Dia Musuhku

Dia Musuhku
Bab 80


__ADS_3

Diandra menatap mereka berdua secara bergantian


"Mau bantuin aku tidak? " tanya Diandra tersenyum manja kepada Alfian, Alfian langsung berasa lemah ketika mendapatkan senyuman dari Diandra


"Bantuin apa Di? " tanya Alfian menatap Diandra


" Bawa ini ke meja makan" perintah Diandra kepada Alfian sambil menunjuk makanan yang ada di atas meja dapur


"Donny ayo bantuin gw bawa makanan ini ke meja makan, elo mau makan ga? " tanya Alfian sambil menyuruh Donny untuk membantunya mengangkut semua piring piring yang ada di atas meja dapur ke meja makan


"Dosa apa gw punya temen kayak gini banget " keluh Donny sambil sengaja bicara keras keras biar Alfian dengar, Diandra yang mendengar Alfian memerintah Donny sahabatnya, langsung menatap tajam ke arah Alfian yang sedang sibuk memerintahkan Donny


"Alfian kayaknya aku yang menyuruh kamu deh, bukan Donny" kata Diandra dengan nada kesal dan muka cemberut


"Sayang kamu kan tahu Donny sama aku kan sama saja, aku bagian pendelegasian saja" kata Alfian sambil berkelit


"Ya sudah kalau ga mau bantu, biar aku saja sama Donny, kamu diam disitu, Don ayok bantuin aku kamu memang yang terbaik" kata Diandra sambil memuji Donny di hadapan Alfian, Alfian yang mendengar Donny dipuji seperti itu langsung panas hatinya, dia sangat iri sama Donny, sementara Donny mengejek Alfian lewat tatapan matanya


"Terima kasih banyak ya Di, kamu juga yang terbaik" balas Donny sambil tersenyum, Diandra langsung melemparkan senyuman manis ke arah Donny, itu malah membuat Alfian semakin tambah kesal saja


"Don, elo ga usah bantu biar gw aja " kata Alfian dengan tatapan tajam ke arah Donny sementara wajahnya langsung cemberut


"Tapi kan, elo udah memerintahkan buat pindahin makanan ini ke ruang makan" balas Donny cepat sambil pura pura tidak mengerti


"Sudah elo diem saja, biar gw yang kerjain ini semuanya" balas Alfian cepat, sambil melirik Diandra yang sedang mengambil piring piring kosong dari dalam lemari piring


"Kalian ini para cowok lama banget suh, sudah ga usah, biar aku saja yang mengerjakannya" kata Diandra dengan suara kesal menatap mereka berdua bergantian


Tidak lama kemudian Hera datang dengan rambut basahnya


"Hai semuanya " sapa Hera dengan riang sambil tersenyum, tiba tiba Donny langsung terdiam menatap Hera, dia merasa dejavu begitu melihat Hera, dia seperti melihat seorang gadis kecil dulu yang sering bermain dengannya, berbagi tawa saat Donny merasa kesedihan dan kesepian


"Don elo kenapa ngeliat gw sudah kayak lihat hantu gitu" kata Hera sambil menatap Donny dengan pandangan herannya sementara Donny menatap Hera dengan pandangan tidak berkedip


"Ah sudahlah " kata Hera mengalihkan pandangannya dari arah Donny


"Apa elo gadis kecil itu, yang selama ini gw cari? " tanya Donny sambil memegang tangan Hera dengan erat


"Donny apaan sih sakit! " kata Hera sambil berteriak, mendengar Hera berteriak Alfian yang dekat disitu langsung memukul bahu Donny


"Donny, eh pewangi pakaian, kasihan itu anak orang sakit! " kata Alfian, sementara Donny masih memegang tangan Hera dengan kuat dan menatap Hera dengan pandangan intens


"Lepasin gw Donny, gw ga ngerti apa yang elo maksud " kata Hera, sambil memberontak berusaha melepaskan tangannya dari Donny, Hera tiba tiba merasa takut dengan Donny

__ADS_1


"Don, lepasin ga, itu anak orang kasihan tahu" kata Alfian sambil berusaha membantu Hera melepaskan tangannya Hera, Diandra yang melihat itu langsung memukul kepala Donny dengan Sutil yang terbuat dari besi dia pukul kan ke kepala Donny tidak begitu keras rapi juga tidak begitu pelan


Saat itu Donny langsung tersadar dan berteriak kesakitan, begitu kepalanya di pukul oleh Diandra


"Di sakit tahu! " teriak Donny sambil memegangi kepalanya


"Sorry, tapi elo sudah disuruh lepas malah tidak lepas lepas" jawab Diandra enteng


Hera langsung segera menjauh dari Donny dengan wajah sedih nya, melihat Hera sedih Diandra langsung menyuruh Hera membantunya biar Hera melupakan kesedihan nya


"Elo mending bantuin gw" kata Diandra kepada Hera


Hera langsung menganggukkan kepalanya, dan tanpa banyak cakap mereka berdua saling membantu satu sama lain untuk membawa piring piring yang berisi makanan ke meja makan, dibantu dengan Alfian sementara Donny memperhatikan Hera dari jauh


Setelah selesai pekerjaan mereka memindahkan makanan ke atas meja makan, Diandra membuatkan minuman satu teko air teh yang dia pakai gula, lalu dia memasukkan bubuk teh ke dalam teko tersebut lalu dia pun mulai mengaduk aduk hingga gula larut tercampur dengan air panas dan bubuk teh, setelah dirasa cukup, Diandra membawanya ke ruang makan


