
"Kamu kenapa sih teriak teriak seperti itu?" tanya Alfian kepada Diandra dengan terkejut
"Kamu yakin dengan keputusan kamu itu, kita kan belum mempersiapkan semuanya, dan lagian dengan waktu secepat itu apa bisa semuanya siap dalam hitungan waktu dua Minggu?" tanya Diandra dengan nada protes
Alfian yang mendengar Diandra protes, hanya tersenyum simpul melihat calon isterinya itu tidak sependapat dengan dia,lalu Alfian langsung menatap mamahnya yang ada disana, memperhatikan interaksi mereka berdua
Nyonya Francie yang menyadari Alfian meminta pertolongan kepadanya langsung mendekati Diandra dan menyentuh bahunya seraya tersenyum kepada Diandra begitu Diandra menoleh ke arahnya, dan menatap Nyonya Francie dengan pandangan bertanya kepada dirinya
"Kamu tidak usah khawatir sayang, pokoknya kamu terima beres saja, semuanya akan kamu atur, kamu tinggal duduk manis dan tiba tiba kamu bersama dengan Alfian sudah duduk di kursi pelaminan" ucap Nyonya Francie kepada Diandra
Diandra terdiam seperti memikirkan sesuatu, karena baginya ini adalah pesta pernikahan yang menurutnya adalah pertama kali dan dia ingin sekali ikut andil dalam bagian itu juga, seperti membaca pikiran calon menantunya itu, Nyonya Francie kembali tersenyum seraya berkata
"Kamu tenang saja, kamu tetap akan dilibatkan kok,kamu tinggal bilang pernikahan seperti apa yang kalian mau, gaun pengantin apa yang kamu inginkan dan dekorasi seperti apa yang kamu impikan, jadi kamu tidak usah khawatir tentang hal itu"
Diandra terlihat tampak malu karena Nyonya Francie mengetahui jalan pikirannya, dia langsung menundukkan wajahnya, melihat itu Nyonya Francie langsung tertawa
"Kamu kenapa?" tanya Nyonya Francie di sela sela tawanya kepada Diandra, karena dia tahu Diandra sangat malu mendengar apa yang dikatakan Nyonya Francie kepadanya
Diandra menyadari apa yang tidak bisa dilakukan jika orang kaya sudah menginginkan sesuatu, semuanya tinggal menjentikkan jari dan uang yang akan berbicara, begitu juga dalam hal ini
"Tidak Tante, saya malu dengan jalan pikiran saya sendiri" kata Diandra pelan
"Hei, itu hal yang lumrah bagi seorang gadis yang akan menikah, dia pasti menginginkan sesuatu di dalam pernikahannya dan itu adalah impian bagi seorang gadis" jawab Nyonya Francie kepada Diandra sambil mengelus kepalanya Diandra
Tidak lama setelah itu, dokter datang untuk melakukan kunjungan memeriksa kesehatan dari Alfian sekaligus memeriksa Diandra, setelah dipastikan semua kondisi baik baik saja dan tidak ada sesuatu yang mengkhawatirkan, Alfian diperbolehkan untuk pulang oleh dokternya
Diandra dan Nyonya Francie segera membantu mengemasi barang barang milik Alfian, dan tidak lupa mengabarkan kepada Donny dan yang lainnya kalau Alfian sudah diijinkan untuk pulang, kali ini yang membawa mobil adalah supir pribadi Nyonya Francie
__ADS_1
"Sebaiknya kamu butuh pengawalan, agar tidak lagi terjadi hal hal yang kemarin lagi" ucap Nyonya Francie kepada Diandra dengan nada tegas dan tidak mau dibantah
"Ingat sebentar lagi kamu akan menjadi keluarga dari Wijaya, jadi untuk menjaga hal hal yang tidak diinginkan apalagi gadis itu masih berkeliaran dan belum ditangkap kamu harus tetap dalam pengawasan kamu" kata Nyonya Francie lagi
"Terima kasih Tante atas perhatian Tante kepada saya, tapi apa itu tidak berlebihan?" tanya Diandra hati hati takut menyinggung Nyonya Francie
"Tidak sayang, sama sekali tidak lagian sebentar lagi kamu akan menikah jadi kami hanya ingin keselamatan kamu harus dijaga meskipun kamu bisa menjaga diri kamu sendiri" ucap Nyonya Francie dengan rasa sayang kepada Diandra
"Lalu Alfian mama ingin tahu apa selanjutnya rencana kamu itu?" tanya Nyonya Francie kepada Alfian, menatap Alfian tajam dari arah belakang
"Nanti juga kalian akan tahu kejutan kejutan selanjutnya" ucap Alfian sambil tersenyum misterius
