Dia Musuhku

Dia Musuhku
Bab 110


__ADS_3

Sepeninggal mereka berdua, Diandra langsung menghampiri Alfian, Alfian yang melihat mata Diandra menghitam seperti kurang tidur langsung bertanya dengan heran


"Kamu kenapa?" tanya Alfian menatap lipatan matabyang menghitam seperti mata panda


"Aku tidak bisa tidur, semalam perasaan aku sangat buruk " jawab Diandra dengan suara lirih


"Aku ga tau kenapa, hanya saja setiap kali mau tidur perasaan aku langsung berdebar dengan hebat, aku takut" ucap Diandra lagi


"Itu mungkin karena Alfian mengalami sesuatu yang membuat kamu tidak bisa tidur " kata Donny angkat bicara, setelah mendengarkan cerita dari Diandra


Mereka berdua langsung menatap Donny dengan pandangan bertanya


"Aduuh masa kalian berdua ga ngerti sama kontak batin sih" gerutu Donny dengan tidak sabar


"Apa itu?" tanya Alfian tidak mengerti


"Jadi kalau ada misalkan seseorang punya firasat yang ga enak kepada orang yang dekat dengannya itu disebut dengan yang namanya Kontak batin" kata Donnya menjelaskan tentang kontak batin yang dialami oleh Diandra


"Sudahlah, dijelaskan juga kalian tidak mengerti " gerutu Donny kesal


"Gw ngerti " kata Diandra sambil tersenyum


"Itu seperti antara hubungan ibu dan anak kan?" tanya Diandra memastikan


"Nah itu benar " jawab Donny sambil tertawa


"Ga jelas " cibir Alfian


"Biarin" balas Donny tidak mau kalah


"Kenapa kamu semalam?" tanya Diandra kepada Alfian mengalihkan pembicaraan


"Dikasih obat tidur sama Sandra, entah apa tujuannya aku ga tahu" jawab Alfian kesal kalau ingat tentang soal itu


Tidak lama kemudian, pelayan datang membawakan sarapan dan minuman untuk Alfian


"Taruh saja di samping meja, nanti saya makan" perintah Alfian kepada pelayan yang membawakan baki berisi sarapan untuk anak majikannya


"Baik Tuan" jawab pelayan itu, lalu dia menaruh sarapannya diatas meja disamping tempat tidur


"Saya permisi dulu Tuan" pamit sang pelayan itu dan langsung keluar dari kamar Alfian


"Siapin dong " pinta Alfian manja kepada Diandra


"Memangnya kamu tidak bisa makan sendiri?" tanya Diandra heran


"Masih lemas" ucap Alfian dengan nada merengek seperti anak kecil


"Ampun deh elo kaya anak kecil aja ga pantes tahu" ledek Donny


"Biarin, sirik aja" ketus Alfian


"Tau ga Di, elo disuruh absen tiga hari sama pacar tersayang elo" kata Donny sambil tersenyum jahil kepada Alfian


Diandra yang mendengar itu langsung kaget, dia menatap Alfian meminta penjelasan kepadanya


Alfian langsung menatap kesal kepada Donny


"Mulut tu Yee kagak bisa dikunci apa" sindir Alfian sambil menatap cemberut kepada Donny, Donny yang ditatap seperti itu hanya tersenyum jahil sambil meledek ke arah Alfian


"Apa benar begitu Al?" tanya Diandra menatap Alfian meminta penjelasannya


"Sebenarnya begini Di, aku ini kan lagi sakit jadi aku butuh yang bisa merawat aku kalau bukan kamu terus siapa lagi Di?" kata Alfian sambil balik bertanya


"Tapi kan kamu tidak sakit hanya dikasih obat tidur, gag lebih" kata Diandra dengan nada protes


"Tapi saat ini saja aku terbaring lemah, masa kamu ga kasihan sih lihat aku kayak gini" lirih Alfian mencoba berusaha menarik simpati dari Diandra, Diandra hanya bisa menggelengkan kepalanya, Alfian seperti bayi besar yang minta dimanja

__ADS_1


"Don, elo ga ke kantor?" tanya Alfian dengan suara tajam kali ini, dia benar benar kesal sama Donny karena sudah memberi tahukan hal ini kepada Diandra


