Dia Musuhku

Dia Musuhku
Bab 129


__ADS_3

Setelah Hera selesai bersih bersih, dan diperiksa oleh dokter jaga juga, Hera akhirnya diijinkan untuk pulang dan sementara itu Donny dan Alfian sudah ada di ruang IGD kembali, mereka berdua telah selesai sarapan pagi di kantin rumah sakit yang letaknya berada di sebelah gedung rumah sakit


"Kalian berdua sudah selesai sarapan?" tanya Diandra kepada Alfian dan Donny


"Laki elo tuh, katanya mau sarapan malah ga sarapan, bilangnya lapar malah ga lapar" jawab Donny dengan nada protes, Alfian hanya cengengesan ketika mendapatkan protes dari Donny


"Sudah ga apa apa yang penting elo kan udah makan " ucap Hera dengan suara tenang menatap Donny


"Loh elo sudah diperbolehkan pulang?" tanya Donny menatap Hera dengan pandangan heran


"Iya mang kenapa?" tanya Hera balik


"Gw pikir kayaknya elo kudu di rumah sakit aja deh, kalau misalkan elo pingsan lagi kan pihak rumah sakit bisa segera nolongin elo, lagian di rumah cuman ada Bu Darmi doank" jawab Donny dengan nada khawatir, dia sangat khawatir jika terjadi lagi kepada Hera maka khawatirnya tidak ada yang menolongnya karena rumah Hera yang sepi, yang hanya ada pembantu dan security yang tinggal disana


"Apa apaan sih loe, lagian gw ga apa apa" kata Hera dengan kesal memandang Donny yang terlalu berlebihan seperti itu


"Elo emang ga apa apa tapi gw ga mau elo terjadi apa apa" jawab Donny bersikeras


"Berisik ah, lagian nih yah gw cuman amnesia bukan kena penyakit keras" kata Hera memandang sebal kepada Donny


"Gw cuman khawatirkan elo Hera, ga ada yang lain" ucap Donny kesal karena sikap keras kepalanya Hera yang menolak untuk dirawat di rumah sakit


"Don, gw tau kok apa yang harus gw lakuin, lagian tadi kata dokter gw hanya ga perlu memaksakan ingatan gw untuk kembali muncul di otak gw, udah itu aja gag lebih" kata Hera mencoba memberikan pengertian kepada Donny yang masih keras kepala untuk meminta Hera dirawat di rumah sakit agar ada yang memantaunya


Donny terdiam sesaat akhirnya dengan menghembuskan nafasnya dia kembali mengalah dengan kemauan Hera


"Boleh tapi dengan catatan elo harus sering rutin cek up dan mau menerima perawatan ke dokter syaraf " ucap Donny sambil menatap Hera dengan pandangan yang cukup dalam


"Iya " jawab Hera singkat karena dia malas berdebat dengan Donny


"Oh iya daripada Hera di rumahnya sendirian, gimana kalau elo untuk sementara ini nginep di tempat gw?" tanya Diandra sambil mengajak Hera

__ADS_1


"Disana banyak yang nemenin elo, ada bunda juga dan ada gw, elo ga kesepian dan kalau gw kerja ada bunda yang nemenin elo juga" kata Diandra mencoba meyakinkan Hera untuk mau tinggal bersama dengan dirinya sampai dia benar benar kembali sehat


Hera langsung tersenyum samar sambil berkata


"Ga perlu Di, gw ga mau ngerepotin elo sama bunda dan ayah, lagian rumah gw juga gede kasian kalau ga ditempati juga" kata Hera menolak penawaran Diandra secara halus


"Elo itu apa apaan sih, siapa yang merasa direpotin, ayolah Di lagian kalau siang siang itu bunda suka merasa kesepian dan dia juga butuh diajak ngobrol gitu, ditemenin elo kan tau ayah sama gw sibuk kerja" ucap Diandra sambil berusaha membujuk Hera


Hera terdiam sebentar, menatap Diandra dengan tatapan yang serius, sebenarnya dia sangat ingin sekali ke rumah Diandra karena disana dia bisa menemukan kehadiran sesosok ibu, ayah dan sekaligus saudara perempuan disana


"Ayolah Hera, lagian elo juga dulu waktu gw di Jepang, elo juga suka menginap di tempat gw masak sekarang elo ga mau sih" bujuk Diandra lagi sambil balas menatap Hera


