
Keesokan paginya Diandra terbangun dari tempat tidurnya dan Hera masih nampak nyenyak dalam tidurnya, dia bangun dengan sangat hati hati sekali agar Hera tidak terbangun dari tidurnya
Diandra langsung keluar dari kamarnya, tampak bunda sedang sibuk di dapur untuk menyiapkan sarapan pagi untuk keluarganya
"Pagi bunda" sapa Diandra sambil menghampiri bunda di dapur
"Pagi anak cantik " jawab bunda sambil tersenyum
Bunda terlihat sedang sibuk meracik bumbu bumbu
"Rencana sarapan pagi ini bikin apa bunda?" tanya Diandra sambil mencuci perlengkapan masak di tempat pencuci piring
"Nasi goreng sama telor, nanti bunda mau minta tolong sama kamu" ucap bunda sambil memotong motong sayuran
"Apa itu bunda?" tanya Diandra sembari menoleh kepada bunda dengan tangan yang masih sedang mencuci piring
"Tolong goreng kerupuk " kata bunda masih mengiris sayur sayuran
"Oh ya sudah bunda, mana kerupuknya Diandra akan goreng" kata Diandra kepada bunda sambil meletakkan perkakas dapur yang sudah di cuci ke dalam rak perkakas
"Coba kamu lihat di lemari makanan, bunda menyimpannya di lemari makanan " jawab bunda sambil menyalakan gas kompor
Diandra menuruti perintah ibunya, setelah itu dia mulai menggoreng kerupuknya
"Biasanya jam segini Alfian sudah datang dan duduk manis di ruang tamu" goda bunda kepada Diandra, Diandra yang sedang menggoreng kerupuk langsung tertawa
Dan tidak berapa lama terdengar suara pintu diketuk oleh orang dari depan, Diandra menoleh ke arah bundanya
"Coba lihat siapa yang datang, Alfian mungkin" kata bunda menyuruh Diandra untuk membuka pintu depan rumah
"Iya bunda, mungkin itu dia panjang umur dia baru habis diomongin tiba tiba sudah datang" kata Diandra sambil mematikan kompor
Diandra langsung menuju ke ruang tamu, dan membukakan pintu depan rumahnya dan betapa terkejutnya Diandra melihat siapa yang datang dan berdiri disana
"Donny " panggil Diandra
Diandra tidak menyangka Donny tiba tiba datang ke rumahnya pagi pagi sekali, dan saat itu pria itu sedang berbalik ke belakang, dan begitu namanya dipanggil dia langsung tersenyum kepada Diandra
"Pagi Diandra" sapa Donny kepada Diandra yang sedang terkejut namun buru buru dia bersikap kembali normal, dengan wajah yang celingukan
"Pagi Don, tumben Lo datang kemari ada apa?" tanya Diandra ingin tahu sekaligus penasaran
"Gw mau ketemu sama Hera, dimana dia?" tanya Donny kepada Diandra dengan nada tidak sabar, sambil matanya melirik ke dalam rumahnya Hera
"Hera masih tidur" jawab Diandra masih menatap Donny dengan pandangan bingung, Donny terlihat seperti orang yang belum tidur sama sekali, kantung matanya terlihat hitam dengan rambut yang sedikit acak acakan, terlihat juga di matanya Diandra, Donny seperti orang yang galau
"Don mending elo masuk dan duduk dulu deh, nanti gw bangunin Hera" kata Diandra menyuruh Donny untuk duduk di teras rumah Diandra, Diandra langsung masuk ke dalam rumah
"Siapa Di?" tanya Bunda dari dalam dapur, begitu melihat Diandra lewat dari arah dapur
"Donny bunda" jawab Diandra langsung berhenti dan menoleh ke arah bundanya
"Donny ?" tanya bunda heran, menatap Diandra dengan pandangan bertanya
__ADS_1
"Iya Donny dia ingin bertemu dengan Hera pagi pagi ini, Diandra mau bangunkan Hera terlebih dahulu bunda" kata Diandra yang dibalas dengan anggukan bundanya
