
"Jangan kamu coba coba mendekati aku!" teriak Nyonya Hartawan kepada suaminya, hanya saja tuan Hartawan tidak menanggapi teriakan dari Nyonya Hartawan, Tuan Hartawan hanya tersenyum miring kepada isterinya lalu dia terus mendekati isterinya sementara isterinya semakin menjauh tapi itu pun tidak mempengaruhi Tuan Hartawan sebagai suaminya, dia semakin terus mendekati isterinya dan kemudian dengan satu gerakan mudah dia langsung menyerang isterinya dan memeluk isterinya dengan sangat kuat, hingga Nyonya Hartawan tidak mampu lagi memberontak dan dengan pasrah dia melayani nafsu suaminya
Tua. Hartawan tahu jika isterinya ini selalu mengkonsumsi pil KB agar tidak terjadi kehamilan, setelah isterinya meminta cerai langsung kepada dirinya, dia langsung membuang pil kontrasepsi tersebut dan disinilah mereka berada
Sementara itu Alex yang sedang sibuk bekerja, didatangi oleh asisten pribadinya Bryan
"Kamu membawa kabar apa Bryan?" tanya Alex yang tangannya masih sibuk bekerja
"Saya sudah mengetahui siapa yang membuat ayah anda memutuskan untuk bunuh diri" ucap Bryan dengan tegas dan kaku
Alex langsung meletakkan pulpen diatas meja kerjanya dan menatap Bryan dengan penuh minat
"Siapa?" tanya Alex menatap Bryan dengan tatapan tajam dengan tubuh yang dimajukan ke depan
"Sandra dan Amelia" jawab Bryan dengan cepat,Alex langsung menyipitkan matanya
"Sandra dan Amelia" Alex mengulangi perkataan dari Bryan, sambil berpikir
"Alasannya?" tanya Alex lagi menatap Bryan dengan pandangan bertanya
"Karena saat itu dia ditegur oleh almarhum ayah Tuan karena ketahuan merokok di dalam kelas dan belum lagi mereka berdua suka membully teman mereka yang saat itu ayah Tuan ada disitu, mereka berdua tidak suka dan berakhir dengan segala fitnah hingga ayah Tuan harus dikeluarkan dari tempat dimana dia mengajar secara tidak hormat, berhubung dulu ayah Sandra adalah salah satu dari anggota komite yayasan yang dikepalai oleh Tuan Wijaya yang saat itu masih menjadi ketua komite yayasan, jadi Sandra bisa melakukan apapun itu di sekolah ditambah kedekatan Sandra dengan Alfian hingga rumor rumor yang tidak sedap itu semakin kemana mana
"Apakah Alfian juga ikut terlibat didalamnya?" tanya Alex lagi dengan tatapan yang penuh dengan emosi
"Dia tidak pernah mau ikut campur, jadi menuruti yang saya tahu Alfian dan teman temannya bersih, dia hanya lebih konsen ke geng motornya, dia tidak perduli dengan apa yang dilakukan oleh Sandra dan temannya" ucap Bryan dengan nada cepat
Alex langsung terdiam, berarti selama ini perkiraan dia adalah salah, dia berpikir yang menjadi dalang utamanya adalah Alfian ternyata bukan malah seorang gadis yang pernah dia kenal yaitu Sandra, wajahnya memang cantik bahkan Alex sendiri pernah menyukai namun sepertinya Sandra tidak tertarik dengan dirinya
"Oh iya satu lagi mengenai hubungan Sandra dengan Alfian itu mereka hanyalah sebatas sebagai seorang teman saja tidak ada yang lebih hanya saja Sandra sangat terlalu mencintai Alfian, sayangnya Alfian tidak menyukai Sandra yang Alfian cintai adalah gadis yang malam itu dia memberikan pengumuman mengenai pernikahannya" kata Bryan dengan nada tegas
__ADS_1
Alex terdiam sambil memikirkan sesuatu
"Ada lagi yang ingin kamu sampaikan Bryan?" tanya Alex kepada Bryan
"Sampai saat ini seperti itu saja dulu tuan, tidak ada lagi" jawab Bryan
Alex hanya menganggukkan kepalanya
