
Diandra menghela nafas panjang, dia terdiam sebentar kemudian dia mulai bercerita kepada Alfian yang sedang menunggu Diandra bercerita
"Setelah kejadian itu aku ke Jepang, aku sekolah disana sambil aku berobat ke psikolog, untuk mengobati mental aku yang terkena, aku hidup dengan penuh rasa tidak percaya diri" kata Diandra menerawang jauh, mengingat kejadian yang menyakitkan dan menyedihkan
"Saat itu aku benar benar malu pada diriku sendiri, yang tidak mampu menolong diri sendiri dari bully, berhari hari bahkan berminggu-minggu aku tidak keluar kamar, sampai pada waktu dimana Tante aku datang dari Jepang dan membujuk aku untuk tinggal disana sambil berobat" cerita Diandra lagi sambil menghela nafas panjang
"Berharap kamu saat itu akan membantu aku menerangkan kesalahpahaman kepada Sandra, tapi justru kamu malah membiarkan aku" kata Diandra dengan suara sendunya
Alfian yang mendengar itu langsung menggenggam tangan Diandra, ada begitu banyak penyesalan yang berkecamuk di dalam hatinya, dia merasa tidak bisa melindungi Diandra, hanya bisa melihat perlakuan Sandra kepada Diandra dari jauh
Dia hanya tidak ingin membuat Diandra saat itu jauh lebih terluka lagi jika dia ikut membantu membela Diandra
Hingga akhirnya Alfian menyadari, jika dengan caranya Diandra malah justru menghilang selama sekian tahun
"Maaf " ucap Alfian dengan penuh penyesalan
Diandra menatap Alfian dengan pandangan bertanya "Maaf untuk apa?" tanya Diandra
"Harusnya saat itu aku melindungi kamu, saat itu aku menjelaskan kesalahan pahaman, tapi aku hanya diam dan memperhatikan kalian, tujuanku saat itu adalah ingin melindungi kamu, mungkin dengan cara diamnya aku, dia tidak akan melakukan kamu sebegitu buruknya tapi malah membuat kamu terluka" kata Alfian pelan, kata katanya penuh dengan penyesalan yang mendalam
Diandra terdiam, begitu mendengar penjelasan dari Alfian, kemudian Alfian menjelaskan lagi alasan saat itu dia diam tidak berbuat apa apa "Sengaja aku lakukan itu biar Sandra tidak semakin menjadi, dengan mengira apa yang dia duga itu salah ternyata aku yang salah, diamnya aku membawa petaka buat kamu, harusnya saat itu aku bertindak agar Sandra tidak keluar batas" kata Alfian lagi
"Tapi kamu tidak mencegah dia, tapi sudahlah itu sudah berlalu" kata Diandra pelan
Mereka terdiam begitu para pelayan masuk ke dalam ruangan, menaruh dan menyiapkan semua makanan di atas meja, Diandra terbelalak kaget "Ini tidak salah Alfian,ini kebanyakan" kata Diandra dengan nada protes "Kalau tidak habis kamu bisa bawa pulang" jawab Alfian dengan enteng, meja sudah penuh dengan makanan western dan Asia, sengaja Alfian memesan semua makanan terbaiknya di restoran itu, karena dia tida tahu apa yang disukai oleh Alfian dan yang cocok di lidahnya Alfian
"Ini mubazir Alfian" protes Diandra "Ayolah Diandra, makanlah dan jangan banyak protes" kata Alfian menyuruh Diandra untuk makan, akhirnya Diandra memilih makanan Asia dan Alfian lebih memilih makanan western "Habiskan semampu kamu habiskan nanti kita bawa pulang" ujar Alfian, di meja itu terdapat makanan Asia dan makanan western, mereka makan dalam diam menikmati makanan yang sudah dihidangkan di atas meja makan, hanya piring dan sendok yang beradu
