Dia Musuhku

Dia Musuhku
Bab 220


__ADS_3

"Iya terus apa Sandra tidak curiga pada nantinya kalau loe cuman ingin menjebak dia saja?" tanya Tonny masih penasaran dengan konsepnya Alfian


Alfian terdiam seketika, benar apa kata Tonny namun keraguan itu segera dia hilangkan begitu saja


Tonny menatap Alfian menunggu jawaban Alfian yang sedang berpikir keras, lalu Alfian kembali berkata kepada Tonny


"Makanya kita harus berhati hati agar jangan sampai Sandra mengetahui rencana kita"


"Tapi sepandai-pandainya tupai melompat akhirnya jatuh juga"


"Iya gw tahu makanya pernikahan gw sama Sandra harus dipercepat dan itu berimbas sama pernikahan gw sama Diandra juga"


Alfian langsung menghela nafas panjang, Alfian berharap rencananya kali ini Sandra tidak tahu dan dia berharap juga si penculik yang bernama John bisa juga tertangkap


"Hera gw mau tanya sama Lo, kalau misalkan Alex benar benar suatu hari dia serius sama Sandra Lo mau terima kenyataan?" tanya Diandra kepada Hera tiba tiba yang sedang sibuk mendengar percakapan antara Tonny dan Alfian


Hera yang mendapatkan pertanyaan seperti itu langsung segera menoleh ke arah Diandra dan menatap Diandra sambil tertawa dan dia pun kemudian berkata


"Ya baguslah itu, dan semoga saja Alex bisa merubah Sandra ke arah yang lebih baik dan mempertanggungjawabkan semua perbuatannya dia"


"Memangnya kamu ga cemburu?" tanya Diandra bingung


"Ya gag lah untuk apa cemburu aku hanya dia menganggap sebatas sahabat sama kayak Lo ke gw ga lebih" ucap Hera tertawa

__ADS_1


Donny yang dari jauh mendengar itu langsung bernafas lega, dia merasa kali ini dia punya kesempatan untuk bisa mendapatkan hatinya Hera, meski itu terasa sulit tapi apa salahnya dia berusaha dan menikmati prosesnya


Tidak lama kemudian pesanan makanan untuk Tonny dan Andrew telah datang dan disusul dengan pesanan makanan dari Alfian dan yang lainnya yang dipesan di aplikasi hijau juga sudah datang, para pelayan mengatur makanan buat para atasannya ini, mereka mengatur piring piring dan kemudian minuman yang dipesan oleh mereka


Diandra dan Hera ikut membantu para pelayan itu untuk menyiapkan makan malam mereka, terlihat mereka berdua tampak sibuk, dan para pria sibuk berbincang bincang masalah pekerjaan


Setelah makanan dihidangkan dan para pelayan sudah pergi meninggalkan ruangan tersebut, mereka kemudian langsung mengambil piring berikut dengan nasi, Diandra memberikan nasi kepada Alfian baru setelah itu dirinya sendiri


"Kelihatannya enak" kata Hera sambil menatap lauk pauk yang dihidangkan di atas meja tersebut


Hera dan Diandra langsung mengambil lauk pauk yang dipesan oleh mereka disusul dengan yang lainnya, mereka makan dalam diam menikmati makanannya mereka


Hingga tiba tiba seorang pelayan datang mengetuk pintu ruangan dan membisiki sesuatu ke telinga Andrew, Andrew langsung menatap ke yang lainnya


"Ada apa?" tanya Alfian ingin tahu menatap Andrew dengan pandangan penasarannya


Mereka yang sedang makan langsung terkejut, terutama Diandra yang langsung menghentikan makanannya


"Gila ngapain tuh cewek datang kemari?" tanya Tonny dengan rasa tidak suka menatap ke arah Andree


"Mana gw tahu, tanya aja ntr sama dia" kata Andrew acuh tidak acuh


"Sekarang tidak ada waktu untuk berpikir kenapa dia kesini, sekarang waktunya bagaimana mengamankan Diandra jangan sampai Sandra tahu kalau Diandra ada disini" kata Alfian sambil melihat ke sekelilingnya, untuk mencari tempat persembunyian yang aman untuk Diandra

