
"Jadi kamu yang sudah membuat anak saya jadi seperti itu, kamu yang dulu membully anak saya, hingga anak saya takut untuk sekolah dan mengharuskan dia untuk terpaksa berhenti sekolah akibat bully dari kamu !" bentak bunda kepada Sandra dengan amarah di wajahnya
"SIAPA ELO, BERANI BERANINYA ELO TAMPAR GW, ELO GAG TAU SIAPA GW !" Teriak Sandra yang merasa tidak terima ditampar oleh bundanya Diandra, Diandra yang tidak terima bundanya dibentak berikut dengan Hera ingin segera maju namun mereka berdua buru buru ditahan oleh Alfian dan Donny, hingga Diandra dan Hera menatap mereka berdua dengan pandangan marah dan protes
"Aku yakin bunda kamu bisa mengatasi itu " jawab Alfian dengan suara tenang
'Plak plak ' Sandra langsung ditampar keras oleh bunda hingga wajahnya menoleh ke samping saling kerasnya tamparan dari bunda namun Sandra tidak dapat membalasnya karena kedua tangannya dipegang erat oleh kedua bodyguard dari keluarga Wijaya
semua para tamu undangan langsung menutup mulutnya kaget
"Saya memang tidak tahu siapa kamu, yang saya tahu kamu adalah yang membully anak saya hingga kamu terpisahkan dengan anak kami sendiri saat itu, dan saya adalah seorang ibu yang anaknya telah dibully oleh kamu, harusnya saya tidak mengotori tangan saya ini untuk untuk menyentuh wajah jahat kamu, tapi melihat kamu ingin menyakiti anak saya, saya tidak akan tinggal diam" kata Bunda dengan suara dingin dan tatapan tajam menusuk menatap ke arah Sandra yang sedang dipegang erat erat
"Kamu tidak terima, silahkan kamu laporkan saya, karena saya tidak takut, kamu mau tahu siapa saya, saya adalah bunda sekaligus ibu dari wanita yang sedang berdiri di atas panggung itu, yang kamu bully sejak dulu dan sekarang kamu ingin mencelakakan dirinya" jawab bunda menunjuk ke arah Diandra kembali menatap Sandra dengan tatapan tajam
"Itu tidak akan terjadi, dia tidak akan berani melaporkannya karena saya sudah menyimpan bukti bukti kejahatan dia dan keluarganya" ucap Nyonya Francie sambil berkata dingin
"Apa maksud mamah Francie?" tanya Sandra tidak mengerti, dia sendiri tidak percaya dan tidak habis pikir kenapa Nyonya Francie lebih memihak kepada keluarga Diandra, kenapa tidak kepada dirinya yang notabene dari waktu sekolah dirinya dan Alfian sudah dekat, bahkan keluarga mereka sudah sangat dekat, mengapa justru yang terlihat disana adalah wajah tidak sukanya Nyonya Francie dan wajah yang penuh tersimpan dengan amarah disana
Nyonya Francie langsung menghampiri dan mendekati Sandra sambil berbisik
"Hentikan ulahmu yang memalukan itu atau keluargamu yang terseret ke penjara bersama dengan kamu, tinggal kamu pilih" bisik Nyonya Francie kepada Sandra sambil tersenyum miring ke arah Sandra
Sebelum Sandra bertanya lagi tiba tiba ada suara gelas terjatuh dari tempat dimana keluarga Sandra berada, semua mata memandang ke arah keluarga Hartawan dengan tatapan bertanya
"Bukti itu masih aman tersimpan rapih oleh kami, dan yang kami kirimkan adalah salah satu bukti kejahatan ayahmu kepada kami, kamu dan ayah kamu tinggal pilih, pergi hengkang dari kami sambil mengganti sisanya dari kerugian kami atau kalian akan dimiskinkan dan terpuruk dalam neraka penjara bagaimana?" tanya Nyonya Francie kepada Sandra dengan tatapan tajamnya, Nyonya Francie jika sedang marah benar benar sangat menakutkan dan itu dia pelajar dari suaminya sendiri, bagaimana menghadapi orang jahat apalagi yang jahat terhadap keluarganya