Selesai makan, Diandra izin untuk pergi ke kamar mandi sebentar, ketika menuju ke kamar mandi tiba tiba dia bertemu dengan Sandra yang sedang masuk, Diandra tidak menyadari kedatangan Sandra namun ekor matanya Sandra sudah menangkap sesosok Diandra yang sedang berjalan menuju ke kamar mandi, saat itu Sandra sedang ada janji sama Sahabatnya Amel, mereka janjian bertemu di restoran ini, emosi Sandra langsung membuncah begitu melihat Diandra apalagi mengingat pertengkaran mereka tadi pagi di ruang Alfian dimana Alfian lebih membela Diandra, dia merasa tidak terima itu
__ADS_1
Sandra, langsung bergegas mendekati Diandra dan menarik pakaian Diandra dari belakang, hingga Diandra berteriak kaget dan hampir jatuh untung dia langsung berpegangan di tembok, seluruh mata yang ada di restoran itu menatap mereka berdua
"Perempuan ******, akhirnya kita bertemu juga" kata Sandra dengan sinis
Diandra langsung menghadap ke arah Sandra, dia menatap Sandra dengan wajah datarnya "Ohh elo, kirain siapa" kata Diandra dengan tenang
"Menurut elo?!" kata Sandra emosi "Gw kira elo anak kecil yang marah karena mainannya diambil" jawab Diandra menatap Sandra masih dengan pandangan datarnya "Loe ga capek apa sama emosi elo?" tanya Diandra heran, menatap Sandra yang selalu emosi ketika melihat dirinya, yang dia sendiri tidak mengerti kenapa dia selalu mencari perkara dengannya dari awal pertama kali bertemu
"Diem elo, eh perempuan ****** dengar Alfian itu akan menjadi milik gw dan tetap akan menjadi milik gw, elo cuman mainan dia doank, ketika dia bosan gw yakin dia pasti akan lepasin elo, dan tendang elo jauh jauh karena elo belum tau aja siapa Alfian" kata Sandra dengan sengit
Diandra langsung tersenyum, lalu dia menghela nafas panjang melihat Sandra yang sepertinya sudah terobsesi dengan Alfian lalu dia mendekati Sandra dan berbisik
"Dan gw akan menunggu saat itu" setelah itu Diandra menepuk bahu Sandra kemudian dia langsung berlalu pergi, dia tidak ingin menyulut perang di restoran karena dia tidak mau menjadi pusat perhatian di restoran itu
Sandra langsung berasa kesal sendiri melihat reaksi Diandra yang cukup tenang, Diandra seakan tidak terpancing dengan kata katanya, karena dia berharap Diandra akan membalasnya dan terpancing namun justru malah dia yang terpancing dengan emosinya
Tak lama kemudian, Diandra keluar dari kamar mandi, melihat Diandra keluar dari kamar mandi dan sedang berjalan menuju ke arahnya untuk kembali ke ruangan tempat dimana Alfian berada, Sandra langsung mengambil gelas yang berisi minuman soda yang berada di atas meja, kemudian dia berjalan mendekati Diandra dan pura pura menabrakkan dirinya ke Diandra hingga minuman bersoda itu tumpah di kemeja kerjanya Diandra
"Eloooooo...!" teriak Sandra
"Ngerti kan sekarang....gw pernah bilang jangan pernah macam macam sama gw, karena gw bukan Diandra yang dulu" kata Diandra dengan suara dingin, menatap Sandra dengan tatapan tajam menusuk, Sandra agak sedikit menciut nyalinya melihat Diandra yang tidak takut lagi terhadap dirinya "Gw tunggu aksi aksi bodoh loe itu, karena gw juga tidak akan tinggal diam lagi Sandra" kata Diandra lagi masih dengan suara dinginnya, Sandra yang mendengar itu langsung mengepalkan jari tangannya hingga memutih begitu melihat perlawanan dari seorang Diandra
