
Donny yang mendengar pertanyaan dari Hera langsung terdiam terkejut
"Darimana kamu tahu?" tanya Donny langsung menoleh ke arah Hera
"Cuman asal tebak doank" jawab Hera santai
Donny menatap Hera dengan pandangan menyelidik
"Hadeeh, please deh masa gitu aja gag tau, loe waktu SMA kemana sih, waktu Diandra sering dibully sampai harus meninggalkan sekolah hanya karena dia diperlakukan jahat oleh Sandra dan Amel " kata Hera dengan kesal dan sedikit marah sekaligus sedih
Dia merasa menyesal di hari terakhir Diandra di sekolah itu, dia tidak ada disitu dan kalau seandainya ada dia yang akan melindungi Diandra dan tidak akan Diandra itu menghilang hingga pergi jauh ke Jepang
"Kalian kana waktu Diandra dibully oleh Sandra dan Amel?" tanya Hera menuntut jawaban dari Donny
"Kalian itu hanya bisa melihat dan menonton saja kan, jadi sekarang terlambat kalau kalian bilang ingin melindunginya, karena Diandra bukan gadis seperti dulu lagi " kata Hera lagi dengan emosi yang dia tahan
Donny terdiam menatap Hera, pikirannya berkecamuk, Hera mengingatkan tentang kenangan mereka waktu di SMA, dimana kelompok mereka tidak pernah mau perduli dengan keadaan kawan kawannya di sekolah, sampai pada akhirnya salah satu siswi dari sekolah itu keluar dari sekolah dan pergi menghilang entah kemana
"Diandra saat ini bukan gadis yang lemah atau rapuh, dia sudah sangat berbeda jauh, bukan lagi orang yang mudah ditindas" kata Hera menerawang jauh, dia berjalan menuju ke kaca besar di belakang meja kerja Donny,terlihat banyak gedung gedung pencakar langit yang penuh dengan kesombongan saling berlomba menunjukkan siapa yang paling tinggi
"Kalian tidak pernah perduli dengan keadaannya bukan saat itu?" tanya Hera pelan, menatap kosong ke arah gedung gedung pencakar langit itu
Donny masih terdiam, mendengar kesedihan dari seorang Hera
"Dan gw sering menyalahkan diri gw sendiri, andai saja gw bisa melindungi dia, tidak mungkin dia pergi menghilang dan menjauh lalu berubah drastis seperti ini" kata Hera lagi dengan suara penyesalannya
"Maksud kamu?" tanya Donny yang tidak mengerti dengan kata kata Hera
Hera berbalik menatap Donny, dan memandang wajah Donny dengan pandangan yang sendu
"Diandra yang dulu itu adalah gadis yang sangat hangat, mudah tersenyum walau terlihat takut takut untuk tersenyum, dia gadis yang sangat baik, apapun dia lakukan agar orang merasa senang dengannya hanya saja tidak semudah itu orang menerima Diandra yang ada dia dihina dan dibully, terutama oleh Sandra dan Amel" jawab Hera memberitahukan siapa Diandra dulu
"Dan sekarang?" tanya Donny dengan penuh rasa ingin tahu
"Gadis itu sudah berubah, dia berubah menjadi tertutup, dingin dengan jalan pikiran yang tidak mudah ditebak, bahkan oleh gw sendiri, pernah dia sewaktu kuliah memukul seorang wanita yang pernah membully dirinya dan gadis itu berakhir di IGD " kata Hera dengan suara sedih
"Kejam sekali" kata Donny pelan
__ADS_1
"Tenang dia tidak sekejam itu, dia akan kejam dengan orang orang yang menganggu dirinya bahkan mengancam dirinya, kilatan matanya jika bertemu dengan orang yang dibencinya akan terlihat penuh dengan dendam yang belum dituntaskan " kata Hera sambil menghela nafas panjang
"Elo lihat tadi waktu di ruangan Diandra?" tanya Hera
Donny menatap Hera dengan pandangan bertanya
" Dia seperti dalam keadaan marah matanya penuh dengan emosi, seakan akan dia ingin membalaskan sesuatu" kata Hera sambil menatap balik
Donny menghela nafas panjang, dia tidak tahu harus berkata apa lagi
"Tapi bagaimana elo bisa tahu, secara elo sendiri saat ini tidak begitu mengenal Diandra?" tanya Donny masih dengan penasaran
Hera menghela nafas panjang
"Gw memang saat ini sudah tidak begitu mengenali sahabat gw sendiri, tapi gw bisa mengenali perubahan sikapnya dan gw pernah belajar sedikit tentang ilmu psikologi Don " kata Hera balik menatap mata Donny
Ruangan itu kembali sunyi, banyak pikiran yang berkecamuk
"Sudahlah gini aja gw cuman minta sama elo tolong jagain Diandra itu aja " kata Donny sambil menepuk bahu Hera dan Hera mengangguk tanda setuju
"Gw juga ga akan biarin sahabat gw tertindas lagi " ucap Hera
"Terus?" tanya Hera menunggu kelanjutan Donny bercerita
