Dia Musuhku

Dia Musuhku
Bab 135


__ADS_3

Alfian langsung berdiri dari sofa tempat dia duduk, namun tak lupa dia mengambil minuman dan kemudian menghabiskan minuman itu dalam satu kali teguk


"Elo mau ikut gw atau mau pulang sendiri?" tanya Alfian sambil sedikit menoleh ke arah Donny


"Inget kita masih banyak pekerjaan" kata Alfian lagi memperingatkan Donny, Donny sambil mendesah kesal memilih untuk ikut dengan Alfian, Alfian kemudian berjalan menuju ke luar pintu ruangan Andrew, dan dia tidak lupa berpamitan dengan Andrew, disusul oleh Donny yang berjalan di belakangnya Alfian


"Elo yang nyetir mobilnya, gw lagi capek" kata Alfian memerintahkan Donny untuk menyetir mobil sambil menyerahkan kunci mobil Alfian ke Donny, Alfian menuju ke kursi penumpang dan Donny menuju ke kursi kemudi, setelah dirasa sudah pada siap semua Donny langsung menyalakan mesin mobilnya dan kemudian mobil pun melaju menuju jalanan marah yang masih ramai dengan lalu lalang kendaraan dan manusia manusia yang sedang sibuk berjalan menuju ke tempat tujuannya masing masing


"Don, gw rasa gw akan menyelesaikan satu persatu masalah dulu deh" ucap Alfian pada akhirnya, mencoba memecahkan keheningan di dalam mobilnya


"Maksud elo apa?" tanya Donny masih fokus menyetir mobil


"Sebelum masalah ini berlarut larut semakin ke dalam dan konflik semakin menyebar tidak jelas, satu persatu harus gw selesaikan mulai dari urusan gw sama Sandra" jawab Alfian dengan suara serius, matanya menatap lurus ke depan


Donny masih diam mendengarkan Alfian dengan seksama namun matanya masih fokus menatap ke depan dengan tangan sambil mengendarai mobil dengan kecepatan sedang


"Elo tahu gw mendengarkan sesuatu ketika gw menelpon Sandra waktu itu" kata Alfian bercerita kepada Donny


"Mendengarkan tentang apa?" tanya Donny lagi


"Dia memarahi seseorang yang dia pikir kalau gw adalah orang itu, entah apa yang dimaksud tapi pas gw bicara kalau itu adalah gw, dia sepertinya terkejut dan diam seribu bahasa, dan gw tanya apa maksudnya dia dan kenapa dia menelpon gw, suaranya gugup sekali dan dari situ gw penasaran banget, siapa yang dia maksud dan siapa yang dia caci maki " cerita Alfian sambil menghela nafas


"Gw mau semuanya bisa terungkap dengan cepat, biar gw bisa fokus hubungan gw dengan Diandra" kata Alfian dengan suara serius, entah kenapa dia sangat ingin bisa dekat dengan Diandra dan mempunyai hubungan yang aman tidak ada gangguan suatu apapun, Alfian langsung menghela nafas panjang dalam diam


"Don, kalau elo berubah pikiran untuk mencari tahu tentang Hera gw hanya minta tolong sama elo, walaupun apapun yang terjadi ikuti kata hati elo" ucap Alfian serius


kepada Donny


"Mungkin besok gw akan ke rumah Hera, makanya gw besok minta ijin setengah hari untuk bisa kesana" jawab Donny sambil menghela nafas panjang, entah mengapa dia sangat ingin sekali mengetahui tentang Hera secara lebih jauh, dia merasa saat ini dirinya masih belum mengenal Hera secara lebih dekat lagi

__ADS_1


"Tapi gw yakin dia adalah wanita yang baik, terlepas dari apapun masa lalunya" kata Alfian dengan nada tulus dan mencoba memberi semangat kepada Donny


Sementara itu di rumah Diandra, tampak Diandra, ayah, bunda dan Hera sedang duduk di ruang tamu dan mereka sedang bercengkrama dengan erat, sesekali suara tawa terdengar di ruangan itu


"Jadi kamu sudah masuk besok?" tanya Bunda kepada Diandra


Diandra yang ditanya itu langsung menganggukkan kepalanya


"Terus gw ga ada temen donk" kata Hera pura pura merajuk kepada Diandra dengan wajah yang dibuat cemberut, membuat semuanya yang ada di ruangan itu ikut tertawa


