
Keesokan paginya, Nyonya Francie mendatangi rumah keluarga Diandra, Nyonya Francie langsung masuk ke halaman rumah keluarga Diandra, dan Nyonya Francie langsung mengetuk pintu rumah keluarga Diandra, tampak bundanya Diandra membuka pintu depan rumah, setelah tahu siapa yang datang, Bunda Diandra langsung terkejut karena tidak biasanya mamahnya Alfian datang menemuinya pagi pagi sekali, dan entah kenapa perasaan bunda Diandra langsung tidak enak
"Jeng Francie, ayok silahkan masuk jeng" ucap bunda Diandra sambil mempersilahkan Nyonya Francie mamanya Alfian untuk masuk ke dalam rumah, dan Bunda Diandra langsung mempersilahkan mamahnya Alfian untuk duduk di ruang tamu
"Mau minum apa?" tanya Bunda Diandra kepada Nyonya Francie
Nyonya Francie langsung berdiri dan menuntun bundanya Diandra untuk duduk bersama dengan dirinya
"Ga usah repot repot, oh iya ngomong ngomong suami ibu kemana, bisa tolong dipanggil sebentar?" tanya Nyonya Francie meminta bunda Diandra untuk memanggil ayahnya Diandra
Tampak bunda Diandra menatap Nyonya Francie dengan wajah yang kebingungan, dia merasa ada sesuatu yang tidak beres namun dia tidak berkata sepatah katapun, dia langsung masuk ke dalam dan memanggil ayahnya Diandra untuk menemui Nyonya Francie yang ada di ruang tamu
Ayah dan bunda Diandra datang bersamaan menemui Nyonya Francie yang sudah menunggu hampir setengah jam
"Maafkan kami yang sudah menunggu anda, bunda tolong bawakan minuman untuk Nyonya Francie" kata Ayah Diandra duduk berhadapan dengan Nyonya Francie sambil menyuruh bunda Diandra untuk mengambil minuman
Tak lama berselang Bunda Diandra datang membawa segekes teh manis hangat dan penganan kecil yang diantaruhkan di atas meja tamu
"Jeng, silahkan diminum dulu" ucap Bunda Diandra sambil meminta Nyonya Francie untuk diminum teh manis hangatnya,setelah mengucapkan terima kasih Nyonya Francie langsung mengambil teh manis hangat yang sudah disediakan oleh si empunya tuan rumah
"Nyonya ada apa pagi pagi sekali nyonya datang ke rumah kami?" tanya ayah Diandra yang langsung membuka suaranya, menanyakan perihal kedatangan Nyonya Francie yang datang pagi pagi benar
__ADS_1
"Mohon maaf sebelumnya jika kedatangan saya sudah menganggu kenyamanan bapak dan ibu, saya ingin menyampaikan kabar buruk kalau Diandra telah diculik oleh orang" ucap Nyonya Francie dengan sangat hati hati
Suasana ruangan itu langsung menjadi hening seketika, semuanya langsung terdiam, ayah dan bunda Diandra langsung diam, mencoba mencerna kata kata dari Nyonya Francie
"Maksudnya diculik apa ya?" tanya Bunda Diandra bertanya kepada Nyonya Francie, mencoba untuk memahami maksud dari kalimat Nyonya Francie barusan
"Diandra diculik oleh orang yang tidak menyukai dirinya, dan ini akan kami selidiki" ucap Nyonya Francie pelan sambil berkata dengan hati hati, reaksi ayahnya Diandra wajahnya langsung mengeras, tangannya mengepal sementara bundanya Diandra duduk terpekur mencoba memahami maksud perkataan dari Nyonya Francie, dan tiba tiba tubuhnya langsung limbung pingsan begitu saja
Nyonya Francie yang melihat bunda Diandra pingsan dia langsung berteriak, membuat ayah Diandra menoleh kepada isterinya, sontak dia langsung sigap membopong isterinya ke kamar tidur dan merebahkannya disana, diikuti oleh Nyonya Francie
"Kapan kejadiannya?" tanya ayah Diandra mencoba untuk bersikap tenang, namun hatinya dilanda kecemasan dan kekhawatiran
