
Hera langsung terdiam, mendengar suara tegasnya Donny
"Mulai sekarang kamu adalah milik aku dan mulai sekarang aku berhak tau kemana kamu pergi dan dimana kamu berada" ucap Donny dengan suara datar sambil menyetir yang sekarang mulai ber aku kamu
"Dasar gila" desis Hera kesal dari belakang
"Aku mendengarnya Hera" ucap Donny dengan suara tegas
"Don gw ga tau ya harus senang apa gag, harus bahagia apa tidak tapi elo benar benar keterlaluan, mempermainkan perasaan orang maksud elo apa sih?" tanya Hera dengan rasa kesal dan marah bercampur gemas
Donny terdiam mendengar Hera merasa kesal dan marah kepadanya
"aku ingin bercerita tentang sesuatu tapi bukan sekarang saatnya" jawab Donny kali ini dengan serius
"Kenapa ga bisa sekarang, kenapa harus menunggu nanti?" tuntut Hera meminta penjelasan
"Dengar ya Don, elo pikir gw bakalan luluh dengan apa yang elo perbuat, jangan mimpi jangan halu" ucap Hera dengan penuh rasa gemas, dia tidak puas dengan sikap Donny yang merasa terlalu misterius buatnya
"Dan gw yang akan meluluhkan hati elo, bahkan kemana pun elo pergi gw tidak akan pernah melepaskan elo" ucap Donny dengan suara datar
"Mau elo itu apa sih Don !?" teriak Hera dengan rasa tidak sabar, ingin rasanya Hera memukul kepalanya dan kemudian memecahkannya lalu mengorek isi kepalanya dan dia pengen tahu isi kepalanya
"Gw cuman mau elo doang kok gag lebih " jawab Donny santai
Mungkin dulu waktu Donny berkata seperti itu, Hera merasa sangat bahagia dan hatinya langsung berdetak dengan ruang tapi sekarang, ketika Donny berkata seperti itu sekarang ini rasanya ga tau harus bagaimana
"Sekarang elo mau ketemuan Alex dimana?" tanya Donny dengan suara datar
Hera terdiam tidak menjawab pertanyaan Donny
"Hera, dengarkan gw kali ini gw terakhir ijinin elo datang bertemu dengan Alex setelah itu elo jangan harap bisa ketemu Alex lagi bahkan elo sampe meminta apapun dari gw jangan harap elo bisa ketemu sama dia" ucap Donny dengan suara santai
"Kalau gw ga mau?" tanya Hera bersikeras
"Elo akan terima akibatnya" jawab Donny santai
"Don, gw ga tau apa yang elo pikirkan tapi elo benar benar gila" ucap Hera sambil menghela nafas panjang
Hera hanya bisa pasrah melihat tingkah Donny yang jelas jelas tidak bisa ketebak
"Don elo mau antar gw kan ke Alex?" tanya Hera tiba tiba kepada Donny yang sedang menyetir
"Iya memangnya kenapa?" tanya Donny balik, sambil menatap ke kaca spion untuk sekedar melihat Hera
Hera tampak berpikir sebentar, dia langsung mendapatkan ide tiba tiba
"Antarkan aku ke Cafe yang biasa aku datangi" ucap Hera, dia langsung memberikan alamatnya ke Donny, Donny langsung menganggukkan kepalanya dan mobil pun langsung meluncur ke alamat yang dituju
Sesampainya di cafe yang dimaksudkan oleh Hera, Donny menurunkan Hera tepat di depan pintu cafe tersebut, Hera langsung turun dari mobil Donny dan kemudian Donny memarkir kendaraannya tepat dekat pintu cafe tersebut, setelah yakin semuanya aman dan terkunci rapat, Donny langsung segera menuju masuk ke dalam cafe tersebut
Hera sendiri memandang ke sekeliling ruangan cafe mencari pria yang sudah mempunyai janji dengan Hera, tampak pria itu melambaikan tangannya ke arah Hera, dan sambil tersenyum Hera langsung mendekat ke arah pria tersebut
"Hai sudah lama menunggu?" tanya Hera tersenyum sambil duduk