Tiba tiba dari arah belakang Tuan Hartawan menghampiri Sandra dengan rasa marah yang luar biasa, isterinya sudah memohon untuk jangan menyakiti Sandra anaknya tapi tidak digubris oleh Tuan Hartawan
"Diam kamu, anakmu telah mempermalukan kita,.kamu paham itu!" bentak Tuan Hartawan kepada istrinya, semua mata yang memandang ke arah Tuan Hartawan merasa kasihan terhadap istrinya itu, kolega kolega yang mengenal Tuan Hartawan merasa sangat terkejut kepada Tuan Hartawan yang sadis kepada isterinya sendiri
"Mas jangan, Sandra itu anak kita mas" tangis Nyonya Hartawan kepada suaminya sambil memegang tangan suaminya untuk mencegah Tuan Hartawan pergi ke depan untuk menghukum Sandra dengan tangannya sendiri
"LEPASKAN !" Teriak Tuan Hartawan kepada isterinya, lalu dia menghempaskan tubuh istrinya hingga tubuh istrinya tersungkur di lantai, membuat mereka yang melihat itu langsung terkejut, sementara Tuan Hartawan langsung berjalan cepat ke arah Sandra, setelah itu Tuan Hartawan melayangkan satu tamparan keras yang mendarat di pipinya Sandra
Sandra langsung menatap wajah ayahnya dengan berlinang air mata, Nyonya Francie dan yang lainnya sangat terkejut melihat sikap kasar Tuan Hartawan kepada Sandra anaknya sendiri, tapi Nyonya Francie hanya membiarkannya saja
"Jadi bagaimana Sandra?" tanya Nyonya Francie dengan sangat dingin
"Apa ya yang bagaimana?" tanya Tuan Hartawan balik menatap Nyonya Francie dengan tatapan sombong dan tidak mengenal takut, Tuan Wijaya yang melihat Tuan Hartawan berani terhadap isterinya itu langsung mendekati Tuan Hartawan sambil berucap dengan suara dingin dan cukup tegas
"Saya pikir apa yang diminta oleh isteri saya sudah jelas, pergi tinggalkan Alfian dan jangan ganggu calon menantu saya, atau bukti kejahatan kalian ayah dan anak akan kami sebarkan ke media massa dan kalian akan mendapatkan hukuman yang setimpal dengan itu semua, dan untuk anda Tuan Hartawan selain anda pergi dan menjauh perusahaan anda harus mengganti rugi perusahaan kami, karena perusahaan anda telah menggelapkan uang perusahaan kami dan melakukan banyak kecurangan dengan perusahaan kami"
__ADS_1
Tuan Hartawan yang mendengar itu langsung terbelalak terkejut mendengar Tuan Wijaya berkata seperti itu kepada dirinya yang dia pikir Tuan Wijaya bisa dia tipu, tapi ternyata Tuan Wijaya tidak bisa dia tipu
"Semua keputusan ada di tangan kalian dan saya menunggu itikad baik kalian selama satu kali dua puluh empat jam ke semua media massa baik offline maupun online atau kalau tidak semua bukti kejahatan yang ada pada kami akan kami serahkan ke kepolisian untuk diproses segera" kata Tuan Wijaya lagi dengan nada dingin dan tajam membuat siapapun berpikir ulang untuk melawannya
Tuan Hartawan langsung terdiam dan terpaku mendengar ancaman dari Tuan Wijaya, dia tahu Tuan Wijaya tidak pernah main main dengan ancamannya itu, karena dia tahu bagaimana sifat Tuan Wijaya dibalik penampilan Tuan Wijaya yang kalem ada sisi kejam di dalam dirinya
"Satu kali dua puluh empat jam atau semua bukti kejahatan anda akan saya berikan ke polisi dan saya sebar ke media massa, yang kami kirimkan dalam handphone anda adalah salah satu dari bukti kejahatan anda Tuan Hartawan" ucap Tuan Wijaya memperingatkan Tuan Hartawan yang masih terdiam menatap Gaun Wijaya
"Kurang ajar" desis Tuan Hartawan, tapi dia tidak berani berkata keras, karena dia tahu apa yang akan dilakukan oleh Tuan Wijaya jika Tuan Wijaya mendengar kata kata yang tadi dia ucapkan
