saja sendiri" jawab Nyonya Francie dengan rasa tidak sukanya
"Dengar Alfian kalau kamu masih saja nekat melangsungkan pernikahan kalian jangan harap papa dan mama akan datang" ucap Nyonya Francie menatap tajam ke arah Alfian
Alfian hanya diam tidak menyahut
Hera yang mendengar itu hanya bisa menahan kekecewaannya, lalu dia tiba tiba berdiri dari kursinya
"Kamu mau kemana?" tanya Donny menatap Hera yang sudah berdiri dari tempat duduknya
"Pulang, gw males liat penghianat temen gw" ucap Hera dengan suara ketus
"Gw antar Lo pulang" ucap Donny sambil memegang tangan Hera
"Ga usah, Lo urus aja tuh sahabat Lo yang ga punya hati" kata Hera dengan suara kesalnya menahan emosinya sendiri
"Sayang aku pulang dulu ya, aku akan memberi tahukan kepada kedua orang tua ku untuk segera bersiap-siap dengan acara pesta pernikahan kita, aku ga sabar lagi nanti sore aku akan akan kesini lagi" kata Sandra sambil mencium kening Alfian dan meninggalkan bekas lipstik di keningnya Alfian yang langsung dihapus oleh Sandra dengan lembut
"Hati hati kalau begitu, Amel tolong jaga Sandra baik baik pastikan dia aman sampai di rumah" kata Alfian kepada Amel yang dari tadi hanya diam sebagai penonton saja
"Baiklah" jawab Amel singkat
"Tante aku pergi dulu" ucap Amel sambil menyalami Tante Francie, disusul oleh Sandra, namun perlakuan mamahnya Alfian sangat berbeda begitu disalami oleh Sandra, nyonya Francie tampak ogah ogahan menerima uluran tangan dari Sandra
namun Sandra berusaha tidak memperdulikan hal itu bahkan dia langsung memeluk mamahnya Alfian dengan erat
"Mah aku pulang dulu" ucap Sandra sambil berbisik kepada Nyonya Francie
"Aku bukan nama kamu" kata Nyonya Francie dengan suara ketusnya
"Tapi kamu akan menjadi mertua aku" kata Sandra sambil tersenyum mencibir
"Jangan pernah bermimpi kamu" ucap Nyonya Francie tersenyum sinis
__ADS_1
"Aku bisa membuat kamu berasa di neraka begitu kamu menginjakkan kaki kamu di rumah aku" ucap Nyonya Francie dingin
"Kita lihat saja siapa yang berada di dalam neraka mama" balas Sandra tidak mau kalah
"Kalian sedang apa disana?" tanya Alfian menatap kedua wanita yang sedang bertempur dengan kata kata yang halus namun penuh dengan ancaman
Mereka berdua langsung menoleh ke arah Alfian
"Tidak sayang aku hanya berpamitan" ucap Sandra sambil tersenyum ke arah Alfian
"Kalau begitu pergilah jika sudah tidak ada urusannya lagi" ucap Nyonya Francie dengan nada mengusir
Namun Sandra tidak menggubrisnya dia langsung berjalan menuju ke pintu disusul oleh Amel
Sepeninggal mereka berdua, Nyonya Francie langsung menghela nafas kasar, dia menatap anaknya dengan tatapan meminta penjelasan, Diandra yang sudah begitu lama di balkon dan mendengar semua ucapan Alfian langsung keluar dari tempat persembunyiannya meminta penjelasan dari Alfian
"Maaf rencana berubah" ucap Alfain sendu
"Maksud kamu apa?" tanya Nyonya Francie tidak mengerti, Diandra masih diam menunggu penjelasan dari Alfian
"Aku akan menjebak Sandra di acara itu, mempermalukan dia dan kemudian menangkap dia, percayalah aku tidak mungkin menikahinya, gadis yang culas dan jahat" ucap Alfian kepada kedua wanita yang sangat dicintainya
"Kamu yakin tidak akan berubah pikiran?" tanya Nyonya Francie kepada Alfian mencoba meminta kepastian dari Alfian
"Diandra kemarilah, jangan menjauh seperti itu" panggil Alfian kepada Diandra yang masih berdiri tidak jauh dari balkon, tidak menggubris pertanyaan dari mamahnya
Diandra pun langsung menurut dan berjalan mendekati Alfian, Alfian langsung memegang tangan Diandra seolah olah tidak mau dilepaskan lagi
"Aku tidak mungkin mengkhianati cinta aku sendiri, kalian tahu kan seberapa besar cinta aku untuk Diandra" ucap Alfian sambil mencium tangan Diandra
"Tapi sepertinya kamu menikmati ciumannya Sandra di kening kamu itu dan sentuhannya Sandra" sindir Diandra pada akhirnya dia membuka suaranya
"Sayang jangan berkata seperti itu, aku tidak menikmati itu" ucap Alfian dengan wajah cemberutnya
"Lalu apa rencana kamu?" tanya Diandra
"Yang aku nikahi itu kamu, jadi setelah Sandra ditangkap kamu akan langsung aku nikahi, ingat jangan membantah pernikahan akan kita majukan" ucap Alfian dengan suara tegas
"Memangnya kapan?" tanya Diandra ingin tahu
"Dua Minggu lagi" ucap Alfian membuat keputusannya sendiri
__ADS_1
"Apaan!" teriak Diandra kaget mendengar keputusan Alfian yang sangat tidak masuk akal