Diandra langsung pergi meninggalkan bundanya masuk menuju kamarnya untuk membangunkan Hera yang masih tidur nyenyak
"Hera bangun, itu si Donny datang pagi pagi kayak orang linglung gitu" kata Diandra sambil mengguncang guncangkan tubuhnya Hera, Hera hanya membalikkan tubuhnya namun masih belum terbangun
Diandra yang tidak sabar langsung menekan hidung Hera, hingga Hera tidak bisa bernafas sama sekali, Hera langsung membuka matanya melihat Diandra yang sedang nyengir dengan perasaan tidak berdosa
"Diandra elo jahil bener sih" gerutu Hera kesal melihat Diandra tanpa merasa berdosa menekan hidungnya hingga hidungnya merah
"Sorry, habis elo gw bangunin ga bangun bangun juga jadi gw pencet deh hidung elo" jawab Diandra enteng
Hera langsung berdecak, belum sempat Hera menutup matanya kembali Diandra langsung berseru di telinga Hera
"Elo jangan tidur dulu !" teriak Diandra di telinga Hera
"Diandra gw belom budeg " gerutu Hera dengan suara kesal, karena waktu tidurnya menjadi terganggu karena ulahnya Diandra
"Lah lagian elo mau tidur lagi" jawab Diandra tidak mau kalah
"Ada apaan sih?" tanya Hera sambil menggerutu kesal
"Ada Donny di depan lagi nyari elo" jawab Diandra sambil nyengir
"Donny, Donny siapa?" tanya Hera yang masih belum nyambung karena masih baru bangun tidur
"Donny, cem ceman elo, Donny pangera yang elo cintai dan yang elo sayangi " ledek Diandra
"Mau apa dia pagi pagi kemari?" tanya Hera bingung menatap Diandra
"Mana gw tahu, yang jelas dia mau ketemuan elo, dan gw lihat kayaknya dia seperti orang yang kaya kehilangan arah" ucap Diandra kepada Hera
Hera masih menatap Diandra bingung dan bengong
"Sudah sana temuin dulu, nanti dia bunuh diri disini gimana, elo ga bisa lihat dia loh" kata Diandra sambil membuat takut Hera
Hera langsung bangun dari tempat tidur dan berjalan tergesa menuju ke luar kamarnya Diandra
"Hera hati hati !" seru Diandra kepada Hera, namun Hera sudah berjalan menuju ke luar kamar Diandra dan tidak mendengar Diandra
Melihat Donny sedang menunggu di teras, Hera langsung keluar
"Don..." panggil Hera pelan
Donny langsung menoleh ke arah Hera dan berdiri dari tempat duduknya, tanpa banyak cakap Donny langsung memeluk Hera dengan erat, seperti menumpahkan semua penyesalan dan kerinduan disana
Hera merasa bingung dengan tingkah laku Donny yang tiba tiba bersikap aneh terhadap dirinya
"Don elo kenapa?" tanya Hera pelan sambil setengah berbisik
"Maafin gw Hera" ucap Donny penuh dengan rasa bersalah
Hera ingin melepaskan diri Donny, tapi tidak dengan Donny, dia malah makin mempererat pelukannya hingga Hera merasa sesak untuk bernafas
__ADS_1
"Maafin gw Hera " kata Donny lagi dengan nada sendu dan penuh dengan rasa penyesalan
"Iya iya udah gw maafin, tapi bisa ga elo lepasin gw, gw ga bisa bernafas" kata Hera dengan suara bingung
Dengan enggan Donny akhirnya melepaskan pelukan eratnya, Hera menatap Donny dengan pandangan bingung dan heran, tampak di matanya Hera wajah Donny yang penuh dengan penyesalan, wajah Donny yang terlihat kusut Masai sedang menatap Hera dengan penuh harap cemas agar Hera mau menerima dirinya kembali
"Ada apa dengan elo Don kok aneh banget?" tanya Hera masih dengan wajah bingung menatap Donny yang wajahnya suram dan muram