"Kemarin siang menjelang sore,awalnya Diandra duluan yang menjadikan dirinya umpan pancingan namun tanpa disadarinya malah justru dialah yang menjadi korban walaupun sebenarnya si penculik mengincar dirinya, saya sendiri baru tahu kemarin malam ketika Donny menelpon saya karena anak saya pingsan dan sekarang masih ada di ruang IGD" jawab Nyonya Francie sambil bercerita kronologisnya
"Pak anak kita diculik pak, siapa yang tega melakukan ini sama anak kita pak"
Suaminya langsung membelai kepala isterinya, menatap isterinya dengan pandangan yang menenangkan
"Sabar ya bund, Diandra anak yang kuat, ayah yakin Diandra mampu melewati semuannya ini" kata ayah Diandra sambil berusaha menenangkan isterinya
"Bagaimana kalau terjadi sesuatu kepada Diandra pak, bunda takut pak?" tanya bunda yang masih terisak Isak di pelukan isterinya
__ADS_1
"Jangan berpikiran macam macam, kita berdoa saja semoga Diandra baik baik saja" ucap ayah Diandra dengan nada suara tegas, dia tidak ingin pikiran buruk isterinya juga ikut mempenfadirinya, bunda Diandra langsung terdiam namun air matanya masih terus mengalir
"Apa sampai sekarang masih belum tahu dimana letak Diandra disembun?" tanya Ayah Diandra kepada Nyonya Francie, Nyonya Francie hanya menggelengkan kepalanya lemah, ayah Diandra tampak menghela nafa panjang dan menghembuskanya kuat kuat
"Hanya saja Donny dan Alfian sudah melaporkan kepada polisi dan sahabatnya Donny sudah disuruh meretas jalan jalan yang mmepunycctv yang dilewati oleh mobil penculik tersebut, dan suami saya sudah menyuruh orang - orang suruhannya untuk mencaritahu penculiknya, kebetulan nomor mobil polisi sudah ada di tangan kami dan tangan polisi, jadi kita berdoa saja semoga ada perkembangan kasus ini" kata Nyonya Francie mencoba membesarkan kedua hati suami isteri tersebut
"Dan semoga saja akan ada perkembangan yang baik" ucap ayah Diandra mencoba untuk bersikap tenang
"Semoga saja seperti itu" ucap Nyonya Francie
Sementara itu tempat dimana Diandra diculik, Diandra tampak disekap pada sebuah kamar yang gelap, dengan tangan yang terikat dan mulut yang disumpal oleh sapu tangan, sementara itu si penculik tersebut tampak duduk tenang sambil memandang Diandra
"Gw ga tahu kenapa boss gue pengen banget singkirkan loe, padahal gw lihat Lo bukannya tipe gadis yang bisa menjadi saingan boss gw, meski Lo gw akuin lebih cantik daripada boss gw itu" kata pria itu sambil menatap wajah Diandra yang terlihat sangat marah
Pria itu langsung terkekeh begitu melihat ekspresi kemarahan yang ada di wajah Diandra
"Sudahlah cantik, percuma kamu memarahi saya itu hanya menghabiskan energi kamu saja, lebih baik Lo simpan saja energi Lo itu, untuk pernikahan kita" ucap pria itu masih sambil tertawa
Diandra langsung memandang pria itu dengan tatapan menjijikan dan tatapan penuh dengan amarahnya
"Lo ga akan gw lepaskan sebelum boss gw menikah dengan cowok yang dia cintai, ah memang benar benar gila dia" ucap pria itu sambil menggelengkan kepalanya
__ADS_1
"Daripada loe disingkirkan mending Lo sama gw, toh gw bisa kok menyayangi Lo dengan sepenuh hati" kata pria itu masih sambil tertawa-tawa, lalu tiba tiba pria itu berdiri dan memegang dagu Diandra, Diandra ingin melengos menghindari tangan pria itu namun apa daya pria itu malah tidak perduli, bahkan dia tertawa dengan tawa yang menjijikan
" Gw mau pergi dulu sebentar, Lo harus diam disini, kalian nyawa Lo ga mau melayang, gw mau cari makan dulu, ingat berani Lo kabur maka Lo akan dapat akibatnya jauh lebih dari inj:" kata pria itu dengan nada mengancam, Diandra langsung terdiam ngeri mendengar ancaman dari pria tersebut, sementara laki laki tidak perduli dengan tatapan Diandra, dia langsung berdiri keluar dari gubuk tempat mereka berdua tinggal