"Sudah dari tadi" jawab pria itu sambil balas tersenyum
"Alex gw setuju balik ke Jerman" kata Hera mengambil keputusan dengan cepat
"Sayangnya aku ga setuju sayang" kata Donny dari belakang sambil mencium pucuk kepala Hera
Alex menanyakan Hera lewat ekor matanya
"Sayang, kenapa kamu tidak memperkenalkan siapa pria itu?" tanya Donny kepada Hera sambil mengelus pucuk kepalanya lalu dia berdiri berhadapan dengan pria itu
__ADS_1
" Kenalkan nama gw Donny" kata Donny sambil mengulurkan tangannya ke arah Alex, Alex langsung berdiri lalu membalas uluran tangan Donny
"Gw Alex, senang bisa berkenalan dengan anda" jawab Alex menggenggam tangan Donny dengan sangat erat
"Saya juga senang berkenalan dengan anda Tuan Alex" ucap Donny dengan suara tegas
"Silahkan duduk" Alex menyuruh Donny untuk duduk, dan mereka berdua pun langsung duduk berhadapan
Hera memperhatikan mereka berdua, tampak ada persaingan diantara mereka berdua namun mereka berdua saling menahan diri untuk tidak terlalu terlihat
Alex memanggil pelayan cafe mereka memesan makanan dan minuman untuk mereka berdua dan setelah para pelayan itu pergi, Alex dan Donny saling menatap satu sama lain
"Alex maafkan teman gw, dia suka ikut campur" ucap Hera dengan rasa tidak enak hati dan dia merasa sangat kesal dengan kehadiran Donny kali ini
"Tidak apa Hera, lagian semakin tambah teman itu lebih bagus daripada menambah musuh" kata Alex sambil tersenyum miring kepada Donny
"Masalahnya saya tidak ada minat berteman dengan anda Tuan Alex, saya hanya ingin tahu Hera itu berteman dengan siapa agar dia tidak salah dalam berteman" sindir Donny dengan suara dingin
"Alex biarkan saja dia, jangan kamu hiraukan Donny, dia memang seperti itu" ucap Hera dengan suara dingin
Tiba tiba Alex memegang tangan Hera dan menggenggamnya l, membuat Donny semakin panas hatinya, dia menggenggam erat jari jarinya hingga terasa buku bukunya memutih
Hera yang tangannya digenggam oleh Alex juga merasa terkejut, namun dia berusaha untuk tetap tenang dan malah mencoba memprovokasi Donny, dia berharap setelah ini Donny bisa berpikir ulang karena dia sudah merasa enggan dengan Donny
"Sayang, kamu tetap jadi pergi ke Jerman kan?" tanya Alex kepada Hera
Hera yang tidak menyangka mendapatkan pertanyaan seperti itu langsung terdiam seketika sambil berpikir sebentar
"Sepertinya begitu Alex, apalagi aku harus merampungkan kuliah aku dulu disana" jawab Hera dengan suara tegas
Donny yang mendengar Hera akan balik ke Jerman langsung terkejut, ternyata benar apa yang diceritakan Alfian kepadanya, apalagi ketika mendengar Alex mengatakan kata sayang kepada Hera, berpikir sudah berapa lama mereka berhubungan akrab sehingga Hera membiarkan Alex mengatakan sayang kepada Hera
"Sorry Hera, sepertinya kamu belum membicarakan masalah pergi ke Jerman dengan aku sebelumnya" ucap Donny dengan suara datar
"Sorry sepertinya saya tidak pernah membicarakan masalah ini kepada kamu Donny" ucap Hera dengan suara dingin, namun Donny tidak perduli dengan ucapan Hera
"Kamu kan tahu aku tidak pernah setuju kalau kamu pergi ke Jerman lagi kecuali dengan aku dan aku tidak akan mengijinkan kamu untuk pergi ke Jerman kalau tidak aku ijinkan paham kamu sayang" kata Donny dengan suara yang menusuk