"Iya gw ajak dia numpang di mobil gw, dan dia minta maaf sama Diandra, menurut elo aneh gag sih?" tanya Donny mengakhiri ceritanya, menatap Hera dengan pandangan bertanya
"Tergantung, dan gw ga bisa berpikiran buruk kalau dia tidak tuli atau tulus mengenai permintaan maafnya, lihat aja apakah dia benar-benar tulus atau tidak ,waktu yang akan menjawabnya " jawab Hera dengan bijak
"Elo benar..kita lihat saja " Jawa. Donny menyetujui pendapat Hera
Kembali lagi ruangan kantor itu menjadi hening, Donny sibuk dengan pekerjaannya dan Hera sibuk dengan gadgetnya
Sementara itu di tempat lain Sandra sedang menghubungi seseorang, dia terlihat sedikit marah dengan orang itu
"Jadi elo sudah taruh bingkisan itu di mejanya dia, terus elo sempat ketahuan sama Diandra kalo elo lagi mengawasi dia?" tanya Sandra kepada orang yang ada diseberang sana
"Sorry, gw emang waktu itu hampir ketahuan tapi gw cepet kok menghilang, dan gw yakin gadis itu akan berpikir kalau itu hanya halusinasinya dia saja " jawab orang itu
__ADS_1
"Elo itu bego apa tolol sih, loe ga tau apa kalau ada CCTV dimana mana, elo bisa menghilang tapi CCTV itu merekam elo..kenapa elo ga hati hati" kata Sandra dengan suara jengkel dan hampir marah, orang itu kembali terdiam
"Ingat ya, kalau sampai ketahuan, gw ga mau tanggung jawab paham loe?!" tanya Sandra sambil setengah berteriak ke orang itu
"Iya Sandra gw paham, tapi ingat gw juga tidak akan bertanggung jawab jika nanti mereka tahu siapa dalang dibalik ini semua " balas orang itu dengan santai
"Diam loe !" teriak Sandra lalu dia langsung menutup telponnya, sebelum orang itu bicara panjang kali lebar, dan membanting telpon itu ke atas lantai, hingga handphone mahal itu menjadi pecah berantakan
"Gw gak akan membiarkan Diandra ngerebut Alfian dari gw, Diandra tunggu aja permainan akan segera dimulai" kata Sandra menatap sinis ke sebuah Poto yang sudah usang
Sementara itu di ruangan Diandra tampak Diandra dan Alfian masih sedang sibuk mengurusi beberapa pekerjaan mereka sebelum mereka pulang dari kantor
"Kamu sudah selesai?" tanya Alfian sambil membereskan berkas berkas pekerjaannya dan kemudian menutup laptopnya tidak lupa dia menyimpan file yang barusan dia kerjakan
"Sebentar lagi, aku tinggal print ini dan menaruhnya di ruangan manajer habis itu selesai" jawab Diandra, matanya masih fokus menatap layar komputernya
Setelah itu dia memencet tombol print dan keluarlah lembaran demi lembaran kertas yang baru dia print berisi laporan bulanan, setelah mesin printer itu berhenti dengan sendirinya, Diandra langsung mengumpulkannya dan merapikannya menjadi satu ,setelah itu dipasang klip biar tidak berantakan, Diandra langsung keluar dengan membawa kertas print yang berisikan tentang laporan keuangan untuk dia serahkan ke ruangan manajer
Namun sebelum Diandra keluar dari ruangan itu, sempat ada perdebatan kecil antara dirinya dengan Alfian, hingga Diandra menjadi kesal dibuatnya dengan tingkah laku pria yang ada di hadapannya itu
"Kamu mau kemana?" tanya Alfian begitu melihat Diandra membuka pintu ruangannya
"Ke ruangan kepala manajer untuk menaruh laporan keuangan ini" jawab Diandra menoleh ketika Alfian menanyakan kepada dirinya mau kemana
"Memangnya gag bisa itu manajer yang datang ke ruangan kamu dan mengambilnya sendiri?" tanya Alfian sekenanya
Diandra langsung memandang Alfian dengan tajam, lalu bertanya dengan nada menyindir
"Aku tahu ini memang perusahaan kamu sih, tapi sebagai pemilik sekaligus pemimpin perusahaan memangnya ga tau mengenai hirarki perusahaan itu seperti apa dan apa pantas seorang atasan datang ke ruang bawahan hanya untuk mengambil laporan keuangan yang padahal itu adalah tugas dari bawahan untuk membawanya ke tempat atasannya,bagaimana jika Irma memperlakukan kamu seperti itu mau kamu?"
Alfian yang mendengar itu langsung terdiam seketika
"Sudah ah aku mau ke ruangan manajer dulu" kata Diandra pada akhirnya
"Diandra tunggu !" teriak Alfian, namun tidak digubris oleh Diandra
Sekarang Diandra sudah berada di ruangan manajer, namun manajernya sedang tidak ada dan akhirnya Diandra memutuskan untuk menaruhnya di atas meja dan menuliskan sedikit catatan kecil pada memo yang ada di atas meja itu kemudian dia merobeknya dan menempelkan diatas laporan kerjanya
__ADS_1
Setelah menatapnya dengan luas, Diandra langsung keluar dari ruangan manajer itu