"Kalau ada yang mau bisa langsung diambil" kata Diandra menatap mereka masing masing


"Sayang aku mau " kata Alfian dengan suara manja


"Memangnya kamu ga bisa ambil sendiri? " tanya Diandra dengan wajah galaknya, pagi pagi begini Alfian sudah mulai bersikap tidak jelas menurut Diandra


"Ambilkan tolong" kata Alfian lagi dengan nada sedikit merajuk kali ini


Sementara itu Hera meninggalkan ruangan itu menuju ke teras depan rumah, agar dia bisa terhindar dari tatapannya Donny, dia sendiri kenapa saat ini ingin sekali menghindar dari Donny


Di teras itu Hera berpikir bahwa apa yang dikatakan oleh Diandra benar adanya dan lebih baik dia yang berhenti daripada nanti akan menjadi sangat sakit buat dirinya dan itu juga tidak bagus untuk mentalnya ke depan, sedikit air mata menggenangi di pipinya yang mulus, Hera berkali kali menghela nafas panjang


Diandra yang melihat Hera sendirian di teras, dia ingin menyusulnya namun buru buru dicegah oleh Alfian, Diandra memandang Alfian dengan pandangan protes


"Biarkan dia, dia butuh sendiri " kata Alfian dengan suara keras yang disengaja untuk melihat reaksi dari Donny, sementara Donny hanya diam mematung di sebelah jendela dapur


"Gw mau ke kamar dulu " kata Donny dengan suara pelan, dia langsung menuju ke kamar dengan perasaan yang tidak menentu dengan langkah gontai, mereka berdua memperhatikan Donny yang langsung menghilang dari pintu kamar


"Kamu ga mau nyusul? " tanya Diandra, Alfian hanya menggelengkan kepalanya seraya berkata " Dia butuh waktu untuk sendiri"


Diandra yang mendengar itu langsung diam, dalam hati dia membenarkan kata kata Alfian kalau mereka berdua butuh waktu untuk sendiri


"Daripada kita urusin mereka berdua pasangan yang tidak jelas, bagaimana kalau kita berdua.... "


"Berdua apa? " tanya Diandra galak, begitu melihat Alfian senyum senyum menatap Diandra dengan pandangan menggoda


"Jangan macem macem kamu, mau kamu aku pukul kepala kamu pakai ini, mau jadi Donny kedua? " ancam Diandra yang masih memegang sutil di tangannya sambil diayun ayunkan ke arah Alfian

__ADS_1


"Sadis banget sih kamu " kata Alfian dengan wajah cemberut


"Biarin, habis kamu nya juga pagi pagi sudah yang aneh aneh" kata Diandra kesal


Tidak lama kemudian ayah dan bunda Diandra datang ke meja makan, bunda sudah berganti pakaian sementara ayah masih menggunakan sarung dengan kaos oblong polosnya, bundanya langsung ke ruang dapur disebelah ruang makan


"Mana yang lain? " tanya bunda menatap Alfian dan Diandra, namun belum sempat mereka berdua menjawab, bunda melihat Diandra membawa sutil "Itu sutil mau kamu apakan? " tanya bunda lagi menatap Diandra dengan sutil nya


"Oh ini tadi baru mau dibawa ke sana, ke meja makan" kata Diandra berbohong sambil nyengir kepada bundanya


"Itu bohong tante, dia itu buat... aduh!" teriak Alfian tiba tiba menatap Diandra yang masih nyengir ke arahnya, membuat yang lain kaget mendengar teriakan Alfian


"Sayang maaf, ada kecoa tadi lewat di kaki kamu makanya aku injak tadi" kata Diandra tersenyum manis namun matanya menyiratkan ancaman agar Alfian tidak berbicara macam macam kepada bundanya


"Tapi ini sakit sayang" keluh Alfian menatap Diandra


"Maaf sayang" jawab Diandra dengan suara lebih manja


Bunda Diandra yang melihat adegan mereka berdua yang absurd, sudah tidak tahan lagi langsung berkata dengan nada perintah


"Mending kalian panggil kedua teman kalian buat sarapan sekarang"


"Baik bunda " kata Diandra


"Iya tante " jawab Alfian


Mereka berdua langsung meninggalkan ruang dapur untuk memanggil Hera dan Donny, Diandra ke teras depan memanggil Hera sementara Alfian memanggil Donny di dalam kamarnya


"Donny, pewangi pakaian" panggil Alfian begitu melihat Donny sedang bermain gadgetnya


"Apan si elo" kata Donny kesal


Sekarang Alfian punya julukan baru buat Donny, jika Donny nanti nantinya membuat kesal dirinya


"Dipanggil bunda buat sarapan" kata Alfian tidak menggubris rasa kesal Donny


"Gw belum laper, nanti saja " kata Donny, sebenarnya dia sudah lapar tapi dia malu bertemu dengan Hera karena sikapnya tadi pagi


"Ga usah lebai deh, ini bukan rumah elo ini rumah orang hormati sedikit sama tuan rumah" kata Alfian memarahi Donny


"Lagian elo kenapa sih tadi segitunya sama Hera, kalau ga suka jangan kaya gitu" kata Alfian menatap Donny dengan pandangan heran karena tidak biasanya Donny bersikap seperti itu, yang dia tahu Donny selalu bersikap tenang jika nada masalah


"Elo tahu Alfian gw berasa dejavu, gw merasa melihat Hera seperti gadis kecil bermata bulat yang pernah gw ceritain ke elo semalam" kata Donny dengan suara pelan

__ADS_1


__ADS_2