"Apalagi dengan pria asing yang dimana aku tidak mengenalnya sama sekali" ucap Donny lagi kali ini dengan pandangan mengejek ke arah Alex
" Mohon untuk tidak tersinggung Tuan Donny, Hera itu adalah teman kuliah saya selama di Jerman dan kebetulan kami berdua bertemu disini, karena saya sedang mengurus bisnis saya sendiri yang kebetulan ada disini" ucap Alex menyindir Donny kalau cemburunya sangat tidak beralasan
Sekilas tentang Alex
Seorang anak laki laki kecil sedang menatap tubuh kaku ayahnya, dia tidak pernah mengira ayahnya akan mengalami nasib stragis itu, Dia melihat ayahnya terbujur kaku dengan menengak minuman beracun ditemuka di dalam kamar sewaktu anak laki laki itu mencari ayahnya ke dalam kamar
Sementara itu ibunya dari anak laki laki itu sedang pergi ke luar untuk mengantarkan jahitan ke rumah rumah tetangganya, selama ayahnya tidak berkerja lagi secara tidak hormat karena ada yang tidak menyukai ayahnya bahkan memberikan rekomendasi jelek tentang ayahnya, sehingga membuat ayahnya sangat sulit mendapatkan pekerjaannya sebagai seorang guru
Padahal ayahnya sangat berdedikasi tinggi terhadap pendidikan dan terhadap anak muridnya dia sangat tegas dan perhatian, jadi cukup heran saja tiba tiba ayahnya diberhentikan menjadi guru padahal ayahnya tidak pernah bermasalah sama sekali
Anak itu menangis tergugu setelah berteriak minta tolong kepada para tetangga, sehingga para tetangga yang kaget mendengar teriakan seorang anak kecil
"Ada apa nak?" tanya seorang ibu ibu setengah baya kepada anak kecil itu, sambil menangis terisak dia menunjukkan ke arah rumah yang cukup sederhana itu dan kemudian menunjuk ke arah dalam, para tetangga yang melihat anak itu menunjuk jari tangannya ke arah dalam langsu g bergegas masuk ke dalam, dan berapa terkejutnya mereka melihat ayah dari anak itu sudah terbujur kaku menjadi mayat
Sementara itu anak itu menangis terus di pojokan tanpa tahu berbuat apa
"Mana ibu mu nak?" tanya ibu ibu itu lagi sambil menatap cemas kepada anak laki laki itu
Dia hanya diam tanpa mampu menjawabnya, dia sendiri tahu kemana ibunya berada hanya saja bibirnya terasa sangat keku untuk bicara, dia hanya bisa menangis dan terus menangis tidak mampu berkata apa apa
"Dimana ibumu nak?" tanya ibu itu lagi kali ini dengan suara cemas
Sebelum anak laki laki itu menjawab tiba tiba dari arah depan pintu kamar terdengar suara teriakan seorang wanita, dia melihat ada ribut ribut di dalam rumahnya wanita itu langymasuk ke dalam rumah dan disana dia melihat di kamarnya ada banyak sekali orang, ketika dia mencoba mendekat ke arah kamarnya untuk mengetahui apa yang terjadi tiba tiba dia berteriak dan jatuh pingsan
__ADS_1
Pak RT langsung datang begitu mendapatkan laporan dari salah satu warga jika ada kejadian yang luar biasa di wilayahnya tersebut
"Seseorang tolong panggilkan ambulans dan polisi!" teriak pak RT tersebut,. semua warga yang tidak ada kepentingan disuruh keluar, kini tinggalah anak laki laki itu bersama dengan ibunya yang masih pingsan beserta pak RT
Pak RT melihat ibunya dan anak kecil itu tidak berdaya dia mencoba mendekati anak laki laki itu yang duduk di pojokan yang kini sedang menatap kosong ke arah pria yang sudah terbujur kaku, karena ibunya sendiri masih pingsan, dan sedang ditolong oleh dua orang warga ibu ibu untuk menyadarkan kembali ibunya itu
