Dia Musuhku

Dia Musuhku
Bab 24


__ADS_3

Diandra memang sudah berubah, dia bukanlah gadis yang penakut, yang selalu diam ketika dibully apalagi dihina, semenjak kepergiannya ke Jepang tantenya yang bernama Ayumi yang mengajari Diandra bagaimana dia harus melawan dalam keadaan terdesak, tantenya yang mengajari dia untuk bisa menjadi gadis yang tangguh, tidak perlu kasar tapi bersikap lembut namun mematikan itulah ajaran dari tantenya, dan itu dia pahami secara benar benar


Dan sekarang ketika dia bertemu dengan Sandra, dia berpura pura tidak perduli, meski dia merasa enggan namun dia sadar suatu hari nanti pasti akan bertemu juga dengan orang orang yang seperti Sandra,namun untungnya Sandra tidak mengenali Diandra


Gadis itu merasa sangat kesal sekali, berkali kali dia menelpon tidak ada yang mengangkat handphone "Kemana sih dia ini" gumamnya, beberapa kali dia memeriksa pesan di handphonenya juga tidak kunjung dibalas, padahal dia sudah pergi ke apartemennya namun tidak ada orang disana, bahkan apartemen itu kosong, sampai akhirnya therapistnya memanggil dia untuk masuk kedalam ruangan yang sudah disediakan dan ruangannya bersebelahan dengan ruangan Diandra dan Hera


Untungnya ruangan itu berupa kamar kamar yang cukup luas jadi masing masing customer privasinya bisa terjaga dan tidak ada gangguan dari customer lainnya, selagi menikmati pijatan dari terapisnya Hera berkata kepada Diandra "Loe tau kan Sandra itu sampai sekarang masih suka mengejar ngejar Alfian?" kata Hera sambil menoleh ke arah Diandra "Ga tau dan ga mau tahu" jawab Diandra cuek, dia tiba tiba teringat ketika ciuman pertamanya diambil paksa oleh Alfian, dan entah kenapa dia merasa sangat kesal akan hal itu "Mereka berdua itu sangat cocok" kata Diandra pada akhirnya, Hera menatap Diandra dengan pandangan bertanya "Sama sama cocok membuat orang membenci mereka" jawab Diandra dengan acuh, Hera langsung tertawa terbahak-bahak mendengar penilaian Diandra terhadap dua sejoli itu


"Loe jangan jangan suka sama salah satu dari geng mereka?" tanya Diandra tiba tiba menatap Hera dengan pandangan tajam "Ma.. Maksud loe apa?" tanya Hera balik sambil tergagap ketika ditembak langsung "Iyaa..maksud gw jangan jangan gebetan elo itu salah satu dari temannya Alfian" jawab Diandra tenang sambil menikmati pijatan dari therapistnya,Hera terdiam seketika mendengar tebakan Diandra "Kalau iya pun juga tidak kenapa kenapa,tapi pastikan dia tidak mempermainkan elo" kata Diandra menasehatinya, Hera terdiam mendengar perkataan dari Diandra


"Sudahlah,lagian belum tentu dia masih single" kata Hera lagi, Diandra tersenyum simpul "Ga ada yang salah untuk yang namanya suka,wajar kok tapi jangan terlalu berlebihan gag bagus" nasihat Diandra kepada sahabatnya "Tenang kok,kalau dia sudah punya pasangan gw pastikan akan mundur secara teratur" jawab Hera dengan nada yakin


Begitu Hera dan Diandra sedang asyik menerima pelayanan dari therapistnya tiba tiba dari ruangan sebelah terdengar orang yang mengamuk, entah karena apa "Kenapa sih dia ga dimana ga dimana selalu cari perkara?" tanya Diandra sambil menghela nafas panjang "Udah wataknya kaya gitu, tidak diajari adab dan sopan santun" jawab Hera pelan sambil menggelengkan kepalanya "Cantik cantik kok arogan" cibir Hera

__ADS_1


Sementara di ruangan sebelah Sandra tampak mengamuk dengan therapist nya gara gara therapist nya salah melakukan perawatan, Sandra minta pelayanan menicure dan pedicure ternyata tanpa sengaja therapist nya ada memotong sedikit kulit kuku kakinya hingga ada sedikit luka, Sandra yang saat itu hatinya sedang kesal akhirnya dia punya tempat untuk mengamuk meski sang therapist sudah meminta maaf kepada Sandra


"Loe bisa kerja gag seh?!" tanya Sandra sambil teriak


"Maaf maaf, tadi ga sengaja" kata therapistnya yang bernama Ita dengan suara takut takut


"Loe pikir kulit gw bisa loe lukain seenak jidat elo!" teriak Sandra lagi


Therapist yang bernama Ita semakin takut, dia juga tidak menyangka jika akan terjadi seperti ini


