Dia Musuhku

Dia Musuhku
Bab 90


__ADS_3

Begitu mereka sampai di pasar yang dituju, Diandra langsung membuka pintu mobil dan menutupnya dengan sangat kasar, Diandra berubah dari gadis yang penuh kelembutan kini menjadi gadis yang benar benar begitu pemarah, bahkan tidak ada yang berani mendekatinya termasuk Hera sahabatnya sendiri


Diandra berjalan cepat meninggalkan mereka semua, namun tidak dengan Alfian dia segera berlari menyusul Diandra yang dalam kondisi marah dan setelah dekat tiba tiba dia langsung menarik tangan Diandra, Diandra langsung kaget begitu tangannya ditarik oleh Alfian, Alfian membawanya ke tempat yang sepi yang dimana tidak ada orang yang memperhatikan mereka berdua


Alfian membawanya ke sebuah lorong yang sepi lalu dia melepaskan Diandra disitu


"Mau apa kamu?!" tanya Diandra sambil berteriak, dia menatap kesekeliling nya dan tidak ada orang sama sekali disitu


"Kamu tau aku mau apa Di, jangan pernah mengancam aku seperti itu lagi" kata Alfian dengan nada marah dan tatapan yang lumayan dingin


"Kamu ingat jika kamu berani menghilang lagi, maka akan aku cari kamu sampai ke ujung dunia sekalipun, dan setelah itu kamu tidak akan bisa lari lagi " kata Alfian lagi dengan suara dingin


Diandra bergidik ngeri begitu melihat Alfian yang benar benar marah kepadanya


"Dengar Diandra aku paling tidak suka kamu mengancam seperti itu" kata Alfian dengan nada marah, tangannya mengepal hingga buku jari jarinya memutih, dia berusaha menahan emosi yang sudah sampai ke kepalanya


Diandra benar benar sangat takut melihat Alfian yang benar benar emosi, saking takutnya Diandra sampai harus mengeluarkan air mata, dia sampai menangis terisak Isak, rasa marah Diandra berganti menjadi rasa takut yang sangat luar biasa, rasa takut yang teramat sangat, badan Diandra langsung gemetar hebat, kepalanya menjadi pusing tiba tiba matanya menjadi gelap seketika, hingga Diandra merasa dunianya berputar, suara Alfian terasa seperti terbang,tiba tiba matanya menutup perlahan, dia pingsan seketika


Alfian yang melihat wajah Diandra pucat, dan menatap kosong kearahnya, dia langsung menjadi khawatir rasa takut dan dingin menjalari tubuhnya , dan melihat Diandra tergeletak di pelukannya Alfian, Alfian langsung menangkap dengan kedua tangannya dengan sigap,jika tidak Diandra akan terjatuh di lantai


"Diandra bangun Diandra..bangun !!!" teriak Alfian histeris,badannya Diandra dia guncang guncang kan, berharap Diandra terbangun dan tersadar, dia merasa sangat ketakutan melihat Diandra yang sudah tidak berdaya


"Diandra bangun sayang maafkan aku Di" kata Alfian masih memeluk Diandra, perasaannya kali ini benar benar kalut, Alfian menoleh kiri kanan tidak ada siapa siapa disana, dia langsung menelpon Donny dengan panik


"Donny tolongin gw, gw Sharelok, elo kesini segera !!" teriak Alfian panik, dia langsung menutup handphonenya dan tidak menunggu Donny bicara lebih lanjut lagi, segera Alfian kirim Sharelok ke Donny


"Diandra please bangun sayang, maafin aku Di, maaf " kata Alfian kali ini dengan suara parau, dia benar benar merasa takut sekarang


Hatinya saat ini dipenuhi oleh rasa bersalah, harusnya dia tidak berbuat seperti ini, harusnya dia tidak bersikap seperti ini, harusnya dia percaya dengan Diandra, tapi nasi telah menjadi bubur, semuanya sudah terlambat, sekarang Diandra pingsan entah kapan sadarnya dia tidak tahu

__ADS_1


Alfian langsung menggendong Diandra dan berlari menyusuri lorong pasar yang sepi dan sempit, untung diujung lorong Alfian bertemu dengan Donny dan Hera, tanpa memperdulikan tatapan mereka berdua Alfian langsung berlari menuju ke luar lorong, dia terus berlari sampai menuju ke mobil Donny


"Donny cepat buka pintu kita ke rumah sakit segera !" teriak Alfian dengan wajah panik


