
Setelah Bryan memberikan berkas copy kepada tuan Hartawan dan Tuan Hartawan langsung menyimpannya di dalam tas kerjanya, Tuan Hartawan langsung tersenyum puas, kemudian dia berdiri sambil menatap Alex dengan tatapan tajam
"Saya berharap di kemudian hari anda masih mau bekerja sama dengan saya tuan Alex, dan saya berharap juga di kemudian hari tidak ada tuntutan apapun terhadap saya begitu juga dengan perusahaan kami" ucap Tuan Hartawan kepada Alex
Alex membalas menatap Tuan Hartawan dengan tatapan penuh arti dan kemudian dia berdiri, dan kin mereka berdua saling berhadapan satu dengan yang lain
"Saya harap juga begitu Tuan Hartawan, dan semoga ke depannya bisnis anda sukses dan lancar dan saya juga pastikan hal itu tidak akan terjadi" ucap Alex dengan nada suara tegas
Mereka berdua kembali bersalaman satu dengan yang lain dengan jabat tangan yang erat dan setelah itu Tuan Hartawan pamit untuk pergi, sepeninggal Tuan Hartawan, Alex langsung kembali ke tempat duduknya
"Apa yang akan anda lakukan setelah ini Tuan?" tanya Bryan menatap Alex, menunggu perintah dari atasan selanjutnya
"Kita akan bertemu dengan Alfian, dan kita juga harus membantu Alfian" ucap Alex dengan nada suara yang tegas, Bryan terdiam mendengar jawaban dari Alex yang sangat tegas dan yakin akan keputusannya kali ini, Bryan merasa jika keputusan dari Alex adalah sebuah keputusan yang benar kali ini yaitu tidak akan menikahi Sandra
Sementara itu dalam perjalanan menuju ke tempat yang sudah dijanjikan kali ini Alfian bersama dengan Diandra menuju ke cafe tempat dimana mereka akan bertemu dengan Alex
"Kira kira kenapa Alex ingin bertemu dengan kita ya?" tanya Diandra sambil menduga duga menatap lurus ke depan
"Entahlah aku juga tidak tahu" jawab Alfian sambil fokus menyetir mobil
Mereka berdua kembali terdiam, Diandra menatap gedung gedung pencakar langit yang tinggi menjulang tinggi dan menikmati senja di jalan menuju ke cafe yang sudah dijanjikan sebelumnya sementara Alfian fokus dengan menyetir mobil
Sesampainya mereka di cafe, Alfian memakirkan kendaraannya lalu mereka berdua turun dan berjalan berdampingan, Alfian memegang tangan Diandra mereka berdua masuk ke dalam cafe tersebut
Mereka berdua langsung disambut oleh pelayan yang sudah siaga di depan pintu, sambil tersenyum pelayan itu menyapa ke arah Alfian dan Diandra, dan membimbing mereka berdua untuk masuk ke dalam cafe tersebut, suasana cafe tersebut tidak terlalu ramai oleh para pengunjung, Alfian memilih duduk di dekat jendela dan sambil menunggu Alex datang mereka berdua memesan minuman sekaligus makanan
__ADS_1
Alfian menelpon Alex untuk memberitahukan kalau dirinya sudah sampai di cafe itu, dan setelah itu Alfian menutup telponnya, Diandra memandangi Alfian dengan penuh rasa ingin tahu
"Sebentar lagi dia akan sampai" ujar Alfian sambil memandang Diandra, Diandra hanya menganggukkan kepalanya, setelah setengah jam Alex dan Bryan asisten pribadinya masuk ke dalam cafe, Alfian yang melihat Alex dan Btmryan yang sedang menoleh ke arah kiri dan kanan langsung segera melambaikan tangannya ke arah Alex dan Bryan
Alex dan Bryan langsung menghampiri mereka berdua dan kemudian mereka saling berjabat tangan
"Maaf kami terlambat, banyak pekerjaan yang harus kamu selesaikan dan perjalanan kemari agak sedikit tersendat" ucap Alex dengan nada menyesal
"Tidak apa apa" jawab Alfian singkat
"Kalian sudah memesan makanan?" tanya Alex sambil menerima buku menu yang diberikan oleh pelayan cafe kepada dirinya
"Sudah barusan" jawab Diandra
