Dia Musuhku

Dia Musuhku
Bab 230


__ADS_3

Hari sudah menjelang malam, Diandra dan Alfian kembali pamit untuk mengantarkan kembali Diandra pulang ke rumahnya, didalam perjalanan pulang Diandra menatap Alfian


"Ada apa kamu menatap aku seperti itu?" tanya Alfian kepada Diandra sembari fokus menyetir mobil


"Terima kasih banyak ya, atas semuanya, atas kesabaran kamu menghadapi aku dan atas segalanya yang sudah kamu berikan buat aku" ucap Diandra kepada Alfian yang sedang menyetir mobil


"Kenapa kamu harus berucap seperti itu, harusnya aku berterima kasih kamu masih mau menerima aku, dan masih mau membuka hati kamu buat aku" ucap Alfian sedikit menoleh kepada Diandra, Diandra yang mendengar itu langsung tersenyum menatap Alfian


Hati Diandra benar benar sangat bersyukur karena mempunyai pasangan yang mau menerima dirinya berikut dengan keluarganya yang menerima Diandra dengan tangan terbuka, yang semula Diandra ragu apakah keluarga Alfian mau menerima dirinya atau tidak sama sekali dan ternyata pikiran Diandra adalah salah, mereka mau menerimanya dengan tangan terbuka padahal kalau dipikir pikir banyak yang berharap bisa menjadi pasangan hidup Alfian dan mereka buka dari keluarga yang kaleng kaleng


Setiba mereka di rumah Diandra, tampak Novia sedang berbicara dengan seorang pria yang berbadan tegap, Novia berbicara dengan wajah yang lumayan serius, Diandra melihat dari dalam mobil bersama dengan Alfian


"Siapa dia?" tanya Diandra masih melihat Novia yang sedang berbicara dengan raut wajah yang serius


"Mana aku tahu, pacarnya kali" jawab Alfian acuh


Diandra langsung menatap Alfian dengan tajam mendecakkan lidahnya ke arah Alfian


"Aku mana tahu sayang, lagian kita berdua baru saja sampai" jawab Alfian begitu menatap wajah Diandra yang kesal


"Sudah yuk kita turun, bisa lumuran kita disini, sekalian samperin ke orangnya langsung trus tanya" kata Alfian sambil membuka pintu mobilnya yang disusul oleh Diandra


Mereka berdua berjalan menuju ke rumahnya, begitu melihat Diandra dan Alfian sedang berjalan menuju ke arah teras depan, dan tampak sedang menghampiri mereka, Novia langsung terdiam menatap Diandra dan Alfian yang tengah berjalan menuju ke mereka


"Selama malam" sapa Diandra terlebih dahulu


"Malam" jawab Novia dan pria itu secara serempak


Pria itu langsung menoleh ke arah Diandra dan Alfian, Diandra menatap pria itu dengan tatapan matanya yang tajam, pria yang tidak lebih dan tidak kurang seumuran dengan dirinya itu menatap balik ke arah Diandra, Alfian yang melihat pria itu menatap Diandra langsung merasa tidak terima calon isterinya ditatap sedemikian rupa oleh pria itu

__ADS_1


"Nov, siapa pria ini?" tanya Alfian dengan suara dingin


"Oh iya saya lupa, ini ada Chris dia adalah salah satu agen dimana tempat saya bekerja dan direkrut" kata Novia menjawab dengan suara tegas


"Perkenalkan saya adalah Chris, saya adalah temannya Novia" ucap Chris sambil mengulurkan tangannya ke arah Alfian, yang dibalas oleh Alfian, begitu juga dengan Diandra dia kembali mengulurkan tangannya dan dibalas juga dengan Diandra


"Ya sudah kalau begitu kamu masuk ke dalam dulu" ucap Diandra sambil tersenyum, meski hati bertanya tanya siapa pria Chris itu sebenarnya, Novia menganggukan kepalanya, namun sebelum Diandra masuk ke dalam rumah, Diandra kembali bertanya kepada Novia


"Hera apa sudah datang?"


