
Sesampainya di kota, bapak itu membangunkan Diandra yang masih tertidur lelap
"Kita sudah sampai, bangun nak" kata bapak itu sambil membangunkan Diandra, Diandra langsung membuka matanya, mengumpulkan sisa sisa kesadarannya lalu dia pun tersadar kalau dia sudah terbebas dari penculikan
Diandra langsung melirik ke sekelilingnya, tampak banyak sekali manusia manusia berjualan dan menjajakan barang dagangannya, Diandra merenggangkan tubuhnya, hari sudah hampir menjelang malam
" Kita dimana ini pak?" tanya Diandra sambil melihat ke sekelilingnya
"Kita sekarang sudah ada di kota tepatnya di pasar induk, sekarang kamu mau kemana?" tanya bapak itu dengan nada khawatir melihat Diandra yang terlihat begitu kelelahan
"Mungkin saya akan ke kantor polisi untuk melaporkan kalau saya diculik oleh penjahat" jawab Diandra dengan nada yang tenang, karena tidak ingin melihat si bapak yang sudah membantunya terlihat cemas dan khawatir
"Apa sebaiknya kamu menginap di rumah bapak, kebetulan bapak ada rumah dekat sini ,dan ada isteri bapak apalagi ini sudah menjelang malam" kata bapak itu menyarankan Diandra untuk menginap di rumahnya
"Jangan khawatir, isteri bapak baik kok" kata bapak itu sambil setengah bercanda, Diandra yang mendengar itu langsung tertawa lebar menampilkan giginya yang putih
"Terima kasih pak, saya tidak ingin merepotkan bapak, bapak memberikan tumpangan gratis kepada saya, saya sudah cukup senang sekali kok" jawab Diandra menolak halus tawaran yang diberikan kepada bapak tersebut
Diandra sebenarnya sangat ingin sekali menumpang di rumah bapak tersebut, hanya saja timbul rasa sungkan di hatinya apalagi dia bukan tipe yang senang merepotkan orang, jadi biarlah dia memilih untuk menolak tawaran bapak itu, lagipula ini sudah di kota tempat dimana dia tinggal, jadi Diandra tidak perlu merasa takut lagi
"Kamu ada yang nak?" tanya bapak itu menatap Diandra penuh dengan kelembutan seperti seorang ayah terhadap anaknya
Diandra tersenyum sambil menggelengkan kepalanya, bapak itu mengeluarkan uang seratus ribuan lima lembar lalu dia memberikan dua lembar seratus ribuan kepada Diandra
"Ini" kata bapak itu sambil mengulurkan uang tersebut ke arah Diandra
"Apa ini pak?" tanya Diandra kepada bapak itu
"Ambillah, untuk jaga jaga di jalan lagian kamu kan belum makan juga" kata bapak itu dengan nada tulus
Diandra tampak ragu menerima uang tersebut, namun bapak itu langsung menarik tangan Diandra dan menyelipkan uang tersebut di tangan Diandra
"Tapi pak..." kata Diandra tidak melanjutkan kalimatnya
"Pakailah, bapak ikhlas memberikannya untuk kamu, kamu tenang saja" jawab bapak itu sambil tersenyum
__ADS_1
Diandra yang mendengar itu langsung terharu
"Terima kasih pak, sudah menolong aku, semoga kebaikan bapak dibalas sama Allah" ucap Diandra sambil terharu, Diandra tidak menyangka kalau masih ada orang baik yang masih mau menolong tulus ikhlas apalagi orang tersebut bukan berasal dari ekonomi yang mampu
"Maaf pak, kalau boleh tahu nama bapak siapa?" tanya Diandra menatap wajah pria paruh baya itu
"Pak Kirman, saya ini adalah penjual sayur mayur di pasar ini, semua orang tahu saya sebagai si penjual sayur" ucap pak Kirman sambil tersenyum
"Saya Diandra pak, nanti kita akan bertemu lagi pak" ucap Diandra sambil mengulurkan tangannya yang dibalas oleh pak Kirman
"Pak saya pamit pergi dulu, salam buat isteri dan anak bapak satu lagi terima kasih atas tumpangannya ya pak" kata Diandra pamit pergi
"Kamu hati hati di jalan" ucap pak Kirman
Diandra menganggukan kepalanya dan kemudian dia pun berlalu pergi meninggalkan pak Kirman seorang diri
"Seandainya anakku masih hidup, dia pasti seumuran sama kamu" gumamnya sambil memandang Diandra yang sudah semakin menjauh dari pelupuk matanya dengan pandangan muramnya, namun dia tidak ingin menengok kembali masa lalu, dia memutuskan untuk keluar dari mobil dan membawakan pesanan sayur mayur ke para pedagang yang sudah memesan sayur mayur ya
