
Penjahat yang bernama John itu sudah sadar dari pingsannya begitu tahu dirinya dalam keadaan terikat dan kepalanya ditutupi karung, dia langsung berontak, namun tidak lama kemudian salah seorang polisi melepaskan karung yang membungkus kepalanya itu, penjahat yang bernama John langsung menatap nanar ke arah kiri dan kanan, dengan tatapan garangnya dia melihat Diandra yang sedang dirangkul oleh Diandra, menatap seolah olah ingin membunuh Diandra namun itu tidak membuat Diandra takut, Diandra justru menantang balik penjahat yang bernama John dengan senyum yang mengejek
"Sialan kau gadis kurang ajar, ingat boss ku tidak akan tinggal diam, dia pasti akan membuat kamu lebih menderita" ancam John kepada Diandra
"Kita lihat saja nanti, siapa yang akan berakhir busuk di penjara" ucap Diandra tidak mau kalah, menatap John dengan pandangan mengejek membuat John melihat Diandra yang sedang mengejek dirinya, langsung menjadi geram, ingin rasanya dia menghajar habis habisan gadis yang ada dihadapan dia kali ini, namun dia bisa apa sementara tangannya diborgol oleh polisi dan badannya ditahan juga, dia tidak diperbolehkan untuk bergerak
Salah satu kepala polisi mendatangi salah satu anak buahnya untuk memerintahkan penjahat yang bernama John dibawa masuk ke dalam mobil polisi, agar segera dibawa ke markas untuk seger diperiksa, mereka langsung memasukkan John ke dalam mobil polisi tersebut lalu dibawanya John ke markas kepolisian, sementara itu kepala polisi mendatangi Alfian dan Diandra , mengucapkan banyak terimakasih karena sudah melumpuhkan penjahat yang bernama John
Diandra akhirnya bisa bernafas lega, karena penjahat yang selama ini mengintai dan memata matai rumahnya sudah ditangkap oleh polisi dan kini tinggal dalangnya yang masih berkeliaran bebas, dan dalangnya belum mengetahui kalau orang suruhannya sudah ditangkap oleh pihak yang berwajib
"Akhirnya.." ujar Diandra sambil bernafas lega, begitu melihat John dibawa ke markas kepolisian, Alfian langsung menoleh ke arah Diandra yang sedang tersenyum lega
"Sepertinya kamu senang" ucap Alfian sambil tersenyum begitu melihat wajah Diandra kembali cerah seperti biasanya
"Iyalah gimana ga lega, akhirnya penjahatnya sudah ditangkap dan aku kembali aman, dan bisa kembali ke rumah ayah bunda" jawab Diandra sambil tersenyum riang, begitu mendengar Diandra ingin kembali ke rumahnya tiba tiba Alfian langsung berubah menjadi murung
"Kamu kenapa?" tanya Diandra menatap Alfian bingung, melihat perubahan raut wajah Alfian yang drastis
"Kamu tahu ga aku itu sedih, karena kamu akan kembali ke rumah kamu, aku jadi kesepian di rumah aku dan bagaimana dengan mamah" jawab Alfian dengan wajah memelas
__ADS_1
"Sebentar lagi kan kita akan menikah, jadi otomatis aku akan tinggal disana kan, lagian biarkan aku bisa bersama dengan kedua orang tua aku, kapan lagi aku bisa menikmati masa masa bersama mereka lagi Al" kata Diandra mencoba memberikan pengertian kepada Alfian dengan nada lembut
"Lagian kamu kan bisa datang ke rumah aku dan aku juga bisa mengunjungi rumah kamu, dan satu hal lagi itu ada baiknya juga kita tidak tinggal satu rumah dulu " ucap Diandra lagi, Alfian menatap Diandra dengan tatapan bingung tidak mengerti maksud dari ucapan Diandra yang terakhir
"Maksudnya apa?" tanya Alfian akhirnya bertanya
"Maksudnya adalah biar tidak terjadi hal hal yang tidak baik karena kita belum resmi suami isteri" jawab Diandra lugas menatap Alfian dengan tatapan lembutnya , mencoba memberikan pengertian kepada pria yang satu ini, Alfian dengan menghela nafas berat menyetujui apa yang dikatakan oleh Diandra, lagian hanya tinggal menghitung hari saja