"Nunggu.." jawab Donny enteng


"Nunggu apaan?" tanya Alfian bingung


"Nunggu elo disemprot sama Diandra" ledek Donny


"****** Lo dasar, sana pergi ga kalau gak elo ga terima gaji bulan ini" usir Alfian dengan suara kesal, menyuruh Donny untuk pergi dari tempatnya


Alfian benar benar kesal diledek sama Donny sampai dia menatap Diandra untuk meminta bantuannya memarahi Donny, namun yang ditatap malah sibuk dengan urusan lain, Diandra sedang sibuk dengan gadgetnya tampak dia sedang membalas wa dari handphonenya


"Kamu lagi ngapain?" tanya Alfian agak curiga kepada Diandra


Diandra langsung menoleh ke arah Alfian "Sama Hera kenapa?" tanya Diandra heran


Alfian diam seketika tidak menyahut apapun


"Kamu curiga saya sedang berhubungan dengan siapa?" tanya Diandra langsung


"Hehehehehehe" jawab Alfian sambil nyengir


Melihat suasana yang sudah tidak kondusif Donny buru buru pergi diam diam tanpa memberitahukan kepada mereka berdua, dan mereka berdua tidak menyadari kepergian Donny


"Gag gitu juga sih Di " ucap Alfian merasa bersalah


"Kamu kan tau Al, aku paling ga suka dicurigai" kata Diandra pelan memarahi Alfian


"Iya maaf Di" lirih Alfian


"Kamu selalu seperti itu" ujar Diandra kesal


"Iya Di aku tahu aku salah" jawab Alfian mengalah


Diandra terdiam, dia melirik sarapan Alfian yang belum disentuh sama Alfian


"Kamu tidak memakan sarapan kamu?" tanya Diandra menatap Alfian


"Makanlah " bujuk Diandra


"Gag mau kecuali kalau kamu yang suapin " jawab Alfian manja


"Kamu kaya anak kecil aja" gerutu Diandra


Akhirnya Diandra yang mengalah menyuapi Alfian untuk sarapan pagi, dan Alfian makan dalam diam


Sementara itu di ruang tamu terdapat Donny dan Tuan Wijaya sedang berbincang serius


"Tolong kamu awasi keluarga Hartawan itu, apa motif mereka" perintah Tuan Wijaya dengan tegas kepada Donny


"Baik om, tanpa Om minta saya akan mengawasi mereka" jawab Donny dengan suara tidak kalah tegas dan wajah yang serius


"Saya akan menyiapkan beberapa bodyguard saya untuk mengawal anak saya dan calon isterinya, karena saya tidak mau terjadi apa apa dengan mereka" ujar Tuan Wijaya dengan suara tegas


"Baik Om, saya akan mencoba mengorek dari orang dalam kita yang sudah kita susupi disana" jawab Donny dengan nada serius


Selagi mereka serius mengobrol, tampak Nyonya Francie keluar dari kamar, dia bergabung dengan mereka


"Aku hari ini akan menemui Sandra" ucap Nyonya Francie meminta ijin kepada suaminya Tuan Wijaya


Tuan Wijaya memandang isteri tercintanya


"Apa tidak apa apa?" tanya Tuan Wijaya kepada isterinya


"Maksud kamu?" tanya Nyonya Francie


"Tidak apa apa" jawab Isterinya Nyonya Francie

__ADS_1


"Terserah kamulah, tapi bawa salah satu bodyguard kita biar kalau ada apa apa kamu bisa aman" perintah Tuan Wijaya kepada isterinya


Isterinya hanya menganggukkan kepalanya saja


"Maaf Tante, boleh saya usul" kata Donny menyela pembicaraan mereka berdua


Nyonya Francie langymenoleh ke arah Donny


"Usul apa?" tanya Nyonya Francie menatap Donny


"Begini om, sebaiknya biar Alfian saja dulu yang menanyakan motifnya apa kalau dengan Tante dia pasti tidak akan mau menjelaskan dan akan menaikkan tingkat kewaspadaan dia, mengingat watak Sandra seperti apa" ucap Donny sambil memberikan usul kepada Nyonya Francie


"Sepertinya apa yang dikatakan oleh Donny benar adanya, lebih baik seperti itu" jawab Tuan Wijaya


Nyonya Francie dengan berat hati menyetujui apa yang dikatakan oleh Donny, dan lagipula Donny berkata benar


