
Diandra di dalam rumahnya sedang merasa resah dan gelisah
"Gw pikir, gw sekarang sudah gila " gumam Diandra sambil mengigit kecil bibirnya, Hera yang melihat keresahan dari sahabatnya itu langsung menepuk pundak Diandra dan menyuruhnya untuk tetap tenang
"Di elo baik baik aja kan?" tanya Hera khawatir
"Gw baik baik aja Hera, tapi gw berpikir ini sudah gila dan dia adalah orang gila yang gw kenal" kata Diandra
"Terus elo mau nya apa?"
"Gw berharap dia berubah pikiran, itu saja dan semoga dia berubah pikiran" kata Diandra dengan nada berharap
"Gw tau siapa Alfian Di..." kata Hera serius
Diandra langsung menatap wajah Hera dengan pandangan bertanya
"Maksudnya elo?"
"Alfian itu orangnya keras, apa yang dia mau pasti akan dia dapatkan" kata Hera menatap Diandra
"Kok loe bisa tau dia... emangnya elo akrab. banget sama dia?" tanya Diandra curiga menatap Hera
Hera langsung menghela nafas panjang
"Bukan begitu Di...gw dulu pernah akrab sama teman temannya Alfian, apalagi gw menyukai salah satu dari sahabatnya Alfian" kata Hera yang akhirnya berkata jujur kepada Diandra
"Siapa?" tanya Diandra penasaran dan ingin tahu
"Donny" jawab Hera pelan
"Lalu ?" tanya Diandra agak sedikit terkejut kalau Hera menyukai Donny, tapi memang diakui Hera dan Donny menurut Diandra sangat cocok, karena selain mereka berdua dianugerahi otak yang cemerlang, mereka juga cantik dan tampan, menurut Diandra mereka adalah pasangan yang sempurna belum lagi kalau dihitung dari segi materi, sama sama dari keluarga golongan kelas menengah ke atas
"Masalahnya gw ga tahu dia suka sama gw apa enggak" kata Hera sambil tersenyum getir
"Kenapa gag loe coba perjuangin cinta elo?" tanya Diandra penasaran
Namun Hera hanya tersenyum misterius lalu berkata pelan "Kalau jodoh ga bakalan kemana" jawab Hera
Diandra menepuk bahu Hera mencoba menyemangatinya lewat tepukan bahu "Semoga kalian berjodoh" kata Diandra tulus
"Amien " jawab Hera sambil tersenyum
Diandra berusaha melupakan kegelisahan yang ada di dalam hatinya, hatinya bagai diremas oleh sesuatu yang dia tidak tahu apa hanya saja dia berusaha tenang
"Elo ga dandan?" tanya Hera menatap Diandra
"Dandan untuk apa?" tanya Diandra bingung
"Ya buat acara elo nanti malam lah, emang elo pikir elo dandan buat ngelenong" kata Hera dengan suara gemas
"Ohhhh.... paling ga bakalan datang" jawab Diandra enteng
Hera hanya menggelengkan kepalanya melihat sikap sahabatnya ini
"Iya tapi setidaknya berdandan sedikit saja, kalau dia datang bagaimana?" tanya Hera
"Ya udah tinggal disambut gitu aja repot" jawab Diandra keras kepala
Hera langsung menarik temannya dari tempat tidur, dan kemudian dia menyuruh Diandra untuk duduk di kursi yang didepannya ada meja rias
__ADS_1
"Hera loe mau ngapain?" tanya Diandra protes
" Elo diem aja, ga usah banyak protes gw mau dandanin elo" kata Hera dengan suara tegas
"Tapi kan gw bilang kalau gw ga mau " protes Diandra dengan kesal
"Gw bilang diem...mau ga mau elo harus terlihat cantik didepan calon mertua elo, setidaknya kalau misalkan mereka nantinya tidak menyukai elo... elo ga tampil memalukan, elo harus tampil secara elegan" kata Hera berusaha menjelaskan kepada Diandra, biar Diandra mengerti, setidaknya jika tidak suka sebaiknya tetap menampilkan diri kita sendiri sebaik mungkin agar dihargai dan disegani
Diandra langsung terdiam mendengar nasihat dari sahabatnya, dan dia akhirnya harus mengakui kalau ucapan Hera adalah benar, dan akhirnya dia menurut saja apa yang Hera lakukan terhadapnya