Donny membimbing Hera untuk duduk dan dia berlutut di depan Hera
"Hera, gw mau bilang sama elo kalau gw tidak akan lagi menyia nyiakan elo, gw akan selalu ada buat elo di saat elo butuhin gw, mulai sekarang biar gw yang mengejar elo dan biar gw yang akan membuat elo percaya kembali dengan gw" ucap Donny dengan suara memohon
Hera menatap Donny tidak mengerti
"Elo pagi pagi begini kenapa sih, lagi kesambet apaan, elo baik baik saja kan tidak terkena penyakit yang mematikan" tanya Hera dengan nada khawatir
Donny tiba tiba langsung mencium bibir Hera dan cukup lama dia mencium bibir Hera, mata indah Hera langsung terbelalak kaget, dia diam terpaku dan tidak mampu berkata apa apa hingga Donny melepaskan ciumannya
"Aku mencintai kamu Hera" kata Donny kepada Hera
Hera yang masih shock hanya bisa terdiam tanpa bicara sepatah katapun, dia berusaha mencerna semuanya namun dia tidak bisa berpikir berpikir jernih
Donny yang tidak tahu ada Alfian di belakangnya, sedang menonton adegan mesra secara gratis yang disuguhkan oleh Donny, hingga Alfiana berdeham sangat cukup keras membuat Donny dan Hera langsung menoleh seketika menatap Alfian, namun Alfian memasang wajah datarnya
"Gw pagi ini melihat adegan drama yang sangat romantis sekali" ucap Alfian masih dengan wajah datarnya, menghampiri Donny dan Hera dan betapa terkejuyketika Alfian melihat Donny
"Loe kenapa Don?" tanya Alfian kepada Donny, lali kembali menatap Hera dan menatap Donny kembali
"Semalam elo ketawa kayak orang gila, sekarang pagi pagi elo udah datang dirumah Diandra dengan tampang kusut dan wajah yang muram bahkan Lo ga ganti pakaian sama sekali?" tanya Alfian sambil menilai penampilan Donny yang tidak biasanya, Donny yang biasanya rapih dan bersih kini berubah menjadi Donny yang semerawut
Donny diam saja tidak berkata apapun bahkan tidak memperdulikan apa yang dikatakan oleh Alfian, bahkan dia sendiri tidak fokus
"Sebenarnya dia sendiri kenapa sih?" tanya Hera penasaran kepada Alfian, Alfian hanya mengangkat bahunya
"Jangan tanya sama gw, tanyakan langsung sama dia, gw ga ngerti tiba tiba dia berasa sangat aneh sejak semalam" jawab Alfian kepada Hera
Bu
Hera kembali memperhatikan Donny
"Don elo ga apa apa kan? mau elo gw bawa ke dokter?" tanya Hera, mengajak Donny untuk ke dokter
"Gw ga apa apa Hera, gw baik baik saja" jawab Donny dengan suara pelan sambil menatap Hera dengan pandangan lembut
"Gw merindukan elo" kata Donny lagi masih menatap wajah Hera
Hera hanya terdiam lalu tiba tiba Donny memegang tangan Hera
"Mulai hari ini, elo ga boleh ngejar gw, gw yang akan ngejar Lo dan akan gw tunggu sampai hati Lo kembali siap menerima gw lagi" ucap Donny dengan suara serius dan sungguh sungguh
Hera kembali terdiam, dia tidak menyangka Donny berkata seperti itu pada dirinya bahkan dia juga tidak menyangka Donny berani mencium dirinya, mengingat itu tiba tiba wajah Hera memerah
"Gw mencintai elo Hera" kata Donny dengan suara tegas dan serius, membuat Alfian dan Diandra yang baru datang cukup kaget mendengar Donny telah berani mengungkapkan perasaannya kepada Hera, namun tidak dengan Hera, reaksinya hanya diam dan terpaku menatap Donny tanpa ada ekspresi sama sekali
__ADS_1