Dia Musuhku

Dia Musuhku
Bab 35


__ADS_3

Diandra memandang Alfian, menatap Alfian dengan pandangan bertanya "Sebentar gw lihat dulu siapa pagi pagi yang datang" kata Alfian sambil berdiri, entah kenapa Alfian merasa kesal karena ada aja gangguan di pagi hari, Alfian melihat dari interkom siapa yang datang, begitu tahu siapa yang datang dia langsung terkejut, ternyata Sandra sudah bersama dengan Amel datang ke apartemen itu, bel pintu dipencet berkali kali


Karena Alfian tidak ingin ada keributan pagi pagi di apartemennya, maka dia diam diam menelpon security lewat telpon dinding yang ada di dekat pintu masuk yang nomornya langsung tersambung dengan ruang security yang ada di dalam gedung apartemen tersebut, untuk mengusir dua gadis itu, setelah itu Alfian menemui Diandra di ruang keluarga "Siapa?" tanya Diandra ingin tahu "Bukan siapa siapa" jawab Alfian berbohong, Diandra mengangguk pelan "Alfian maaf apa gw boleh pinjam handphone mu sebentar?" tanya Diandra malu malu, Alfian menatap Diandra penuh tanya "Gw ga bawa handphone, gw cmn pengen telpon Hera itu saja" jawab Diandra "Oh iya baik tunggu sebentar " kata Alfian, Alfian langsung berdiri menuju ke dalam kamarnya untuk mengambil handphonenya yang terletak di dalam kamar


Alfian kembali menghampiri Diandra dan memberikan handphonenya ke Diandra untuk Diandra dia gunakan "Ini pakailah" kata Alfian sambil menatap Diandra "Oh iya terima kasih banyak" jawab Diandra sambil mengambil handphone dari tangan Alfian


Diandra sibuk memencet nomor Hera yang sudah hapal di luar kepalanya, dia menunggu jawaban dari Hera, dari seberang sana Hera yang mendengar handphonenya berbunyi langsung terbangun dan mengambil handphone yang berada di atas meja, dia melihat sebuah nomor yang tidak dikenal masuk ke dalam handphone nya sambil mengernyitkan dahinya dia pun mengangkat handphonenya


"Hallo, siapa ini?"


"Hera gw Diandra"


Hera langsung membelalakkan matanya, yang tadinya dia masih mengantuk langsung membuka matanya lebar lebar dan menegakkan duduknya


"Loe dimana sekarang?" tanyanya panik


"Gw di rumah Alfian "


"Loe ga apa apa kan?"


"Gag, gw ga apa apa..Hera tas gw ada di elo kan ya?"


"Iya, malah gw rencana mau ke rumah elo ntr siang"


"Jangan biar gw ambil aja ke rumah elo, gimana?"


"Ya sudah kalau begitu,kapan loe mau datang ke rumah gw?"


"Habis ini, tunggu aja yak"


"Oke kalau begitu, btw loe ga diapa apa in kan sama Alfian?"


"Enggak kok, aman semuanya"


"Baguslah kalau begitu, sampai ketemu nanti"


"Oke..thanks ya Hera"

__ADS_1


"Iya sama sama"


Diandra langsung menutup handphonenya dan memberikannya kepada Alfian


"Thanks ya...ini handphonenya elo" kata Diandra, dia langsung berdiri sambil merapikan dress-nya


"Elo mau kemana?" tanya Alfian menatapnya dengan penuh selidik


"Pulanglah, gw mau ke rumah Hera dulu baru gw pulang kenapa memangnya?" tanya Diandra


"Tunggu gw, gw yang akan antar elo" kata Alfian, Alfian langsung masuk ke dalam kamar dan kemudian tak lama dia keluar membawa kunci mobil


"Ayok" ajak Alfian sambil membuka pintu apartemen, Diandra hanya diam dan mengikutinya dari belakang


Memencet tombol lift, mereka berdua menunggu hingga pintu lift terbuka


Setelah pintu lift terbuka mereka kemudian masuk menuju ke arah bassement parkiran mobil, Alfian membukakan pintu mobil untuk Diandra dan menyuruhnya masuk, sementara itu Alfian membuka pintu kemudi, dia langsung menyalakan mesin mobilnya, melihat Diandra yang sedang memasang sabuk pengamannya