Hera tampak fokus mendandani Diandra, hingga dari luar pintu kamar Diandra diketuk
Diandra langsung menoleh dan menyuruh untuk masuk, Bundanya langsung masuk begitu Diandra mengizinkannya untuk masuk
Bunda Diandra tersenyum melihat anaknya didandani oleh Hera dan menjadi kelihatan sangat cantik sekali
"Anak bunda sekarang sudah cantik dan sudah besar ya" kata bundanya sambil duduk di tepi tempat tidur
"Bunda " kata Diandra, kali ini raut wajah Diandra menahan kesedihannya
"Nak... percayalah sama bunda takdir itu tidak akan pernah salah dalam memilih" kata Bunda dengan suara lembutnya
"Tapi Bunda, Diandra tidak siap...." kata Diandra berusaha menahan tangis
"Siap tidak siap itu kita harus siap, karena ketika kita memilih untuk hidup itu artinya kita harus siap dengan berbagai segala kemungkinan" nasihat bundanya
Diandra terdiam mendengar nasihat dari bundanya
"Mungkin hari ini kamu tidak mencintainya tapi nanti kita tidak akan tahu hati manusia itu bagaimana dan seperti apa " kata bundanya lagi
"Tapi ga tau kenapa feeling bunda mengatakan kalau Alfian adalah jodoh yang memang ditakdirkan untuk kamu, hanya saja perlu perjuangan untuk kedepannya lagi, bunda hanya bisa mendoakan yang terbaik untuk kalian berdua"
"Tapi nak, bunda mau tanya sesuatu cuman kamu jawab yang jujur ya nak" kata bundanya
"Apa itu bunda?" tanya Diandra menatap bundanya
"Kamu sama dia belum pernah melakukan hubungan yang tidak seharusnya dilakukan sebelum menikah kah?" tanya Bundanya kali ini dengan serius dan penuh selidik
"Ya gag lah bunda, bunda kok malah berpikir ke arah sana " jawab Diandra kaget, wajahnya langsung memerah begitu mendengar pertanyaan bundanya
"Kirain, habis kok ga ada angin ga ada hujan tiba tiba anak bunda yang cantik jelita ini dilamar orang" kata bundanya dengan wajah leganya ,Hera yang mendengar itu langsung tertawa cekikikan
Diandra langsung menatap Hera lewat kaca "Kenapa elo ketawa?" tanya Diandra dengan wajah curiga
"Habis bunda lucu, tapi beneran Di elo belom diapa apa kan sama Alfian..maksud gw elo masih tersegel rapat kan?" kali ini Hera yang bertanya khawatir, karena bukannya apa apa, kemarin malam dia dan Alfian tidur dalam satu Apartemen, hanya khawatir mereka kebablasan
"Heraaaaaa !!". teriak Diandra dengan wajah yang semakin memerah
"Gw ga mungkin ngelakuin hal sekotor itu, gw tahu batasannya " kata Diandra kali ini dengan kesal
"Sorry " jawab Hera sambil tersenyum tanpa dosa
Diandra langsung berdecak kesal begitu melihat wajah Hera yang tidak ada rasa berdosa sama sekali
"Bunda mau turun dulu, mau lihat pesanan makanannya sudah datang apa belum" kata Bundanya sambil berdiri
"Loh bunda ga masak?" tanya Diandra
"Gag lah nak, bunda belum siapin bahan masakan juga, semuanya terlalu mendadak buat bunda dan ayah" kata bundanya sambil tersenyum
__ADS_1
Diandra langsung terdiam mendengar jawaban dari bundanya , dan dia berandai andai jika dia benar benar menolak keras dia diantar oleh Alfian pasti tidak akan terjadi hal seperti ini, tapi dia tahu Alfian pasti tidak akan pernah mau dan dia akan memaksa Diandra untuk mengikuti keinginannya walaupun apa yang terjadi, sama seperti saat ini
Diandra langsung menghela nafas panjang
"Ya sudah, bunda turun ke bawah dulu ya, kalau ada apa apa panggil bunda atau ayah" kata bundanya yang dijawab anggukan kepalanya Diandra