"Kan ada bunda yang akan temanin elo " jawab Diandra sambil menatap bunda tersenyum


"Iya ada bunda juga, lagian kan kamu juga harus terapi juga kan?" tanya bunda sambil memperingatkan Hera untuk tidak lupa menjalani perawatan di rumah sakit


"Oh iya besok jadwalnya yaks" kata Hera sambil menggaruk garuk kepalanya


"Elo ini jadwal sendiri lupa, masih muda Hera belom tua juga" ucap Diandra sambil meledek Hera yang dibalas dengan Hera dengan mata yang mendelik


"Iya bunda, Diandra juga mau masuk ke dalam kamar " jawab Diandra sambil berdiri dari bangkunya yang diikuti oleh bunda dan ayah


"Elo mau tidur disini Hera?" tanya Diandra sambil menatap Hera yang belum ada keinginan untuk berdiri dari tempat duduknya


"Ya enggaklah, gw ikut tungguin" kata Hera sambil berdiri dan menyusul Diandra yang sudah berjalan ke arah kamar


Sesampainya mereka di dalam kamar, tampak Hera langsung berbaring di tempat tidur, sementara Diandra mengambil pembersih wajah dan dia langsung membersihkan wajahnya di cermin, Hera melirik sekilas ke arah Diandra yang sibuk membersihkan wajahnya sementara Hera mengambil handphonenya dan mengecek handphonenya apakah ada pesan penting atau tidak yang masuk ke dalam handphonenya itu


Tiba tiba matanya mengernyitkan sesuatu, ada sebuah pesan yang masuk dari temannya Alex yang mengajaknya untuk bertemu dengannya besok hari, dan Hera langsung menyetujuinya untuk bertemu dengan Alex sekalian untuk meminta maaf karena sikap Donny yang kemarin keterlaluan terhadap Alex


"Kenapa elo senyum senyum ga jelas begitu?" tanya Diandra heran menatap Hera dengan pandangan penasaran dari cermin

__ADS_1


"Gw besok mau ketemuan sama Alex setelah dari terapi gw besok " kata Hera dengan suara riang


"Ooh, lah kemaren ketemuannya bagaimana?" tanya Diandra, dia lupa menanyakan hal itu kepada Hera


Seketika itu juga Hera langsung cemberut dan masang tampang kesal


"Lah kenapa?" tanya Diandra lagi masih menatap Hera lewat cermin


"Tau ga Donny pake acara merusak acara saja, malah mengajak debat akhirnya gw gagal makan siang bareng Alex Gegara si Donny itu" jawab Hera dengan suara gemas dan kesal


Diandra yang mendengar itu langsung tertawa terbahak bahak, apalagi melihat wajah gemas Hera yang super lucu itu


"Gw bener bener ga ngerti sama sikapnya dia yang suka berubah-ubah ga jelas itu, dia pikir gw apaan padahal gw udah berusaha menjauh darinya tapi tetep aja dia itu kaya hama buat gw " ujar Hera kesal, dia menumpahkan kekesalan hatinya kepada Diandra sementara Diandra hanya mendengarkan diam dan tanpa banyak bicara


Hera lalu menoleh ke arah Diandra dengan wajah yang memohon


"Ada apa lagi?" tanya Diandra menatap Hera


"Besok gw mau ketemuan sama Alex, elo jangan cerita cerita ya sama Donny, gw cuman pengen ketemuan sama dia doang itu aja, karena gw mau minta maaf sama dia gegara Donny gw jadi ga enak sama Alex" ucap Hera dengan suara memohon kepada Diandra


"Iya gw janji ga bakalan kasih tahu sama Donny, tenang rahasia elo aman sama gw " kata Diandra sambil mengedipkan matanya ke arah Hera


"Elo emang sahabat gw yang bisa gw andalkan " ucap Hera dengan nada senang sambil mengangkat jempolnya


"Gw cuman pengen liat elo bahagia aja kok Hera, dengan cara elo yang penting elo ga rugikan orang juga kan" ucap Diandra sambil tersenyum


"Tenang gw ga bakalan rugikan elo kok" jawab Hera dengan nada bahagia seperti baru habis dibelikan boneka kesayangan


Diandra tersenyum begitu melihat Hera tersenyum senang, seperti melihat sahabatnya yang baru kembali seperti semula

__ADS_1


"Gw berharap semua dugaan gw salah tentang elo Hera" gumam Diandra dalam hati


__ADS_2