
"Bunda ayah Hera ijin menginap disini" kata Diandra memberitahukan kepada kedua orang tuanya kalau Hera akan menginap disini
"Terus dimana anaknya? " tanya Bunda Diandra sambil menatap ke sekeliling
"Belom datang bunda" jawab Diandra melihat bundanya sambil tersenyum
"Oh kirain anaknya ada disini" kata sang bunda sambil tertawa
"Kamu ga mau menginap juga? " tanya ayah Diandra sambil menatap alfian
"Saya om? " tanya Alfian sambil menunjuk ke dirinya sendiri
"Iya kamu siapa lagi" kata Ayah Diandra sambil tertawa
"Diijinkan om tante? " tanya Alfian dengan mata berbinar
"Kalau kamu mau menginap silahkan lagian Hera kan tidur di kamar Diandra " jawab ayah Diandra tersenyum
"Kalau om dan tante mengizinkan Alfian menginap disini, Alfian mana bisa menolak " kata Alfian senang diajak menginap oleh ayah dan bunda nya Diandra
"Gayamu.. " cibir Diandra
"Loh kenapa yang ditawarkan itu aku " kata Alfian tidak mau kalah
Ketika mereka asyik mengobrol, tiba tiba terdengar suara pintu gerbang dibuka
"Mungkin itu Hera" kata Diandra yang langsung berdiri untuk membuka pintu depan, dan betapa terkejutnya Diandra jika ternyata ada Donny yang menemani Hera
"Alfian kamu tebak siapa yang menemani Hera? " tanya Diandra sambil mengintip dari balik pintu
"Siapa lagi kalo bukan si Donny rese" kata Alfian sekenanya, yang membuat Diandra langsung melotot ke arah Alfian
"Jangan memandang aku seperti itu, gimana gak rese coba bikin ide kaya gitu" kata Alfian protes dengan wajah cemberut dan kesal
Diandra tidak menanggapi protes dari Alfian, begitu Hera dan Donny mendekati pintu rumah, Diandra langsung menyambut mereka berdua dengan hati ruang dan senyuman yang lebar, Hera langsung memeluk Diandra erat seakan baru bertemu, sementara yang lain melihatnya sambil menggeleng geleng kan kepalanya
"Kalian berdua ini sudah kaya apaan " kata bunda Diandra
"Iya tahu saya aja ga pernah tuh digituin tante " kata Alfian protes seperti anak kecil yang tidak dikasih permen
"Kalau itu mah bagus, kan belum dah " timpal ayah Diandra membuat yang lain tertawa
"Makanya kamu jangan ganjen " kata Diandra ikut tertawa
"Begini saja, gimana kalau kalian semua menginap disini" usul ayah Diandra sambil menatap mereka berempat
"Maksud om? " tanya Hera kepada ayah Diandra
"Maksud om, biar makin Donny nemenin makan Alfian dan kamu nemenin Diandra, sudah lama rumah ini jarang ada tamu, nah besok kamu berdua temenin ayah mancing bagaimana? " tanya ayah Diandra menatap mereka satu per satu
"Kalau saya mah setuju setuju saja, tapi ga tau deh kalo si Donny jawab Alfian santai
" Gimana nak Donny, mau ya sekalian temani nak Alfian itu ga punya teman " bujuk ayah Diandra
"Ya sudah om, saya mah ikut aja " kata Donny sambil tersenyum simpul
__ADS_1
"Kalau ga punya pakaian ganti, kebetulan om ada tapi ga tau muat apa tidak " kata ayah Diandra sambil tertawa
"Bunda tolong diliat apa ada pakaian ganti yang cocok untuk mereka berdua ini" ayah Diandra kepada bunda
"Baik ayah, sebentar ya bunda carikan " kata bunda Diandra sambil beranjak pergi meninggalkan ruang tamu
"Mobil kalian ditaruh dimana? " tanya ayah Diandra menatap Alfian dan Donny
"Diluar " jawab mereka serempak
"Taruh di dalam aja, garasi masih muat kok " kata ayah Diandra menyuruh mereka memasukkan mobil mereka ke dalam
"Iya om, nanti kita taruh di dalam " kata Donny dengan patuh
"Emang muat om? " tanya Alfian melihat itu hanya bisa cukup dua mobil
"Muat lah, tapi pintu gerbang ga ketutup" jawab ayah Diandra
"Emang aman? " tanya Alfian sambil menatap ragu kepada ayah Diandra
"Amanlah, disini semua di kerahkan, baik satpam komplek maupun siskamling dari warga yang tiap jam berkeliling, dan kamu tahu warung depan itu yang jualan kelontong sama warung kopi, mereka buka dua puluh empat jam dan mereka selalu ramai sama pembeli dan juga banyak anak muda yang nongkrong disitu" kata ayah Diandra bicara santai
Donny dan Alfian hanya menganggukkan kepalanya, memang sih mereka ada melihat warung kelontong dan warung kopi
"Berarti bisa dong ntar kita nongkrong di warung kopi nanti" bisik Alfian kepada Donny
"Kalian kalau ingin nongkrong di warung kopi bisa kok tapi ingat jangan lupa kunci pintu depan ya " kata Ayah Diandra yang tiba tiba bisa langsung membaca niat kedua anak muda ini