Diandra tampak melamun, tidak sadar Hera selesai merias Diandra, Diandra terlihat sangat cantik sekali, kali ini rambutnya yang hitam diberikan sentuhan hanya kepangan kecil disisi kiri dan kanannya lalu diikat menyatu dibelakang, make up yang diberikan Hera adalah make up yang natural yang sangat cocok di wajah Diandra yang putih bersih
"Elo cantik" puji Hera dengan tulus begitu selesai mendandani Diandra
"Makasih Hera, elo juga sama cantik " kata Diandra sambil tersenyum, membalas pujian dari Hera
Hera tersenyum tulus, lalu dia beranjak menuju ke lemari pakaian, memilih gaun yang akan digunakan untuk Diandra nanti pada saat acara lamaran malam ini
Dia menemukan satu gaun berwarna biru panjang, dengan belahan leher berbentuk v
gaunnya cukup sederhana tapi terlihat elegan, dan Hera memutuskan untuk memilih gaun itu untuk Diandra
Hera mengambil gaun itu dan memberikannya kepada Diandra untuk memakainya, dan tanpa banyak cakap Diandra mengambil gaun itu, berganti pakaian dan langsung memakai gaun yang diberikan oleh Hera,
"Gimana?" tanya Diandra meminta pendapat Hera
"Cantik dan Indah " kata Hera menatap kagum dengan hasil ciptaan dia sendiri
"Elo bisa aja.." kata Diandra tersipu malu
"Gw serius, gw yakin calon mertua elo langsung jatuh cinta juga sama elo " kata Hera jujur
"Elo sendiri kenapa ga ganti pakaian dan dandan?" tanya Diandra menatap sahabatnya
"Lah gw kan bukan yang punya acara disini, jadi gw mah gampang " jawab Hera enteng
"Iya tapi kalau misalkan Donny datang gimana?" tanya Diandra menggoda Hera
Hera langsung kaget, dia lupa kalau Donny adalah sahabat yang paling dekat dengan Alfian juga asisten pribadinya Alfian juga, jadi mungkin dia akan ikut hadir di acara lamaran Alfian dan Diandra
Akhirnya Hera memutuskan untuk meminjam gaunnya Diandra dan langsung merias dirinya sendiri, Diandra yang melihat Hera seperti itu tiba tiba langsung tertawa terbahak-bahak
"Kenapa loe?" tanya Hera heran
"Gag loe lucu, begitu mendengar Donny mau kesini aja, loe langsung buru buru dandan, buru buru ganti pakaian, Untung aja ada gaun yang muat di elo" kata Diandra masih tertawa-tawa
"Ck...dan gw berharap gw langsung dilamar sama Donny" kata Hera nyengir sambil memberikan pulasan blush on di pipinya
"Amien.." jawab Diandra
Tiba tiba pintu di luar diketuk, setelah Diandra menyuruh masuk, tampak bundanya sudah membuka pintu dan memberitahukan kalau keluarga dari Alfian sudah datang, Diandra langsung diam mematung, tangannya langsung meremas gaunnya
Hera yang melihat itu langsung memegang tangan Diandra yang dingin lalu dengan hati hati dia melepaskan tangan Diandra dari gaunnya
"Hey...tenang " bisik Hera lembut menenangkan Diandra yang diam memandang dengan pandangan kosong, Bundanya yang melihat anaknya seperti itu langsung merasakan khawatir, namun Hera berusaha menenangkan bundanya
"Tante...biar nanti Hera yang menenangkan Diandra, Tante temani keluarga nya Alfian dulu, Hera janji akan membawa Diandra keluar" kata Hera dengan suara lembut meminta bundanya Diandra untuk keluar terlebih dahulu
"Kalau ada apa apa kasih tau bunda ya nak Hera, bunda khawatir sama Diandra " kata Bundanya dengan sedih
"Iya Tante, Tante tenang aja Diandra baik baik saja kok" kata Hera berusaha meyakinkan Bundanya
Lalu akhirnya bundanya memutuskan untuk keluar menemui keluarganya Alfian bersama dengan suaminya ,tentu saja dengan perasaan yang berkecamuk namun dia tutupi dengan wajah tenangnya
__ADS_1