"Gw pikir apa yang dibilang Diandra benar adanya, lagian disana elo ada yang nemenin, ada bunda juga" ucap Alfian sambil ikut ikutan memberikan solusi kepada Hera yang tampak ragu


"Tapi gw ada mbok Darmi" jawab Hera ragu


"Mbok Darmi udah tua, elo ga kasian apa sama mbok Darmi yang elo bikin panik tiba tiba pingsan" jawab Donny yang ikut ikutan menyela


"Ya sudah kalau begitu, tapi gw pulang dulu" ucap Hera kepada Diandra


Diandra langsung mengangguk dengan gembira, dia senang Hera menerima tawaran atas permintaan dirinya untuk mau menginap disana, dan Diandra yakin Bunda dan ayah juga sangat senang jika Hera datang untuk menginap di tempat mereka karena mereka tidak kesepian lagi terutama bunda yang selalu sendirian di rumah karena tidak ada yang menemani dirinya


"Ya sudah ayok kita ke rumah Hera, terus ke rumah Diandra" ajak Donny dengan tidak sabar


Mereka akhirnya berjalan menuju ke arah parkiran ke tempat mobil yang mereka parkir "Hera elo ikut gw" perintah Donny dengan tegas, Hera hanya menganggukkan kepala


"Parkiran gw disebelah kanan" ucap Alfian kepada Donny


"Oh ya udah nanti kita ketemuan aja di rumah Hera " kata Donny


Alfian menganggukkan kepala dan dia langsung menuju ke arah parkiran di gedung sebelah kanan yang tidak jauh dari gedung utama

__ADS_1


Sementara itu Hera menyusul ikut dengan Donny dari belakang dan ketika Donny membukakan pintu samping sebelah kemudi, Hera langsung naik dan tidak lupa mengucapkan kata terima kasih kepada Donny


Setelah itu Donny juga langsung ke tempat kemudi dan masuk ke dalamnya


"Kamu sudah siap?" tanya Donny menatap Hera


Hera menganggukkan kepalanya, Donny melihat sabuk pengaman telah terpasang di tubuh Hera, dan Donny tersenyum puas, dia langsung menyalakan mesin kendaraannya dan mobilnya langsung berjalan meninggalkan rumah sakit tempat dimana Hera dirawat semalaman


Begitu juga dengan Alfian, dia sudah berada di belakang mobil Donny bersama dengan Diandra, Diandra tampak terdiam, dia seperti memikirkan sesuatu yang membuat Alfian menoleh langsung kepada Diandra


"Ada apa?" tanya Alfian dengan nada lembut melihat Diandra terdiam terlihat wajahnya sedang berpikir


"Gag aku ini kemarin sudah bolos terus sekarang juga harus bolos untuk kerja, aku takut dicap sebagai atasan yang buruk sama bawahanku" jawab Diandra dengan wajah murung


"Loh kan aku sudah suruh Donny untuk meminta ijin kepada kepala HRD kalau kamu ijin tiga hari untuk temani aku, terus apa yang kamu pikirkan?" tanya Alfian dengan nada heran


"Nah itu masalahnya, tau ga sih ini seperti minta sesuatu karena aku kenal dekat sama kamu, dan rasanya ini ga adil buat bawahanku, aku mau bekerja secara profesional" jawab Diandra dengan nada murung


"Lagian aku juga masih membutuhkan gaji" jawab Diandra


"Masalah gaji tenang aja, kamu ga ada potongan terus kamu itu kan memang calon isteri aku ga masalah dong kalau kamu minta privilese ke aku" jawab Alfian yang merasa tidak terima jika Diandra mempunyai pikiran seperti itu


"Aku itu hanya tidak mau dibilang maka gaji buta sama mereka yang iri sama aku ,udh itu aja gag lebih" jawab Diandra pelan


"Ya sudah kamu maunya apa?" tanya Alfian kali ini dengan nada mengalah


"Aku mau kerja seperti sedia kala lagi " jawab Diandra dengan suara tegas


"Oke ga masalah tapi dengan catatan kamu boleh bekerja setelah dua hari ini, setelah itu kamu boleh bekerja" jawab Alfian mengabulkan permintaan Diandra namun memberikan syarat kalau dia harus menghabiskan ijin 3 hari libur bersama dengan Alfian


"Terserah kamu lah, you are the boss" jawab Diandra dengan nada mengalah dan pelan sambil menatap ke luar dari jendela kaca samping mobil

__ADS_1


__ADS_2