"Nak, kamu yang sabar ya" ucap pak RT dengan suara lembut, mencoba untuk menenangkan sang anak yang sedang dilanda kekalutan, ketakutan dan kesedihan yang sangat mendalam karena ayah yang dicintanya, karena ayah yang dia selalu puja puja, ayah yang selalu dia banggakan kini terbaring kaku di lantai yang dingin, tidak bernyawa dengan mulut yang sudah berbusa
Anak itu tidak menyangka ayahnya akan kalah oleh kehidupan secepat itu, dimana dia selalu berharap ayahnya setelah mendapatkan ujian seperti itu bisa tetap tegar dan tabah tidak seperti saat ini
Anak laki laki itu sangat teringat pesan ayahnya sebelum ayahnya pergi meninggalkan dirinya dan ibunya, pada suatu hari di sebuah taman saat mereka sedang berjalan jalan dengan sepeda motor bututnya
"Alex ingat pesan ayahmu ini, tetap terus semangat walau apapun yang terjadi, jaga ibumu dengan baik, jaga dirimu juga ingat kamu harus kuat, dan jadilah anak yang baik, anak yang selalu memberikan kebanggaan kepada kedua orang tuamu dan satu lagi jangan biarkan ibumu menangis, karena ayah paling tidak tahan jika melihat ibumu menangis, kamu mau kan mendengarkan nasihat ayahmu ini?" tanya sang ayah kepada seorang anak laki laki kecil itu yang bernama Alex
"Ayah tau tidak, Alex akan selalu mengingat pesan ayah dan akan selalu Alex tanamkan di pikiran Alex, Alex akan memberikan kebanggaan kepada kalian berdua terutama untuk ayah dan ibu Alex akan memberikan sebuah senyuman bukan tangisan" jawab Alex dengan suara tegas
"Satu lagi nak, maafkan ayah jika ada terjadi sesuatu yang tidak kamu inginkan, maafkan ayah jika nanti ayah akan membuat kamu kecewa dan maafkan ayah jika ayah nanti mungkin bisa membuat kalian menangis, sekali lagi maafkan ayah" ucap ayahnya dengan suara lirihnya
"Ayah jangan bicara begitu, apapun kekurangan ayah, ayah akan selalu menjadi kebanggaan buat Alex ayah" ucap Alex dengan suara sedihnya
Ayahnya langsung memeluk erat Alex, diam diam dipelupuk matanya keluar cairan bening di wajah tua yang sudah terasa sangat lelah itu
Saat itu Alex merasa sangat aneh, ayahnya bisa berkata kata seperti itu, bulan tipikal ayahnya yang jarang bicara banyak, namun pikir Alex mungkin ayahnya ingin memberikan nasihat yang baik untuk Alex, dan tidak ada dalam pikiran anak kecil itu jika suatu saat nanti ayahnya akan bunuh diri dengan meminum racun
Dan sekarang Alex menyesalinya, seandainya dia tadi siang tidak bermain bola dengan teman temannya, mungkin dia bisa mencegah perbuatan ayahnya yang melakukan usaha bunuh diri, mungkin dia akan memohon mohon kepada ayahnya untuk tetap tinggal bersama mereka dan mau berjuang bersama sama
Tapi nasi sudah menjadi bubur, Alex hanya bisa menyesali semuanya, dia merasa sangat kecewa dengan keputusan ayahnya yang terlalu jauh, mengakhiri hidupnya sendiri
Sementara itu ibunya sendiri sudah sadar dari pingsannya, dan langsung mencari anak laki lakinya tersebut, begitu tahu anak laki lakinya tersebut sedang duduk di pojokan kamar dan sedang memeluk tubuh ringkihnya bersama dengan pak RT yang mencoba untuk menghibur dan menenangkan anak itu, sang ibu langsung memeluk anak itu dan kembali lagi dia menangis terisak Isak begitu juga dengan anaknya
"Ibu, ayah ibu" ucap anak itu kembali menangis
