Dia Musuhku

Dia Musuhku
Bab 75


__ADS_3

Sementara itu di tempat Alfian dan kawan kawannya berada, setelah mereka melakukan makan malam, mereka pun langsung memutuskan membahas temuan dari Irwan


"Begini kita sekarang sudah tahu kalau nomor yang tak dikenal itu adalah nomor sekali pakai yang langsung bisa dibuang, yang disinyalir dari kota yang sama dengan kota yang kita tinggali, tapi gw rasa selama itu masih belum membahayakan kita bisa simpan dulu, baru nanti kalau kita menemukan kasus yang sama dengan seperti ini kita bisa buka kembali, bagaimana? " tanya Donny menatap Alfian dan Diandra, terutama dengan Diandra karena yang jadi korban disini adalah Diandra


Diandra mengangguk setuju namun berbeda dengan Alfian "Lalu bagaimana kalau kita tahu orang itu tidak akan melakukan hal yang sama lagi? " tanya Alfian menatap serius


"Kita tidak bisa menjamin orang ini akan melakukan hal yang sama atau tidak, tapi sekali lagi ingat sepandai-pandai nya tupai pasti akan terjatuh juga " jawab Donny dengan suara tegas


"Gw setuju dengan pendapat Donny, selama masih belum membahayakan kita bisa keep dulu, tapi ingat kita tidak boleh menurunkan kewaspadaan kita" kata Diandra dengan suara tegas, dia menyetujui pendapat Donny yang masuk di akal, karena sebelum memulai menangkap seseorang, mereka harus menemukan bukti yang lebih banyak lagi


"Kalau begitu simpan itu, yang sewaktu waktu jika orang ini melakukan nya lagi itu bisa menjadi petunjuk yang mungkin berguna buat kita" kata Alfian dengan suara tegas meminta Donny menyimpan bukti yang sudah dipegang


"Mengenai kotak hadiah yang ada di atas meja Diandra, tertangkap pada sebuah kamera ada seorang office boy yang masuk kedalam ruangannya Diandra dan menaruhnya disitu, sepertinya dia hanya mengirim ngirim kan surat atau hadiah tanpa dia ketahui siapa pengirimnya tapi besok kita bisa menanyakannya lebih lanjut nanti di kantor" jawab Donny dengan suara tegas, sementara Alfian dan Diandra mengangguk tanda setuju


"Dan yang terakhir mengenai seseorang yang terlihat oleh Diandra, dia langsung membuka layar Ipad nya dan memperbesar disana " Kita tahun kan siapa dia? " tanya Donny tersenyum puas


"Amel?! " seru Diandra


Diandra memandang layar tersebut, hatinya bertanya tanya dan berpikir kalau itu tidak mungkin, karena beberapa hari sebelumnya, Amel didepan mereka bertiga minta maaf kepada Diandra akibat kelakuan dirinya dengan Sandra di waktu yang lalu, Diandra terdiam dan mencoba mencernanya, menajamkan kembali penglihatan kembali dia tidak ingin percaya namun dia harus mempercayainya


"Kamu tidak apa apa kan? " tanya Alfian memegang bahu Diandra


" Aku ga apa apa " jawab Diandra serius


"Disini Kita tidak tahu apa motifnya, tapi kita akan mencari tau motifnya dia apa" ujar Donny lalu dia kembali menutup Ipad nya


Diandra tampak berpikir sesaat "Aku ga tahu, tapi aku yang akan mendekati Amel untuk mencari tahu motifnya apa" kata Diandra menatap wajah Alfian dengan serius


"Maksud kamu apa? " tanya Alfian tidak senang


"Kalau kita ingin menangkap pelakunya itu artinya kita harus masuk ke sarang musuh, dan berpura pura kalau kita mendukung mereka? " tanya Diandra kepada Alfian dengan serius


"Jangan kamu, kalau kamu mereka pasti akan curiga, bagaimana dengan Hera? " tanya Donny sambil menatap Hera meminta persetujuan Hera


"Gw setuju, jangan elo, tapi gw, elo itu korbannya target mereka biar gw yang maju" jawab Hera menyetujui pendapat Donny

__ADS_1


"Dan gw berharap bukan dia" ucap Diandra pelan, karena jauh di dalam hatinya semoga bukan Amel, karena Diandra melihat perubahan Amel yang lebih baik lagi


"Elo hati hati ya" ucap Diandra menatap Hera dengan pandangan sedikit khawatir


"Dan Alfian gw meminta sesuatu sama elo, itu pun kalo elo dan Diandra setuju" kata Donny menatap Alfian dan Donny


"Apa itu? " tanya Alfian dan Diandra secara serentak


"Berpura-pura lah kembali elo menjadi kekasih Sandra, biar kita tahu apa dia pelaku utamanya atau bukan" kata Donny memberikan saran


Alfian yang mendengar saran dari Donny dia langsung berdiri dan menatap marah kepada Donny, tapi Donny tidak bergeming malah wajahnya terlihat bersungguh sungguh


"Maksud elo apa?! " tanya Alfian berteriak marah kepada Donny


"Elo pengen gw sama Diandra putus lalu berpisah begitu, brengsek loe! " teriak Alfian ingin memukul Donny, namun buru buru dicegah oleh Diandra, dia yang langsung berjalan ke tengah tengah sebelum Alfian memukul Donny tepar di wajahnya


"Sayang " kata Alfian terkejut menatap Diandra yang mencegah dia memukul Donny, karena khawatir Diandra akan marah kepadanya dan kemudian menghilang lagi