__ADS_1


Alfian melihat kamar mandi yang ada di pojokan sebelah kanan, lalu dia menatap ke arah Diandra yang juga sedang mendengarkan mereka, Diandra mengikuti tatapan mata Alfian yang melihat kamar mandi, Alfian langsung menatap Diandra meminta persetujuannya agar dia bersembunyi di kamar mandi, Diandra langsung menganggukkankan kepalanya, Diandra langsung segera berdiri dan berjalan menuju ke kamar mandi untuk bersembunyi di sana


Makanan Diandra juga segera diamankan oleh Hera, agar tidak menimbulkan kecurigaan Sandra sama sekali, tidak berapa lama kemudian pelayan yang sama datang kembali dan membisiki sesuatu di telinga Andrew, Andrew langsung menganggukkankan kepalanya dan membisiki sesuatu kepada pelayan itu, pelayan itu langsung menganggukkan kepalanya dan kemudian kembali pergi dari ruangan tersebut


"Pelayan itu bilang kalau Sandra sudah ada dan dia bilang sedang mencari ruangan kita, lalu gw suruh untuk memberi tahukan letak ruangan kita ada dimana, apa Diandra sudah aman?" kata Andrew sambil bertanya balik ke arah Alfian begitu Alfian kembali ke tempat duduk


"Sudah dia sudah aman di kamar mandi, dan gw yakin Sandra tidak akan menaruh curiga kalau ada Diandra di dalam ruangan ini, aku menyuruh Diandra untuk mengunci pintu kamar mandinya agar kalau Sandra tiba tiba ingin ke kamar mandi, kamar mandinya tidak bisa terbuka karena pintunya terkunci dan kita punya alasan kalau kamar mandinya rusak"


"Gw setuju banget, dan gw harap Diandra bisa betah di kamar mandi" kata Tonny sambil tertawa yang mendapatkan lirikan tajam dari Alfian dan Tonny langsung diam begitu mendapatkan lirikan tajam dari Alfian kepada dirinya


Mereka kembali melanjutkan makan bersama sambil menunggu kedatangan Sandra, mereka bersyukur ada pelayan yang memberitahukan kepada Andrew kalau ada Sandra yang datang, jadi mereka bisa mempersiapkan diri terutama Diandra yang menjadi musuh bebuyutan Sandra


Sementara itu di tempat Diandra di kamar mandi, Diandra duduk di atas meja wastafel kamar mandi, memperhatikan seisi ruangan kamar mandi, kamar mandi itu mempunyai ventilasi udara yang bagus dan cukup dingin di ruangan itu karena ada pendingin udara di atas dan ditambah lagi ruangan itu tidak terlalu besar atau kecil jadi tamu yang menyewa ruangan VIP ini sudah berserta dengan kamar mandi yang lumayan nyaman jadi para tamu VIP tidak perlu lagi ke luar ruangan hanya untuk membuang hajat mereka, cukup langsung di ruangan itu


Diandra cukup terkesan dengan kamar mandinya, membuat dirinya juga menjadi sangat betah berlama lama di kamar mandi ini, ditambah dengan pengharum ruangan yang membuat ruangan kamar mandi juga menjadi harum, kamar mandinya sangat bersih untuk ukuran pelayanan kelas VIP


Selagi Diandra sedang menikmati suasana kamar mandi, tampak Sandra tiba tiba menerobos masuk tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu, dan langsung masuk begitu Saja tanpa memperdulikan yang lainnya yang sedang menatap dirinya dengan pandangan miris hingga tiba tiba Hera langsung menyindir Sandra yang langsung masuk tanpa permisi terlebih dahulu


"Lain kali kalau mau masuk ketik pintu dulu kenapa, masa ga punya adab sih" kata Hera sambil menggumam dengan kerasnya, sengaja agar di dengar Sandra


Namun Sandra hanya pura pura taman sak mendengarnya sindiran Hera yang ditujukan kepadanya


"Ternyata Puteri seorang kaya punya kelainan pendengaran ya sampai sampai dia tidak mendengar sama sekali" kata Hera masih dengan suara menyindir ke arah Sandra yang seakan akan tidak perduli

__ADS_1


Sandra sendiri melihat Alfian langsung tersenyum sumringah, begitu melihat pujaan hatinya yang sedang duduk makan tidak menatap dirinya dan buru buru dia langsung menghampiri Alfian dan langsung memeluk Alfian dengan erat hingga membuat Alfian langsung tersedak sama makanannya sendiri


Sementara teman teman yang lainnya langsung tertawa cekikikan begitu melihat Alfian tersedak makanan gara gara dipeluk oleh Sandra dengan kencangnya


__ADS_2