Ibunya sendiri hanya bisa menangis dan meratapi suaminya, kini dia tidak tahu lagi harus dengan siapa dia berbagi keluh kesah, kini dia tidak tahu lagi kepada siapa dia harus bercerita semua mimpi dan harapannya, dia masih terus menangis di pelukan anaknya Alex
Tidak lama kemudian mobil Ambulans dan mobil polisi sudah tiba di rumah mereka, jenazah ayahnya diangkat ke mobil ambulans, sementara anak dan ibunya karena tidak bisa memberikan keterangan karena rasa sedih mereka yang sudah teramat dalam, mereka jugabikut dibawa ke dalam mobil polisi dibawa ke rumah sakit dan jika sudah mendingan mereka berdua akan dimintai keterangan sebagai saksi
Mereka berdua hanya diam pasrah ketika dibawa ke mobil polis untuk dibawa ke rumah sakit terdekat, sementara anak laki laki itu hanya melihat keluar jendela, rumah yang kini kosong dan sepi ditinggalkan para warga, dan mobil itu melaju menuju ke rumah sakit terdekat sambil mengiringi jenazah ayahnya dari belakang
Sesampainya mereka di rumah sakit, anak dan ibunya itu dibawa menuju ke dokter psikolog untuk diperiksa kejiwaan mereka, karena trauma seorang anak kecil yang masih berumur enam tahun itu bisa terkena jelas di memory anak yang masih kecil itu
Sementara itu jenazah ayah ya dibawah ke ruang mayat untuk diotopsi, setelah tenang polisi datang menemui ibu dan anak tersebut
"Bagaimana keadaan kalian?" tanya pak polisi itu dengan ramah dan lembut yang juga didampingi oleh seorang dokter
Alex menatap polisi itu dengan pandangan murungnya sementara ibunya hanya diam merenung
"Kamu turut berduka cita atas kematian ayah sekaligus suami anda" kata polisi itu dengan suara tegas namun terdengar lembut
"Suami saya tidak mati ya" jawab ibunya Alex dengan suara kencang dan tatapan tajam
"Dua masih hidup, dan sekarang sedang tidur dia belum mati!" teriak Nyonya Laksmi ibu dari si Alex, dia tidak terima jika suaminya dikatakan meninggal, dia masih belum bisa menerima kenyataan
"Iya Bu, sabar ya Bu" jawab polisi itu masih dengan suara tenang
"Alex bilang sama mereka kalau ayah kamu tidak mati dan belum mati, dia hanya tidur karena lelah bukan karena bunuh diri atau apapun itu!' teriak Nyonya Laksmi kepada Alex anaknya
Alex langsung menatap ibunya dengan pandangan lelahnya
"Bu ayah memang sudah benar benar tidak ada, dia sudah mati Bu" jawab Alex dengan suara lelah dan nampak kesedihan terasa disana
"Ayahmu belum mati Alex, ayahmu masih hidup, ayahmu hanya tidur Alex katakan kepada mereka seperti itu!" teriak Nyonya Laksmi tidak terima mendengar Alex membeberkan kenyataan yang ada di hadapan ibunya
Alex harus tegar kali ini, karena kali ini ibunya yang harus bersandar di pundaknya yang kecil itu, dia harus bisa menopang ibunya dan dia sudah berjanji kepada ayahnya kalau dia tidak boleh membiarkan ibunya menangis apalagi mengeluarkan air matanya, tapi untuk hari ini biarlah mereka berdua menangis, menangisi hidup mereka yang kini tanpa seorang ayah ataupun seorang suami yang sudah pergi meninggalkan anak dan isterinya itu
__ADS_1
Mengingat kondisi yang tidak memungkinkan untuk ditanya tanya akhirnya dokter berinisiatif memberikan obat tidur kepada mereka berdua hingga mereka berdua jatuh tertidur agar mereka bisa kembali tenang ketika mereka terbangun nanti, dengan harapan bisa mereka nantinya bisa memberikan keterangan mengenai kejadian meninggalnya suami sekaligus ayah mereka