Dia Musuhku

Dia Musuhku
Bab 176


__ADS_3

"Apa yang lo lakukan?" tanya Aruna kaget menatap marah kepada Tonny


"Mengantarkan lo pulang" jawab Tonny santai lalu menarik Aruna untuk ikut dengannya


"Lepasin gw, gw ga mau diantar Lo pulang, lepas !" teriak Aruna kepada Tonny sambil berusaha melepaskan tangannya dari genggamannya Tonny


dan Tonny tanpa banyak cakap langsung menggendong Aruna dan membopong seperti karung beras menuju parkiran mobil


Sementara Aruna masih terus meronta dan memukul punggung Tonny namun Tonny malah justru memukul pantat Aruna untuk diam sambil tertawa


"Diam lah percuma Lo meronta, Lo tinggal pilih ke rumah lo atau apartemen gw, kalau Lo masih berontak juga gw bawa Lo ke apartemen gw" ucap Tonny dengan bosan, dan Aruna langsung diam berhenti berontak


"Please lepasin gw" pinta Aruna pelan dari balik punggung Tonny, namun Tonny tidak menggubrisnya dia malah terus berjalan menuju arah parkiran parkir ke mobil Tonny


Sesampainya di mobil Tonny, Aruna di dudukan di kursi depan, dan dipasang seatbelt oleh Tonny, Aruna diam saja memasang tampang datar


"Seharusnya seperti itu" bisik Tonny pelan, Aruna hanya mendengus mendengar Tonny bicara seperti itu


"Jadi bagaimana Andrew, Lo udah dapat informasi mengenai Alex?" tanya Alfian kepada Andrew, saat itu mereka hanya bertiga saja minus Tonny, di dalam kamar mereka


"Sudah, dan ini yang kemarin pengen gw bicarakan sama Lo" jawab Andrew dengan serius menatap Alfian


"Coba ceritain " jawab Alfian cepat, tidak sabar menunggu cerita dari mulut Andrew sendiri


Tanpa menunggu lama Andrew pun menceritakan tentang Alex secara lengkap dan terperinci, Donny dan Alfian sempat terkejut mendengar cerita dari mulut Andrew nya sendiri


"Jadi dia ingin balas dendam ke gw dan yang lainnya akibat kematian dari ayahnya?" tanya Alfian kepada Andrew


"Gag cuman Lo doang sih Al, tapi ke yang lainnya juga yang menyebabkan ayahnya bunuh diri" ucap Andrew dengan suara tenang

__ADS_1


Alfian teringat memang ada seorang guru yang dipecat secara tidak hormat oleh komite yayasan dan sekolah, karena berbagai rumor yang beredar di sekolahnya pada saat itu


Entah siapa dalang yang membuat rumor itu sendiri, Alfian dan ketiga orang temannya tidak tahu dan tidak perduli, namun Alfian punya perasaan kalau Sandra dan Amel lah dulu yang menjadi biang keroknya, entah untuk alasan apa dia sendiri tidak tahu


"Don apakah ajudannya masih ingin bertemu dengan gw?" tanya Alfian yang langsung menoleh ke arah Donny


"Untuk saat ini sih belum" jawab Donny cepat


"Kalau begitu Lo usahain deh gw bisa bertemu dengan Alex, gw pengen tahu apa maunya dia" perintah Alfian kepada Donny dengan cepat, Donny hanya membalas dengan anggukan kepala


Sementara itu Diandra dan Hera sedang berbincang di taman, mereka tampak serius sekali mengobrol


"Jadi menurut Lo gw harus hati hati dengan Alex?" tanya Hera menatap Diandra


"Yaah seperti itulah, kata Alfian Alex itu sedang menyelidiki Alfian dan yang lainnya, gw sendiri masih belum tahu ada motif apa dibalik itu semua, karena adalah sangat mencurigakan sebuah perusahaan yang baru dia kenal tiba tiba memaksa ingin bekerja sama dengan perusahaan Alfian" kata Diandra dengan nada serius