Sontak Alfian dan Donny langsung tercengang begitu mendengar ayah Diandra berkata begitu
Alfian dan Donny hanya menggaruk kepalanya yang tidak gatal sambil tertawa
"Om bisa saja " kata Alfian masih tertawa
"Om kan pernah muda " jawab ayah Diandra santai
Tidak lama kemudian bunda Diandra datang membawa dua setel pakaian
"Ini dicoba dulu, siapa tau saja muat" kata bunda Diandra memberikan kepada Donny dan Alfian
Alfian dan Donny langsung menerima pakaian dari Bunda Diandra
"Saya coba dulu di dalam " kata Alfian kepada bunda Diandra yang di iyakan oleh bunda Diandra begitu juga dengan Donny, dia langsung menyusul Alfian ke dalam untuk mencoba pakaian yang dipinjamkan oleh bunda Diandra
Mereka mencobanya di dalam kamar tamu
"Elo hapal banget setiap sudut ruangan rumah ini? " tanya Donny
Alfian langsung tersenyum karena dia menganggap kalau itu adalah sebuah pujian untuknya
"Iyalah, gw gitu loh secara nih ya gw udah beberapa kali nih nginap disini jadi hapal bahkan gw tau jam berapa rutinitas keluarga ini sehari hari " kata Alfian dengan nada bangga
' Sepertinya gw salah ngomong ini ke dia'
gumam Donny pelan
__ADS_1
"Eh Don gw mau ngomong sama lo" kata Alfian tiba tiba berubah serius, Donny yang melihat Alfian tiba tiba berubah serius langsung menatap Alfian dengan penuh tanya
"Ada apa? " tanya Donny
"Cara elo apa tidak ada yang lain? " tanya Alfian dengan tatapan serius
Donny berpikir sebentar lalu menggeleng kan kepala, menatap Alfian dengan penuh rasa penyesalan, Alfian menghela nafas panjang
"Sabarlah, lagian ini ga lama kok" kata Donny, dia benar benar iba sekarang begitu melihat Alfian yang benar benar galau apalagi dia harus bermain drama dengan Sandra, sesuatu hal yang sangat dia tidak menyukainya
"Ya sudahlah mau diapain lagi kalau memang itu adalah cara yang terbaik, semoga saja bisa berjalan lancar dan semoga semuanya baik baik saja" kata Alfian yang langsung diaminkan oleh Donny
"Kita ganti baju dulu aja, mudah mudahan pakaiannya muat " harap Alfian sambil tertawa
Setelah mereka berganti pakaian, mereka menatap satu sama lain, untungnya pakaian yang mereka kenalan masih pas di badan mereka, dan untungnya celana yang mereka pakai berdua adalah celana dengan bahan kain selutut, sementara atasannya adalah kaos yang sedikit kebesaran, namun itu terlihat sangat nyaman buat dipakai
"Kita keluar yuk" ajak Alfian kepada Donny, Donny langsung mengiyakan ajakan Alfian, sesampainya mereka di ruang tamu, mereka berdua mendapatkan perhatian dari mereka yang berada di ruang tamu
"Wah ternyata pas juga ya.. tante pikir ga bakalan muat " kata bunda Diandra sambil tersenyum
"Dulu ayah ganteng kan ya kayak mereka?" tanya suaminya menggoda isterinya di depan anaknya Diandra dan teman temannya serta Alfian
"Apaan sih ayah.. malu maluin aja " ucap istrinya sambil tersipu malu
Sementara yang lain tersenyum melihat kemesraan suami isteri tersebut, mereka berbincang lama sampai agak larut malam, hingga kedua suami istri itu ijin pamit untuk beristirahat terlebih dahulu, dan tinggallah mereka berempat yang masih berada di ruang tamu
"Kalian ga ada yang mau istirahat? " tanya Donny menatap mereka bertiga secara silih berganti
"Iya sebentar lagi, memangnya kenapa? " tanya Hera ingin tahu
"Mereka sepertinya ingin begadang " timpal Diandra
"Ooh kirain mereka pengen ngedate berdua " ledek Hera
"Emang kita apaan? " protes Alfian
"Tau kita masih normal tau" Donny juga protes dengan suara sewot
Sementara Diandra dan Hera langsung tertawa begitu mendengar mereka sewot
"Ya sudah kami berdua masuk ke dalam dulu, yuk Hera " ajak Diandra kepada Hera
"Kita duluan ya... selamat malam " kata Hera sambil berdiri mengikuti langkah kaki Diandra menuju ke dalam
"Di tunggu " kata Alfian sambil memegang tangan Diandra yang kebetulan lewat di depannya
"Ada apa? " tanya Diandra
"Kamu ga mau ucapin sesuatu gitu? " tanya Alfian sambil tersenyum menggoda
"Ucapin apa? " tanya Diandra bingung tidak mengerti
Alfian langsung berdiri lalu mendekati Diandra, Diandra sudah siap siaga khawatir Alfian berbuat yang tidak tidak kepada dirinya, Alfian semakin maju menatap Diandra dengan pandangan intens sementara Diandra malah semakin mundur
"Kamu jangan yang aneh aneh deh " kata Diandra waspada
__ADS_1