Diandra tidak banyak bicara lalu dia pergi berlalu dari tempat itu meninggalkan Sandra yang masih emosi, dia tidak mau berlama lama menghadapi Sandra takut emosinya kembali tersulut, namun sebelumnya dia menghampiri pelayan itu yang masih termangu di tempatnya berdiri "Taruh saja di nota tagihan nanti biar diganti" kata Diandra berkata kepada pelayan itu, dan pelayan itu mengucapkan terima kasih kepadanya, setelah itu Diandra berlalu dari tempat itu
Diandra berusaha mengontrol hatinya yang sebenarnya sudah tersulut dengan emosi, namun dia berusaha menahannya, dia menarik nafas panjang sebelum membuka pintu ruangan VIP itu, sambil berusaha menenangkan emosinya sendiri, Diandra langsung masuk ke dalam, Alfian yang melihat Diandra masuk langsung tersenyum ke arahnya namun Diandra hanya membalas senyuman Alfian dengan senyuman kecil
"Kenapa lama sekali ?" tanya Alfian menatap Diandra yang langsung duduk
"Tadi toiletnya antri maaf" jawab Diandra dengan wajah tenang
__ADS_1
Alfian menatap Diandra dan melihat kemeja Diandra terkena noda minuman
"Lalu itu kenapa sama kemeja kamu?" tanya Alfian lagi masih penasaran
Diandra langsung melihat kemejanya yang ditunjuk oleh Alfian
"Oh itu tadi aku menubruk pelayan restoran karena tidak melihat jalan" jawabnya berbohong
Alfian langsung menggelengkan kepalanya "Kebiasaan kamu, kalau jalan itu harus hati hati" kata Alfian menatap Diandra penuh dengan rasa sayang
Diandra hanya tersenyum mendengar Alfian berkata seperti itu lalu berkata
"Lain kali aku akan lebih berhati hati "
"Harus" kata Alfian tegas
Diandra menatap Alfian "Dengar Diandra, aku tidak mau terjadi apa apa sama kamu" kata Alfian sambil menggenggam tangan Diandra erat erat, Diandra hanya memberikan senyum kepada Alfian
"Kita pulang yuk" ajak Alfian
"Makanan ini?" tanya Diandra, menatap sayang dengan makanan yang ada di atas meja sebahagian malah tidak tersentuh sama sekali
"Kita bungkus lalu bawa pulang" jawab Alfian, lalu dia memencet bel yang ada di atas meja, untuk memanggil pelayan restoran
begitu pelayan restoran itu masuk, Alfian meminta untuk dibungkus semua makanan diatas meja yang tersisa, dan sekalian meminta nota tagihan mereka, tidak lama kemudian pelayan restoran itu membawa sebuah nampan kecil yang diatasnya terdapat nota tagihan untuk makanan yang dipesan, Alfian langsung mengeluarkan kartu hitamnya dan memberikannya kepada pelayan restoran itu, sambil menunggu pelayan restoran itu kembali untuk membawa kartu hitamnya itu, mereka mengecek pesan di handphone mereka masing masing
Dan tak lama kemudian pelayan restoran itu datang dan mengembalikan kartu hitam milik Alfian itu, setelah mengucapkan terima kasih mereka berdua meninggalkan restoran tersebut sambil membawa makanan yang dibungkus, dan disana sudah tidak ada lagi Sandra, mungkin dia pergi setelah kejadian itu begitu pikir Diandra
"Bagaimana dengan makanannya?" tanya Alfian begitu mereka masuk ke dalam mobil
__ADS_1
"Enak" jawab Diandra singkat sambil memasang sabuk pengamannya, Alfian langsung tersenyum puas, karena Diandra menyukai restoran yang dia pilih
"Kamu sudah siap?" tanya Alfian menatap Diandra, Diandra menganggukkan kepalanya dan mobil pun langsung keluar dari parkiran restoran untuk bergabung di jalan raya