"Bagaimana Tuan Hartawan, saya tidak ada waktu meladeni kalian, dan setelah itu kalian pergi dari acara ini atau tidak itu terserah kalian, tapi jika kalian pergi pun kami tidak akan menahan kalian untuk pergi dan satu lagi jangan lupa bawa anak kalian itu keluar jika kalian masih tidak punya malu untuk tetap bertahan disini" kata Tuan Wijaya lagi dengan nada tidak sabar kali ini
"Baiklah saya akan meminta maaf dan saya akan menjaga anak saya Sandra untuk tidak lagi menganggu kalian terutama Alfian, dan saya akan menggantikan kerugian perusahaan anda" kata Tuan Hartawan kepada Tuan Wijaya, Tuan Hartawan akhirnya terpaksa mengalah lalu Tuan Wijaya menyuruh para bodyguardnya melepaskan Sandra
Sandra yang dilepas oleh para bodyguard tanpa mengucapkan sesuatu langsung pergi begitu saja meninggalkan acara pesta itu, dia berlalu pergi meninggalkan Tuan Hartawan sendirian disana
"Saya tunggu itikad baik anda mulai besok sampai batas waktu acara konferensi pers kami digelar, dan setelah itu jika anda tidak melakukan apa apa seperti janji yang anda katakan kepada saya tadi, maka tunggu saja akibatnya ingat ancaman saya ini tidak main main" kata Tuan Wijaya lagi dengan suara tenangnya namun terdengar mengancam kepada Tuan Hartawan
Tuan Hartawan tidak bereaksi apa apa, dia pergi berlalu dari tuan Wijaya tanpa berpamitan sama sekali meninggalkan ruangan pesta, sementara istrinya sendiri sudah meninggalkan ruang pesta semenjak tadi menyusul anaknya Diandra
Sepeninggal keluarga Hartawan, seperti seolah tidak terjadi apa apa Tuan Wijaya berikut istrinya Nyonya Francie kembali ke tempat duduk mereka, berikut juga dengan bunda yang digandeng tangannya oleh Nyonya Francie, bunda yang digandeng tangannya hanya diam saja dan menurut dengan calon besan nya
Alfian dan Diandra sendiri sudah kembali ke tempat duduk mereka dan sekarang mereka sedang menikmati makan malam yang sudah disiapkan oleh pihak hotel untuk mereka dan para tamu undangan yang hadir, para pelayan sibuk membagikan makanan kepada para tamu undangan yang hadir, dengan diselingi lagu lagu dari band kelas papan atas yang juga diundang pada malam tersebut
Setelah acara makan malam berakhir, Master Ceremony mengumumkan akan ada acara lelang amal di akhir acara, dan sumbangannya akan diberikan kepada seluruh yayasan yayasan yang ada di kota itu
Sementara itu si empunya acara yaitu keluarga Alfian beserta keluarga Diandra dan sahabat sahabat dari Alfian dan Diandra juga turut meninggalkan acara itu, mereka pergi menuju ke kamar yang sudah disewakan oleh Tuan Wijaya untuk mereka semua, karena besok akan ada acara konferensi pers yang sudah ditunggu tunggu
Diandra diberikan satu kamar oleh Hera, sementara Alfian dan ketiga sahabatnya diberikan ruangan kamar untuk mereka berempat, dan orang tuanya Diandra juga diberikan kamar hotel bersebelahan dengan kamar dari orang tuanya Alfian
"Hera gw boleh nanya sam elo gag?" tanya Diandra pada akhirnya ketika Hera sedang membantu melepaskan aksesoris milik Diandra, Hera langsung menatap Diandra dengan pandangan bertanya
"Loe mau tanya apa sama gw?" tanya Hera balik
"Lo udah tahu tentang acara ini?" tanya Diandra menatap Hera dengan pandangan penuh selidik ke arah Hera
Hera yang tangannya sedang membantu melepaskan jepitan rambut Diandra, langsung terhenti sejenak dan menatap Diandra sambil tersenyum lalu menganggukkan kepalanya
"Kok lo ga kasih tahu gw sih?" tanya Diandra dengan pandangan sebal ke arah Hera