"Lo percaya begitu saja, lo tahu kan Alex itu adalah salah satu teman gw saat dimana gw disana tidak ada siapapun yang bantuin gw, dia menawarkan bantuannya" kata Hera sedikit tidak terima Alex dituduh seperti itu oleh Alfian, entah kenapa dia merasa kesal dengan Alfian


Hera terdiam mendengar ucapannya Diandra, dia berpikir ada benarnya juga seorang yang asing tiba tiba datang menawarkan bantuan dan tidak tahu siapa orang itu sebenarnya, kalau tidak punya maksud dan tujuan lain, Hera menghela nafas panjang


"Gw jadi penasaran Alex itu siapa" ujar Diandra kepada Hera, memecahkan kesunyian diantara mereka berdua


"Oh iya terus Lo kapan mau ke Jerman?" tanya Diandra kepada Hera menatap ke arah Hera dengan serius


"Mungkin tiga Minggu lagi, gw udah mempersiapkan semuanya, termasuk surat rujukan dokter, kalau tidak ada halangan " jawab Hera cepat


"Lo yakin meninggalkan semuanya disini, termasuk Donny?" tanya Diandra pelan


"Gw mau fokus sama kuliah gw dulu, lagian kalau dia jodoh gw pasti bakalan ketemu kok" kilah Hera

__ADS_1


Diandra diam mendengar apa yang diucapkan oleh Hera, benar kata Hera kalau jodoh pasti akan ketemu juga pada nantinya, namun Diandra berharap semoga sahabatnya mendapatkan pendamping yang baik untuknya, yang tidak menyakitinya dan mencintai Hera


"Hera lo sendiri perasaannya Sam Donny gimana, apalagi melihat Donny yang sudah berubah seperti itu?" tanya Diandra kepada Hera


"Entahlah, gw sendiri juga masih bingung dengan kelakuannya Donny, apakah dia benar benar tulus atau tidak" ucap Hera sambil menarik nafas dalam dalam


"Setelah sudah sekian lama, Donny memperlakukan gw seperti itu, jadi gw merasa apa yang Donny lakukan itu sudah biasa malah gw berpikir apa yang dilakukan Donny kepada gw cuman bersifat kamuflase ga ada yang lain, mungkin nanti dia akan berubah lagi " jawab Hera


"Pokoknya gw mau balik ke Jerman dulu, menyelesaikan kuliah gw dan sekaligus menenangkan hati dan pikiran gw terlebih dahulu, dan masalah Alex biar gw coba selidiki dulu" kata Hera kepada Diandra


"Setidaknya Lo hati hati aja sama dia, gw cuman ga mau Lo kenapa kenapa sama dia" kata Diandra mencoba mengingatkan Hera untuk bersikap hati hati kepada Alex


"Di, gw percaya kepada Alex karena perasaan gw Alex adalah pria yang baik, dan gw tetap meyakini hal itu" kata Hera bersikeras, menatap Diandra dengan tatapan yakin


"Gw cuman bilang percaya boleh tapi Lo juga harus waspada " kata Diandra lagi, karena kita tidak tau di belakangnya seperti apa" kata Diandra kepada Hera


Hera diam saja, ada benarnya juga Diandra bicara seperti itu, apalagi dia dengan Alex tidak seperti dia dengan Diandra yang sudah kenal sejak lama, mungkin Diandra ada benarnya juga kalau dia harus waspada dengan Alex


"Dicari cari ternyata kalian ada disini" kata Alfian sambil menatap Diandra dan Hera, dimana ada Donny dan Andrew di belakangnya


"Mau kemana kalian?" tanya Diandra ingin tahu


"Jalan dulu yuk" ajak Alfian kepada Diandra


"Iya tapi kemana?" tanya Diandra menatap penuh rasa ingin tahu


"Jalan aja keluar cari angin" kata Alfian kepada Diandra


"Ya sudah ayok Hera kita jalan" ajak Diandra kepada Hera

__ADS_1


Dan mereka langsung berlalu dari taman itu


__ADS_2