"Ada apa kamu memanggil kami kemari?" tanya Alfian langsung memulai percakapan
"Sebelumnya saya meminta maaf kepada kamu Alfian" jawab Alex dengan nada yang serius dan mimik muka yang terlihat raut penyesalan
Alfian menaikkan alis matanya, dia diam menunggu kata kata Alex selanjutnya
"Kamu ingat tidak kalau saya pernah berjanji kepada kamu bahwa saya yang akan mengurus Sandra, karena dia harus bertanggung jawab terhadap apa yang sudah dia lakukan kepada ayah saya dulunya" lanjut Alex menatap Alfian yang dibalas dengan Alfian anggukan kepala
"Mohon maaf sekali lagi, sudah mengecewakan kalian berdua, saya berpikir ulang kalau masalah Sandra kita laporkan saja ke polisi dan biar polisi yang mengurusnya apalagi Diandra sudah pernah diculik dan dalangnya adalah Sandra sendiri yang menjadi otak dari penculikan, dengan kata lain saya membatalkan rencana saya tapi kamu tenang saja, saya akan membantu kamu untuk bekerjasama menangkap Sandra" lanjut Alex lagi, yang kali ini nada Alex terdengar bersungguh sungguh
"Kamu akan mencari semua bukti kejahatan dirinya, agar dia tidak bisa terlepas dari kejahatannya dan dia harus mempertanggungjawabkan di balik jeruji besi" ucap Alex dengan bersungguh sungguh
__ADS_1
Alfian yang mendengar itu langsung terdiam, dia seperti berpikir sebelum mengambil keputusan sementara Diandra hanya diam mendengar apa yang dikatakan oleh Alex barusan
"Sekali lagi saya minta maaf" ucap Alex dengan penuh penyesalan
Alfian langsung membuka suara menenangkan Alex yang terlihat menyesal
"Jangan khawatir,masalah itu biar kami yang mengurusnya dan masalah kalian ingin membantu kami, kita juga mengucapkan banyak terima kasih selama itu tidak merepotkan kalian sama sekali" ucap Alfian bersungguh sungguh mengatakan hal itu kepada Alex
Alex yang mendengar itu langsung terkejut, dia tadi berpikir Alfian akan kecewa dan marah terhadap dirinya karena sudah membatalkan secara sepihak namun ternyata Alfian menerima keputusan Alex bahkan menghormati apa yang sudah menjadi keputusan dari dirinya tersebut
"Anda jangan khawatir tentang itu, masalah Sandra bisa diatur, sekarang adalah bagaimana caranya agar rencana itu bisa berjalan dengan lancar dan sukses, Sandra tidak curiga kepada saya" ucap Alfian dengan nada serius
Alex terdiam serius mendengarkan apa yang dikatakan oleh Alfian barusan, karena kali ini dia harus merasa ikut membantu Alfian untuk bisa menjebak Sandra dan Sandra mengakui semua perbuatannya
Mereka berempat berbincang secara serius mengenai Sandra berikut dengan cara menjebak Sandra, tanpa terasa hari menjelang malam saat mereka sudah sepakat dan setuju untuk saling berkerja sama satu dengan yang lain, dan kini hanya tinggal menunggu hari h tiba, hari dimana Sandra harus bertanggung jawab dengan semua perbuatannya
Sepulangnya mereka dari cafe tampak Diandra sibuk berpikir di dalam mobil
"Kenapa, sepertinya kamu sedang memikirkan sesuatu?" tanya Alfian kepada Diandra sambil mengemudikan mobilnya
"Apakah rencana ini akan berhasil?" tanya Diandra kepada Alfian sambil mendesah, tampak ada sedikit kekhawatiran di dalam diri Diandra, dia khawatir rencana mereka tidak akan berhasil atau ketahuan oleh Sandra
"Jangan khawatirkan itu Diandra kamu fokus dengan acara pernikahan kita saja, masalah Sandra biar kami yang atur" ucap Alfian kepada Diandra menenangkan hati Diandra yang khawatir jika rencana gagal
Diandra yang mendengar itu hanya bisa terdiam, dia juga berusaha untuk tidak mengkhawatirkan masalah itu, kembali suasana di dalam mobil menjadi hening seketika
__ADS_1