"Pokoknya mama ingin semuanya harus sudah diselesaikan, dan ingat kamu harus meminta maaf kepada keluarganya Diandra karena tadi mama lihat mereka terkejut begitu mendengar kamu memutuskan hubungan dengan Diandra" ucap Nyonya Francie kepada Alfian dengan suara tegasnya
Lalu Nyonya Francie kembali menoleh kepada Diandra seraya berkata
"Iya Tante akan saya sampaikan, Tante tenang saja ayah dan bunda pasti mengerti"
"Tante sangat senang punya calon menantu kamu, Selian cantik kamu sangat sopan dan tahu etika, itu yang selalu Tante doakan semoga Alfian bisa mendapatkan isteri yang baik, pintar, cantik dan sopan" kata Nyonya Francie dengan jujur, membuat wajah Diandra semakin merah padam dibuatnya, sementara Alfian yang mendengar mamahnya memuji Diandra terang terangan langsung tersenyum senang, hatinya sangat bahagia keluarganya mau menerima Diandra dengan tangan terbuka tanpa memikirkan status atau apapun itu
"Tante ini bisa saja memujinya, saya tidak seperti apa yang Tante katakan, saya masih banyak kekurangan dan mungkin bisa saja membuat Tante kecewa sama saya begitu tahu kekurangan saya seperti apa" ucap Diandra dengan nada merendah
"Tante tahu siapa kamu, dan setiap manusia pasti ada kekurangan dan kelebihannya, jadi selama kekurangannya masih bisa ditolerir kenapa tidak" ucap anyknya Francie dengan nada bijak
"Terima kasih banyak Tante yang sudah menerima saya dan keluarga saya" ucap Diandra dengan sopan, karena sejujurnya Diandra daribawal tidak punya ekspektasi apapun mengenai keluarga Alfian, baginya diterima saja oleh mamanya Alfian sudah sangat lebih dari cukup, jadi dia tidak mengira jika ternyata ini semua melebihi ekspektasinya selama ini
Di tempat Sandra, begitu Sandra pulang setelah mengantarkan Amel ke rumahnya dia langsung mencari orang tuanya di rumah, didapatinya mereka berdua sedang duduk di meja makan dengan kondisi hening
__ADS_1
"Siang ma, pa" ucap Sandra dengan ruang sambil mencium pipi kedua orangtuanya
"Dari mana saja kamu?" tanya Pak Hartawan datar begitu melihat Sandra datang dengan wajah riang
Namun Sandra tidak menggubris pertanyaan dari papahnya Tuan Wijaya, dia hanya menatap sekilas, lalu dengan suara riang dia kemudian berkata
"Mah, pah dengarkan aku dua Minggu lagi aku akan menikah dengan Alfian"
Sandra memberikan pengumuman itu langsung membuat kedua orangtuanya tersentak kaget, menatap Sandra dengan tatapan tidak percayanya
"Apa maksud kamu?" tanya Tuan Hartawan dengan nada terkejutnya dan sangat kaget begitu mendengar putrinya mengumumkan sesuatu yang menjadi di luar dugaannya
"Aku akan menikah dengan Alfian" ucap Sandra dengan tegas dan keputusannya tidak dapat diganggu gugat lagi
"Tidak boleh,kamu tidak boleh menikah dengan Alfian" kata Tuan Hartawan dengan tegas dan tidak mau kalah dengan anaknya
Mereka berdua benar benar sangat cocok sekali baik sifat, watak dan karakternya, sehingga tidak ada yang mau kalah
"Kamu tetap akan menikah dengan Alex, suka ataupun tidak suka" ucap Tuan Hartawan dengan suara tegasnya kali ini
"Aku tidak mau, aku tidak mau menikah dengan pria yang sama sekali tidak aku cintai lah" kata Sandra sambil memberontak, seakan akan tidak terima dengan keputusan papahnya yang barusan
"Aku tidak perduli kalian setuju atau tidak setuju, aku akan menikah dengan Alfian dua Minggu lagi" ucap Sandra dengan suara datarnya
Seperti mendapatkan petir di siang bolong kini orang tuanya Sandra langsung menatap Sandra dengan tatapan kaget dan tidak percaya sama sekali, Tuan Hartawan tampak terlihat sangat marah begitu mendengar berita dari anaknya, dia tidak percaya anaknya sama sekali tidak meminta persetujuan darinya selalu orang tuanya
"Papah tetap akan menikahi kamu dengan Alex, dan papa tidak meminta pendapat dari kamu, paham" ucap Tuan Hartawan sambil berdiri dan meninggalkan meja makan dengan perasaan kesal nya
__ADS_1