"Sudah?" tanya Alfian menatap Diandra, Diandra hanya menganggukkan kepalanya


Mobil pun langsung meluncur keluar dari bassement, menuju ke jalan raya "Sekarang kita mau kemana dulu?" tanya Alfian sambil fokus menyetir mobil dengan kecepatan sedang "Gw mau ke rumah Hera, loe bisa tinggalin gw disana" kata Diandra sambil memandang lurus ke depan, Alfian hanya diam saja tidak membalas ucapan Diandra


Sesampainya di rumah Hera, mobil itu langsung berhenti di pinggir jalan, namun Alfian tidak membiarkan Diandra untuk keluar dari mobilnya, Diandra langsung menatap Alfian dengan pandangan marah


namun Alfian tidak memperdulikan tatapan marah dari Diandra, dia malah mengambil handphone dari saku celananya dan memberikannya kepada Diandra


"Telpon Hera untuk turun dan menemui elo ke bawah" kata Alfian sambil menatap Diandra "Gw ga mau" kata Diandra menolak, Alfian yang mendengar penolakan dari Diandra langsung mencari daftar riwayat telpon terakhir dari panggilan handphonenya


Alfian langsung memencet tombol panggilan hijau, dan terhubung dengan Hera


"Hallo"


"Diandra elo dimana?"


"Gw Alfian, elo bisa turun ke bawah gw dibawah lebih tepatnya di luar pagar rumah elo"


"Oh okey, tapi....."

__ADS_1


Belum sempat Hera mengucapkan sesuatu, Alfian sudah memutuskan panggilannya, Hera langsung menggerutu begitu telponnya dimatikan secara sepihak "Dasar brengsek " maki Hera dengan nada kesal


Sementara di dalam mobil Diandra sudah memasang wajah cemberutnya, dia sangat kesal dengan Alfian karena dia merasa kalau dirinya sekarang adalah tawanan dari pria yang ada di sebelahnya


"Maunya elo itu apa sih?" tanya Diandra


"Maunya gw adalah elo harus ada di dalam pandangan gw" kata Alfian sambil tersenyum


"Dasar gila"


"Gila gw memang gila kalau sudah berurusan dengan elo Diandra"


Diandra langsung diam, dia mendengus kasar, tidak mau menjawab kata kata dari Alfian karena baginya berdebat dengan Alfian itu akan membuang energi nya, lebih baik dia diam untuk bisa mempertahankan kewarasannya


"Temen elo lama amat sih" gerutu Alfian


"Siapa suruh nunggu" jawab Diandra acuh


Namun tak lama kemudian Hera keluar dari pintu gerbang berjalan menuju ke mobilnya Alfian, dia mengetuk kaca mobilnya, Alfian membuka pintu kaca mobilnya Diandra


"Di..loe aman kan?" tanya Hera sedikit khawatir


"Aman lah..." jawab Diandra


"Terus elo kenapa ga keluar?"


"Tanyalah sama dia.." jawab Diandra menunjuk Alfian, Alfian yang ditunjuk oleh Diandra langsung tersenyum ke arah Hera


"Hallo Hera, apa kabar?" tanya Alfian


"Gw baik, elo ga ngapa ngapain temen gw kan?"


Alfian tersenyum misterius


"Alfian buka pintu mobil belakang, gw mau masuk" kata Hera menatap Alfian untuk membuka pintu mobil belakang "CK..loe ganggu kesenangan gw aja" kata Alfian dengan nada tidak suka, namun akhirnya dia membuka pintu mobil belakang dan membiarkan Hera untuk masuk


"Loe bawa tas gw kan Her?" tanya Diandra menoleh ke belakang, Hera langsung memberikan tasnya yang sempat tertinggal di pesat kemarin malam "Thank ya Hera" kata Diandra sambil tersenyum "Sama sama anak cantik" jawab Hera membalas senyuman Diandra

__ADS_1


Alfian yang merasa tidak dihiraukan oleh mereka langsung berdecak"Mau kemana kita?" tanya Alfian menatap Diandra dan Hera " Yang jelas gw mau pulang " jawab Diandra dengan suara dingin, Alfian tanpa berkata apa apa segera melajukan mobilnya ke rumah Diandra, mengantarkan Diandra untuk pulang ke rumahnya


__ADS_2