"Kalau sudah tidak ada lagi kamu bisa pergi " kata Alex
"Baik Tuan" ucap Bryan sambil berdiri
Setelah sepeninggal Bryan, Alex langsung menyandarkan tubuhnya di kursi kerjanya, dia memejamkan matanya namun pikirannya sedang mengelana jauh ke belakang, mengingat masa lalu ketika orang tuanya masih lengkap
"Gw harus berbuat sesuatu" gumamnya dalam hati, dan tiba tiba sebuah senyuman terbit di bibirnya, lalu dia kembali memanggil Bryan lewat sambungan selulernya menyuruhnya untuk kembali ke ruang kerjanya kembali
Mereka tidak menyadari ada Alfian dan yang lainnya ikut mendekat ke arah mereka
"Sepertinya asyik benar kalian ini, kita tidak diajak nih?" tanya Alfian kepada Diandra, Dan langsung duduk disamping Diandra membuat yang lain ikut bergeser memberikan tempat kepada Alfian untuk duduk bersama dengan Diandra
Sementara Tonny langsung duduk disebelah Aruna diikuti dengan Donny disebelah Hera, tidak seperti Diandra yang menerima Alfian, Hera dan Aruna malah memasang tampang kesal dan sedikit menjauh dari kedua pria yang duduk disebelahnya l, sementara Andrew yang masih belum mendapatkan pasangan hanya bisa berpasrah diri
"Kayaknya Lo kudu cari pendamping deh, takutnya nanti Lo jadi jomblo abadi lagi" ledek Tonny yang melihat Andrew duduk sendirian disebelah Donny
"Weits Lo jangan salah nanti tiba tiba gw perkenalkan seseorang sama Lo, Lo pasti bakalan kaget dan ga akan percaya" jawab Andrew tidak mau kalah dan dengan nada sombong
Semuanya langsung menatap ke arah Andrew, menatap dengan pandangan bingung dan penuh penasaran sementara Andrew bersikap penuh rahasia kepada teman temannya ini
"Oh iya Andrew, bagaimana dengan apa yang gw suruh ke elo udah Lo kerjain belum?" tanya Alfian tiba tiba menatap Andrew dengan penuh rasa ingin tahu
__ADS_1
"Masalah yang itu?" tanya Andrew kepada Alfian, Alfian langsung menganggukkan kepalanya
"Jangan disinilah, nanti saya gw ceritain" ucap Andrew sambil menatap tajam ke arah Alfian karena ada Hera disana , Alfian langsung diam dia mengerti kalau ada Hera disana dan tidak enak membicarakan masalah Alex didepan Hera
Diandra juga ikut memahami apa yang dibicarakan oleh Alfian dan Andrew
"Aruna lo mau ikut nginep ga?" tanya Diandra kepada Aruna
"Ikut kemana?" tanya Aruna menatap Diandra dengan pandangan heran
"Menginap bersama kami di hotel ini, kami rencana masih dua hari lagi disini" ucap Diandra kepada Aruna
"Tidak terima kasih, gw lagi ditunggu di rumah" jawab Aruna sopan
"Ya sudah lo gw antar pulang ke rumah nanti " kata Tonny dengan cepat, Aruna langsung menoleh ke arah Tonny lalu memasang tampang judesnya
"Tidak usah dan tidak perlu" kata Aruna dengan nada judes
"Mau tidak mau Lo tetap gw antar pulang" balas Tonny bersikeras ingin mengantarkan Aruna pulang ke rumahnya
"Lagian Lo ini udah jadi pacar gw apalagi sebentar lagi kita akan menikah" kata Tonny sambil menggoda Aruna di depan sahabat sahabatnya
"Siapa yang mau nikah sama Lo, gw aja ga tau siapa Lo juga dan lagian nih yah gw juga belum mengiyakan jadi jangan mimpi deh Lo" ucap Aruna dengan nada sengit kepada Tonny
Tonny langsung diam, dia memandang tajam ke arah Aruna, diamnya Tonny membuat yang lain paham kalau Tonny sedang menahan emosinya
Aruna langsung bangkit berdiri
"Gw pulang dulu" kata Aruna sambil melewati Diandra dan teman temannya, yang tangannya langsung dicekal oleh Tonny dengan kuat, membuat Aruna tersentak kaget dibuatnya
__ADS_1