"Belum"


"Ya sudah kalau Hera datang suruh dia langsung masuk ke dalam saja"


"Baik, nanti akan saya sampaikan"


"Jadi apa yang kamu ketahui dengan pria yang mengaku kalau dia tahu tentang aku ,dan pria itu menyebut aku sebagai agen 007?" tanya Novia dengan penuh rasa ingin tahu kepada pria yang berada di depannya kini


Pria yang bernama Chris itu bertubuh tinggi besar, berkulit putih dan berambut cepak, dia adalah salah satu sahabat terbaik Novia namun beda divisi, Novia yang menyuruh Chris untuk datang ke rumah Diandra, karena dia merasa penasaran dengan dirinya tentang seseorang yang menyebutkan kalau dia adalah agen rahasia 007 dari seorang pria yang tidak dikenalnya


"Entahlah, yang jelas saat itu kamu dalam keadaan pingsan yang aku temukan tepat di pinggir jurang" jawab pria yang bernama Chris itu


"Saat itu kamu kondisi dalam keadaan hampir mau mati kalau saja tidak ada pertolongan, dan semenjak saat itu sampai sekarang kamu lupa ingatan tentang diri kamu, dan darimana kamu berasal, kita sudah mencoba mencari tahu tentang keberadaan kamu saat itu, tapi sepertinya kamu terlalu dirahasiakan " kata pria yang bernama Chris, matanya menerawang ke atas langit langit, sementara Novia hanya menarik nafas panjang


Mereka berdua terdiam sesaat, hingga tanpa sadar Hera datang sambil tersenyum ke arah Novia yang tidak menyadari kalau Novia dengan pria itu sedang berbicara serius dan sangat pelan


"Malam Novia" ucap Hera sambil tersenyum, melirik ke arah Pria tersebut


"Malam Hera, kamu sudah ditunggu oleh Diandra dan Alfian di dalam " jawab Novia dengan ramah

__ADS_1


"Oh ya sudah aku langsung masuk ke dalam saja" jawab Hera kepada Novia, Hera langsung masuk ke dalam rumah walaupun hatinya penasaran


"Aku pulang dulu sudah malam" ucap Chris sambil berdiri, yang diikuti oleh Novia


"Ya sudah hati hati di jalan, aku boleh minta tolong Chris, tolong carikan siapa aku di masalah lalu aku, aku ingin tahu sendiri" ucap Novia serius, berkata kepada Chris dengan wajah yang penuh permohonan


"Baik akan aku usahakan untuk mencari tahu tentang identitas asli kamu, tapi ingat jangan kamu paksa diri kamu untuk mengingatnya, biarkan saja itu terjadi apa adanya" kata Chris mengingatkan Novia, Novia hanya menganggukkan kepalanya tanpa berbicara satu kata apapun


Seelah Chris pulang, tinggallah Novia sendiri di teras itu sambil melihat langit, dia menarik nafas panjang lalu kemudian masuk ke dalam rumah untuk menemui mereka yang ada di dalam rumah


"Siapa?" tanya Diandra dengan pertanyaan menggoda Novia, begitu Novia masuk ke dalam, Novia yang mendengar pertanyaan dari Diandra hanya tersenyum sambil duduk di sofa berhadapan dengan Diandra dan Alfian, sementara Hera sedang berada di dapur untuk mengambil minum


"Hanya seorang teman baik" jawab Novia misterius, menjawab pertanyaan Diandra, Diandra hanya menganggukkan kepalanya, dia tidak bertanya lagi karena Diandra tidak ingin terlalu ikut campur dalam urusan masalah pribadi orang, apalagi orang tersebut baru dia kenal beberapa hari


Hera datang membawa minuman dan meletakkannya di atas meja


"Elo ga datang bersama dengan Donny?" tanya Diandra ingin tahu


"Gag" jawabnya malas


"Dan gw pasti yakin dia akan datang kesini dalam hitungan menit" tebak Diandra


Dan benar apa yang menjadi tebakan Diandra, tidak berapa lama kemudian Donny datang dengan wajah yang sudah tidak enak dipandang


"Lo kenapa?" tanya Alfian melihat Donny yang wajahnya cemberut begitu dia datang


"Lo tanyakan saja sama dia, kenapa " jawab Donny kesal sambil menatap tajam ke arah Hera, namun yang ditatap pura pura tidak tahu bahkan terkesan acuh, akhirnya Alfian hanya mengangkat bahunya sambil menoleh ke arah lain


Tidak lama kemudian Bunda datang bersama ayah dari dalam, melihat sudah banyak yang berkumpul di ruang tamu, bunda menyuruh mereka langsung menuju ke ruang makan untuk makan bersama dan dengan sigap mereka langsung menuju ke ruang makan, tempat dimana bunda sudah menyiapkan hidangan makan malam yang sederhana di meja makan, namun membuat perut mereka langsung lapar begitu melihat hidangan yang ada di atas meja makan tersebut

__ADS_1


__ADS_2