Sementara itu pria si penculik itu sadar kini mangsanya menghilang dan dia kehilangan jejak, untuk melaporkan kepada Sandra mungkin bukan semprotan lagi yang dia dapatkan mungkin bisa jadi lebih dari itu, dia berpikir lebih baik dia melarikan diri sebelum Sandra mengetahui apa yang terjadi kalau mangsanya sudah benar benar menghilang, berkali kali dia mengutuk kebodohannya namun apa daya nasi telah menjadi bubur, karena dia juga tidak ingin mengambil resiko lebih, dia berpikir lebih baik dia melarikan diri saja saat itu sebelum Sandra benar benar menemukan dirinya
Setelah dirasa sudah bersih dan kenyang, Diandra langsung bergegas ke kantor polisi untuk meminta perlindungan dan melaporkan kalau dirinya telah hilang diculik
Sementara itu Alfian yang sudah sadar dari siuman nya, matanya nanar mencari cari seseorang di ruangan kamarnya kini kamarnya sudah pisah dari IGD ke kamar VVIP, agar Alfian bisa beristirahat dengan baik disana
Sudah hampir seharian ini dia tidak mau makan dan minum, pikirannya begitu kalut dan cemas, dia merasa khawatir bagaimana jika terjadi dengan Diandra dan berkali kali dia menanyakan mengenai perkembangannya namun tidak ada seorangpun yang bisa memberikan jawaban yang memuaskan baginya, sungguh dia merasa sangat lemah dan tidak berdaya pada saat ini
Sementara mereka masih berjibaku dengan pencarian Diandra, Amel yang mempunyai rencana sendiri langsung pergi mengunjungi Sandra di rumahnya, begitu dia sampai di rumahnya Sandra, dia langsung dipersilahkan masuk menuju ke kamar pribadinya Sandra yang saat itu Sandra sedang memainkan handphonenya
Amel mengetuk pintu Sandra, setelah disuruh masuk Amel langsung masuk ke dalam
"Tumben Lo malem malem kesini ada paan?" tanya Sandra dengan nada cuek, sementara matanya masih tertuju pada handphonenya
"Gw mau nginep boleh ga?" tanya Amel tiba tiba, tidak menjawab pertanyaan dari Sandra, Sandra yang mendengar pertanyaan dari Amel langsung menoleh kepada Amel, matanya menatap Amel dengan pandangan bertanya
"Boleh ga, kalau ga boleh gw pulang nih?' tanya Amel cuek, masih berdiri di depan pintu kamar Sandra
__ADS_1
"Masuklah, ngapain juga Lo berdiri disitu" jawab Sandra masih dengan nada cuek, lalu tanpa segan segan lagi Amel langsung masuk ke dalam kamar Sandra
"Tumben Lo anteng banget di dalam kamar, kayak lagi dipingit aja biasanya Lo kayak cacing kepanasan kalau udh di dalam kamar ga ngapa-ngapain " ledek Amel sambil duduk di tepi tempat tidur, Sandra langsung mendelik ke arah Amel dengan kesal
"Itu karena bokap gw yang melarang gw buat kemana mana" ucap Sandra dengan nada sewot, dia merasa kesal dengan ayahnya namun apa daya dia tidak berani menentangnya kalau tidak mau uang bulanannya dipotong oleh ayahnya
"Lo sendiri kenapa Lo tiba tiba pengen nginep di rumah gw?" tanya Sandra penuh selidik
"Lo curigaan Mulu sama gw, pulang nih" kata Amel dengan nada ngambek
"Ah elah kayak bocah Lo yang dikit dikit ngambek kayak ga dapet permen" ledek Sandra kepada Amel
"Biarin sirik aja Lo" balas Amel cepat
"Lo tau gag gw denger denger Alfian masuk ke rumah sakit loh" ujar Amel kepada Sandra, dan melihat reaksi Sandra seperti apa
Sandra yang mendengar itu langsung merasa terkejut,tidak percaya sama sekali dengan berita yang dibawakan oleh Amel
"Sumpah Lo demi apa?" tanya Sandra yang masih tidak percaya dengan kata katanya Amel barusan
"Demi nyi Blorong dan para sahabatnya" jawab Amel asal
"Gw serius dodol" balas Sandra kesal dengan sahabatnya yang satu itu
"Gw dua rius, Lo dikasih tahu ga percaya sih, gw tahu kan dari sumberny dari Tonny" jawab Amel sambil memperhatikan gerak gerik Sandra
Sandra langsung tersenyum senang
"Lo tau ini saatnya gw beraksi" ucap Sandra dengan nada senang
"Maksud Lo apa?" tanya Amel pura pura bodoh
"Sudah pokoknya Lo lihat saja apa yang terjadi besok, rasanya gw ga bisa menunggu hari esok tiba" ucap Sandra dengan nada misterius sambil langsung memasang selimutnya
"Gw mau tidur, besok akan ada kejutan besar dari gw, dan Lo harus nonton" kata Sandra dengan nada senang, lalu dia pun langsung memejamkan matanya sementara Amel memandang Sandra sambil berpikir entah ulah apa lagi yang akan temannya ini perbuat untuk bisa menarik perhatiannya Alfian, dengan menarik nafas panjang dia mengambil posisi untuk tidur di sebelahnya Sandra, dan tidak lama kemudian dia pun langsung tertidur lelap
__ADS_1