Tanpa banyak cakap Donny langsung membuka pintu untuk mereka


"Donny ayo cepat !!" teriak Alfian kepada sahabatnya Donny


Donny dan Hera langsung segera menuju ke mobil, kali ini Alfian duduk di belakang masih menggendong Diandra tanpa mau melepaskannya sama sekali, Hera dan duduk di sebelahnya Donny


Donny langsung mempercepat kendaraannya menuju ke rumah sakit terdekat, dan jalanan itu tampak sangat padat


"Diandra please bangun sayang,buka matamu" kata Alfian dengan suara lirih, dia benar benar sangat ingin menangis, Diandra masih kunjung belum membuka matanya sama sekali


"Apa yang terjadi ?" tanya Hera dengan rasa ingin tahu


"Aku..aku..aku memarahinya, aku membuat dia ketakutan terus dia tiba tiba pingsan begitu saja" jawab Alfian dengan suara lemah


Mobil Donny berbelok cepat ke rumah sakit, dia langsung menurunkan Alfian yang menggendong Diandra sambil berlari menuju Selasar rumah sakit, para perawat rumah sakit tersebut langsung sigap membawa brangkar rumah sakit dan menaruh Diandra diatas brankar, mereka langsung membawa Diandra ke IGD untuk segera dilakukan pemeriksaan


Donny dan Hera menyusul Alfian, tampak Alfian duduk di luar tunggu, sedang menunggu pemeriksaan Diandra di dalam


"Dimana Diandra?" tanya Donny begitu melihat Alfian sedang duduk dengan wajah yang ditutup dengan kedua tangannya


"Dia ada di dalam, sedang dilakukan pemeriksaan" kata Alfian dengan lirih


"Gw harap ini yang terakhir Alfian " kata Hera membuka suara dengan nada yang dingin


"Apa maksud elo?" tanya Alfian menatap Hera dengan tatapan heran

__ADS_1


"Elo ga tau tentang Diandra itu artinya" kata Hera masih dengan nada mencibir


"Katakan sama gw apa yang terjadi sama Diandra Hera " pinta Alfian dengan nada memohon


"Elo tahu semenjak Diandra mengalami pembullyan dulu, dia mempunyai trauma yang cukup dalam, dia takut dengan suara keras, dia takut jika ada yang mengintimidasi dia baik dengan kata maupun dengan perbuatan" kata Hera pelan


"Dan pertanyaan gw adalah apakah elo melakukan salah satu dari kedua hal tersebut?" tanya Hera menatap Alfian dengan pandangan bertanya menuntut jawaban dari Alfian


"Gw membentak dia, memarahi dia bahkan gw juga mencengkeram bahunya" jawab Alfian kali ini dengan suara yang lemah


Hera langsung menggelengkan kepalanya, Donny yang mendengar itu hanya bisa menepuk bahu Alfian


"Gw berharap dia ga membenci elo untuk hal ini" kata Hera memandang Alfian dengan wajah yang jengkel karena ulah Alfian Diandra seperti ini


"Elo rasakan akibat kecemburuan elo yang ga berdasar Diandra jadi seperti ini, gw tahu tentang trauma dia dari kedua orang tuanya sendiri, dan dari mulutnya Diandra sendiri" kata Hera lagi


"Gw harus berbuat apa ?" tanya Alfian putus asa


"Berdoa saja semoga Diandra mau memaafkan elo itu saja, dan akui kesalahan elo didepannya Dia, gw yakin Diandra mau buka hati kembali" jawab Hera


Mereka bertiga kembali terdiam


"Gw cuman minta satu hal tolong jangan beritahukan ini kepada kedua orangtuanya Diandra, gw takut kedua orangtuanya Diandra akan kepikiran " pinta Alfian kepada Donny dan Hera


"Kita tidak akan memberi tahukan ini kepada kedua orangtuanya Diandra, tapi gw ga tahu apakah Diandra akan menceritakan ini kepada kedua orangtuanya apa tidak" jawab Hera dengan suara tegas


Alfian yang mendengar Hera berkata seperti itu langsung terdiam mematung, hingga seorang dokter keluar dari ruangan IGD


"Siapa disini keluarga dari pasien yang bernama Diandra?" tanya dokter itu menatap ke arah ketiganya

__ADS_1


"Saya calon suaminya dok" kata Alfian langsung menunjukkan dirinya sendiri sembari berdiri


"Ayo ikut saya ke ruang dalam" kata dokter itu kemudian masuk ke dalam disusul Alfian mengikuti dokter tersebut masuk ke dalam ruang IGD


__ADS_2