"Tapi ingat jika terjadi lagi maka saya tidak akan tinggal diam" kata Nyonya Francie dengan nada tegas


Kedua pria itu langsung terdiam, mereka mengerti benar jika mamanya Alfian sudah berkata seperti itu, itu artinya mereka harus menyetujui jika itu terjadi pada Alfian dan apapun yang istrinya Tuan Wijaya lakukan mereka harus mendukungnya


"Aku tidak akan segan segan melakukan apapun jika keluarga aku disakiti atau diganggu" ucap Nyonya Francie dengan nada tegas dan suara yang sedikit mengancam


"Tante tenang saja, kali ini tidak akan terjadi lagi kepada Alfian, cukup sekali saja mereka mencoba menyentuh Alfian dan jika itu terjadi lagi mereka akan berpikir ulang akan berhadapan dengan siapa" ucap Donny dengan suara tegas dan serius


Nyonya Francie dan Tuan Wijaya mengangguk puas mendengarkan ucapan dari Donny


"Maka lakukan yang terbaik" jawab Nyonya Francie


Sementara itu Alfian dan Diandra sedang menuruni tangga secara bersamaan


"Kalian bicara apa sih kok serius banget?" tanya Alfian mendekati kedua orang tuanya sambil menggandeng tangan Diandra dengan erat


"Kamu sudah enakan nak?" tanya Nyonya Francie mamanya menatap Alfian yang masih menggunakan pakaian tidur


"Lebih bugar sekarang" jawab Alfian dengan bangga


"Ini berkat Diandra yang sudah membuat aku kembali sehat seperti sedia kala" ucap Alfian bangga


"Apaan sih kamu?" tanya Diandra sambil berbisik kesal kepada Alfian


Namun Alfian hanya tersenyum simpul tidak menjawab pertanyaan dari Diandra


"Kamu tahu tidak, mama dan papaku suka sama kamu, semakin kamu dipuji mereka semakin sayang sama kamu maka berterima kasihlah kepadaku" ucap Alfian berbisik lagi


"Kalian kenapa berbisik bisik sih, seperti membicarakan kami di belakang kalian" sindir Tuan Wijaya kepada Alfian


"Maklum Om namanya juga bucin ya gitu deh" tambah Donny ikut menimpali ucapan dari papanya Alfian yaitu Tuan Wijaya


"kamu belum berangkat, kirain kamu sudah berangkat ternyata masih disini" ketus Alfian kepada Donny


"Kalau kamu mau protes silahkan protes kepada papamu yang masih menyuruh gw tinggal" jawab Donny tidak mau kalah


Alfian menatap Donny dengan kesal, namun Donny sendiri mengluihkan pandangannya ke tempat lain pura pura tidak melihat Alfian


"Terus rencana kalian apa?" tanya Tuan Wijaya kepada mereka bertiga


"Kalian ini sebenarnya sedang membicarakan apa?" tanya Alfian sambil duduk berhadapan dengan kedua orang tuanya


Donny pun menceritakan semua rencananya kepada Alfian dan Diandra, mereka berdua mendengarkan dengan seksama, setelah Donny menceritakan itu semuanya, Alfian tampak diam dan berpikir


"Pah kalau boleh saya mau minta tolong kepada papah untuk menaruh satu alat penyadap lagi di mobilnya Sandra" pinta Alfian kepada papahnya Tuan Wijaya


"Papa setuju, papa juga akan menaruh satu alat penyadap di mobilnya Tuan Hartawan juga" jawab Tuan Wijaya menyetujui permintaan anaknya Alfian


"Terima kasih pah atas pertolongannya" ucap Alfian dengan suara senang dan penuh rasa terima kasih kepada papahnya


"Kapan kalian akan melakukan aksi kalian?" tanya Tuan Wijaya ingin tahu

__ADS_1


"Secepatnya" jawab mereka secara bersamaan


Tuan Alfian tampak mengangguk puas sementara Nyonya Francie juga mempunyai rencana lain, karena sesungguhnya dia sudah sangat kesal dengan anak dari keluarganya Hartawan tersebut, dan dia berpikir kalau Sandra sudah benar benar kelewatan, dan di akan mencari cara agar Sandra akan berpikir ulang untuk mendekati Alfian lagi


__ADS_2