"Hey kalian kenapa kalian berada disana semua, ayo masuk ke dalam !" seru bunda dari seberang, mereka berlima menatap bunda sambil tertawa dan kemudian mereka sambil berjalan bersama masuk ke dalam, menyusul bunda yang sudah ada di dalam terlebih dahulu
"Diandra apa kamu tidak apa apa nak?" tanya bunda kepada anaknya Diandra, menatap anaknya dari ujung rambut hingga ujung kaki, memeriksa apakah ada yang luka atau tidak di tubuh anaknya
Bunda juga langsung menoleh ke arah Hera dan Novia juga menanyakan hal yang sama yang ditanyakan ke Diandra kepada mereka, dan mereka menjawab pertanyaan bunda kalau mereka juga dalam kondisi baik baik saja
"Syukurlah kalau begitu, hati bunda tenang, hari sudah menjelang siang sebaiknya kalian makan siang di rumah bunda, bunda sudah masak masakan makan siang untuk kalian" ucap bunda sambil mengajak mereka untuk makan siang
Mereka menganggukkan kepalanya tanda setuju, dengan diiringi oleh bunda menuju ke meja makan mereka pun langsung makan dengan lahap sambil bercerita mengenai kejadian yang barusan, bunda mendengarkan dengan penuh perhatian terutama Hera, dia merasa sangat senang sekali telah ikut membantu melumpuhkan penjahat yang licinnya seperti belut itu, bahkan polisi sendiri sangat sulit untuk menangkapnya apalagi penjahat yang bernama John itu selalu mudah menghilang dan sekalinya ditangkap bukti bukti itu tiba tiba tidak ada, bahkan saksi juga tiba tiba menghilang, membuat polisi menjadi kelimpungan dibuatnya
Ketika mereka makan dengan lahapnya tiba tiba kedua sahabatnya Alfian datang ke rumah Diandra, bunda yang langsung membuka pintu rumahnya dan menatap mereka penuh dengan tanda tanya
__ADS_1
"Siang Tante, maaf sudah menganggu istirahatnya Tante" ujar Tonny sambil nyengir, sementara Andrew hanya diam saja disebelahnya Tonny
"Iya maaf anda siapa?" tanya Bunda dengan nada sopan menatap mereka berdua secara bergantian satu per satu
"Begini saya Tonny dan ini disebelah saya Andrew, kami berdua temannya Alfian sekaligus temannya Diandra dan Donny juga, mau tanya apa mereka ada disini Tante?" tanya Tonny lagi dengan nada sopan
"Oh iya ada, lengkap malah mereka lagi makan siang, ayo masuk sekalian ikut makan bersama kami" ajak bunda kepada Tonny dan Andrew
"Waduh Tante, saya diluar saja, takut merepotkan Tante" ujar Tonny dengan perasaan tidak enak
"Tidak apa apa, kebetulan kami baru mulai makan siang, ayok ikut bergabung lagian kalian juga belum makan kan" desak bunda kepada Tonny
"Ayolah, jangan sungkan anggap rumah sendiri" kata bunda lagi kepada Tonny, akhirnya mereka berdua langsung masuk ke dalam dengan diiringi oleh bunda dari depan, begitu melihat Tonny dan Andrew, Diandra langsung menyapa mereka berdua
"Tonny,Andrew ayok cari tempat kosong, disebelah Alfian sama disebelah Novia juga kosong" kata Diandra kepada Tonny dan Andrew begitu tahu yang datang adalah Tonny dan Andrew
Tonny akhirnya duduk disebelah Alfian dan Andrew duduk disebelah Novia, begitu melihat Novia tiba tiba jantung Andrew langsung berdetak kencang, dia merasa melihat seorang seperti masa lalunya, namun yang ditatap sibuk dengan makanannya
Diandra yang melihat Andrew sedang menatap Novia tanpa berkedip langsung terbatuk kecil, Andrew langsung merasa salah tingkah dibuatnya
__ADS_1
"Makan nanti keburu habis nanti" ujar Diandra menatap Andrew sambil tersenyum, Andrew yang tahu Diandra memergoki dirinya langsung merasa salah tingkah dibuatnya, akhirnya dengan malu malu dia mengambil piring yang ada di depannya lalu mengambil nasi beserta lauk pauk dan kemudian memakannya dalam diam namun hati dan pikirannya berkecamuk sedemikian rupa