"Mohon maaf nona, kami tidak bisa sembarangan memecat karyawan kami, tapi kami akan memberikan fasilitas gratis selama satu bulan untuk melakukan treatment di tempat kami, bagaimana " tawar manajer salon tersebut, Sandra yang mendengar itu kembali berang "Loe pikir gw ga mampu bayar, eh gw ga butuh treatment gratis, gw masih sanggup bayar!" teriak Sandra dengan kesal "Pecat atau saya adukan lewat medsos biar viral" ancam Sandra sambil menatap sengit kepada therapistnya itu


Hera yang mendengar itu semua dari balik ruangan, merasa sangat geram akhirnya dia langsung bangun dari tempat tidurnya "Loe mau kemana?" tanya Diandra tenang " Gw bakalan balik, gw ga suka ma nih anak semena mena" jawab Hera dengan nada geram, tanpa menunggu jawaban dari Diandra Hera langsung keluar menuju ke ruangan Sandra

__ADS_1


"Hebat sekali nona Sandra, memecat orang dengan gampangnya" sindir Hera yang masih menggunakan kemben "Loe ga usah ikut campur" desis Sandra, Sandra sebenarnya sangat takut kepada Hera mengingat dia pernah disakiti oleh Hera akibat ulahnya sendiri "Gw ga akan pernah mau ikut campur selama orang itu ga sampai keterlaluan" jawab Hera dengan sinis "Dan gw pikir loe sudah tobat ternyata makin kesini elo makin kesana ya" ledek Hera "Maksud elo apa?" tanya Sandra mendatangi Hera "Iya loe makin ga waras, kelakuan elo kayak ga punya adab, kalah sama binatang" jawab Hera dengan nada meledek


"Bisa bisanya elo suruh mecat tuh karyawan hanya karena kelalaian yang tidak disengaja" kata Hera dingin "Dia sudah bikin kaki gw luka tau gag loe,kalau loe ga tau jangan banyak bacot loe disini" kata Sandra dengan nada berapi api


Hera melirik kaki Sandra yang terluka dan lukanya juga bukan luka yang besar hanya goresan kecil yang diobati dengan obat merah pun sudah selsai dan tidak perlu perawatan lama lama,hanya saja Sandra saat ini sedang lagi mencari perkara, Hera langsung tersenyum sinis "Sandra Sandra,loe ini kayak anak bayi, luka segitu aja loe ributin gimana loe dapat luka Segede gaban" kata Hera sambil tertawa "Harusnya nih biar setimpal sama hukumannya,mending dibikin lumpuh saja" kata Hera lagi "Loe tau Yee..awas loe ya..." kata Sandra dengan suara yang mendesis


"Cuman bisanya ngancam,loe pikir gw takut sama elo" kata Hera dengan suara dingin


Sambil menyambar tasnya Sandra dengan wajah marahnya berlalu dari tempat itu namun sebelum dia meninggalkan ruangan itu,Sandra sempat berbisik kepada Hera "Ingat urusan kita belum selesai" bisiknya, Hera yang mendengar itu langsung tertawa "Gw akan tunggu " jawab Hera balik balas menantang Sandra


Setelah kepergian Sandra suasana ruangan itu menjadi sepi tinggal therapist yang bernama Ita, manajer Salon dan Hera sendiri "Terima kasih banyak nona" kata therapist yang bernama Ita "Gag masalah, tapi lain kali harus lebih berhati hati lagi" nasihat Hera dengan serius, Ita hanya menganggukkan kepalanya, lalu Hera menatap manajer salon sambil berkata "Kalau ingin diberikan sanksi berikan sanksi yang sesuai dengan kesalahannya dia" ujar Hera serius lalu Hera pun meninggalkan ruangan itu dan balik lagi ke ruangannya ruangan tempat Diandra berada


"Lama amat" kata Diandra "Biasa ngurus cacing emang lama" jawab Hera sambil menghela nafas panjang "Harusnya gag usah ikut campur" kata Diandra tenang "Gw ga bisa ga ikut campur mengingat apa yang dilakukan sama Sandra" kata Hera dengan nada kesal "lagian loe tau sendiri gw ga bisa lihat orang yang ditindas " ujar Hera lagi, Diandra tersenyum mendengarnya

__ADS_1


Diandra sangat tahu dengan kelakuan dari sahabatnya,dia sangat tidak bisa melihat orang lemah ditindas didepan matanya,sebisa mungkin dia akan melawan apalagi Hera sendiri mempunyai ilmu beladiri yang mumpuni,jadi dia tidak pernah takut selama itu benar, Hera bisa menjadi lembut namun dia bisa berubah menjadi pemangsa bila dia melihat suatu penindasan dan itu berlaku pada Diandra dulu,dia sering melindungi Diandra dari gengnya Sandra, sampai dia sendiri merasa sangat bersalah tidak bisa melindungi Diandra ketika terjadi pembullyan sementara dia tidak ada di sekolah pada saat itu hingga mengakibatkan Diandra keluar dari sekolah itu,pergi tanpa pamit atau berkata apapun kepada Hera, dan itu juga bukan murni kesalahan dari Hera


__ADS_2