"Nanti gw ceritain, sekarang lo ganti pakaian gih, bersih bersih karena gw juga mau bersih bersih" ucap Hera menyuruh Diandra membersihkan make up nya, dan begitu juga dengan Hera, dia langsung menuju ke kamar mandi untuk bersih bersih dan berganti pakaian, untungnya gaun yang dipakai oleh Hera tidak terlalu rumit bahkan terkesan simple dan sederhana, jadi dia tidak terlalu lama mengganti pakaian dan makeup nya
__ADS_1
Setelah selesai bersih bersih Diandra mengikuti Hera ke kursi yang ada di samping jendela, dan Diandra duduk berdua disebelah Hera yang sudah memakai gaun tidur, sambil menikmati udara malam hari
"Ayok cepat cerita" desak Diandra dengan tidak sabar kepada Hera
"Sabar kenapa" jawab Hera kesal melihat sahabatnya yang tidak sabaran menunggu ceritanya dia
"Sebenarnya waktu loe dijemput itu, Nyonya Francie mamanya Alfian datang menemui keluarga lo, dan meminta orang tua lo untuk bersiap siap ke acara yang sudah direncanakan oleh mamahnya Alfian jauh jauh hari" cerita Hera pada akhirnya, dia terdiam sebentar
"Lalu ?" tanya Diandra sambil menoleh ke arah Hera dan menatap Hera untuk segera bercerita kembali
"Nyonya Francie mengatakan kepada kedua orang tuanya Diandra kalau hari ini akan dilaksanakan pengumuman pernikahan sekaligus pengumuman tentang lamaran kalian berdua yang sudah dilaksanakan beberapa waktu lalu, agar semuanya pada tahu dan juga disitulah rencana untuk memukul ular berbisa dilaksanakan" kata Hera lagi
"Memukul ular berbisa?" tanya Diandra tidak mengerti
"Iya Sandra dan keluarganya, agar mereka tidak lagi menganggu hubungan kalian berdua terutama Sandra dengan akal liciknya" jawab Hera
"Orang tuamu sebenarnya terkejut begitu mendengar rencana Nyonya Francie tiba tiba dan tentang rencana mengenai pernikahan kalian berdua, sekaligus meminta ijin kepada mereka untuk menyerahkan kamu ke keluarganya untuk dijadikan isteri sekaligus menantu untuk mereka" kata Hera lagi
"Tapi kenapa mereka tidak memberitahukan gw, kan disini gw yang jadi calon pengantin perempuannya?" tanya Diandra tidak mengerti
"Karena kalau elo di beri tahu khawatir lo akan keberatan dan tidak setuju dengan acara pengumuman tersebut, apalagi acara tersebut digelar dengan mewah, mengingat keluarga Wijaya sendiri adalah keluarga yang berasal dari keluarga terpandang, satu lagi mereka sengaja memberi kejutan buat lo" jawab Hera kepada Diandra
"Dan lo juga iku diajak atau lo yang minta diajak?" tanya Diandra sambil meledek Hera
"Gw diajak sama mereka, bahkan hampiur dipaksa malahan " kata Hera dengn sewot karena diledek oleh Diandra
Diandra langsung tertawa begitu mendengar Hera sewot terhadap dirinya
"Ga usah ketawa" ucap Hera dengan mulut yang cemberut, nmun lagi lagi Diandra tertawa malah tawanya semakin keras apalagi melihat Hera yang cemberut seperti itu
"Habis gw lihat muka lo lucu banget, terus kenapa lo gag mau ikut?" tanya Diandra menatap Hera
Hera yang mendapatkan pertanyan seperti itu langsung menghela nafas panjang
"Karena gw tahu disana pasti akan ada Donny, karena tidak mungkin Donny tidak diajak apalagi Donny adalah sak
ah satu dari sahabat Alfian" jawab Hera dengan suara sendu
"Dan sialnya lagi dia ada disebelah gw dan tidak henti hentinya dia menggenggam tangan gw sampai tidak mau dilepas, begitu ada kejadian si Sandra membentak bunda " kata Hera lagi kali ini dengan nada galau
" Udah ah gw ngantuk, mau tidur hari ini adalah hari yang melelahkan" kata Hera sambil menguap lebar lebar, dan kemudian bangkit berdiri menuju ke tempat tidur yang lumayan besar untuk mereka berdua dan diikuti oleh Diandra yang sudah benar benar lelah malam ini, tidak berapa lama kemudian mereka pun akhirnya terlelap tidur
__ADS_1