Diandra menghela nafas panjang sambil menggelengkan kepalanya, menatap Alfian dengan pandangan mencemooh


"Seharusnya otak pintar kamu itu bekerja donk, kenapa Donny mengusulkan itu" kata Diandra lagi masih dengan suara tenang


"Tapi kamu... "


"Marah, kesal, sedih, terus menghilang lalu kamu akan mencari aku terus dengan putus asa kamu enggan untuk bekerja bahkan menyusahkan orang lain" jawab Diandra dengan mengejek Alfian


Sementara yang lain senyam senyum begitu melihat Alfian kena omel dengan Diandra, lalu Diandra kembali lagi berkata


"Jangan lebai.. ini taktik kita, melihat Diandra begitu mencintai kamu, mungkin dengan ini dia mau membongkar rahasia nya kepada kamu dan rencana liciknya, kamu paham sekarang? "


Alfian terdiam sejenak, mencoba mencerna apa yang dikatakan boleh Diandra, dia tidak mau mengiyakan begitu saja meski itu adalah rencana mereka, Diandra yang tahun dengan kegelisahan Alfian mencoba meyakinkan kembali sambil berkata lagi


"Mamamu pernah berkata kepada ku kalau kita harus menjaga kepercayaan kita satu dengan yang lain karena cinta akan diuji dan pasti akan diuji sampai kita dipanggil oleh yang punya hidup, anggap saja ini adalah salah satu ujiannya"


"Dan aku janji jika kita berhasil melewati ini semuanya aku yang akan meminta kepada orang tua kita untuk mempercepat pernikahan kita bagaimana? " kata Diandra sambil memberikan penawaran yang menggiurkan untuk Alfian

__ADS_1


Wajah Alfian langsung berubah menjadi bahagia, dia tidak menyangka Diandra akan menawarkan perjanjian seperti itu


"Oke aku setuju dan aku janji tiga bulan kita sudah harus bisa menguak tabir ini semua" kata Alfian dengan penuh semangat


"Tapi ingat jangan pernah menyalahi janji kamu, kalau kamu menyalahi janji kamu, maka sampai ujung dunia akan aku cari kamu dan aku akan langsung menikahimu atau kalau perlu aku akan menghamili kamu terlebih dahulu" kata Alfian dengan nada mengancam ke aah Alfian


"Itu mah maunya elo pea!! " teriak Andrew dan Tonny secara bersamaan, sambil melemparkan bantal sofa ke arah Alfian, sementara yang lainnya menggelengkan kepalanya


"Seorang Diandra selalu memegang teguh pada janjinya" kata Diandra dengan wajah serius dan tidak main main


"Tapi yang harus elo ingat, jangan sampai ini terlihat mencurigakan oleh Sandra, begitu juga dengan elo Hera, kalian harus rapih dalam bergerak ingat itu" kata Donny memperingatkan Hera dan Donny, kali ini wajahnya terlihat sangat serius


"Benar, mengingat Sandra adalah orang yang curigaan jadi elo harus menjaga agar Sandra jangan sampai curiga, elo paham itu? " kata Donny menatap Alfian, Alfian mengangguk menyetujui kata kata Donny


"Sementara tugas elo berdua, kalau Tiba tiba Sandra atau Amel atau kedua perempuan itu tiba tiba datang, pastikan mereka tidak sampai masuk seperti kejadian yang tadi atau sebelumnya yang seenaknya mereka bisa masuk, kasih kita kode atau kasih tau kita biar kita bisa mengantisipasi jika ada Diandra atau Hera ada disini" Kata Donny memberikan intruksi kepada Tonny dan Andrew


"Untuk Tonny tugas tambahan kamu adalah ikutin pergerakan Sandra, nanti gw akan susupin alat penyadap di mobil, elo tinggal mantau aja, elo mau ga? " tanya Donny dengan suara serius kepada Tonny


"Gw siap bersedia" jawab Tonny dengan suara tegas


"Gw juga siap " jawab Andrew dengan suara tegas juga


"Gw minta maaf sama kalian, karena gw sudah menyusahkan kalian" kata Diandra tiba tiba dengan suara sedih


Membuat yang lainnya menatap Diandra


"Sayang ga ada yang menyusahkan kamu, kita ini ikhlas bantuin kamu" kata Alfian dengan nada menghibur sambil merangkul bahu Diandra untuk menghibur calon isterinya itu


"Benar Diandra, elo santai saja ga ada yang merasa terbebani lagian elo ini kan calon isterinya sahabat kita jadi sudah sewajarnya kita juga bantuin lindungin elo dan satu lagi elo udah jadi bagian dari kelompok kita, jadi jangan berpikir yang aneh aneh yak" kata Andrew tersenyum tulus


"Terimakasih buat kalian, Terima kasih banyak" kata Diandra dengan terharu, karena dia tidak menyangka sahabat sahabatnya Alfian ternyata mau menerima dirinya dengan baik, tidak seperti yang ada dipikirannya


Donny pun kembali ke pembahasan semula, mengenai startegi startegi yang harus dilakukan mereka pada nantinya


"Jadi nanti Alfian kamu harus kembali ke ruang kerjamu lagi mulai senin besok" kata Donny tiba tiba sambil tersenyum meledek kearah Alfian, dan itu membuat Alfian terkejut dan merasa berat hati ketika dia harus meninggalkan ruang kerja yang sudah ditempati sama mereka berdua secara bersama selama ini

__ADS_1


__ADS_2